His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Dari Masa Lalu


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


“ Baiklah survei dasar tentang psikologis anda sudah selesai lalu selanjutnya lihat ini... Ada beberapa rantai DNA dan RNA anda yang berubah akibat obat aneh yang masuk ke dalam tubuh anda itu, kemungkinan hal inilah yang membuat sistem saraf anda terganggu sehingga kondisi anda menjadi seperti saat ini... Jadi kita masih harus melakukan banyak terapi dan pengobatan, dan juga saya rasa anda harus mencoba untuk jatuh cinta pada seseorang mungkin itu dapat membantu, karena jika anda merasa sakit hati akan ada beberapa saraf yang biasanya merespon dan membuat rasa nyeri di dada anda ” ujar dokter itu memberikan sebuah gambar berisi data uji sekuensing DNA nya


“ Baiklah ” sahut Art lalu ia langsung pergi dari sana,


“ Jatuh cinta? bagaimana caranya? ” gumam Art dalam hatinya,


***


Di dermaga,


Kim memperhatikan seorang pria muda yang sedang dilatih di sana, entah mengapa setiap bertemu dengannya ada perasaan aneh yang selalu mengganggu hatinya, sesuatu yang sangat sulit dijelaskan dengan kata-kata...


ada sebuah asumsi liar yang membuatnya cemas dan sulit percaya...


' Bagaimana jika anak muda itu adalah putranya? tapi bagaimana bisa? '


“ Apa kamu masih merasakan hal yang sama Kim? ” tanya Jeab yang memperhatikan Kim dari belakang,


“ Setelah sekian lama melihatnya, aku mulai sadar dia memiliki kemiripan dengan siapa... matanya mengingatkanku pada sosok orang yang aku rindukan... ” ujar Kim pada Jeab tanpa menoleh,


“ Kamu benar-benar mau merindukan seorang wanita di belakang Aom? ” tanya Jeab lagi tanpa menoleh juga,

__ADS_1


“ Apa yang bisa aku lakukan... Dia juga memiliki tempat di hatiku walaupun kami tidak lama bersama sebagai pasangan... entah aku sudah benar-benar jatuh cinta padanya ketika itu atau aku hanya menyayanginya aku tidak tahu... tapi perpisahan yang seperti itu membuat hatiku sakit dan menyisakan penyesalan yang sangat mendalam di hatiku, selain karena aku tidak pernah berani bermimpi untuk menggapai Aom lagi ketika itu karena kondisi yang membuatku hampir putus asa di tahun-tahun itu... Aku bahkan tidak bisa meminta bantuan kalian... ” ujar Kim lagi,


“ Tapi belum tentu asumsimu itu benar kan? hanya karena matanya mirip, bagaimana pun juga di dunia ini sangat banyak ada orang yang mirip satu sama lain, dan tujuannya datang kemari juga belum dapat diketahui dengan pasti, bagaimana jika ini benar-benar skema yang sudah di persiapkan oleh organisasi gabungan itu? bagaimana jika situasi ini akan menjadi buruk seperti yang dikatakan oleh si brengsek psikopat yang ikut kembali dari Hongkong bersamamu itu? ” Cecar Jeab yang terlihat khawatir,


Atas perintah Kim, mereka semua telah mengecek latar belakang pria muda itu dan mengecek setiap CCTV jalanan hingga mereka berhasil tahu bahwa pria muda itu sengaja mengalami kecelakaan dan tidak adanya identitas itu sangat disengaja, ia hanya ingin bergabung dalam SDG dengan kualifikasi fisiknya yang bagus dan menunjukkan rasa loyalitas yang tinggi saat ia ingin masuk menjadi bagian SDG,


“ Kita harus membiarkannya masuk untuk dapat menggenggamnya lebih erat, mengawasinya dengan teliti sementara mengecek semua skema yang disiapkan oleh organisasi gabungan itu, karena jika mereka bisa memanipulasi anak ini, maka sangat banyak kemungkinan untuk terjadi hal yang lebih diluar nalar lagi bisa mereka lakukan ” sahut Jeab


“ Lalu kamu benar-benar yakin melakukan tes itu padanya? ” tanya Jeab lagi,


“ Ya... Demi sebuah kepastian itu harus dilakukan, ambil semua sampel yang diperlukan lakukan dengan orang-orang yang paling bisa kau percaya dan kau harus turun tangan langsung Jeab, langsung bawakan padaku jika hasilnya sudah keluar ” ujar Kim lalu ia berjalan pergi dari sana,


Di Lapangan pelatihan itu,


belasan orang dilatih di sana dan salah satunya adalah pria muda yang sedari tadi diperhatikan oleh Kim itu, mereka semua adalah orang yang tengah menjalani pelatihan sebelum resmi di terima menjadi anggota SDG, bukan hanya sebagai anggota afiliasi yang selalu berada di lingkaran luar organisasi SDG,


“ Apa ada aturan baru sekarang untuk seleksi masuk? belum pernah ada hal seperti ini sebelumnya kan? ” bisik seorang tim medis yang membantu untuk melakukan tes kesehatan


“ Entahlah, beberapa hari lalu bos Mario memberikan perintah seperti itu, kita hanya harus menurutinya... Mungkin saja ini perintah dari bos besar? Apa mungkin kesehatan dari banyak anggota tidak terlalu baik? atau mungkin saja perubahan ini karena ada anggota baru yang setelah masuk menjadi anggota SDG ternyata memiliki penyakit kronis? ” sahut rekannya yang berada di tim medis juga


“ Sudahlah, jangan banyak berasumsi, kerjakan tugas kita saja jangan terlalu banyak bicara ” ujar rekan lainnya setelah melihat ada calon anggota baru yang urutan pertama datang untuk pemeriksaan


***


Setelah satu bulan berlalu, akhirnya hasil tes keluar dan wajah Jeab terlihat sangat kaku ketika masuk ke dalam ruang kerja Kim, di tangannya ia memegang sebuah amplop berlogo lab analisis,

__ADS_1


“ Sepertinya aku tidak perlu membaca hasilnya untuk tahu apa hasil tesnya karena wajahmu sudah menunjukkan semuanya Jeab... ” ujar Kim saat melihat sahabat sekaligus dokter pribadinya ini


“ Bagaimana mungkin bisa seperti ini? bagaimana sesuatu yang se mustahil ini bisa terjadi Kim Hans? ” ujar Jeab melemparkan amplop itu ke meja kerja Kim, Kim mengambilnya dan membuka amplop itu


“ Katakan padaku siapa ibu anak itu? aku ingin dengar darimu langsung ” tanya Jeab dengan wajah kaku,


“ Kamu sangat mengenalnya... kamu juga sangat mencintainya... ” sahut Kim dengan santai


“ Kamu tidur dengan istriku?! ” teriak Jeab terkejut


“ Apa kau sudah gila? apa otakmu sudah tidak berfungsi? bukankah kamu seorang ilmuan hebat? kenapa bisa tiba-tiba sebodoh ini? ” tanya Kim sambil melotot padanya karena kesal kenapa orang di depannya ini tiba-tiba menjadi sebodoh ini,


“ Kau bilang orang yang aku cintai! memang siapa lagi selain istriku! ” ujar Jeab masih berpikiran buruk namun tiba-tiba ia terdiam,


“ Kenapa? otakmu sudah mulai bekerja lagi sekarang? ” ujar Kim tanpa menoleh kepada Jeab, dia hanya memeriksa secara rinci hasil tes itu,


“ Kim Hans... Tidak mungkin kan... ” ujar Jeab ragu-ragu tapi Kim tidak meresponnya


“ Bos! Jawab aku... Itu tidak mungkin kan? ” tanya Jeab lagi padanya dengan suara yang melemah,


“ Aku rasa hanya itu yang memungkinkan ” sahut Kim lalu ia membakar hasil tes itu


“ Jangan katakan pada siapapun tentang ini termasuk pada Aom, istrimu ataupun semua anak-anak ” ujar Kim memberikan perintahnya,


“ Dan juga aku memperingatimu, jangan merubah sikap apapun pada siapapun dan tetap kubur semuanya di dalam hatimu, jangan membuat pelanggaran Jeab karena aku tidak akan memaafkanmu jika tetap melakukan sesuatu seenaknya sendiri tentang hal ini seperti kebiasaan mu yang biasanya... aku membiarkanmu selama ini hanya karena merasa bersalah tentang satu hal itu, bukan berarti selamanya aku akan mentolerir setiap tindakanmu ” ujar Kim dengan sangat serius dan dengan ancaman secara langsung,

__ADS_1


______________________


See You Tomorrow


__ADS_2