His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Tidak Ada Yang Kalah Semua Menang


__ADS_3

"rapatnya akan tetap dilanjutkan" ujar Araya sambil mengenakan kacamatanya kembali...


setelah hampir setengah jam mengamati seluruh permasalahan perusahaan itu, Jeab angkat bicara...


"Menurut saya caranya lepas dari krisis ini adalah meluncurkan sebuah produk baru dengan penawaran profit 3 bulan kedepan yang sangat menguntungkan bagi para investor... sementara untuk perusahaan kita tidak akan menerima keuntungan, hanya saja bagian keuntungan yang kita dapatkan akan bisa menutupi hutang perusahaan dan memberikan gaji pada para karyawan untuk 3 bulan terakhir... ini tidak akan begitu menguntungkan diawal namun akan memberikan keuntungan jangka panjang..." jelas Jeab panjang lebar...


"masuk akal... ini playing safe for another life... saya pribadi setuju..." ujar salah satu dewan direksi itu


"saya juga setuju..."


"tidak buruk... ini ide yang paling bagus untuk saat ini..." ujar dewan direksi lainnya


Sementara Araya hanya diam mengamati Jeab yang tengah serius menerang segala solusi yang ia bawakan sekarang ini...


"Putriku memang benar... dia pria yang tulus... akulah yang berpikiran sempit selama ini... aku dibutakan oleh keangkuhanku sendiri..." ujar Araya dalam hatinya, dan tanpa ia sadari segurat senyuman terbit diwajahnya untuk sang menantu yang selama ini sangat tak ia sukai


"Namun dalam hal ini tuan Kim Hans memiliki beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum Whatcaree Group menjalin kerjasama dengan Hans Group seperti yang saya jelaskan tadi... hanya ada 2 buah syarat mutlak dari tuan Kim untuk Whatcaree Group... silahkan tuan-tuan membacanya dengan teliti..." ujar Jeab sambil menginstruksikan anak buahnya untuk mengedarkan berkasnya untuk semua dewan direksi yang ada di ruangan ini...


"Apa yang tuan Kim Hans itu minta?" tanya Araya


"silahkan dibaca ayah... disana sudah tertulis dengan rinci..." sahut Jeab dengan senyum manisnya, Araya menerima berkas itu


"dua hal? tapi kenapa setebal ini?" batin Araya


setelah semua membaca dengan seksama, Jeab kembali berbicara...


"tuan Kim Hans hanya mau semua perusahaan yang ada dibawah kendali Hans Group ataupun hanya menjalin kerjasama dengan Hans Group untuk mematuhi 2 hal tersebut... yang pertama blacklist semua perusahaan yang terlampir disana dari kerjasama dalam bentuk apapun... tidak boleh ada hubungan apapun dengan perusahaan-perusahaan itu.... dan yang kedua tidak boleh menerima pegawai yang ada dalam list tersebut... secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan orang-orang itupun juga tidak bisa dibenarkan... karena siapapun yang berani berkhianat kepada seorang Kim Hans maka sisa hidupnya tidak akan tenang..." ujar Jeab dengan senyum smirk diakhir kalimatnya itu


"bocah ini kejam juga..." ucap Araya sedikit bergidik ngeri membayangkan bagaimana kekuatan dan pengaruh dari Kim Hans yang sebenarnya...


bahkan ia mampu mengendalikan pasar saham dengan sangat mudah dengan kepintarannya... membolak-balikkan nasib perusahaan-perusahaan yang ada hanya dengan satu tarikkan nafasnya saat memberi perintah kepada para bawahannya


"baiklah saya rasa semua setuju benarkan?" tanya Araya kepada seluruh dewan direksi, dan mereka semua mengangguk setuju...


setelah rapat itu selesai Jeab langsung melangkah cepat menuju ruang tunggu presdir itu karena Sara menunggunya disana...


"sayang... hey jangan menangis lagi... perusahaan ayah tidak akan hancur... Kim tidak akan seburuk itu membalas kekesalannya pada ayah..." ujar Jeab lembut, ia berjongkok di depan istrinya yang sedang menangis itu

__ADS_1


"tidak... aku tidak menghawatirkan itu... aku percaya pada tuan Kim... tapi sikap ayah padamu itu menyakiti hatiku... kenapa ayah tidak pernah mau menerimamu sebagai menantunya? apa salahmu sayang..." ujar Sara menangis tersedu-sedu di dalam dekapan hangat Jeab itu


"mungkin ayah hanya butuh waktu sayang... tidak usah dipikirkan... aku tidak apa-apa..." ujar Jeab lembut lalu mengangkat wajah istrinya... ia mencium bibir istrinya dengan lembut penuh kasih sayang...


"mungkin dia memang pria yang pantas mendampingi putri kesayanganku..." batin Araya yang sedari tadi berdiri di balik pintu ruangan itu...


lalu ia memutar knop pintu itu dan masuk ke dalam melihat putri dan menantunya itu...


"ayah..." ucap Jeab, lalu dengan cepat ia berdiri sambil merangkul Sara


"duduklah..." ujar Araya lalu ia duduk di sofa yang bersebelahan dengan mereka berdua


"ayah tidak akan menghalangi cinta kalian lagi... ayah sadar selama ini ayah salah... ayah begitu egois dan angkuh sampai-sampai melukai perasaan putri kesayangan ayah sendiri... ayah juga sadar sekarang kalau Jeab benar-benar pria yang tulus, walaupun ayah selalu menghina dan merendahkan dirinya tapi dia tetap menghormati ayah sebagai mertuanya..." ujar Araya lembut kepada mereka berdua


Jeab dan Sara saling menatap, saling meyakinkan pendengaran mereka masing-masing untuk memastikan mereka tidak salah dengar...


"ayah serius?" tanya Sara sedikit sesenggukan setelah ia menangis tadi


"ayah tidak pernah seserius ini sayang... maafkan ayah ya.." ujarnya lalu dengan cepat


Sara menghamburkan dirinya memeluk ayahnya dengan sangat erat...


"terima kasih ayah... aku sayang ayah..." ucapnya manja dipelukan ayahnya


***


Sementara itu di perusahaan Kim tengah menandatangani berkas kontrak terakhir yang sedari pagi tadi menggunung di mejanya itu...


Aom tidak datang untuk membawakan makan siang karena Kim menyuruhnya datang sore saja membawakan makanannya...


kini jam sudah menunjukkan pukul 16.00 waktu Bangkok... para pegawai terlihat tengah bersiap untuk segera pulang karena pekerjaan mereka sudah selesai dan tidak ada pekerjaan lembur lagi seperti sebelumnya... keadaan perusahaan juga sudah stabil bahkan meningkat secara pesat...


Siang tadi mereka semua juga mendapatkan 5x gaji dari perusahaan... 3x untuk pembayaran gaji mereka sebelumnya dan 2x gaji lagi sebagai bonus untuk mereka semua atas kerja keras dan kesetiaan mereka...


Beberapa menit kemudian Aom terlihat membawa sebuah tas yang berisi makanan untuk sang Presdir Hans Group yang tercinta...


Saat ia masuk ke dalam kantor banyak sekali pegawai yang menyapanya dengan sangat ramah dan dengan senyuman yang sangat merekah...

__ADS_1


"kelihatannya mereka semua sedang sangat bahagia..." ujar Aom tersenyum sambil terus berjalan menuju lift khusus pimpinan


Tiiing...


Aom sudah sampai di lantai tertinggi perusahaan tepat dimana ruangan Presdir itu berada... tanpa basa-basi lagi ia langsung masuk kedalam ruangan dan melihat Kim sedang merapikan tumbukan berkas yang sudah selesai ia tandatangani...


"sudah selesai pekerjaannya sayang?" tanya Aom dengan senyuman manis yang merekah di wajah cantiknya itu


"sudah selesai semuanya... kamu datang tepat pada waktunya..." sahut Kim tersenyum dan menghampiri istri tercintanya itu...


"tumben anak-anak tidak kamu ajak sayang?" tanya Kim sambil memeluk pinggang ramping istrinya, walaupun sudah memiliki dua orang anak tubuh Aom masih sangat ramping dan seksi pikirnya...


"Kim.... jangan menggodaku, kamu nakal sekali ih... makan dulu..." ujar Aom terkekeh geli sambil menggenggam kedua tangan Kim yang sudah nakal diatas tubuhnya


"nakal dulu baru makan sayang..." ujar Kim dan dengan cepat tangannya beralih kebalik tengkuk Aom lalu mencium bibir manis istrinya penuh minat...


"hhmmppphhh... Kim..." ujar Aom sambil memukul pelan dada Kim


"kenapa? apa sekarang aku dilarang menciummu lagi seperti saat kamu sedang hamil Tan? hmmm?" tanya Kim dengan senyuman yang tertahan di wajah tampannya


"bukan begitu... ini di kantor... bagaimana kalau ada yang melihat..." ujar Aom malu-malu


"tidak akan sayang..." sahut Kim lalu dengan cepat kembali melumat habis bibir seksi Aom


"Kim ini berkas akuisisi yang ter.... ak..hir..." ucap Nan saat membuka pintu ruang Presdir tanpa mengetuknya terlebih dahulu...


"Mati aku.... sial... sial..." batin Nan merutuki kebodohannya sendiri...


"aku tidak melihat apapun... aaa... permisi aku pergi dulu..." ujar Nan cepat-cepat menutup pintunya untuk segera kabur


______________________


jangan lupa vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya 🙏


⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2