
HAPPY READING GUYS
________________________
Di dalam kuil setelah semua pemujaan selesai dilakukan, biksu yang memimpin pemujaan memberikan tanda putih di kening mereka semua... begitu juga dengan Mario, Zee, dan Nan yang sudah kembali masuk ke dalam...
Saat memberikan tanda putih pada kening Aom lalu beralih kepada Kim, biksu itupun tersenyum lembut padanya dan berkata,
"takdirmu sungguh luar biasa nak... berbahagialah... karena tuhan tidak akan memilih seseorang untuk menjalani sebuah takdir yang berbeda dan sangat kuat ini tanpa adanya alasan..." ujar biksu itu di depan Kim setelah selesai memberikan tanda putih di kening Kim lalu langsung memberikan berkatnya juga...
"terima kasih..." sahut Kim pelan, tiba-tiba instingnya yang sangat tajam seperti merasakan sesuatu...
Kim merasakan ada bahaya yang mulai mendekat, tapi ia tidak tahu itu apa dan dalam bentuk seperti apa...
tapi perasaan ini sama kuatnya seperti saat hari pertama kalinya ia memutuskan untuk menjadi Zero... hari dimana Aom dibuat kecelakaan dengan sengaja itu...
Saat mengamati sekitarnya, Kim melihat wajah-wajah serius sahabatnya itu...
Nan sibuk dengan dua buah ponsel di tangannya... Mario yang terlihat sedang mendiskusikan sesuatu yang serius dengan Jeab, lalu Zee yang tengah berjalan kearahnya setelah meminta istrinya mengajak Aom melihat-lihat taman bunga yang indah di belakang kuil ini...
"aku tahu pasti ada suatu situasi yang darurat sekarang... ada apa?" tanya Kim saat jaraknya dan Zee sudah cukup dekat...
"badan intelijen sudah mulai bertindak, mereka membawa surat perintah penggeledahan ke markas... Ji melaporkan semuanya tadi, walaupun enggan tapi kita harus membiarkan mereka memeriksa markas kita..." ujar Zee melaporkan semuanya pada Kim...
"Cepat sekali mereka bergerak... dan tidak mungkin ini hanya sebuah kebetulan..." guman Kim sambil berpikir keras...
"mereka pasti memiliki bukti yang cukup nyata untuk menahanku... makanya mereka berani bertindak sejauh ini... aku rasa ada sebuah siasat khusus yang dilakukan secara terselubung... turunkan perintah agar semuanya low profile... laboratorium pelabuhan sudah bergerak pergi?" ujar Kim dan langsung bertanya lagi pada Mario yang baru saja menghampirinya...
"sudah... mereka sudah langsung berlayar pergi ke tengah laut ketika badan intelijen berusaha menggeledah markas dengan menunjukkan surat perintah penggeledahan yang mereka bawa Kim... J24 juga sudah ditekan agar berada di kedalaman 30 meter di bawah permukaan laut..." sahut Mario
(J24 adalah kode untuk para hiu kesayangan Kim)
__ADS_1
"Zee... yang kau curigai benar... sambungan telepon kalian telah disadap secara masif..." ujar Nan memperlihatkan sebuah grafik line antara dua sambungan telepon itu, dan terlihat sebuah grafik line sinyal asing yang ada pada sambungan telepon mereka tadi, sehingga dapat dipastikan bahwa ada pihak ketiga yang sedang mendengarkan apapun yang mereka bicarakan dari kejauhan...
"hahaha penyadapan... aku mulai yakin ini adalah operasi besar yang telah mereka siapkan selama puluhan tahun ini... mungkin pemerintahan khususnya dinas bukan dari pihak kerajaan merasa tertekan karena power yang kita miliki... jadi sekarang mereka memutuskan untuk benar-benar membidikku... bagus..." ujar Kim tersenyum menyeringai...
"aku rasa ini berhubungan dengan pria bernama Anan itu Kim..." ujar Nan menatap Kim dengan lekat, ia sangat yakin dengan apa yang ia katakan sekarang ini...
"ya... aku tahu itu, jadi sebisa mungkin rahasiakan dulu semua ini dari Aom..." perintah Kim pada mereka semua...
"aku sudah meminta Jeab membawa mereka pulang, dan setelah kami berdua bicarakan lagi... sebaiknya semua wanita dan anak-anak segera dibawa kembali ke Bangkok, sehingga kita juga bisa kembali ke Bangkok dan membereskan semua ini secepatnya..." ujar Mario dan Kim terlihat mengangguk setuju...
Namun otaknya masih berpikir keras, pasti ada sebuah bukti kuat yang belum mereka keluarkan untuk menangkapnya...
***
Di taman belakang kuil,
Jeab masih terus mencari celah yang tepat untuk mengajak mereka kembali ke Bangkok tanpa menimbulkan kecemasan bahwa telah terjadi sesuatu hal yang tidak baik sekarang ini... terus mengikuti arah obrolan mereka dengan antusias padahal sebenarnya ia tidak tertarik dengan topik yang sedang dibicarakan oleh para ibu-ibu cantik dari anak mereka ini...
ia tersenyum lalu berkata,
"Hey, hari sudah semakin sore... tidakkah kalian berpikir bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk pulang? oh, ya... Kim tadi bilang jika seandainya kita punya waktu yang cukup maka kemungkinan kita bisa menikmati waktu bersama-sama di teras depan rumah ibu... barbeque malam sambil ditemani sedikit wine bukannya sangat menyenangkan?" ujar Jeab dengan seceria mungkin menawarkan ide briliannya itu...
Dan benar saja, semuanya nampak antusias menyambut tawarannya itu... mereka tampak tersenyum senang sambil mengobrol satu sama lainnya...
"Aom, suamimu itu memang hebat... dia selalu tahu apa yang bisa membuatmu bahagia ya... sungguh ini menyenangkan... hari ini sangat menyenangkan berkat semua rencana liburan yang telah bos Kim siapkan... ya kan teman-teman?" ujar Alice dengan penuh suka cita pada mereka semua...
"aku memang sangat beruntung dan sangat bahagia memiliki Kim ku... jadi kalian jangan iri ya... hahaha..." ujar Aom mencandai istri sahabat-sahabat Kim itu...
"Kim... maaf aku meminjam namamu untuk hal ini... hehehe" gumam Jeab dalam hatinya...
Lalu beberapa saat kemudian Kim, Mario, Zee dan Nan pun juga datang ke kebun indah yang ada di belakang kuil suci dan terkenal ini...
__ADS_1
"ini dia... bos besar kita telah datang..." ujar Baifren sambil tersenyum senang melihat bos Kim nya dan juga suaminya datang menghampiri mereka...
"sayang, terima kasih sudah menyiapkan acara yang sangat menarik untuk malam ini ya..." ujar Aom sambil merangkul tangan Kim dengan cepat...
"hmmm?" sahut Kim yang belum paham apa yang dimaksud oleh istri cantiknya ini...
Namun saat melihat senyuman aneh dari Jeab, saat itu juga Kim paham bahwa ini adalah ulahnya...
"hmmm? apa Jeab sudah membocorkannya pada kalian? wah... tidak seru sekali..." ujar Kim sambil berpura-pura menyipitkan matanya menatap Jeab lalu menggelengkan kepalanya...
"hahaha... aku pikir ini bukan surprise jadi aku mengatakannya pada mereka... sorry bro... hehehe" ujar Jeab cengengesan pada Kim sambil mengusap tengkuknya...
"dengan tatapan dan senyuman itu aku tahu sesuatu sedang coba ia rencanakan untuk membalas ini... hmmm..." gumam Jeab dalam hatinya setelah melihat tatapan mata dan senyuman itu di wajah Kim... sebuah tatapan yang komplit dengan senyuman yang sering kali memiliki arti,
Bersiaplah kau Jeab!
"baiklah, karena Jeab sudah membuat surprise ini gagal... jadi dia yang harus menyiapkan semuanya mulai dari sekarang..." ujar Kim memberikan perintahnya...
"hahaha iya-iya maaf... oke ayo kita pulang... aku akan siapkan semuanya..." ujar Jeab dengan penuh semangat...
"aku pikir dia akan membalasku dengan sedikit lebih parah dari ini karena aku mengatasnamakan dirinya atas semua ini... syukurlah hahaha" gumam Jeab dalam hatinya sambil sebuah senyuman terlukis dengan baik di wajahnya saat ini...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1