His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Sebuah Pilihan


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Melihat ketegangan ini, hanya dalam hitungan detik saja semua polisi dan juga anggota badan intelijen itu sudah dikepung oleh anak buah Kim yang menatap mereka dengan tajam seperti sedang bersiap untuk melakukan pembantaian massal...


Melihat diri mereka terkepung dari segala arah, para polisi dan anggota badan intelijen negara itu langsung berkeringat dingin...


mereka sadar bahwa mereka semua sudah masuk ke dalam sarang buaya ganas yang bisa mencabik-cabik mereka kapan pun juga...


"sial! mereka sudah gemetar ketakutan hanya karena ini! aku tidak bisa mengandalkan orang-orang yang sangat takut mati seperti mereka untuk mengalahkan seorang Kim Hans Suppanad yang memiliki ribuan orang bawahan yang sangat setia bahkan dengan suka rela mempertaruhkan nyawanya untuk melindunginya!" geram Charka dalam hatinya...


"tuan-tuan sekalian... saya mencoba untuk menghormati kalian sebagai warga sipil biasa... namun jika kalian ingin bertindak lancang, maka jangan salahkan saya jika mereka tidak akan mendengarkan perintah saya lagi dan membuat nama kalian saja yang bisa pulang ke rumah menemui keluarga kalian..." ujar Kim dengan sangat dingin


"kau mencoba mengancam petugas hah?!" ujar Charka yang mulai kesal karena masih saja belum bisa menundukkan Kim walaupun dirinya sudah sampai membawa komisaris kepolisian datang kemari...


"bahkan si komisaris besar kepolisian pun tidak berani mengatakan apapun! aku sudah salah mengira bahwa komisaris ini adalah singa! ternyata dia hanya kucing jalanan yang akan lari ketika digertak sedikit saja!" geram Charka dalam hatinya sambil mentap sang komisaris besar kepolisian dengan tajam...


"baiklah disini saya bisa menawarkan solusi untuk kalian semua... saya bisa tetap ikut untuk diinterogasi ke kantor polisi namun tanpa diperlakukan dengan buruk seperti seorang penghianat besar negara!" ujar Kim mulai menekankan kata-katanya membuat mereka semua semakin ketakutan karena aura kekejaman yang ia pancarkan...


"silahkan lewat sini bos, kami akan menemani bos kesana..." ujar anak buahnya membukakan jalan untuk Kim dan memaksa para polisi dan badan intelijen untuk menyingkir demi memberikan bos besar mereka ini jalan menuju mobil yang baru saja disiapkan oleh anak buahnya itu...


Mendengar keributan itu, Aom dan yang lainnya juga ikut mendekat ke depan rumah...

__ADS_1


melihat Kim dan begitu banyak polisi dan badan intelijen berkerumun di depan rumah...


Seketika itu juga Aom langsung paham kemana arah permasalahan ini akan berkembang... ia mulai takut dan menghawatirkan Kim...


"ada apa ini Zee?! jawab aku!" tanya Aom setengah berteriak pada Zee dan yang lainnya yang hanya menatap kerumunan orang di deoan rumah itu...


"Kim akan ditangkap dan diinterogasi oleh mereka, dan untuk kasusnya sendiri kau pasti sudah tahu kasus apa yang paling bisa memberatkannya saat ini..." sahut Zee sambil mengerutkan keningnya... ia sedang memikirkan apa yang harus ia lakukan untuk menjaga Kim pertama-tama...


Lalu ia melangkah dan menatap sahabatnya yang lain dan berkata,


"aku akan ikut dengan Kim sebagai pengacaranya, kalian semua uruslah masalah yang lainnya..." ujar Zee yang langsung berjalan keluar rumah saat itu juga...


Sementara Art dan Tan hanya dapat memandangi ayahnya yang sedang berusaha di tangkap oleh para polisi dan juga badan intelijen itu... karena mereka tak pernah diizinkan keluar menunjukkan identitas mereka pada orang luar, karena selama ini yang mengetahui bahwa mereka berdua adalah anak dari Kim adalah anak buah SDG dan juga keluarga dekat saja... selain itu tidak ada yang tahu sama sekali...


Hanya saja saat ini ayah mereka sedang benar-benar terjebak dalam perangkap yang sudah disiapkan dengan sangat rapi dan bagus oleh pihak lawan mereka saat ini...


"kita harus melakukan sesuatu kak! aku tidak rela melihat ayah dibawa ke kantor polisi seperti ini... dan jika mereka berani memborgol tangan ayah, maka aku akan menembak kepala mereka saat ini juga!" geram Tan yang masih mencoba menahan emosinya sampai pada titik terakhir...


"tentu saja... tapi kita harus tahu permasalahan yang ada terlebih dahulu sebelum mengambil suatu tindakan... ayah akan marah jika kita bertindak sembarangan... kuta temui paman-paman kita dan tanyakan apa sebenarnya permasalahan yang sedang terjadi..." sahut Art yang masih dapat berpikir dengan tenang, karena karakteristik dan juga pembawaannya benar-benar mirip sekali dengan ayahnya itu...


Begitu tenang dalam segala situasi, dan selalu dapat diandalkan disaat genting sekalipun...


***

__ADS_1


Setelah semuanya pergi ke kantor polisi, kini Mario, Nan, Jeab, Aom, Tae, Baifren, Art, Tan, Naw, Benz, Lee, Tao dan Vat sedang duduk di ruang kerja Kim yang luas di lantai 1 ini...


"pertama-tama kalian semua harus tahu titik awal permasalahan yang telah terjadi saat ini... semuanya berawal dari perkelahian antara Kim dan seorang pria bernama Anan yang terobsesi pada Aom... meskipun dia tahu Aom sudah menikah dan memiliki 3 orang anak, ia masih saja berusaha untuk mendekati ibu Aom kalian ini... dan kalian semua pasti tahu kan bagaimana marahnya ayah dan paman Kim kalian ini karena hal itu? akhirnya mereka berduel satu lawan satu di Pattaya ketika kita menginap di rumah nenek Wana malam itu... dan pada akhirnya Anan mati disana... lalu entah bagaimana caranya, badan intelijen memiliki sebuah bukti yang kuat atas tuduhan yang mereka layangkan kepada Kim padahal semua bukti telah dibersihkan dengan sangat baik dan tanpa jejak sedikit pun... dengan kata lain..." ujar Mario menjelaskan awal mula permasalahan hari ini terjadi...


"dengan kata lain, mereka sudah menyiapkan semua ini sebagai perangkap yang pasti akan membuat mereka memiliki sebuah bukti agar bisa menjebloskan ayah ke penjara..." ujar Art dengan penuh keyakinan sambil mengerutkan keningnya...


"ya benar sekali... namun sayangnya kita tidak tahu bukti semacam apa yang ada di tangan mereka, bukti yang digunakan oleh mereka sebagai kartu As mereka itu... sekarang yang perlu kita lakukan pertama-tama adalah menjaga kestabilan SDG dan juga Hans Group..." ujar Mario lagi...


"paman benar, beberapa hari ini yang harus dilakukan adalah menjaga stabilitas dari kedua sisi... sekaligus memikirkan jalan keluar agar ayah bisa segera dibebaskan dari segala tuntutan ini" ujar Art dengan tegas dan penuh keyakinan,


Sementara Aom hanya termenung memikirkan sesuatu di dalam kepalanya...


"ada satu jalan keluar yang pasti... hancurkan semua data base yang mereka miliki maka otomatis semua bukti yang bisa memberatkan Kim akan lenyap" ujar Aom tiba-tiba mengeluarkan suaranya...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2