His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Upaya Penyelamatan #3


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________


“Kau kau dan kau hajar bajingan itu sekarang!” teriak OG memberikan perintah kepada anak buahnya yang ada disekitar Kim itu untuk segera menghajar Kim Hans..


“Cih! Beraninya keroyokan dasar pengecut!” umpat Kim yang langsung meladeni anak buah OG yang terus berusaha menyerangnya beramai-ramai…


namun dengan tangan kosong tentunya Kim Hans tak akan semudah itu dikalahkan dengan kemampuannya yang telah mencapai tingkat tertinggi di setiap jenis bela diri…


Hanya beberapa menit saja anak buah OG sudah terkapar tak berdaya di tanah yang mereka pijak itu…


“Dasar kalian tak berguna! melawan satu orang saja tidak bisa!” umpat OG sangat kesal


“Huuhhh masih mau mencoba?” tantang Kim kepada anak buah OG yang baru datang lagi untuk menghajarnya


Dorrrr!!!


OG menembak kaki Kim dan membuatnya sedikit meringis menahan sakit dikakinya akibat tertembus peluru panas…


“Kita lihat seberapa hebatnya kau Kim Hans!” teriaknya dengan penuh tawa senang melihat Kim menahan sakit akibat tembakan yang ia lontarkan itu...


Namun Kim tetap bangkit dan berhasil mengalahkan anak buah OG yang silih berganti menyerangnya, walaupun gerakannya menjadi lebih terbatas karena luka yang ia dapat...


“Dasar keparat! Mengalahkan orang yang sudah terlukapun kalian tidak bisa sekarang!” bentak OG yang sudah tersulut emosinya…


“Kalian terlalu lemah!” teriak Kim dengan wajah yang sudah dibasahi keringat


“Ahhh!!!” teriak Aom dari belakang Kim


“Jika kau melawan lagi maka leher istrimu akan dipatahkan olehnya.. hahaha” ujar OG bangganya karena ia berpikir bahwa Kim akan semakin lemah karena harus memperhatikan keselamatan istrinya juga...


“Kau picik sekali pengecut! Bahkan kalian menyerang seorang wanita!” bentak Kim


“Jangan sok suci begitu Kim Hans… jika dihitung-hitung… dosa yang kau punya setelah membunuh banyak orang jauh lebih besar daripada kami semua… kami hanya menjual obat yang membuat orang mendapatkan kesenangannya, dan terbebas dari penderitaannya walaupun hanya untuk sesaat… hahaha” tawanya menggelegar penuh dengan kebanggaan


“Cih! Merusak generasi muda dengan obat-obatan terlarang apakah sebegitu membanggakan menurutmu? Menjijikkan sekali!” ujar Kim sambil tersenyum sombong


Dooor!!!


“Kau memancing kemarahanku Kim Hans!” teriaknya sambil menembakkan pelurunya ke udara dan beberapa detik kemudian pula terdengar rintihan OG sambil menggenggam tangannya yang tertembak…


tangan OG berlubang setelah sebuah peluru tajam menembus tangannya yang memegang pistol itu…

__ADS_1


Mario berhasil menembaknya dengan begitu akurat dan sniper lainnya juga langsung melumpuhkan anak buah OG yang lainnya yang bisa membahayakan Art dan Aom..


Namun dengan jumlah anak buah yang datang cukup banyak mereka tentu akan kewalahan untuk menangani semuanya jika hanya dengan sniper saja…


maka dari itu Mario langsung memberikan isyarat agar Ji langsung bergerak menuju lokasi dengan anak buah yang lainnya..


Pria yang tadinya mencengkram Aom dengan kuat sedikit lengah karena melihat bosnya tertembak, dan itu menjadi celah yang cukup untuk Aom menggunakan teknik bantingannya yang sangat kuat…


walaupun tubuhnya mungil dan tubuh pria itu begitu kekar dan tinggi tapi Aom dapat dengan mudah menjatuhkan dan menusuknya dengan pisau yang sudah ia lumuri dengan obat pelumpuh syaraf yang langsung berefek membuat pria itu ambruk tak berdaya di tanah…


Aom langsung berlari menuju putranya yang masih terikat dengan kuat sementara Kim juga ikut mendekat sambil terus melindungi keduanya dari baku tembak yang ia lakukan dengan bawahan OG yang terus menyerangnya dari arah depan...


OG yang tak mengetahui latar belakang Aom berusaha meraih pistolnya lagi untuk menyerang Aom…


hanya seorang perempuan tidak akan terlalu berbahaya pikirnya..


"memangnya bisa apa perempuan ini padaku ceeeh!" umpat OG dalam hatinya


Namun dengan gerakan yang sangat cepat Aom menendang tangan OG yang berusaha untuk meraih pistolnya kembali… gerakannya sangat lihai tentunya karena dia memang sangat terlatih untuk menghadapi situasi genting seperti ini…


OG merasa kesal dan marah lalu dengan cepat ia berusaha untuk melawan Aom...


akhirnya mereka langsung terlibat dalam berduel…


“Tak ku sangka istri dari Kim Hans juga memiliki kemampuan bertarung yang hebat hahaha” ujarnya saat tak satupun pukulannya berhasil mengenai Aom, sedangkan Aom tersenyum karena mengerti akan situasi pertarungannya ini…


jika ia hanya menggunakan kekuatan maka ia akan kalah jauh dari pria kekar kurang ajar yang ada dihadapannya ini…


maka dia hanya terus menghindar dan mencari celah yang pas untuk melumpuhkannya dengan sekali serangan saja…


“Tentu saja untuk bisa berada disisi seorang pria seperti Kim Hans tidak bisa hanya bermodal cantik saja bukan?” sahut Aom dengan bangga untuk memancing emosi lawannya ini


“Kau sama sombongnya dengan Kim mu itu, kalian sangat cocok ya.... jangan takut... jika kau mati di tanganku maka aku juga akan mengirim Kim mu juga agar kau tidak kesepian di alam baka” ujarnya lalu dengan cepat melayangkan tinjunya kearah Aom...


Namun serangan cepatnya itu tetap bisa dihindari Aom dan aom juga dapat sedikit menyayat lengan pria itu dengan pisaunya…


“Satu lagi…” gumam Aom dalam hatinya


“Sial beraninya wanita ini melukaiku” bentaknya penuh amarah langsung menghujani Aom dengan pukulannya


Sreet!


“Berhasil!” ucap Aom namun sayangnya ia lengah dan terkena pukulan keras OG di pipinya yang mulus itu, sampai sudut bibirnya terluka dan mengeluarkan sedikit darah

__ADS_1


“Menyerahlah nona… kau sudah tamat sekarang” ujar OG dengan angkuhnya


“Seharusnya aku yang mengatakan itu padamu bajingan” ucap Aom santai sambil mencoba berdiri lagi...


“Kenapa tubuhku kaku” batin OG bingung


“Kenapa? Sudah mulai berefek ya?” ujar Aom dengan senyum sinisnya


"tapi fisiknya cukup kuat sehingga obatnya berefek agak lambat..." batin Aom sambil terus melangkah pergi menuju putranya yang masih terikat di depan pintu rumah itu, ia menunduk dan memeluk tubuh mungil putranya…


Aom dengan cepat membuka ikatan tali yang membelenggu buah hatinya ini… hatinya terasa sesak melihat putra kesayangannya terluka seperti ini...


“Mama… apa ini sakit?” tanya Art sambil mengelus pipi mamanya yang lebam dan ujung bibirnya yang berdarah itu


“Tidak sayang… tidak sakit kok” ucap Aom sambil tersenyum


“mati kau sialan!” teriak OG sambil menodongkan pistolnya pada Aom namun dengan cepat di hadang oleh Kim yang sudah ada di dekat mereka


"ah!"


bahu Kim terkena peluru yang melesat dari pistol OG itu...


“Kau yang akan mati bukan istriku…” ucap Kim datar dan dingin sambil membidikkan pistol di kening OG dengan sangat cepat


“Selamat tinggal..” ucap Kim dengan tatapan membunuhnya


Dorrr!!!


“Kim… kau tidak apa-apa?” tanya Aom sambil memperhatikan setiap inchi tubuh suaminya ini...


Dan matanya memerah saat tertuju pada bahu dan kaki Kim yang sudah berlumuran darah sangat banyak sampai celana dan kemejanya itu dibasahi oleh darahnya sendiri


“Tidak apa sayang… ayo cepat kita harus segera pergi sebelum anak buahnya yang menjaga gudang belakang tiba… itu akan sedikit menyulitkan kita…” ujar Kim sambil mengelus rambut istrinya dengan sangat lembut...


“Sini Art sama papa” ujar Kim sambil merentangkan tangannya lalu dengan senang hati Art melompat ke gendongan papanya


"padahal dirinya menerima 2 tembakan tapi ia tetap bisa tersenyum... bagaimana sebenarnya kau menjalani hidup selama ini sayang? sampai bisa sekuat ini sungguh diluar bayanganku..." batin Aom ia berusaha menahan air matanya agar tidak menetes...


____________________


jangan lupa vote, like dan komentarnya guys...


kasi bintang/rating juga karyanya Author ya...

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2