His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Apakah Benci?


__ADS_3

Baru muncul lagi nih guys... ternyata author baru sadar kalaupun author up di setiap hari Sabtu Minggu juga maka novelnya tetap tidak di up di hari yang sama... apakah Mangatoon libur ya hari minggu untuk novelnya? hehehe....


 


HAPPY READING GUYS


 


 


______________


“Bagaimana sekarang Kim?” tanya Mario kebingungan


“Kita akan sembunyi, kalian semua tetaplah berjalan kedepan sampai dia sampai pada kalian dan pastinya akan menanyakan keberadaanku, pokoknya jangan sampai dia tau kalau aku bersama kalian tadi...” ujar Kim kepada anak buahnya itu sebelum ia melangkah ke sebuah lorong di balik tangga mall itu...


Setelah dirinya Mario dan Zee bersembunyi ke lorong yang ada di balik tangga darurat mall itu…


Aom berlari dengan begitu kencang hingga berhasil mencapai pria-pria berbaju hitam itu… lalu ia sibuk mencari keberadaan Kimnya


”Dimana Kim? Dimana dia?” tanya Aom pada mereka semua


“Maaf nona Aom, apa maksud nona dengan bertanya tuan Kim dimana? dari tadi hanya kami disini… bagaimana bisa nona bilang ada bos juga disini? Kami kemari hanya untuk mengantarkan sebuah berkas penting atas perintah tuan Zee saja nona…” sahut salah satu anak buah Kim


“Tidak mungkin… aku melihatnya tadi…” ujar Aom yakin bahwa ia memang tidak salah liat


“Tapi nona… maafkan kami juga karena belum bisa menemukan keberadaan bos sampai sekarang nona Aom... bos belum bisa bersama kita lagi sekarang, tapi yakinlah nona.. cepat atau lambat bos akan segera kembali…” sahut anak buah Kim lagi yang terlihat sedikit sendu


“Mungkin nona Aom hanya sedang lelah sekarang nona... lebih baik kita segera pulang nona…” ujarnya lagi dengan lembut, mencoba membujuk Aom yang masih bersikukuh bahwa Kim ada diantara mereka


Namun setelah beberapa lama akhirnya Aom menyerah, awalnya Aom tetap keras kepala untuk mencari keberadaan Kim, namun akhirnya setelah hampir setengah jam mencari ia akhirnya percaya bahwa dirinya memang salah lihat… mungkin ini efek rasa rindunya pada Kim pikirnya...


Dari kejauhan Kim hanya memandangi Aom sedari tadi dengan raut wajahnya yang tidak dapat diartikan... ia hanya terus memperhatikannya dengan begitu datar dalam diamnya...


“Kim… kenapa? kenapa kau masih bersikeras ingin bersembunyi dari Aom? Tidakkah sebaiknya kalian bertemu saja? sampai saat ini sudah kurang lebih 2 setengah tahun kalian tidak bertemu” tanya Zee lembut


“Tidak Zee, aku tetap tidak mau, jangan memaksaku!” tegas Kim, sedangkan Mario hanya tersenyum sambil menghela nafasnya perlahan melihat sikap keras kepala bos yang juga merupakan sahabatnya ini…


Pagi ini seperti biasa Kim dan Art bermain bersama di pelabuhan itu... Mereka terlihat sangat bahagia bermain bersama, bahkan Art sudah mulai bisa berlari-lari sekarang karena Kim terus menemaninya dengan baik dan sabar...

__ADS_1


Jeab sangat bahagia melihat Kim kembali bisa seceria ini... Namun kebahagiaan kim hanya bertahan setengah hari saja... Karena Art harus pulang setiap siang harinya, Kim selalu mengeluh karena itu dan mulai berdebat dengan Jeab... hal ini yang tak henti-hentinya membuat Jeab sakit kepala...


"Ya cara satu-satunya kau harus pulang ke rumah! Setiap detik juga kau bisa bersama Art sampai kau puas!" Teriak Jeab yang sudah mulai muak dengan permainan Kim ini, Kim nampak berpikir...


Lalu ia menoleh kearah Art yang terus menarik-narik dasinya sambil tertawa riang...


"Papa... Ayo main" Ujarnya saat menatap Kim yang tersenyum kepadanya...


"Bawa ia kemari besok dengan paksa Jeab, apapun yang terjadi dia harus kemari aku tidak akan menerima alasan apapun! pagi hari ia akan merayakan ulang tahunnya bersamaku disini" perintah Kim tak terbantahkan


Jeab hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar, ia sangat benci dengan keadaan ini, dimana dia harus berdebat setiap harinya dengan bos sekaligus sahabatnya yang keras kepala yang bernama Kim Hans ini dan juga berdebat dengan Aom saat ia harus menjalankan perintah Kim untuk mengajak Art setiap hari ke pelabuhan...


Rasa-rasanya ia sudah mulai ingin menyerah menghadapi Kim yang sangat-sangat keras kepala ini...


Hari ini pagi-pagi sekali di rumah Kim itu sudah ada keributan karena Aom tak terima Jeab ingin membawa paksa Art ke pelabuhan sepagi ini dan semua orang yang ada di rumah mendukung tindakan Jeab...


Mama Aom pun ikut mendukung Jeab karena Jeab sudah mengatakan alasannya untuk membawa Art pagi ini ke pelabuhan, tapi ia memohon agar mama Aom tidak mengatakan apapun pada Aom...


"Dia anakku! Kenapa kalian ingin membawanya jauh dariku setiap pagi huh?! Kalian tidak berhak melakukan ini!" Teriak aom frustasi karena tak ada yang mau membantunya untuk mengambil kembali Art dari Jeab...


"Apa kalian sangat membenciku sampai-sampai kalian ingin menyiksaku seperti ini?!" Teriak Aom lagi...


Jeab merasa tidak tega mendengar Aom begitu menderita seperti ini... namun ia juga tak bisa membantah perintah Kim padanya dan yang lainnya...


"Ini hari ulang tahunnya! Memangnya apa yang membuat seorang balita begitu pentingnya diajak ke pelabuhan? anak sekecil ini kau ajak ke pelabuhan setiap hari untuk apa huh?!" Ujar Aom penuh emosi...


"Sudahlah Jeab cepat pergi! biar kami yang tangani" Ujar Mario dan Nan yang menjaga agar Aom tak bisa mengambil Art dari Jeab...


setelah mereka keluar dari rumah Zee mengemudikan mobil menuju pelabuhan sementara Jeab memangku Art di kursi sampingnya...


Art sangat hafal saat ia dibawa oleh Jeab maka tak lama ia akan bertemu dengan ayahnya makanya ia terlihat sangat gembira...


"Apa paman Jeab begitu tega dengan ibumu tadi Art?... Huuuhhh.... Ayahmu memang kadang sangat suka menyusahkan pamanmu ini nak...." Ujar Jeab sambil mengusap lembut kepala Art, sementara itu Zee hanya bisa tertawa melihat Jeab yang sudah mulai kelelahan dan putus asa menghadapi perintah Kim untuknya...


***


Sesampainya di pelabuhan Jeab langsung membawa Art menemui Kim di kamarnya, namun Kim tampak berbeda hari ini...


Ia mengenakan setelan jas hitam barunya yang sangat pas dan elegan di tubuhnya itu... di atas kasurnya juga terlihat ada sebuah setelan jas kecil yang sama untuk Art...

__ADS_1


Kim langsung mengambil Art dari gendongannya Jeab dan membuat Art begitu senang karenanya... setelah bertemu dengan ayahnya pertama kalinya, tempat favorit Art berubah menjadi berada di gendongannya Kim Hans...


"Papa...papa..." Ujarnya sambil tertawa riang...


Kim hanya tersenyum menanggapi anaknya ini....


"moodmu bagus sekali pagi ini ya..." ujar Kim tertawa geli...


Kim mengganti baju yang dikenakan oleh Art dengan setelan jas itu yang telah ia pesan khusus untuk Art kemarin...


"Nah sekarang anak papa sudah tampan dan menawan .." ujar Kim lalu mencium anaknya itu...


"Papa ... Mama...pa" ucapnya sembarang membuat Kim tertawa mendengarnya


"Kamu ingin bersama mama atau papa sebenarnya Art?" Gurau Kim dengan tawanya


"Papa...mama... Hehehe" ucap Art tertawa geli karena Kim terus menciuminya


"Tentu saja dia ingin bersama dengan kalian berdua" ujar Jeab sedikit sinis...


"Aku tau kau lelah mengikuti permainanku ini Jeab... Ini akan segera berakhir" ujar Kim sambil berjalan keluar menuju mobil yang terparkir itu diikuti oleh Zee, begitu juga Jeab...


"Setelah 1 bulan lebih menyiksaku, tentu saja ini harus segera berakhir..." sahut Jeab dengan kekesalannya sambil berlalu dari ambang pintu kamar Kim itu, karena Kim juga akan keluar kamarnya


"Kita mau kemana?" Tanya Zee dan Jeab


"Pulang ke rumah" ujar Kim sambil tertawa karena sedang bercanda dengan anak kesayangannya ini... mengganggu anaknya menjadi satu pekerjaan favoritnya sampai membuatnya tak henti-hentinya tertawa...


Zee dan Jeab saling menatap heran lalu tersenyum bersama...


"Akhirnya... Gunung es kutub Utara mencair... terimakasih tuhan... terimakasih" ujar Zee dan Jeab bersamaan dengan ucapan hiperbola mereka


"oh ya? atau lebih baik aku berubah pikiran saja..." ujar Kim datar


"aaah tidak-tidak... 5 menit lagi sudah akan sampai rumahmu tidak akan ada lagi alasan untuk memutar balik..." ujar Zee dengan penuh semangat


____________


jangan lupa tinggalkan like dan komennya guys...

__ADS_1


karena like, kritik dan saran maupun tanggapan kalian sangat berarti untuk pembelajaran bagi author kedepannya...


Terimakasih...


__ADS_2