
HAPPY READING GUYS
________________________
"lakukan seperti biasanya saja... jika memang pada kasus ini aku akan mendapatkan hukum pidana sekalipun aku tidak akan menyesal... tapi jika itu benar-benar akan terjadi pada kasus ini, maka aku akan mempercayakan SDG dan juga perusahaan kepada kalian semua sementara waktu selama aku tidak bisa mengurus semuanya secara langsung..." sahut Kim serius kepada ketiga sahabatnya itu...
"jangan berbicara ngawur kau Kim!" sahut Nan dengan tatapan tidak sukanya pada ucapan Kim itu...
"aku bukannya pesimis, tapi itu semua untuk antisipasi kemungkinan terburuk saja..." ujar Kim sambil melangkah hendak masuk ke dalam rumah meninggalkan sahabat-sahabatnya itu yang akhirnya mengikuti Kim untuk masuk ke dalam rumah juga...
Sementara itu di dalam rumah, Aom menangis di pelukan mamanya...
ia menyesali perkataan yang sudah terlanjur ia ucapkan kepada Kim...
Ini untuk kedua kalinya ia merasakan takut melihat tatapan mata Kim yang begitu menakutkan saat marah... tapi yang kali ini lebih menakutkan lagi daripada saat Kim marah besar padanya ketika tahu bahwa dirinya hanya berpura-pura hamil demi menjalankan misinya dulu...
Tatapan mata Kim yang Aom lihat tadi sangat menyeramkan baginya karena tidak ada sedikitpun ruang untuk perasaan lain yang terpancarkan dari sorot mata Kim tadi selain amarah yang begitu menyeramkan...
Ia bahkan tidak bisa membedakan mana sahabatnya,orang-orang yang ia cintai dan musuhnya...
Saat ini pertama kalinya Aom melihat pria yang selama ini selalu penuh cinta padanya menatapnya penuh dengan amarah bahkan hendak menyentuhnya ketika emosi itu semakin meledak ketika ia mengancam Kim bahwa ia akan membenci Kim selamanya jika Kim sampai membunuh Anan...
Aom sadar betul jika dirinya salah mengambil tindakan ketika Kim sedang benar-benar marah... namun ia juga tidak bisa hanya diam saja melihat Kim hendak membunuh seorang yang cukup berpengaruh besar di badan intelijen karena itu akan membahayakan keselamatan Kim tentunya...
Saat ini Aom benar-benar takut jika Kim benar-benar akan meninggalkannya...
__ADS_1
dulu Kim pergi, dan kembali setelah bertahun-tahun lamanya...
penderitaan yang Aom rasakan saat itu benar-benar sangat besar... penyesalan selalu memenuhi hatinya setiap detiknya...
Ia benar-benar tidak akan bisa bertahan lagi jika kali ini Kim akan pergi lagi dari sisinya...
membawa penderitaan yang dulu itu kembali pada dirinya karena harus berpisah dari Kim nya ini...
Seiring dengan ketakutan-ketakutan itu terus menerus memenuhi hati dan pikirannya...
mamanya berkata pada Aom...
"Kim bukanlah pria yang normal, dia bukan juga pria yang sempurna... tapi setahu mama, dia adalah pria terbaik yang pernah mama kenal selain papamu... tapi ada satu hal yang membuat Kim begitu menakutkan dan juga menjadi salah satu alasan terbesar mengapa papamu dan juga Kim sepakat untuk menjauhkan dirinya dari kamu sayang... Kim memiliki emosional disorder, ia tidak akan pernah merasakan apa itu ketakutan... rasa takut itu menghilangkan dari dalam hati dan pikirannya... memang itu sebenarnya tidak begitu berpengaruh banyak pada dirinya... namun emosi dan amarahnya lah yang menjadi ancaman... dia bisa sangat-sangat marah dan tak terkendali seperti tadi saat ia merasa sangat marah terhadap Anan, rasa posesifnya yang semakin besar padamu, dan juga dipicu lagi oleh ucapanmu yang disalah artikan oleh Kim... saat dia marah seperti tadi, pilihan terbaik untukmu adalah diam, karena dia tidak akan bisa membedakan siapapun... pikirannya menjadi tertutup dan gelap... itu sangat berbahaya..." ujar mamanya sambil mengusap lembut pucuk kepala Aom dengan penuh kasih sayang...
"itu adalah cerita sekilas bagaimana kamu bisa menjadi seorang agen rahasia yang hebat, dan tentunya itu tidak akan terjadi jika tidak ada sosok Zero yang selalu menjadi pelindungmu... tapi ini akan sangat sulit bagi Kim, mama sangat mengenal sifatnya... setelah ini kamu harus bersiap untuk terpisah darinya sayang... Kim akan menjauhimu, bukan karena dia tidak mencintaimu lagi... tapi jauh di dalam hatinya ia sangat takut melukaimu... seperti tadi, jika tidak ada Mario, Zee dan Nan, maka mama tidak tahu apa yang akan Kim lakukan padamu ketika ia sedang dikuasai oleh amarahnya itu..." ujar mamanya lagi
"tidak ma... Kim tidak boleh pergi lagi!" sahut Aom sambil memeluk tubuh mamanya dengan sangat kuat...
Tok!Tok!Tok!
Tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk, dan dengan sangat sigap ibu Wana bangun dan berjalan dengan cepat menuju pintu rumahnya itu...
Setelah melihat Kim dan yang lainnya berdiri di depan pintu rumahnya itu, akhirnya ibu Wana bisa bernapas lega karena artinya Kim sudah dapat mengendalikan dirinya lagi sekarang...
"bagaimana keadaan pria itu?" tanya ibu Wana ketika pintunya sudah ia bukakan untuk Kim dan yang lainnya...
__ADS_1
"sudah mati" sahut Kim singkat dan tanpa sengaja tatapan matanya bertemu dengan Aom yang sedang menatapnya juga...
Jika kamu membunuhnya maka aku akan membencimu selamanya Kim!
Kata-kata itu kembali terngiang dalam kepala Kim, lalu dengan cepat ia mengalihkan pandangannya ke arah lain dan pergi ke lantai 2 begitu saja tanpa mengatakan apapun lagi...
"benarkah Anan sudah mati?" tanya ibu Wana lagi pada Mario, Zee dan Nan...
dan mereka hanya mengangguk mengiyakannya...
"tunggu, jangan naik dan menemui Kim sekarang Aom" cegah Mario ketika Aom hendak pergi ke lantai 2 juga...
"kenapa?!" protes Aom sambil mengusap air matanya...
"Kim belum sepenuhnya bisa menormalkan emosinya sekarang" ujar Zee dan Nan yang juga menghalangi tangga naik itu
"aku hanya tidak mau jika ia berpikir bahwa aku akan benar-benar membencinya karena Anan mati, aku hanya ingin dia tidak terlibat dalam kasus yang rumit nantinya dengan badan intelijen!" ujar Aom pada mereka bertiga
______________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1