
"Iya.. sekarang ayo kembali selesai pekerjaan yang menumpuk ini, jika tidak selesai kalian tau akibatnya" perintah Kim
"Baiklah bos" sahut mereka lalu saling pandang dan menggeleng pelan kepada satu sama lainnya
Malam hari di rumah utama, Aom masih terus menangis dan merutuki kebodohannya sendiri karena telah membohongi Kim dengan kehamilan palsunya karena perintah dari Mike dan egonya sendiri...
Ia terus berharap Kim akan pulang ke rumah agar ia bisa meminta maaf kepada suami yang sangat ia cintai itu... Namun sampai tengah malam pun Kim tak kunjung pulang...
Aom sama sekali tidak bisa tidur sampai bulan yang menghiasi malam pun berganti dengan sang mentari pagi... Matanya sembab karena tidak berhenti menangis dari sore tadi sampai pagi ini, Nan dan Jeab datang membawakannya sarapan pagi dan vitamin agar Aom tidak sakit..
"Aom.. kamu sarapan dulu ya.. setelah itu minum vitamin yang diberikan oleh Jeab nanti..." Ujar Nan perhatian
"Apa K..Kim sudah pul..lang Nan?" Tanya Aom masih terisak
"Ia belum pulang Aom.. mungkin masih bekerja.. tidak usah khawatir, nanti jika pekerjaannya sudah selesai pasti dia akan pulang..." Ujar Nan sambil meletakkan piring yang berisi makanan untuk sarapan pagi Aom itu di atas meja.. Jeab menghampiri Aom dan memeriksa keadaannya, lalu menghapus air mata Aom...
"Kamu itu kesayangannya Kim.. tidak mungkin dia akan bisa marah lama-lama kepadamu... Jadi sekarang tenangkan dirimu dulu ya.." ujar jeab berusaha menenangkan Aom yang masih terus menangis
"Sebenarnya ada apa ini? Kenapa ia begitu tertekan dan Kim begitu murka?" Batin Jeab
"Ayo makan dulu.. mau aku suapi?" Tanya Nan cengengesan
"Tidak nan... Aku tidak mau makan sebelum Kim pulang.." sahut Aom bersikeras tidak mau makan
"Jangan seperti itu Aom... Nanti Kim akan semakin marah, tidak hanya padamu tapi pada kami juga.." ujar Nan mengerutkan keningnya sedih
"Aku tidak mau makan sebelum Kim pulang..." Ujar Aom lagi sambil terus menangis
Jeab memegang bahu Nan mengisyaratkannya untuk membiarkan Aom sendiri menenangkan dirinya...
Di sisi lain, di markas pelabuhan Kim masih terus fokus bekerja dari semalam hingga pagi tanpa henti... Sementara Zee dan Mario sudah ketiduran karena terlalu lelah mengerjakan banyak sekali pekerjaan yang ada... Setelah beberapa lama terdengar suara ketukan pintu diikuti suara Nan yang meminta izin masuk ke dalam ruangannya...
"Kim... Pagi-pagi begini kamu sudah bekerja?" Tanya Nan heran melihat Kim sudah bekerja dengan banyak tumpukan berkas di depannya... Setengahnya telah ia selesaikan...
"Jangan bilang kau tidak tidur Kim" ujar Nan yang tau kebiasaan buruk Kim
"Iya karena pekerjaannya sangat banyak" sahut Kim dingin
__ADS_1
"Kenapa ia kembali bersikap dingin seperti ini?" Batin Nan bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi
"Bosku Kim Hans... Ada apa sebenarnya? Mereka saja sampai ketiduran seperti itu, kenapa kamu selalu memaksakan diri Kim? Itu tidaklah baik..." Nasihat Nan kepada Kim yang masih terus bekerja
"Karena hanya dengan bekerja aku bisa sedikit tenang Nan, jadi diam lah" sahut Kim sinis
"baiklah bos.." sahut Nan menyerah membujuk Kim, ia keluar dan lebih memilih mencari tahu apa yang sudah membuat Kim benar-benar marah...
Ia menuju dok tempat Mike di kurung, setelah sampai disana ia melihat Mike sudah terikat disana... Tak lama setelahnya Jay juga sampai disana.. mereka melakukan berbagai cara agar Mike mengakui apa yang terjadi di toilet itu, namun tetap tidak berhasil...
"Aku tidak akan mengatakan apapun! Apalagi kepada penghianat sepertimu Jirayu!" Teriak Mike emosi
"Lebih baik aku bersumpah setia pada Kim yang memberikan banyak pertolongan kepada orang-orang dari pada denganmu yang hanya berambisi menggapai sesuatu tapi tidak pernah mempertimbangkan perasaan orang lain Mike!" Ujar Jirayu tak kalah emosi
Di ruangan kerja Kim anak buahnya telah membawa dokter yang memberikan analisa palsu tentang kehamilan Aom itu kehadapan Kim dengan paksa...
"Maafkan saya tuan Kim... Saya tau saya salah, tapi ini adalah misi..." Ujarnya ketakutan, selagi Mario dan Zee masih tertidur Kim menyuruh anak buahnya itu menyeret dokter palsu itu ke atas kapal kargo itu... Setelah sampai di atas kapal Kim berjalan mendekati orang itu dengan penuh kemarahan... Wajahnya begitu menakutkan saat ia sedang marah,
"Berani-beraninya kau mempermainkanku seperti ini..." Ujar Kim dengan nada begitu kejam di setiap katanya
"Maafkan aku tuan... Aku mohon maafkan aku..." Pinta orang itu gemetaran, ia sadar sebentar lagi ia akan mendekati kematiannya...
"Kau suka bermain kan? Maka dari itu mari kita bermain" ujar Kim membuat kedua anak buahnya bergidik mendengar ucapan Kim karena mereka tau betul apa yang disebut permainan oleh bos mereka ini...
Kim menendang wajah laki-laki itu hingga laki-laki itu tersungkur... Dari hidung dan bibirnya mengalir darah segar... Kim benar-benar menghajarnya dengan brutal... ia meluapkan emosinya, melihat bosnya dalam kemarahan seperti ini membuat mereka bergidik ngeri... Sudah lama mereka tidak melihat kemarahan Kim Hans...
"Tuan... Lebih baik tuan...tembak mati saja say...sa..ya uhuuk!" ucap dokter palsu itu dengan sisa tenaganya, ia sudah pasrah karena sekalipun ia tak bisa membalas pukulan Kim, rasa sakit sudah menjalar di setiap jengkal tubuhnya...
"Kau pikir bagaimana rasanya dibohongi sebesar ini huh? Dan bodohnya aku percaya hahaha.... Baiklah aku akan mengabulkan permohonanmu untuk segera mati... tapi itu akan datang perlahan..." Ujar Kim lalu ia mengikat dan melemparkan laki-laki itu ke laut yang ada dibawahnya...
Kemudian dengan cepat hiu-hiu peliharaan Kim mencabik-cabik dan membunuh pria itu dengan brutal dan tidak meninggalkan jejak sedikitpun...
2 hari Kim tidak pulang ke rumah utama selama itu pula Aom tetap bersikeras tidak mau makan, ia hanya menangisi kesalahan yang ia lakukan sambil berharap Kim akan pulang dan memaafkannya...
Karena keras kepala Aom, Jeab terpaksa menyuntikkan dengan paksa obat penenang untuknya dan memasangkan infus di tangan Aom, agar kondisinya tidak semakin drop, setelah itu ia meminta Nan untuk menjaga Aom yang terlelap karena efek obat penenang itu....
Jeab langsung berangkat menuju ke pelabuhan untuk bertemu dengan Kim, karena kondisi Aom semakin memdrop...
__ADS_1
"Kim aku masuk" ujarnya langsung masuk tanpa menunggu jawaban dari Kim, Kim hanya menoleh sebentar dan kembali fokus pada dokumennya
"Ada apa?" Tanya Kim datar dan singkat
"Kondisi Aom drop, ia tidak mau makan dan minum apapun... Kau harus pulang..." Ujar Jeab, tiba-tiba Kim menoleh dengan cepat wajahnya tampak sangat cemas... Namun beberapa saat kemudian ia kembali memfokuskan diri pada pekerjaan yang menumpuk di depannya
"Hey! Sebenarnya ada apa Kim? Kau begitu menyayanginya namun kenapa sekarang kau begitu tak memperdulikannya walaupun ia sedang dalam kondisi drop seperti ini... dia sakit karena pertengkarannya denganmu.. Jelaskan padaku!" Seru Jeab emosi karena benar-benar kasihan dengan keadaan Aom saat ini..
"Kau tidak usah ikut campur Jeab!" Bentak Kim ikut terpancing emosinya lagi
"Aku sahabatmu! Aku tidak mau kau melakukan hal bodoh yang nantinya akan kau sesali!" Sahut Jeab dengan nada tinggi, mendengar adanya keributan Mario dan Zee datang ke ruang kerja Kim dengan terburu-buru setelah mereka selesai mandi...
Saat mereka sampai mereka melihat Kim sudah mencengkram kuat kerah baju Jeab penuh emosi...
"Apa maumu sebenarnya huh?! Kau memerintahkan padaku untuk menjaga kesehatan Aom, tapi kau sendiri yang membuatnya jatuh sakit!" Bentak Jeab
"Kau tidak akan pernah mengerti posisiku sekarang!" Teriak Kim penuh emosi dan menghempaskan Jeab hingga tersungkur di lantai...
Melihat pertengkaran yang semakin memanas itu Mario dan Zee mencoba menenangkan Jeab dan Kim...
Kring!!!!!!
telepon kerja Kim berbunyi, dengan cepat ia mengangkatnya...
"Hallo siapa ini?" ujar Kim datar
"Hallo tuan muda Kim Hans... saya Hei Cheng... tentu tuan muda masih ingat kan? aku sudah sampai di Chiang Mai bisa kah kita bertemu secepatnya? aku ingin memesan senjata lagi kepadamu..." ucap Pria itu yang bernama Hei Cheng
"tentu, besok kita bisa bertemu di gedung HD seperti biasanya" sahut Kim lalu ia langsung memutuskan sambungan teleponnya
"Ckckck tempramennya masih sangat buruk, tidak seperti rumor yang beredar.." ujar Cheng saat telpon itu sudah terputus
"siapkan saja dirimu besok... jika dia mau ikut bekerjasama dalam hal ini maka kita pasti akan selalu aman dibawah naungan mafia sebesar SDG ini Ron" ujarnya kepada pria botak di sampingnya
"tentu saja..." sahutnya sambil tersenyum simpul
____________
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan like dan komennya guys...
karena like, kritik dan saran kalian sangat berarti untuk pembelajaran bagi author kedepannya...