
HAPPY READING GUYS
______________
Setelah berada dihadapan Aom Kim menangkup wajah Aom yang terlihat sendu dan berlinang air mata itu...
"hey.. hey.. kenapa sedih begitu sayang? ayo mana senyum manisnya untukku?" ujar Kim berusaha membujuk Aom agar tak menangis, karena ia sangat sensitif sekali setelah kehamilannya memasuki bulan ke-8 ini
"kau terluka Kim?" ujar Aom lirih
"iya sayang... maafkan aku ya... aku memang ceroboh... tapi tidak apa ini hanya luka kecil... secepatnya akan sembuh jika kamu tersenyum manis padaku..." rayu Kim lagi sambil mengelus pipi mulus istrinya yang tengah mengandung calon anak kedua mereka ini...
"mana ada seperti itu... jangan membodohiku Kim Hans!" seru Aom dan langsung memeluk Kimnya ini
"maafkan aku ya... jangan khawatir... dan bagaimana keadaan anak ayah ini... semuanya baik kan?" tanya Kim sambil berjongkok dan mencium perut Aom penuh kasih sayang...
"dia baik-baik saja ayah... asalkan ayahnya juga baik-baik saja..." ujar Aom sambil mengelus lembut kepala Kim yang tengah berjongkok di depan perutnya ini
"bagaimana keadaan Baifren? kenapa kelahirannya bisa lebih maju dari perkiraan dokter sayang?" tanya Kim sambil menuntun Aom untuk duduk di kursi yang tadinya ia duduki itu
"entahlah sayang... tadi pagi tiba-tiba saja perutnya keram, lalu kita mengajaknya ke rumah sakit secepatnya..." tutur Aom sambil mengelus perutnya
"dokter tolong lanjutan pengobatan lukanya itu..." pinta Aom kepada dokter yang tadi tengah mengobati luka Kim itu yang nampak kebingungan dan takut jika langsung kembali mengobati luka tuannya tanpa adanya perintah lagi...
"baik nona..." sahutnya dengan senyuman
"Mario dimana? dia harus menemani Baifren melahirkan anak mereka..." ujar Aom sambil memperhatikan sekitarnya
"dia mengalami luka di kepala dan tak sadarkan diri Aom... sekarang masih ditangani di ICU..." sahut Zee
"sebenarnya apa yang terjadi?! kenapa kalian bisa berada dalam bahaya? bukannya kalian ada kegiatan dengan yang mulia raja? kenapa kalian bisa terluka? harusnya kalian aman kan? seperti yang kamu bilang sebelumnya Kim!" cerca Aom setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Zee
"hanya hal biasa sayang... ada yang tidak suka melihatku jadi orang yang keren jadi dia menabrak mobilku..." canda Kim sambil mencubit pipi Aom gemas...
"jangan berbohong Kim Hans... kamu ini... aduh.. duh..." ujar Aom lalu memegang tangan Kim yang mencubit pipinya itu
"jangan cubit aku sakit tau..." ucap Aom cemberut
"habisnya kamu imut sekali sayang... apa ini bawaan bayinya? apa dia mempengaruhimu? hooo aku tidak sabar menunggu anak kedua kita lahir... saat Art lahir aku tidak menemanimu sepanjang waktu yang kamu lalui untuk melahirkan putra kita itu... mungkin si adiknya ingin sedikit balas dendam pada ayahnya ini..." ucap Kim sambil mengelus perut Aom lembut, lalu tiba-tiba bayinya menendang saat kim mengusapkan tangannya dengan lembut...
"ah dia merespon dirimu sayang... hahaha" ujar Aom tertawa bahagia
"dia menendang... Aom dia menendang hahaha..." ujar Kim kegirangan
__ADS_1
"hahaha..." Zee tertawa lepas melihat tingkah laku mereka
"kenapa kau tertawa Zee?!" ucap Kim dengan nada tak sukanya, alisnya sudah tertaut dan pandangan tajamnya tak dapat dialihkan
"maafkan aku tidak bisa menahannya... hahaha... untuk pertama kalinya aku melihatmu seperti bocah Kim Hans hahaha" ujar Zee terus tertawa
"tertawalah terus sampai kau tak bisa tertawa lagi" ucap Kim datar, Zee langsung menelan ludahnya dan berhenti tertawa sebelum ia benar-benar tak bisa tertawa lagi
"aku masih ingin tertawa bahagia saat aku juga akan menjadi ayah nanti.." ujar Zee cengengesan
"sayang kembalilah, tunggu Baifren disana bersama Nan dan ibu juga Art... nanti kalau Mario sudah sadar aku langsung membawanya menemui anak dan istrinya..." ujar Kim sambil tersenyum manis menyibakkan rambut Aom
"baiklah... ibu menjaga seorang ibu dan ayah menjaga seorang ayah ya..." ucap Aom sambil mengedipkan matanya
"tepat sekali..." sahut Kim juga dengan mengedipkan matanya
satu jam telah berlalu Kim memutuskan untuk masuk ke ruang ICU untuk melihat keadaan Mario...
"Mario... bangunlah sebelum kau menyesal karena tidak bisa menemani istrimu saat anakmu lahir" ucap Kim saat ia sudah berdiri dipinggir ranjang perawatan itu
"Baifren sedang dioperasi sekarang... cepatlah bangun dan temani dia... jangan selemah ini..." ucap Kim lagi...
tak berselang lama Mario mulai bergerak perlahan... sedikit demi sedikit matanya mulai terbuka...
"sandarkan kepalamu sebentar lagi... setelah itu kita bisa ke ruangan operasi... Baifren sudah akan melahirkan... karena posisi bayinya kurang bagus jadi tidak bisa melahirkan secara normal... sebentar lagi akan dilakukan operasi caesar..." ucap Kim menjelaskan keadaan
"hah? istriku sudah mau melahirkan? awww..." ucap Mario saat sakit kepalanya muncul lagi
"kau bisa menemaninya atau perlu istirahat karena lukamu ini?" tanya Kim lagi
"aku bisa Kim... aku harus kesana menemaninya..." sahut Mario
lalu Kim membantunya berjalan keluar, setelah itu Zee dan Jirayu juga ikut membantunya menuju ruang operasi...
"ayo cepat operasinya sudah dimulai.." ucap Aom pada Mario
Mario masuk sendiri kedalam ruang operasi itu dan berdiri di dekat Baifren sesaat setelah ia menggunakan pakaian khusus yang harus dikenakan di dalam ruangan operasi itu...
"sayang..." ucap Baifren sambil tersenyum kearah Mario
"maafkan aku yang baru datang sayang..." ucap Mario sambil mencium punggung tangan dan kening Baifren
"tidak apa..." sahutnya dengan senyuman lembut di wajahnya
__ADS_1
operasi pun telah selesai dilaksanakan dan seorang bayi kecil yang cantik dan imut telah lahir ke dunia ini... untuk pertama kalinya ia menghirup udara segar dan menangis dengan sangat kencang...
"ini tuan, putri tuan sangat cantik dan sangat sehat..." ujar sang dokter sambil menyerahkan bayi perempuan itu kepada ayahnya... Mario...
"terima kasih dokter..." sahutnya sambil tersenyum bahagia melihat putri cantiknya itu
"sayang... lihat putri kita cantik sekali seperti ibunya tentunya..." ujar Mario membawa putrinya kepada istri tercintanya...
"anakku... sayangku..." ucapnya sambil mencium pucuk kepala putrinya yang di letakkan diatas dadanya itu...
putrinya perlahan mulai tenang, tidak menangis lagi... dan secara alamiah berusaha untuk mencari asi ibunya...
kebahagiaan terpancar begitu jelas dari kedua orangtua baru ini... berulang kali Mario mencium tangan Baifren mengekspresikan kebahagiaannya...
setelah Baifren dipindahkan ke ruang rawat inap bersama dengan putri mereka...
Kim, Aom dan yang lainnya juga ikut menengok keponakan baru mereka itu...
"waaah... keponakanku cantik sekali..." ucap Aom saat melihat bayi mungil itu tertidur di dalam box bayi itu...
"Art mau lihat juga... papa gendong..." pinta Art karena box bayinya terlalu tinggi
"oke jagoan... sini papa gendong liat adik kecilmu yang cantik ini..." sahut Kim
"waaah cantiknya..." ucap Art
"paman.. paman.. nanti kalau sudah besar Art akan menikah dengan adik cantik ini" ujar Art dengan polosnya
"hahaha dasar bocah nakal... masih kecil sudah bahas pernikahan... memangnya tau apa itu pernikahan?" tanya Kim pada Art
"tidak... tapi aku pasti akan bahagia seperti papa dan mama, begitu juga paman Rio dan tante Bai kan" sahut Art lugu
"hahaha... belajar darimana anakmu jadi sepintar ini Kim?" tanya Zee
"iya benar hahaha" ucap Nan juga
"ini bukan pintar namanya tapi nakal hahaha" sahut Kim dan akhirnya ruangan itu penuh oleh gelak tawa bahagia dari mereka semua
________________________
jangan lupa untuk vote, like dan komentarnya guys....
kasi rating/bintang juga karyanya Author ya...
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐