
HAPPY READING GUYS
________________
Keesokan paginya mereka semua sudah berkumpul di meja makan dan makan bersama layaknya keluarga besar...
Suasananya sangat nyaman, hangat dan penuh canda tawa...
"Ini ide yang sangat bagus... Setidaknya kita para wanita tidak akan bosan saat para lelaki sibuk bekerja..." Ucap Aom tiba-tiba ditengah-tengah sarapan mereka itu dan seketika itu juga Kim dan para sahabat tiba-tiba batuk mendengarnya...
"Kenapa sekarang dia suka sekali memancing perdebatan..." Batin Kim
"Astaga istrimu ini sedang memancing keributan Kim..." Batin Mario
"Ya tuhan selamat aku dari ocehan para istri ini pagi ini tuhan..." Batin Nan
"Ehhhheeeemmmm.... Jeab bagaimana? Semuanya sudah siap? Kita harus segera berangkat" ucap Kim sambil meletakkan gelasnya yang sudah kosong diatas meja
"Eee.... Iya sudah... Sudah siap semuanya Kim..." Sahut Jeab cepat
"Ayo kita berangkat bekerja.... Muah... Tinggallah dirumah baik-baik ya sayang..." Ucap Kim pada Aom sambil mencium pipinya sebelum ia kabur pagi ini, begitu juga dengan Nan, Zee, Mario, Jirayu dan Jeab
"Untung kau cepat menyudahi sarapan itu Kim... Jika tidak telingaku akan penuh oleh protes istriku lagi..." Ujar Zee
"Aku kira hanya Aom yang suka ribut karena aku terlalu sibuk... Ternyata aku tidak sendiri... Hahaha" sahut Kim
"Aku senang mereka selalu merindukan kita... Tapi menyebalkan juga mendengar ocehan mereka yang tiada habisnya..." Ujar Nan sambil membuka pintu untuk Kim
"Kita hanya bisa sabar hahaha" sahut Jirayu
"Kau benar Ji...hahaha" akhirnya mereka tertawa dan langsung melaju menuju perusahaan cabang Whatcaree yang akan mereka akuisisi hari ini...
Headline News :
"HANS GROUP TELAH MENGAKUISISI 50% SAHAM WHATCAREE DENGAN MENGAMBIL ALIH SEMUA PERUSAHAAN CABANGNYA"
"MONEY MAN OF THE WEEK : KIM HANS SUPPANAD"
"SUASANA MEMANAS ANTARA HANS GROUP DAN WHATCAREE GROUP, SIAPAKAH PEMENANGNYA?"
dengan kecepatan para wartawan untuk mencari berita, pagi ini seluruh headline news dari berbagai media memberitakan akuisisi plan yang telah berhasil dilakukan oleh Hans Group dibawah kendali Kim Hans... Bahkan beritanya menyebar lebih cepat dari perkiraan mereka, karena banyak pihak yang menaruh atensi tinggi dari persaingan dua perusahaan besar ini...
"Beritanya sudah booming bos..." Ujar Nan pada Kim di ruang kerjanya
"Arus media memang sangat cepat menyebar... Aku rasa banyak pihak yang tertarik akan hal ini" ujar Kim dengan senyuman yang penuh arti
"Selanjutnya adalah tugasmu Jeab... Ingat aku tidak ingin ada kesalahan sekecil apapun..." Ujar Kim lagi
__ADS_1
"Oke bos..." Sahut Jeab dan ia membawa beberapa file keluar untuk menjalankan tugasnya... Ia akan menyelesaikan pekerjaannya dengan kecepatan maksimal yang bisa ia lakukan
***
Sore harinya Nan dan Jirayu memeriksa kondisi pasar saham terbaru....
"Wow.... Drastis sekali bung..." Ucap Nan
"Ini benar-benar gila... Harga saham Whatcaree benar-benar jatuh... Apa saja yang dilakukan Kim dan Jeab sebenarnya?" Ujar Jirayu merasa kagum
"Tapi aku rasa ini belum selesai... Tidak mungkin strategi Kim sedangkal ini Ji..." Ujar Nan sambil menunjukkan beberapa titik impas yang terlihat di pasar saham saat ini
"Lihatlah... Ada beberapa alur kenaikan dan penurunan pasar yang sedang Kim atur kurasa..." Ujar Nan lagi
"Aku tidak begitu paham dengan apa yang sedang bos kita lakukan... Seberapa mengerikan dia jika menjadi seorang musuh" ucap Jirayu terpukau
"Memangnya kau pikir aku tau? Hahaha" sahut Nan dengan polosnya
"Jika kau saja yang pintar IT tidak benar-benar paham bagaimana denganku nan? Hahaha" sahut Jirayu lagi
*****
Di depan ruangan Presdir Whatcaree Group, beberapa orang pria tengah berjalan kearah sana... Lalu sekertaris dari Araya mengetuk pintu dan masuk mengabarkan pada Araya bahwa Kim Hans Presdir Hans Group telah berada diluar untuk menemuinya....
"Biarkan mereka masuk..." Ujar Araya menahan emosinya karena sedari tadi ia pusing memikirkan beberapa cara yang ia akan lakukan untuk lepas dari krisis ini...
"Oooo.... Aku kira hanya tuan Kim dan sekertarisnya Zee yang akan datang... Ternyata menantuku juga ikut..." Ujar Araya sembari menyindir Jeab yang mengikuti Kim masuk ke ruangannya ini
"Hahaha... Dasar tak tahu diri!" Ujar Araya berusaha menjatuhkan Jeab
"Cukup! Aku kemari bukan untuk mendengar pertengkaran menantu dan mertuanya... Jeab cepat berikan berkasnya" perintah Kim tegas dan Jeab langsung memberikan berkas itu kepada Araya...
"Hahaha... Kerjasama? Tidak akan Kim Hans... Setelah aku mengatasi krisis ini akulah yang akan mengakuisisi perusahaanmu seluruhnya!" Ujar Araya penuh ambisi
"Huh.... Baik lah pak tua yang penuh ambisi ini... Tapi jangan menyesal karena telah menolak niat baikku ini..." Ujar Kim lalu ia berdiri dan keluar ruangan Presdir itu tanpa mengatakan sepatah katapun lagi....
"Masalah sekecil ini akan segera aku selesaikan!" Geram Araya sambil menggebrak meja kerjanya setelah Kim dan yang lainnya pergi dari ruangannya
Sore hari telah menjelang... Kim dan yang lainnya pulang lebih awal hari ini alih-alih agar istri mereka tidak protes lagi dan juga ini merupakan perintah dari Kim langsung....
Namun sore itu tiba-tiba saja harga saham Hans Group mengalami penurunan mencapai angka 40%...
Semuanya panik terkecuali Kim yang terlihat tenang-tenang saja...
"Bagaimana kau bisa tetap setenang ini Kim?" Tanya Mario
"Tenanglah... Semua akan berjalan dengan lancar sesuai dengan yang aku inginkan... Ini bukan plan hanya untuk Hans Group tapi juga SDG..." Ucap Kim santai sambil bermain monopoli bersama Art
"HANS GROUP DIKABARKAN MENGGUNAKAN UANG KOTOR DAN BERBAGAI TRIK KOTOR UNTUK MEMULUSKAN PROYEK-PROYEKNYA"
"BENARKAH HANS GROUP DIBAWAH KENDALI KELOMPOK MAFIA?"
__ADS_1
"HANS GROUP MELAKUKAN TRIK KOTOR DENGAN BANTUAN DARI PARA MAFIA"
berbagai media memberitakan berbagai macam hal buruk dan memberikan pengaruh yang cukup besar pada pasar saham karena image buruk yang beredar....
"Kim apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya Zee
"Kita akan tidur dan bekerja lagi besok pagi... Istirahat lah yang banyak karena besok pekerjaan terakhir untuk menghancurkan Bisnis Whatcaree akan segera dilakukan..." Ujar Kim enteng sambil menggandeng anak dan istrinya masuk kedalam rumah dan menuju kamar mereka...
Jeab menoleh kepada Sara... Ia berhasil menangkap wajah sedih istrinya...
Tentu saja ia sedih karena sekarang keluarganya akan berada dalam kondisi yang sulit dan bahkan bisa terpuruk nantinya...
"Maafkan aku Sara..." Ucap Jeab sambil memeluknya lalu mengecup keningnya
"Tidak apa-apa..." Sahutnya lemah
"Bibirmu bilang tidak apa-apa tapi tetap hatimu pasti merasa sedih karena keluargamu sedang dalam masalah bukan?" Tanya Jeab memastikan dan berusaha menghibur istrinya...
"Tapi aku harap setelah ini ayah tidak akan arogan lagi... Dan dia tidak akan memandang rendah dirimu lagi..." Ucap Sara dan ia langsung membenamkan wajahnya di dada bidang Jeab
"Ini akan segera berakhir.... Percayalah pada Kim dan aku oke?" Ucap Jeab sambil menangkup wajah istrinya itu, Sara mengangguk dan tersenyum... Lalu Jeab mencium bibir istrinya lembut sebelum mengajaknya masuk kedalam rumah juga...
*****
Pagi-pagi sekali di depan kantor utama Hans Group sudah ramai dikerumuni oleh banyak media yang berlomba-lomba mencari kebenaran dari berita yang beredar luas dari kemarin sore itu....
Saat Kim sampai di depan lobby para wartawan itu langsung mengerumuni mobilnya...
"Tuan Kim mohon berikan tanggapan anda tentang berita yang sedang beredar saat ini..."
"Tuan Kim mohon konfirmasi anda apakah berita ini benar?"
"Tuan Kim Hans tolong konfirmasinya...." Seru para wartawan itu sangat berantusias
"Minggir kalian menghalangi jalan bos kami" seru para anak buah Kim yang membukakan jalan untuknya masuk ke dalam gedung kantornya...
Saat hampir masuk kedalam pintu utama, tiba-tiba Kim berhenti dan berbalik menghadap mereka semua dan dengan spontan mereka semua menghentikan langkahnya dan mundur selangkah karena tiba-tiba merasakan hawa yang mengancam...
"Teman-teman media saya harap jangan membuat keributan lagi... Saya akan mengadakan konferensi pers siang ini, jadi anda semua bisa hadir diacara tersebut dan silahkan bertanya apa saja di forum itu" ucap Kim dan setelah selesai mengatakan itu semua ia kembali melangkah masuk kedalam kantor...
"Kenapa aku jadi tegang tadi..." Gumam salah seorang wartawan
"Iya benar aku juga merasakan hal yang sama..." Sahut wartawan lainnya
_________________
Jangan lupa vote like dan komentarnya guys..
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1