
HAPPY READING GUYS
________________
Hari berganti hari... tak terasa tiga minggu telah berlalu, kondisi perusahaan sudah sangat stabil bahkan telah memperluas pengaruhnya... merambah sektor pasar yang lebih luas dan skala yang lebih besar, skala internasional....
Hari ini di rumah utama juga semakin ramai karena Jeab dan Sara sudah kembali pulang ke rumah sore hari kemarin...
Sementara itu pagi ini di dalam kamar Kim masih betah tidur sambil memeluk tubuh Art yang tertidur diatas dada bidangnya...
sementara Aom tengah mempersiapkan baju untuk mereka berdua dan tentunya baju bayi untuk Tan juga...
Saat Aom menghampiri box bayinya Tan terbangun, sambil berusaha bangun, ia sudah belajar untuk duduk walaupun masih sangat bersusah payah sekarang-sekarang ini...
Melihat Tan sudah terbangun Aom langsung menggendongnya, mengajaknya bercanda, ia tertawa dengan bahagia...
"Mamamama....buuuubbbb...." racau Tan yang sudah mulai belajar bicara walaupun tak jelas apa yang ia katakan...
"rasanya mama baru melahirkanmu kemarin tapi Tan sudah sebesar ini sekarang ya... tak terasa beberapa bulan telah berlalu dengan sangat cepat... anak tampan mama..." ujar Aom sambil menciumi putra keduanya ini dengan gemas
"Baaaa....." ucap Tan dengan mulutnya yang mencoba untuk menyesap ujung hidung Aom yang sedang gemas menciuminya
"Tanku sayang kamu haus ya..." ucap Aom lalu menyusui putranya itu dengan sangat telaten
"papa! Art lapar!" teriak Art tiba-tiba sambil memukul dada papanya yang masih tertidur dengan nyenyak itu...
"awwww... ada apa ini pagi-pagi ngamuk?" ujar Kim sambil mengusap wajahnya
"lapar pa..." rengek Art pada Kim
"Heiiih baru bangun udah lapar... mandi dulu baru makan" sahut Kim
"tapi Art lapar...makan dulu..." rengek Art lagi
"mandi!" ujar Kim tegas yang langsung membuat Art diam sambil memanyunkan bibirnya
"nah kan, coba kamu tidak di rumah pasti dia tidak akan mau jadi penurut seperti ini Kim..." ujar Aom terkekeh melihat Art begitu patuh pada apapun yang dikatakan oleh papanya itu...
Art telah semakin besar, ia menjadi anak yang nakal dan keras kepala karena keingintahuannya sangat tinggi ia juga semakin susah untuk diatur seperti anak-anak yang seumuran dengannya...
Tidak ada yang dia takuti kecuali ayahnya... iya hanya akan mendengarkan apa kata ayahnya saja, Kim benar-benar menjadi satu-satunya yang bisa mengendalikan kenakalan dari putra kecilnya ini...
"mama tukang ngadu..." ujar Art dengan wajah masamnya
"jadi kalau tidak ada papa Art nakal ya?" tanya Kim sambil mengernyitkan keningnya
__ADS_1
"tidak pa... Art anak baik kok..." ujarnya sambil menoel-noel dada bidang Kim
"hahaha... kalau anak baiknya seperti kamu anak yang masuk kategori nakal akan jadi seperti apa hmmm?" sahut Kim sambil menggendong Art menuju kamar mandi
Aom hanya tertawa melihatnya... Art benar-benar seperti mati kutu jika berurusan dengan papanya... seakan-akan ia benar-benar menjadi anak yang penurut...
setelah selesai menyusui Aom mengajak Tan masuk kedalam kamar mandi juga... Aom mengajaknya mandi di jacuzzi dengan air hangat... memberikan pijatan pelan pada putranya itu...
"apa Art dulu juga dimandikan seperti itu pa?" tanya Art menunjuk kearah Aom dan Tan
"iya... karena mamamu itu sama-sama menyayangi kalian berdua... tidak ada yang mendapatkan perhatian lebih banyak atau lebih sedikit... makanya kamu harus sayangi mamamu, jika tidak ada dia kamu tidak akan ada disini..." ujar Kim sambil mengusap kepala Art dengan sampo....
"apa papa dulu juga begitu?" tanya Art lagi, namun Kim tak langsung menjawabnya...
ia terlihat menerawang jauh...
"mungkin tidak..." sahut Kim
"kenapa tidak pa?" tanya Art begitu penasaran, kenapa papanya bisa berbeda?
"Art tau kalau papa dulu tidak punya seorang ibu? ibu papa itu meninggal beberapa hari setelah papa lahir... jadi mungkin kakekmu yang memandikan papa dulu saat masih bayi... atau mungkin baby sitter... papa tidak tau..." ujar Kim dengan senyuman manisnya
Aom yang mendengar itu menjadi terharu... Kim pasti sangat merindukan sosok seorang ibu pikirnya...
"jadi itu sebabnya Art hanya punya seorang nenek ya pa?" tanya Art lagi
"oke siap kapten!" sahut Art antusias
"bagaimana latihannya dengan paman Ji? apa menyenangkan?" tanya Kim pada Art setelah mereka selesai mandi
"tidak seru! mereka tidak sehebat papa, tidak pandai melatihku menembak!" seru Art dengan wajah cemberutnya
"yasudah besok latihan sama papa mau?" tanya Kim dan di sambut antusias oleh Art
"Mau!!!!" sahutnya kegirangan
***
Setelah selesai sarapan, Art berangkat ke sekolah bersama dengan Aom dan beberapa anak buah Kim yang mengawalnya...
Sementara Kim dan yang lainnya berangkat ke kantor...
rencananya hanya tiga hari lagi Kim akan stay di kantor Hans Group setelah itu ia akan kembali bekerja di dermaga... mengurus SDG dan pembuat senjata api nya lagi... sementara urusan bisnis akan kembali diatur oleh Zee dan Jeab, jika tidak terlalu penting Kim tidak akan turun tangan menangani Hans Group...
SDG masih tetap stabil walaupun Kim selama kurun waktu hampir 4 bulan ini tidak turun tangan langsung mengurus permasalahannya...
Karena pengaruh kekuasaan yang besar maka tak ada satupun masalah besar yang dapat terjadi pada SDG... tidak ada kelompok mafia ataupun organisasi lain yang berani membuat masalah sampai saat ini...
***
__ADS_1
Siang hari di perusahaan Kim tampak sibuk memeriksa semua berkas kerjasama dengan Gerald Corp dan juga beberapa perusahaan dari Jepang selain Fujiwara Building...
Tiba-tiba ponselnya berdering, dilihatnya layar ponselnya memastikan siapa yang menelepon...
'nomor yang tidak dikenal'
"siapa ini?" gumam Kim namun tak ia angkat karena nomornya tidak ia kenali...
sekali lagi ponselnya berdering... ternyata dari nomor yang sama...
akhirnya Kim memutuskan untuk mengangkat telepon itu, karena mengganggu konsentrasinya bekerja... ditekannya icon hijau itu dan teleponnya langsung tersambung...
"Hallo siapa ini?" tanya Kim datar namun tegas
"apa kamu tidak merindukanku sama sekali? jahat sekali sih!" protes orang itu dari seberang telepon
"haaah?! maksudmu?" tanya Kim pada orang itu
"setelah sekian tahun tidak bertemu bahkan aku sudah dilupakan sekarang... kamu tidak merindukanku? gadis cantikmu ini?" ucapnya dari seberang telepon dengan nada mendramatisasi...
"jadi gadis cantikku ini masih ingat untuk menelepon setelah sekian tahun lamanya? untuk apa?" tanya Kim datar
"tega sekali sih... aku kan merindukanmu... huuuhh!" ucapnya manja, tapi Kim tak menanggapinya...
"tebak sekarang aku dimana?" ujarnya
"memangnya kau dimana? sudah kembali ke Thailand karena merindukanku?" tanya Kim
"tepat sekali!!! aku sudah di depan bersama sekertarismu ini..." sahut wanita itu dengan penuh semangat
"Apa?!" ucap Kim kaget saat melihat gadis cantiknya sudah berdiri di ambang pintu ruang kerjanya itu...
ia berdiri dan menghampiri wanita itu tanpa berkedip...
"akhirnya kau kembali..." ujar Kim lalu...
Bruuuukkkk!
Wanita itu langsung memeluk tubuh Kim dengan sangat erat...
"Aku merindukanmu Kim Hans ku tersayang..." ujarnya di dada bidang Kim
___________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1