
"Aku tak merasakan sedikitpun bahwa ia seorang mafia yang kejam.. perlakuannya terlalu manis padaku.." gumam Aom dan terlukis senyum manis di wajahnya tanpa ia sadari
"apa aku memang benar-benar telah jatuh cinta padanya? Aku bahkan tak merasa keberatan untuk bercinta dengannya... Jatuh cinta pada targetku sendiri? Bagaimana ini Aom" gerutunya pada dirinya sendiri sambil meremas rambutnya akibat kebingungan yang melanda hatinya...
Tak berapa lama Kim sudah selesai mandi dan mengenakan baju piyama mandinya, ia menggosok-gosok rambutnya yang basah dengan sebuah handuk, dan mengamati sekeliling kamarnya...
sudah tidak ada Aom...
"Mungkin dia sudah ke dapur" ucap Kim lalu berjalan keluar dari kamarnya, ia menuju dapur dan melihat Aom sedang memasak sesuatu disana...
"Lagi buat apa?" Tanya Kim saat tangannya sudah melingkar sempurna di pinggang Aom...
"Aku bingung mau buat apa Kim.. jadi aku buatkan sandwich dan telur dadar saja... Tidak apa kan sayang?" Tanya Aom sambil menoleh kearah Kim yang sedang memeluknya dari belakang...
Aom mengamati suaminya itu yang kali ini hanya mengenakan piyama mandinya ke dapur menemuinya yang sedang memasak... ia tersenyum dan kembali fokus memasak telur...
"Huuumm... Sepertinya enak.. aku sudah tidak sabar.. muach.." Kim mengecup pipi Aom lalu berjalan menuju kulkasnya, mangambil susu dan menuangkannya kedalam 2 gelas lalu membawanya ke meja makan...
Ia duduk dan memainkan hpnya... Entah siapa saja yang ia hubungi sekarang, karena hari ini Kim benar-benar tidak akan mengurus pekerjaan apapun, semua pekerjaan ia serahkan kepada sahabat yang juga merupakan tangan kanan Kim itu...
Mereka selalu bisa diandalkan oleh Kim... Kim menyimpan hpnya saat Aom datang membawa makanan mereka...
"Waah, akhirnya makan.." ucap Kim senang, ia menarik kursinya dan mengajak Aom duduk.. merekapun asik dengan makanan mereka masing-masing...
"Kim... apa aku bisa ikut bekerja di kantor?" Tanya Aom di sela-sela sarapan pagi mereka
"Tidak usah capek-capek sayang.. lebih baik kamu menikmati hari-harimu tanpa beban saja.. tidak usah bekerja" ujar Kim lalu meminum susunya
"Tapi aku pasti akan bosan dirumah ini.. kamu bekerja, semua orang bekerja, lalu aku ngapain?" Rengek Aom
"Lakukan kegiatan saja apapun yang kamu inginkan Aom.. apapun itu, berbelanja, main golf, badminton, menyanyi atau apapun yang kamu suka sayang..." Sahut Kim santai
__ADS_1
"Tapi kan..." ucapan Aom dipotong oleh Kim
"aku masih sanggup membiayai semua kebutuhan kita... jadi kamu tidak usah dan tidak akan pernah bekerja sama sekali.." ujar Kim sedikit menegaskannya
Ia berdiri setelah menyelesaikan sarapannya dan mendekati Aom, membelai lembut pipi Aom dan berkata
"dari pada kamu bekerja lebih baik menikmati hari dengan berbagai kegiatan menarik... Rumah ini tidak akan pernah membiarkanmu dalam kebosanan.." ujar Kim sambil mengedipkan matanya
"Bagaimana kamu bisa yakin begitu.." Aom membeo
"Kamu belum tau apa saja yang ada disini sayang... Makanya kamu bisa beranggapan begitu.." ujar Kim dan tersenyum manis pada Aom...
"Ayo aku perlihatkan seisi rumahku padamu.." ujar Kim
Aom tersenyum senang.. rumah ini memang begitu luas, namun yang ia tau hanya satu lantai rumah ini yang ditempati oleh Kim seorang dan garasi saja.. sisanya ia tak tau apapun..
"Hehehe ayo aku mau.." sahut Aom
"nah begitu dong senyum kan manis jadinya.." ujar Kim sambil mencubit pelan pipi Aom
di roof top terdapat sebuah kolam renang yang sangat indah, dan memberikan kesan orang yang sedang berenang disana seperti melayang diatas pegunungan yang terlihat di depannya...
Di bagian belakang terdapat sebuah rumah kaca yang dipenuhi tanaman hias yang sangat indah
"Boleh aku melihat kesana?" Tanya Aom sambil menunjuk ke rumah kaca itu.
"Tentu saja sayang.. kenapa tidak?" Sahut Kim dengan senyumannya
Mereka berjalan dan masuk kedalamnya, Aom begitu terpesona melihat bunga-bunga yang indah itu...
"Apa kamu yang menyukai bunga-bunga ini Kim?" Tanya Aom penasaran sambil menghirup harumnya bunga-bunga itu..
__ADS_1
"Tidak begitu suka.. tapi ada alasannya aku membuat tempat ini secara khusus.." sahut Kim
"Kenapa? Atau hanya sebagai hiasan saja? Hmmmm" tanya Aom lagi sambil memutar kearah Kim
"Kata ayah ibu sangat menyukai mawar, anggrek, melati dan banyak tanaman hias lainnya... Jadi aku buatkan satu tempat khusus kesukaan ibu" sahut Kim
Aom terpaku mendengar penuturannya... Lalu Kim memetik sebuah mawar merah dan memberikannya kepada Aom...
"Kamu bagaikan setangkai mawar merah ini sayang... Begitu cantik, anggun dan menarik perhatian siapapun yang melihatnya... Tapi saat hembusan angin yang kamu ikuti salah maka durimu bisa menyakiti siapapun yang ada disekitarmu.." ujar Kim, lalu ia berjalan sambil membelai bunga-bunga itu...
"Saat aku ada masalah yang besar dan membingungkan... Aku pasti selalu kesini, karena aku merasa ada ibu disini yang bisa menenangkanku... Dan menuntunku mengambil keputusan yang tepat dari sana bersama dengan ayah..." ujar Kim sambil menatap jauh keatas langit yang cerah pagi ini...
Aom tersentuh dengan kata-kata Kim yang begitu lembut dan mengharukan itu...
Ia merasa Kim benar-benar membuka pintu hatinya untuk dapat ia tempati saat ini...
Aom mendekati Kim dan memeluknya dari belakang. Kim menoleh kearahnya dan tersenyum...
"Yang aku miliki di dunia ini hanya tinggal kakak, sahabat-sahabatku dan dirimu Aom... Tentu saja ibu wana juga... para anggotaku yang begitu setia juga membuatku semakin kuat dan bahagia..." ujar Kim sambil mengelus tangan Aom yang melingkar di pinggangnya
Aom tetap memeluk Kim dalam diamnya...
Kini Perasaannya bercampur aduk sekarang...
ia benar-benar bimbang akan dirinya sendiri...
Orang yang selama ini menjadi targetnya, orang yang ia anggap orang paling berbahaya dan kejam...
Ternyata dibalik semua sifat menyeramkannya di hadapan orang lain ia adalah lelaki yang bertanggung jawab, perhatian, penuh kasih sayang, dan begitu lembut kepada orang-orang yang ia sayangi....
____________
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan like dan komennya guys...
karena like, kritik dan saran kalian sangat berarti untuk pembelajaran bagi author kedepannya...