
Hay Selamat siang para reader tersayang.... apa kabarnya? semuanya baik-baik saja kan? hehehe...
maaf author cuma up 1 eps perhari ya... soalnya author masih di timbun deadline tugas-tugas yang sangat amat banyak akhir-akhir ini :(
doain aja author terus bisa up ya hehehe...
HAPPY READING GUYS
______________________
“Aku ngantuk Kim…” ujar Aom setelah mereka selesai mandi berdua
Kim menggendong Aom menuju ranjangnya, sementara Aom sudah tertidur di pelukan Kim saat ini…
saat sudah di depan ranjangnya Kim membaringkan tubuh Aom dengan perlahan agar tak mengganggu tidur nyenyak istrinya itu…
“Maaf sayang… aku sudah membuatmu kewalahan seperti ini…” ucap Kim terkekeh lalu mencium kening dan bibir lembut Aom sebelum ia juga tidur di sebelahnya
“Good nite baby…” ucap Kim setelah menyelimuti tubuhnya dan Aom, lalu dia memeluk Aom dengan lembut hingga akhirnya ia pun juga hanyut ke dalam mimpinya sendiri…
****
Aom mulai menggeliat dari tidur panjangnya hari ini, setelah pertempuran yang melelahkan kemarin bersama Kim ia benar-benar tak dapat menahan rasa kantuknya, dan tak sadar kapan tepatnya ia sudah tertidur…
sangat lelah, bahkan seluruh tubuhnya terasa nyeri sekarang… tubuhnya terlalu lelah hari ini…
“Sudah bangun sayang?” pertanyaan itu mengudara ketika Aom mulai mengerjapkan matanya… siapa lagi jika bukan Kimnya
“Hmmmm… sudah jam berapa ini?” tanya Aom dengan suara serak khas orang baru bangun tidur
“Sudah jam setengah 1 siang sayang…” sahut Kim santai
“What?! Jangan bercanda Kim” sahut Aom terkejut, apakah benar sudah sesiang itu? jam setengah 1 siang dirinya baru bangun? astaga....
lalu Kim menunjuk screen grafik pergerakan harga saham kecil yang ada di kamar mereka, disana juga tertera jam digitalnya… Aom membulatkan matanya melihat ini benar-benar sudah jam setengah 1 siang…
__ADS_1
“Astaga… kenapa kamu tidak membangunkanku sayang? Art pasti belum makan…” ujar Aom dan berusaha untuk segera bangun namun Kim menahannya
“Mana tega aku membangunkanmu sayang… kamu tidur sangat lelap, terlihat sangat.. kelelahan…” ujar Kim terkekeh
“Memang siapa yang membuatku seperti ini huh?!” sahut Aom dengan nada suara kesalnya itu
“Aku…” sahut Kim tanpa rasa bersalah nan bangganya kepada Aom
“Ish… nyebelin…” ucap Aom lalu ia kembali berusaha untuk bangun dari tidurnya, walaupun seluruh tubuhnya terasa begitu nyeri dan pegal...
“Sudahlah sayang… istirahat lah… Art sudah makan tadi, ibu yang menyiapkan makanan dan aku yang menemaninya makan… dia memang menanyakan keberadaan mama kesayangannya ini tadi, tapi aku sudah bilang pada Art kalau mamanya ini punya tugas khusus hari ini dari papanya… karena papa mau menghadiahkan seorang adik untuk Art agar tidak kesepian lagi saat dia bermain… dan apa kamu tau sayang? Dia sangat bahagia mendengarnya… hahaha” ucap kim panjang lebar yang diselingi tawanya, sedangkan Aom hanya bisa melongo mendengar penuturan suaminya ini…
“Kau gila! Kenapa mengatakan hal-hal seperti itu kepada anak-anak, dasar mesum!” ujar Aom sambil memukul dada bidang Kim pelan
“Ibu juga memberikanku semangat… dia mendukung kita secara penuh kok… hehe” ucap Kim lagi tanpa dosa pada Aom, namun sebaliknya Aom merasa sangat malu untuk bertemu dengan mamanya nanti…
“Kim!!!” teriak Aom lalu menyembunyikan wajahnya di dada bidang Kim itu, di sela-sela kemeja yang telah Kim pakai sekarang ini
“Apa kamu lapar sayang? Aku ambilkan makanan ya… istirahat lah jangan banyak pikiran begitu… hehe” ujar Kim sambil mencium pucuk kepala Aom dengan lembut sebelum berlalu keluar kamar mereka…
Hanya dalam beberapa menit Kim sudah kembali dengan nampan berisi nasi, sup dan ayam goreng… semuanya begitu menggugah selera… apalagi kepada Aom yang sama sekali belum makan sampai jam sesiang ini...
“Aku bisa makan sendiri sayang…” ucap Aom namun saat hendak mengambil alih makanan itu Kim menahannya
“Memang kamu seperti ini karena siapa? Karena aku kan? Jadi biarkan aku memanjakanmu hari ini sayang… hitung-hitung untuk membayar rinduku karena sudah bekerja di luar kota begitu lama…” ujar Kim sambil tersenyum manis membuat hati Aom seakan meleleh diperlakukan begitu manis seperti ini…
“Dasar maniak…” cibir Aom dengan senyuman tersipu malunya
“Bukan… aku bukan maniak sayang… aku seorang mafia…” sahut Kim terkekeh
“heleh sama saja…” sahutnya memutar bola matanya malas sambil memakan nasi yang Kim suapi lagi
“Makan yang banyak biar makin seksi…” goda Kim membuat mata Aom membulat sempurna
“Kau ingin aku gendut Kim?!” tanya Aom dengan nada meninggi, terlihat jelas ia tak terima dengan godaan Kim itu
__ADS_1
“Mau gimanapun kamu tetap cantik dimataku… yang penting kan aku suka, aku malah ingin kamu jadi gendut agar tak ada laki-laki yang tertarik padamu lagi, agar hanya ada aku yang menyukai dan mendampingimu…” ujar Kim jujur dan tak memperdulikan sedikitpun ketersinggungan Aom tadi…
Tiba-tiba wajah Aom memerah, baru kali ini ia mendengar Kim mengatakan kata-kata seposesif itu kepadanya… rasa kesalnya digantikan oleh rasa bahagia yang membuatnya seakan-akan melayang dan berbunga-bunga… bahkan hanya dengan ucapan datar Kim itu saja sudah membuatnya begitu bahagia di cintai oleh lelaki seperti Kim Hansnya ini…
sungguh orang seperti dia memang sangat langka di dunia ini…
“Sayang…” ucap Aom sambil memeluk Kim erat
“Hmmm? Kenapa?” tanya Kim sembari menyendok nasinya lagi
“Aku sayang kamu…” ucap Aom manja
“Heih mau menggodaku lagi nih?” tanya Kim tersenyum penuh arti
“Tidak… kenapa aku harus menggodamu kalau tanpa ku goda pun kamu sudah tergoda sayang?” sahut Aom dengan bangganya
“Hooo…. Sombong sekali istriku ini… cepat selesaikan makanan ini agar aku bisa segera memakanmu…” ucap Kim dengan seringaian tajamnya
“Hey! Tidak mau, aku lelah sayang… tubuhku terasa remuk kau tau…” sahut Aom dengan wajah memelasnya
Kim menaruh makanan yang sudah hampir habis itu di nakas dekat tempat tidurnya lalu dengan cepat menarik tengkuk Aom dan menciumnya dengan mesra, ciuman lembut yang memabukkan… ciuman yang selalu bisa membuat Aom ketagihan karenanya...
Cukup lama mereka menikmati ciuman mereka berdua, lalu Kim melepaskan ciumannya dari Aom yang masih menikmati kegiatan mereka itu
“Kenapa berhenti?” tanya Aom kebingungan karena Kim tiba-tiba melepaskan ciuman manis yang belum selesai Aom nikmati sepenuhnya itu...
“Kenapa harus lanjut?” sahut Kim menggoda Aom membuat wajah cantik Aom itu langsung cemberut
“Katamu tadi kamu sudah kelelahan sayang… makanya aku menyudahinya sebelum aku terbawa suasana dan berakhir menjadi adegan panas di ranjang kita lagi… hahaha” sahut Kim saat mengambil piring-piring itu lalu dengan begitu saja keluar kamar meninggalkan Aom disana dengan kecemberutannya itu...
“Dia sengaja memancingku, membuatku menginginkan sentuhannya yang lebih lagi, membuatku menarik kata-kataku sendiri… dasar Kim Hans!” teriak Aom frustasi karena sudah merasakan hasratnya meningkatkan karena ulah Kimnya itu...
______________________
Tak bosan-bosannya Author meminta like, vote, dan komentarnya dari para reader tersayang... 💕
__ADS_1
I Love You....
~Kim Hans