His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Melawan Idealisme'mu


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"ya paman... hanya saja aku saat ini sudah benar-benar gatal untuk menjalankan semua rencana yang ada di otakku ini... anak-anak paman semuanya ada di pihak'ku, sementara paman semua memilih untuk mengikuti apa yang ayah katakan... jadi setelah pulang dari sini apa kita akan berseberangan paman? hahaha" tanya Art sambil tertawa...


"sepertinya begitu... dan sekarang aku sudah bisa memastikan bahwa Kim benar-benar mewariskan sifat keras kepala dan cerdas serta bijaksananya padamu... ah, atau yang lebih tepatnya adalah Kim dan Aom yang sudah menurunkan sifat keras kepala yang mereka miliki padamu nak... hahaha" sahut Zee sambil tertawa menyusuri lorong itu bersama dengan Art...


Merekapun tiba di ruang penahanan sementara itu...


"ayah..." panggil Art yang melihat Kim tidur diatas tempat tidur yang sangat kecil dan bahkan tidak ideal untuk ukuran tubuh ayahnya ini...


"Oh, hey jagoanku... kemarilah..." sahut Kim sambil tersenyum senang melihat putranya datang


"ayah, aku kemari tidak mau berbasa-basi dengan ayah... aku mau minta tanda tangan ayah untuk berkas-berkas ini... harus cepat karena kita tidak punya waktu banyak ayah... aku hanya diberi waktu 1 menit disini karena status penahanan ayah sudah semakin ditinggikan saat ini..." ujar Art dengan wajah seriusnya menyerahkan berkas-berkas yang ia bawa itu...


"ooh begitu baiklah..." sahut Kim sambil membaca beberapa detail awal berkas itu...


"cepat tanda tangan ayah, sebelum aku diusir seperti ibu tadi..." ujar Art sambil memberikan pulpennya pada Kim,


Kim hanya tersenyum, namun di balik senyumannya itu tersirat makna yang mendalam... ia paham bahwa putranya sedang merencanakan sesuatu dan ia hanya perlu memastikan seberapa jauh perkembangan putranya saat ini...


apakah putranya ini akan menjadi seperti dirinya, atau bahkan akan jauh melampauinya dalam menghancurkan batasan-batasan yang menghalangi jalannya...


"apa yang kamu rencanakan anakku sayang? jangan berpikir bahwa ayah tidak tahu kalau kamu sedang berusaha menutupi sesuatu..." sahut Kim sambil menandatangani berkas-berkas itu...

__ADS_1


"mengambil sepenuhnya hak untuk mengatur SDG? atau bahkan SDG dan juga Hans Group?" tanya Kim lagi yang langsung membuat Art menelan ludahnya sendiri karena ayahnya bahkan sudah bisa menebak kemana arah jalan pikirannya...


"jika itu dirimu maka ayah tidak akan menghentikannya... ayah ingin melihat seberapa jauh perkembangan'mu, apa kamu akan bisa melampaui ayah atau tidak? semuanya tergantung pada dirimu sendiri, yang terpenting adalah jangan mengikuti ataupun mengulangi kesalahan ataupun kekeliruan yang pernah ayah lakukan..." ujar Kim lagi dan semua berkas itu akhirnya selesai ditandatangani olehnya dan iapun langsung memberikannya kepada putra pertamanya ini...


Zee yang sedari tadi hanya memperhatikan ayah dan anak ini hanya menggeleng pelan dan tersenyum senang...


"Kim, idealisme'mu ini ternyata bisa juga ditekan oleh anakmu ya? sebenarnya kau pasti sudah paham apa yang anakmu ini pikirkan dan apa yang ingin dia lakukan sekarang ini... tapi kau mengalah dan membiarkannya berkembang menjadi semakin dewasa dengan pilihannya sendiri... tapi sialnya kau selalu saja keras kepala kepada kami semua tentang idealisme itu, jika tahu begini kan aku pasti sudah mengajak Art kemari sedari awal agar tidak banyak waktu yang terbuang hanya untuk ini..." gumam Zee dalam hatinya,


"ya ayah... apa yang ayah katakan itu benar... aku mengambil alih semua posisi tertinggi dan juga semua hak untuk mengambil keputusan untuk SDG dan juga Hans Group saat ini sudah sepenuhnya dibawah kendaliku untuk bulan ini..." sahut Art sambil tersenyum dan memperlihatkan sebuah berkas yang menyatakan pemindahan seluruh hak pengambilan keputusan itu pada Kim...


"dan ini akan aku gunakan untuk melawan idealisme'mu yang aneh itu ayah... jika ayah tidak ingin perang maka masih bisa aku pahami, tapi jika harus tetap membiarkan ayah menerima terperangkap di jebakan konyol ini hanya demi idealisme itu maka aku akan membuat situasi Chaos dimana-mana hingga orang-orang yang berani bermain-main dengan keluargaku akan segera hancur tak bersisa... bukan dengan kematian tapi lebih buruk daripada itu... dia harus hidup di dunia ini, tapi dalam kondisi yang seperti neraka..." ujar Art dengan tegas dan tak terbantahkan...


Kim yang mendengarnya hanya tersenyum simpul, dan berkata...


Entah kenapa dirinya menanyakan hal seperti ini kepada putranya ini... seperti ada sebuah rasa yang aneh menjalar dalam dirinya, seakan-akan ini semua bisa menjadi nyata suatu hari nanti...


"jangan pernah katakan omong kosong ini ayah! jika suatu hari ini terjadi maka aku akan menghancurkan dan meluluh lantakkan siapapun yang terlibat di dalamnya! tidak peduli mereka siapa dan dengan tujuan apa aku pasti akan membuat mereka hancur menjadi debu jika mereka berani melakukan semua itu!" geram Art yang langsung emosi mendengar ucapan ayahnya itu...


Rasa sayang Art kepada ayahnya Kim sangat besar dan ia juga sangat mencintai dan mengagumi setiap hal dari ayahnya ini...


lalu bagaimana mungkin ayahnya ini...


ah, bisa-bisanya dia menanyakan hal seperti ini pada putranya ini...


Mendengarnya saja sudah membuat Art sesak dan sulit bernapas, bagaimana jika itu benar-benar menjadi kenyataan suatu saat nanti? mungkin jika hari itu benar-benar ada...

__ADS_1


di hari itu juga akan ada kekacauan besar yang ia ciptakan...


Tidak...


Mungkin bukan hanya kekacauan, tapi juga perang besar yang bisa saja ia ciptakan di hari itu dan di detik itu juga...


lantunan nada kematian pasti akan bergema jika hal ini benar-benar terjadi, karena Art sama sekali tidak memiliki idealisme yang nasionalis akut seperti ayahnya Kim...


tapi Art memiliki idealisme yang rasionalis...


Ia tidak akan merugikan siapapun, dengan catatan tidak ada orang yang mengusiknya dan juga keluarganya juga...


tapi jika seandainya ada, maka jangan berharap orang itu, organisasi itu, ataupun negara itu bisa hidup dengan tenang...


"hahaha... ayah hanya bertanya, karena setiap kemungkinan itu ada nak... tapi suatu saat nanti ayah pasti akan menemui sebuah akhir, entah itu cepat atau lambat... karena setiap ada awal pasti juga ada akhirnya... semua itu adalah hukum alam yang kekal, jadi ayah hanya ingin mengatakan padamu... lakukan apapun yang menurutmu benar, tapi jangan pernah mengambil tindakan atas dasar emosi yang muncul dalam dirimu... apa saja bisa terjadi jadi jangan biarkan ada setitik pun lubang yang bisa membuat celah terjadinya kesalahan mulai hari ini sampai kapanpun dalam hidupmu..." ujar Kim dengan sangat serius kepada putranya ini...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2