His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Our Pattaya


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Pagi hari yang cerah telah tiba,


Pagi yang sama cerahnya dengan kedua orang yang masih sibuk dengan kegiatannya masing-masing... wanita cantik yang sudah memiliki 3 orang anak itu kini tengah sibuk mengeringkan rambut suaminya yang basah dengan sebuah handuk kecil di tangannya...


Sedangkan sang suami dengan rambut setengah basah, baju kemeja putih berlengan pendek serta celana chino pendek berwarna cream, masih sibuk mengirim beberapa pesan pada seseorang...


sesekali ia nampak mencandai istrinya, sungguh jika orang-orang melihat ini maka mereka akan merasa tuhan tidak adil karena telah menciptakan sepasang manusia yang sangat serasi ini...


Paradigma itu bisa saja muncul dari orang-orang yang sama sekali tidak tahu akan masa lalu dan apa yang telah mereka alami sampai bisa ke titik ini...


Bukankah itu memang yang terjadi dan berkembang di masyarakat saat ini?


menilai seseorang dari apa yang mereka lihat hanya saat ini, dan mulai menyalahkan nasibnya sendiri karena tidak bisa memiliki keberuntungan yang sama dengan orang yang mereka anggap spesial dan mereka anggap selalu bahagia dalam hidupnya...


Padahal di balik orang-orang yang saat ini terlihat penuh dengan kebahagiaan itu, sering kali terdapat sejuta luka dan penderitaan yang telah lama mereka lalui dan akhirnya bisa mereka tanam dalam-dalam sekarang hingga menghasilkan semua buah kebahagiaan saat ini... dan pengorbanan serta keikhlasan yang terus menjadi pupuknya selama ini...


"sayang... hentikan, geli..." protes Aom sambil mengeringkan rambut Kim yang masih sedikit basah itu...


"aku benar-benar tidak percaya istriku ini sudah berumur 40an... karena dirimu selalu terlihat seperti baru berumur 22 tahun sayang..." sahut Kim tanpa menghentikan aksi tangannya yang sudah nakal kemana-mana menggelitiki tubuh istrinya sampai ia tak henti-hentinya tertawa...


"sudah cukup... nanti ini tidak akan selesai-selesai sayang..." ujar Aom lagi sambil mempercepat gosokan handuk itu agar rambut Kim benar-benar kering...


"tidak apa-apa... malah aku senang bisa selalu dekat seperti ini denganmu... aku benar-benar tidak sabar untuk segera menyerahkan perusahaan dan SDG pada anak-anak kita... agar setiap detik dalam hidupku hanya akan aku habiskan bersamamu tanpa harus menghawatirkan hal lain lagi... hidupku akan benar-benar indah saat itu semua terwujud sayang..." sahut Kim bangun dan mensejajarkan wajah mereka berdua...

__ADS_1


Mengelus dengan lembut pipi mulus istrinya itu... tangan Aom masih memegang handuk itu di kepala Kim, namun gerakannya melambat karena saat ini ia seakan-akan sedang terhipnotis oleh tatapan mata yang tajam dan memabukkan ini... tajam, namun lembut dan penuh cinta kepadanya...


Cuuuppphhh!


Kim mengecup bibir mungil yang begitu indah terpampang nyata di hadapannya... setiap pagi dan setiap hari tak pernah bosan ia cicipi...


Hanya menempel seakan saling menyalurkan cinta mereka berdua dalam beberapa detik, setelahnya ciuman itu berubah semakin intens...


Morning kiss yang begitu lembut dan penuh cinta... namun tak ada tambahan adegan lain karena jika itu terjadi maka rencana untuk menikmati akhir pekan di Pattaya bersama ibu Wana akan benar-benar tertunda sampai Kim memiliki waktu luang lagi kedepannya...


***


Dengan pakaian santainya, Kim dan Aom yang baru saja keluar dari kamar mereka sudah disambut oleh Pim yang nampak begitu antusias dengan rencana kegiatan mereka ini...


"Ayaaaahh!!!!!" teriak Pim yang langsung menabrakkan dirinya pada Kim sambil memeluknya dengan sangat erat...


"ada apa ini? serangan pagi yang begitu mendadak..." sahut Kim sambil terkekeh geli melihat tingkah laku putrinya yang sangat manja ini...


"ya sudah, sekarang kita sarapan dulu sebelum berangkat... oh iya... jadinya siapa yang ikut? Lee atau Ace?" tanya Kim sambil mengelus lembut pucuk kepala putrinya itu


"Kak Ace... soalnya kak Lee sedang sibuk dengan tugas kuliahnya... katanya ada kuliah yang langsung belajar di lapangan yah..." sahut Pim dengan wajah cemberutnya, terlihat dengan jelas bahwa ia sangat mengharapkan jika Lee lah yang akan ikut ke Pattaya menemui neneknya...


"sayang... apa kamu mencium bau yang aneh? seperti sebuah kekecewaan..." ujar Kim pada Aom yang hanya cekikikan mendengarkan godaan suaminya itu...


"ayah menyebalkan!" ujar Pim melepaskan pelukannya dari ayah kesayangannya itu dan berjalan cepat menuju meja makan...


Sesi sarapan pagi pun tak berjalan dengan bahagia bagi Pim saat ini...

__ADS_1


ia juga merasa sedikit kesepian setelah kedua kakaknya itu pergi ke USA untuk melanjutkan pendidikan mereka disana...


"kapan kak Art akan kembali ayah?" tanya Pim tiba-tiba saat mereka baru saja selesai sarapan...


"Sebentar lagi kakak-kakakmu akan pulang sayang... sebentar lagi kan ulang tahun kakak Art, kamu tidak lupa kan sayang..." sahut Aom


"iya bu... makanya aku merindukan kakak... hmmm..." sahut Pim lagi saat para pelayan hendak membersihkan meja makan mereka itu


"jadi hanya merindukan kak Art? bagaimana dengan kak Tan?" tanya Kim sambil memberikan isyarat kepada Petjah yang sudah bersiap mengantarkan mereka ke Pattaya...


"iiissshhh untuk apa aku merindukan Tan yang menyebalkan itu ayah... setiap ada dia tidak pernah ada kedamaian untukku..." sahut Pim, namun yang sebenarnya ia juga merindukan keributan yang biasanya mereka ciptakan bersama, tanpa itu semua rumah ini tampak memiliki kekurangan juga... terasa seperti terpaksa kehilangan sebuah kebiasaan dalam hidup...


"jangan bohong... walaupun kalian selalu seperti anjing dan kucing, ayah tahu kalian itu diam-diam selalu saling menyayangi... tidak mungkin kamu tidak merindukannya..." sahut Kim yang membuat putrinya itu cemberut, ia merasa gengsi mengakui bahwa dia merindukan saudaranya itu yang sudah seperti musuh bebuyutan saat mereka berada di suatu tempat yang sama...


"ayo cepat kita pergi... agar bisa sampai di rumah nenek sebelum siang hari..." perintah Kim pada mereka berdua ketika melihat Ace sudah datang juga...


"tunggu ayah... perlengkapanku untuk menginap di rumah nenek masih di kamar..." ujar Pim yang hendak berdiri dan berlari menuju kamarnya namun dengan cepat dicegah oleh ayahnya itu...


"tidak perlu repot sayang... apapun yang kamu butuhkan nanti beli saja disana, biarkan semuanya tersedia disetiap tempat yang kamu kunjungi... untuk apa repot-repot untuk membawa-bawa barang seperti itu..." ujar Kim dengan entengnya pada putrinya itu...


"dasar ayah kaya raya! tapi aku benar-benar suka! hahaha..." ujar Pim sambil tertawa senang...


"makanya belajar dengan benar, setelah itu hasilkan apapun yang menurutmu akan menjadi yang terbaik dalam hidup yang hanya sekali ini... jangan hanya berpangku tangan menerima nasib..." ujar Kim sambil mengucek-ucek rambut putri cantiknya itu...


______________________


jangan lupa vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2