
HAPPY READING GUYS
________________________
"Hallo semuanya!" teriak Nan dari arah pintu depan dengan suara khasnya yang selalu terdengar begitu ceria...
Nan, Mario dan Zee terlihat sudah sampai juga disini, dan itupun di waktu yang tepat sekali... yaitu saat kue keju buatan ibu Wana baru saja matang...
"Wah... pas sekali kalian datangnya, ayo duduk kuenya baru saja matang..." ujar ibu Wana sambil membawakan kue keju dan 2 cangkir teh jahe untuk Ace dan Pim...
"nenek! nenek kan buat kuenya untukku... kalau paman-pamanku ini ikut makan aku tidak akan bisa makan kue sampai puas!" protes Pim sambil merengek manja kepada nenek kesayangannya itu...
"berbagi itu indah sayang..." sahut Nan sambil mencomot sepotong kue keju itu dari atas nampan yang baru saja mendarat mulus di meja ruang tamu itu...
Plaakkk!!!!
Sebuah tamparan mendarat mulus di tangan Nan yang baru saja mengambil kue itu dari wadahnya... benar-benar tanpa peringatan seperti biasanya...
"cuci tanganmu sebelum makan!" perintah ibu Wana tak terbantahkan, seperti seorang ibu yang sedang mengomeli anak nakalnya yang baru pulang dengan keadaan tubuh kotor...
"awww... iya-iya bu, aku cuci tangan sekarang..." sahut Nan namun tetap melanjutkan untuk makan kue keju itu sambil berlari kearah wastafel yang ada di dapur...
"dia memang tidak pernah berubah bu, masih kekanak-kanakan walaupun umurnya sudah melewati 40 tahun hahaha..." ujar Mario sambil tertawa melihat Nan yang kabur...
"kalian juga, cepat cuci tangan... tidak boleh ada yang jorok datang kemari!" perintah ibu Wana lagi pada mereka berdua...
"baik yang mulia ibu... kami segera kembali..." canda Zee sambil mendorong tubuh Mario menyusul Nan kearah dapur itu...
"Hihihi... apa mereka selalu seperti itu di depan nenek nek? lucu sekali... beda dengan yang kami lihat sehari-harinya..." ujar Ace terkekeh geli melihat tingkah laku konyol ayah dan paman-pamannya itu...
Kim hanya geleng-geleng kepala melihat sahabatnya itu, lalu ia ikut duduk di sofa single yang ada disana...
"Paman? apa kami boleh jalan-jalan selama kita disini?" tanya Ace yang sedari tadi sudah saling kode-kodean dengan Pim untuk meminta izin pada ayah Kim mereka ini...
__ADS_1
"boleh, asalkan bersama beberapa orang pengawal... kalian belum tahu situasi dan kondisi di sekitar sini kan..." sahut Kim memberikan izin beserta dengan syaratnya...
"tenang ayah... kami sudah punya tour guide terbaik di Pattaya ini..." sahut Pim sambil memeluk erat tubuh neneknya yang duduk di sampingnya itu...
"tour guide sekaligus backingan kalian untuk memaksa ayah menyetujui permintaan jalan-jalan kalian kan? pemikiran yang terlalu mudah ditebak..." sahut Kim sambil tersenyum simpul dan menggelengkan kepalanya karena tingkah laku kedua putri kesayangannya ini...
"ayah saja yang selalu terlalu pintar... selalu tahu semuanya... huuuufffftttt itu menyebalkan, tidak bisa ada sedikitpun rahasia yang bisa disembunyikan dari ayah menyebalkan!" gerutu Pim cemberut saat melihat senyum ayahnya yang terlihat seperti mengejek menurut pandangannya...
"belajarlah lebih giat agar bisa lebih pintar... jangan mengeluh karena ada yang lebih pintar darimu sayang... kamu anak ayah, harusnya tidak mungkin bisa kalah pintar dari ayah kan?" ejek Kim sambil memainkan sebelah alisnya itu semakin membuat wajah Pim cemberut...
Tak lama kemudian Aom membawakan 5 gelas teh jahe untuk mereka semua...
Nan, Mario dan Zee juga sudah duduk di ruang tamu lagi setelah selesai dengan kegiatan mencuci tangan mereka tadi...
"jangan banyak-banyak paman makannya! ini nenek buat untuk aku!" protes Pim ketika Nan nampak begitu menikmati kue keju itu tanpa henti...
"dasar tuan putri yang serakah... berbagi itu indah sayang... belajarlah berbagi..." sahut Nan cengengesan
"jika berbagi denganmu tentang makanan maka siapapun tetap akan rugi Nan... kau terlalu rakus..." ledek Zee
"doyan kok pada semua makanan... hahaha" sahut Mario mengejeknya
"hahaha...." Kim tertawa mendengar ledekan sahabatnya itu pada Nan
"tapi kan bagusnya walaupun paman Nan banyak makan dia tetap kurus ayah... hahaha..." sahut Ace ikut tertawa begitu juga dengan Pim...
"kenapa aku selalu jadi bahan sih..." gerutu Nan sambil mengambil sepotong kue keju lagi...
"Paman!!!" teriak Pim
"sudah-sudah sayang... nanti sore kita buat lagi kalau kamu belum puas makan kuenya ya..." ujar neneknya berusaha melerai perebutan kue keju yang tidak berujung antara paman dan keponakannya ini...
"tidak ada Tan, Nan pun jadi ya... hahaha" ujar Kim tertawa melihat pertengkaran paman dan keponakan perempuannya ini...
__ADS_1
"kau benar Kim... aku tidak tahu apakah rasi bintang kelahiran mereka memang bertabrakan sehingga tidak pernah bisa akur atau karena apa... hahaha" ujar Zee tertawa juga...
"Tom & Jerry part 2 ini namanya kan..." sahut Mario juga...
Sementara mereka semua tertawa, hanya Aom yang tampak datar dan cemas diantara mereka semua... ia masih mengingat perkataan mamanya...
Bagaimana kalau Zero alias Anan benar-benar datang? apa yang bisa ia lakukan nantinya? ia takut akan terjadi keributan mengingat sikap Anan yang pantang menyerah dan juga sifat posesif Kim yang kadang-kadang memang tidak bisa ia kontrol sendiri...
"aku benar-benar cemas kalau Anan benar-benar datang kemari dan bertemu dengan Kim... aku tidak mau ada konflik yang tidak penting... lagi pula kenapa aku yang sudah menjadi ibu dari 3 orang anak masih harus menghadapi mantan yang belum bisa move on sih..." gerutu Aom dalam hatinya...
"sayang, mau ke bawah pohon untuk menemui papa?" tanya Kim pada Aom yang masih termenung sendiri...
"sayang..." ujar Kim lagi sambil menggenggam tangan Aom yang duduk di lengan single sofa yang ia duduki ini...
"ah, iya sayang?" tanya Aom yang tersadar dari lamunannya...
"kamu memikirkan apa? dari tadi aku perhatikan kamu melamun saja... kenapa?" tanya Kim sambil menggenggam tangan Aom dengan kedua tangannya penuh dengan kasih sayang...
"tidak ada sayang... aku merindukan Art dan juga Tan... pasti akan sangat ramai kalau mereka juga ikut sekarang..." sahut Aom pada Kim...
Ia tidak sepenuhnya berbohong tentang apa yang sedang ia pikirkan, sebelum mamanya membahas tentang Anan Aom sudah lama memikirkan kedua putranya yang sudah pergi cukup lama ke USA itu...
wajar saja kan jika seorang ibu merindukan putranya yang saat ini tinggal jauh dari sisinya?
Wajar...
Hanya saja satu hal lain yang mengganggu pikirannya tidak bisa ia katakan pada Kim...
Bukan... bukan tidak bisa ia katakan, Aom hanya bingung bagaimana caranya menyampaikan hal ini agar Kim tidak marah saja...
______________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
__ADS_1
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐