
Hehehe Author baru balik nulis lagi nih... sorry kalau nggk banyak-banyak soalnya masih banyak banget kesibukan Author yang harus diselesaikan akhir-akhir ini :(
HAPPY READING GUYS
_______________
Kim tersenyum senang melihat anaknya begitu antusias dengan apapun yang Kim kerjakan… ia seperti bercermin dan melihat dirinya sendiri waktu masih kecil, sangat suka dengan apapun kegiatan yang ayahnya lakukan dan dengan secara tidak sadar ia telah mengasah dirinya sendiri untuk menjadi pengganti ayahnya kelak….
Namun pada detik itu juga ada sebuah kekhawatiran besar yang muncul di benaknya… keselamatan Art pasti akan selalu dipertaruhkan karena dia adalah seorang putra dari Kim Hans, seorang pria yang sangat berpengaruh… pasti banyak musuh yang mengincarnya secara diam-diam…
Setelah menyelesaikan pekerjaannya itu Kim memanggil Mario dan Nan melalui interkomnya…
“Mario, Nan segera ke ruanganku aku sudah menyelesaikan prototipe yang baru ini” ujar Kim lalu tak memerlukan waktu yang lama Mario dan Nan masuk ke ruangannya…
“Sudah selesai Kim? Cepat sekali huh?...” ujar Nan yang baru saja masuk ke dalam ruangan Kim itu...
“Kalau sedang ada mood kan dia bekerja seperti petir Nan hahaha…” sahut Mario, Kim tersenyum simpul dan memberikan sketsanya itu kepada kedua orang kepercayaannya itu…
“Woow… good job Kim Hans… ini sniper tapi memiliki waktu reload yang sangat cepat seperti MSG, perhitungannya tak pernah aku bayangkan bisa seperti ini…” ujar Mario penuh kekaguman...
“Ada dua versi, maksudnya bagaimana Kim?” tanya Nan penasaran karena ia yang akan bertugas membuat desain grafis dan hologramnya
“Desain dan perhitungan A hanya akan digunakan oleh kita, hanya SDG yang akan menggunakannya… sedangkan desain dan perhitungan B akan dipasarkan kepada para konsumen…” sahut Kim tersenyum melihat Art yang masih fokus membuat gambar yang ia usahakan mirip dengan apa yang papanya buat….
Yaaaah walaupun gambar anak umur 4 tahun tentunya tidak akan bisa menyaingi indahnya goresan pensil seorang Kim Hans diatas sketchbook itu…
“Sepertinya beberapa tahun lagi pabrik senjata akan lebih sibuk dan lebih sukses daripada perusahaan properti kita…” ujar Kim sambil terus mengamati putranya itu, kedua sahabatnya yang ini sedikit bingung dengan arah pembicaraan Kim lalu mereka mengikuti arah pandangan Kim yang terfokus pada putranya…
__ADS_1
Wow yeah tentu saja… Art sedang mencoba membuat sebuah sketsa senapan yang ia inginkan dengan penuh ketekunan…
“Sejak kapan kau mengajarinya membuat sketsa senjata api kim?” tanya Mario yang juga tersenyum melihat kegigihan Art dalam menggambar di atas sofa itu…
“Dia memperhatikan setiap hal yang aku kerjakan… dia kan selalu menempel denganku seperti bayi gurita hahaha…” sahut Kim sambil tertawa
“Anak ini sepertinya benar-benar mewarisi keahlianmu Kim… dia juga jenius, jika tidak mana mungkin ada anak yang dengan antengnya diam berjam-jam menemanimu bekerja tanpa memberikan gangguan yang berarti… biasanya anak-anak akan merengek dan menangis meminta bermain atau apalah…” ujar Nan tersenyum senang
“Mungkin…” sahut Kim
“Oo iya bagaimana kondisi kedua calon keponakanku? Jangan sampai mereka kekurangan nutrisi dan vitamin… jika sampai itu terjadi matilah kalian berdua” ucap Kim mengingatkan
“Hoiih… kami suami mereka kenapa kamu yang bersikap seolah menjadi mertua kami sekarang?” ucap Nan cengengesan
“hahaha… tentu saja Kim, Baifren dan calon anakku serta calon ponakanmu itu sangatlah sehat… tak akan ku biarkan mereka kekurangan apapun…” ujar Mario
“Sialan kalian… aku tidak seburuk itu jadi seorang suami ya… aku itu seorang suami yang sempurna…” sahut Nan dengan bangga
“Aduh…mimpinya tolong jangan di siang hari tuan muda Nan…” ejek Mario
“Heih… terserah kalian lah… eh tapi… apa Baifren juga mengalami hal yang sama Mar? Istriku sangat labil emosinya… kadang sangat manja padaku, eh belum ada beberapa menit dia sudah memarahiku… bahkan mengusirku dari kamar karena dia bilang dekat-dekat denganku membuatnya merasa kesal… lalu tiba-tiba menangis lagi tanpa aku tau aku sedang berbuat salah apa padanya… huh melelahkan juga ya…” ucap Nan dengan polosnya membuat kedua sahabatnya itu tertawa lepas…
“Untungnya istriku tidak begitu Nan… Baifren tidak pernah menyusahkanku sampai saat ini… tidak tau nanti ya hahaha…” sahut Mario masih tertawa kepada Nan
Setelah kedua sahabatnya itu pergi dari ruangannya, Kim sedikit terbayang-bayang dengan apa yang Nan katakan…
“Apa jangan-jangan….” Ucapannya menggantung dan melihat jam tangannya itu… sudah jam setengah 10 malam ternyata..
__ADS_1
“Ya sudahlah, mungkin besok saja…” gumam Kim lalu menghampiri anaknya
“Anakku sayang… ayo kita tidur nak… kamu bisa selesaikan itu besok nak…” ujar Kim lalu Art menurutinya dengan mudah dan menaruh pensilnya di meja dekat sofa itu…
Mereka tidur dengan tenang diatas kasur empuk ruangan kerja Kim di pelabuhan itu…seperti biasa, posisi ternyamannya adalah memeluk papa tersayangnya ini…
Pagi-pagi Kim sudah bangun dan mandi agar dirinya merasa segar, iapun sudah mengenakan baju santainya…
Baju kaos hitam polos, celana Chino selutut, dan sepatu kets nike kesukaannya itu… Kim juga mencukur rambut-rambut halus yang tumbuh di sekitar dagunya membuatnya semakin terlihat fresh…
Rambutnya juga ia cukur pendek lagi dengan model yang sangat cool dan cocok dengan wajah tampannya itu…
Siapapun yang melihatnya tidak akan tau kalau dia adalah seorang pria yang sudah beristri dan memiliki seorang anak berumur 5 tahun karena dirinya terlihat masih sangat muda begini…
Setelah merapikan berkasnya yang kemarin, memisahkannya perdevisi, Kim mendekati putranya yang sudah mulai terbangun itu…
“Pa… Art Lapar pa…” rengeknya kepada Kim yang membuat sebuah senyuman terlukis di wajah papanya ini
“Uuu… anak papa ini lapar ya… ayo kita makan sayangku…” ajak Kim
“Tapi Mandi dulu sekarang ayo…” lanjut Kim membuat Art mengembungkan pipi chubby nya itu…
Setelah selesai mandi sekotak pizza sudah ada di meja dekat sofa ruangan Kim itu, karena sebelumnya kim meminta anak buahnya untuk membelikan pizza kesukaan Art sebelum anaknya itu bangun…
jangan lupa vote, like dan komentarnya guys....
Love You~
__ADS_1
-Author