
HAPPY READING GUYS
________________________
"aku paham ibu... tapi ibu tidak perlu khawatir, ayah memiliki citra yang baik dihadapan yang mulia raja... yang perlu kita pikirkan sekarang adalah bagaimana cara membuat suatu kondisi untuk memicu sebuah keadaan yang mengharuskan pihak kerajaan ikut turun tangan untuk mengatasi permasalahan yang menjadi polemik saat ini..." sahut Art sambil berpikir keras, ia mencoba memahami situasi ini dari sudut pandang yang sama dengan ayahnya, yang biasanya selalu memikirkan sebuah masalah dengan cara yang sangat berbeda dari orang pada umumnya...
"dan yang pasti ibu tidak boleh ikut campur di dalamnya, karena itu pasti yang diinginkan oleh ayah... makanya dia tidak mau mengatakan apapun pada ibu tentang masalah ini, ayah benar-benar mau menjauhkan ibu dari masalah ya... hehehe..." ujar Art lagi sambil menggoda ibunya ini...
"ya, dia tidak pernah mau berbagi masalah denganku... apa dia benar-benar menganggap ibu ini istrinya atau tidak sebenernya? dia tidak pernah mau membagikan kesulitannya, padahal kan seharusnya suami istri itu selalu membagi suka-dukanya bersama-sama..." sahut Aom sambil cemberut karena apa yang dikatakan oleh putranya itu benar, Kim tidak pernah membiarkan dirinya ikut campur dalam masalah apapun yang terjadi... sebenarnya Aom sangat paham kenapa Kim selalu keras kepala untuk tidak akan membiarkan dirinya terlibat dalam masalah apapun yang ada, tapi Aom juga keras kepala ingin menjadi seorang yang berguna bagi Kim, seseorang yang selalu bisa berada disampingnya dan juga membantu Kim menyelesaikan berbagai permasalahan di hidupnya ini...
Maka lengkaplah sudah...
dua orang yang sama-sama keras kepala untuk menunjukkan cintanya masing-masing ini tidak akan pernah menemukan kesepakatan dan kesepahaman diantara mereka berdua...
"aku malah berpikir bahwa ayah itu sangat hebat bu... ia bisa mencintai ibu dengan sangat amat dalam, makanya ayah selalu bersikap posesif dan juga selalu berusaha untuk menjauhkan ibu dari masalah apapun... ayah berusaha dengan sangat keras untuk mempertahankan ibu agar terus bisa berada disampingnya dengan cara overprotektif itu... cara yang benar-benar khas dari seorang yang telah terpenjara dalam sesuatu yang disebut dengan cinta.... haaah... entah kapan aku bisa menemukan cinta yang sama seperti ini, aku tidak bisa membayangkan bagaimana gilanya sifatku saat aku mulai tahu apa itu perasaan jatuh cinta pada seorang gadis... apa aku akan lebih parah dari ayah atau akan biasa-biasa saja atau minimal sama dengan dirinya? hahaha...." ujar Art pada ibunya...
__ADS_1
Ya, meskipun usianya sudah hampir mencapai 20 tahun di tahun ini...
tapi putra pertama dari seorang Kim Hans Suppanad ini benar-benar belum pernah sekalipun jatuh cinta pada seorang gadis...
Ia bahkan sempat curiga pada dirinya sendiri jika dia adalah seorang yang memiliki kelainan seksual karena belum pernah jatuh cinta pada seorang gadis manapun yang ia temui selama ini...
bukan karena mereka tidak cantik, hanya saja tidak satupun dari mereka yang mampu membuat hatinya bergetar dan jantungnya berdetak kencang seperti apa yang ayahnya katakan jika seandainya dia jatuh cinta pada seseorang...
Tapi untungnya semua itu hanyalah sebuah kekhawatiran semata... karena menurut dari hasil pemeriksaan psikiater, ia masih sangat-sangat normal... hormonnya stabil, dan orientasi seksualnya juga stabil tidak menunjukkan tanda-tanda adanya penyimpangan sedikit pun...
"belum... tidak ada seorang pun yang bisa membuatku tertarik dan menggetarkan hatiku... entah bagaimana tapi aku merasa seperti orang bodoh bu, teman-temanku bahkan sudah sering berganti pasangan mereka, mereka terlihat sangat mudah jatuh cinta namun juga sangat mudah melupakan cinta mereka itu... dan untuk masalah masa lalu kalian berdua, aku tidak mau mendengarkannya saat ini... nanti saja karena sangat banyak yang ingin aku tanyakan pada kalian berdua, ada banyak hal yang tidak kami ketahui sebagai anak-anak dari kalian berdua bu... salah satunya adalah ibu adalah mantan agen khusus negara ini, agen dari badan intelijen negara yang sekarang ini sedang mencari masalah dengan ayah dan kita semua..." sahut Art dan ia mulai serius ketika membahas tentang badan intelijen lagi...
"kalian bebas mengetahui apapun tentang kami, tapi lebih baik nanti tanyakan pada ayah kalian saja karena dia benar-benar selalu punya sesuatu hal yang tersembunyi dan tidak ibu ketahui... dan banyak hal tentang kami berdua yang mungkin tidak akan dapat kalian terima dengan akal sehat, ya... tahu kan kalau ayah kalian itu selalu berada di atas kenormalan manusia pada umumnya... hihihi" sahut Aom sambil terkekeh pelan pada putranya yang nampak sudah sangat penasaran dengan orang tuanya yang ternyata memiliki latar belakang yang seharusnya saling serang, bukannya disatukan dalam ikatan pernikahan seperti ini...
"jadi kita pulang ke rumah dulu, ibu hanya perlu menunggu dengan tenang di rumah dan kami semua yang akan menyelesaikan semua ini dengan rapi secepatnya... karena semua ini pasti akan cepat selesai selama ibu tidak keras kepala dan menentang apa yang ayah mau... karena bagi ayah dan juga kami sebagai anak-anakmu ini, keselamatan ibu adalah yang utama... percayakan lah semuanya pada kami bu... setelah ini aku akan menemui paman Mario dan yang lainnya... apapun yang bisa kita lakukan akan segera kita laksanakan demi membuat ayah cepat keluar dari sana..." ujar Art panjang lebar berusaha meyakinkan ibunya agar dirinya tidak ikut campur sedikitpun dalam masalah ini, karena hanya itu satu-satunya cara agar ayahnya tidak lagi merahasiakan apapun tentang rencana yang bisa dilakukan untuk melepaskan Kim Hans Suppanad dari tuduhan apapun yang sedang melekat pada dirinya saat ini...
__ADS_1
"kalian sama saja! memangnya kalian pikir ibu ini beban?!" sahut Aom kesal karena Art sama saja dengan suaminya yang tidak pernah membiarkan dirinya terlibat dalam apapun yang mereka lakukan dengan alasan tidak mau dirinya ikut masuk dalam bahaya...
"bukan seperti itu bu, hanya saja sama halnya dengan barang berharga yang sangat kita cintai dan sayangi harus kita simpan dengan sebaik-baiknya agar barang berharga itu tidak hilang... maka hal itu juga berlaku pada orang yang sangat kami bertiga sayangi, mereka harus benar-benar kami jaga dan lindungi dengan sekuat tenaga kami agar mereka tidak akan terluka meskipun seujung kuku saja..." sahut Art dengan tegas dan sangat serius pada ibunya...
"kamu ini semakin hari semakin mirip dengan ayahmu saja sayang... suka memerintah, posesif dan juga sangat bijaksana... baguslah, maka dari sekarang tanggung jawab'mu akan bertambah satu lagi yaitu memastikan bahwa adikmu itu bisa menjadi semakin dewasa sepertimu... karena pasti ada beberapa celah yang tidak bisa ia ungkapkan di depan kami berdua sebagai orang tuanya, tapi kepada dirimu sebagai kakaknya bisa..." ujar Aom sambil mengelus kepala Art dengan lembut dan penuh dengan kasih sayang dari seorang ibu kepada anaknya...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1