His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Kami Pulang Ibu


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"sebaiknya kalian temui ibu kalian dulu... mereka pasti akan sangat bahagia melihat putra-putra kesayangan mereka sudah kembali pulang saat mendapatkan liburan musim panas ini..." ujar Kim pada mereka semua...


"ya ayah... kami juga berpikir akan segera pulang dari sini, kami hari ini hanya mampir sebentar saja karena jarak dari bandara kesini lumayan dekat dibandingkan dengan langsung ke rumah..." sahut Art


"tapi sebelum pulang ke rumah aku mau ke suatu tempat dulu... adik kecilku yang manja dan cantik itu pasti tidak akan bisa marah jika tidak langsung aku temui hahaha... lagi pula sebentar lagi dia sudah akan pulang sekolah kan..." ujar Art lagi pada Kim...


"hahaha... kau benar, adikmu itu pasti sangat merindukan kalian... apalagi selama ini rumah terasa sangat sepi... tidak ada lagi yang membuat kegaduhan karena Pim tidak punya lagi partner untuk bertengkar..." sahut Kim sambil melirik kearah putra keduanya itu, sementara Tan hanya tertawa tanpa suara...


"ya ayah benar... aku merindukan keributan tanpa sebab yang jelas bersama dengannya... adikku yang manis dan menggemaskan itu... apa dia sudah semakin cantik sekarang? hahaha..." sahut Tan sambil tertawa lepas pada akhirnya...


"dia memang semakin cantik... tapi sifatnya masih belum dewasa... sama sepertimu... yang masih saja suka bermain-main..." ujar Kim pada putranya Tan... yang sekaligus membuat tawa putranya itu mereda perlahan-lahan...


"eheeemmm... eheeemmm... aku sudah semakin bersikap dewasa ayah... aku sudah akan berumur 17 tahun loh..." sahut Tan sambil berdehem beberapa kali...


"bagus... ingatlah bahwa kau masih baru akan berumur 17 tahun, belum bisa dikatakan legal untuk minum minuman beralkohol dan juga bercinta dengan wanita manapun... karena saat umurmu sudah melewati 18 tahun pun itu masih belum akan ayah izinkan walaupun di mata hukum kamu sudah legal untuk melakukan itu... hanya saat dirimu berumur 20 tahun itu diperbolehkan..." ujar Kim mengingatkan putra keduanya ini karena Tan lah yang paling ingin bersikap bebas dan menikmati hidupnya sebebas-bebasnya,


Kim hanya tidak mau kalau sampai anaknya terlibat dalam pergaulan bebas yang kebablasan sampai melakukan **** bebas yang membahayakan dan menggunakan obat-obatan terlarang, karena bagaimana pun juga kebebasan di USA jauh melebihi batasan-batasan yang ada di negara mereka ini...


"jangan khawatir ayah... aku akan selalu mengawasinya, dia selalu dalam pengawasanku disana... dan kalian juga..." ujar Art sambil menunjuk semua adik-adiknya itu....


"ayolah ayah... aku tidak sebodoh itu sampai aku terjerumus dalam pergaulan bebas yang dapat membahayakan diriku sendiri... percayalah padaku..." sahut Tan sambil menatap ayahnya dengan penuh keyakinan...


"ayah percaya sepenuhnya kepada kalian... maka dari itu kalian harus benar-benar menjaga kepercayaan yang ayah berikan..." sahut Kim sambil menutup berkas yang sedari tadi ia kerjakan...


"sekarang pergilah... temui ibu kalian, mereka pasti sudah sangat merindukan kalian..." ujar Kim pada semuanya...


"Daw panggil Nan kemari..." perintah Kim pada Daw yang sudah menerima berkas yang sudah selesai ia tanda tangani itu...

__ADS_1


"baik bos..." sahut Daw yang langsung pergi meninggalkan ruang kerja bosnya ini...


"kalau begitu kami pergi dulu ayah... sampai jumpa di rumah..." ujar Art dan Tan berbarengan...


"paman kami juga pergi... sampai jumpa paman..." ujar Vat, Naw dan Vat...


"kau tidak mau memberitahukan masalah ini pada mereka juga?" tanya Mario pada Kim


"tidak sekarang Mario... mereka baru saja sampai, biarkan mereka melepaskan rindu dengan ibu mereka..." sahut Kim kembali duduk di meja kerjanya...


***


15 menit kemudian,


Di depan gerbang sekolah Pim yang baru saja membunyikan bel pulang sekolahnya tiba-tiba menjadi riuh karena kedatangan beberapa orang pria tampan yang sedang menunggu seseorang di depan gerbang sekolah mereka ini...


Sampai seorang perempuan cantik yang masih duduk di kelas 2 SMA ini keluar gerbang dan melihat sekitarnya mencari-cari pria yang biasanya akan menunggunya pulang sekolah...


"kak Lee... ayo kita pulang..." seru Pim pada Lee yang juga belum menyadari kedatangan dari Art dan yang lainnya...


Mendengar suara yang begitu familiar dan juga sangat ia rindukan ini, Pim langsung menoleh dengan cepat... matanya seketika langsung berbinar-binar melihat siapa yang datang, begitu juga dengan Lee yang terkejut sekaligus senang melihat kak Art dan yang lainnya sudah pulang dari USA...


"kakak!!!" teriak Pim yang langsung berlari dan menubrukan tubuhnya pada kakak kesayangannya ini...


Setelah puas memeluk Art, Pim menoleh kepada 4 laki-laki lain yang bersandar di mobil yang mengantar mereka saat ini...


"Tan!!! aku juga merindukanmu!!!!" teriak Pim lagi sambil memeluk tubuh kakaknya ini... tidak hanya memeluknya namun juga memukuli dadanya...


"awww... kebrutalanmu ini masih saja sama dengan sebelumnya..." ujar Tan terkekeh pelan...


"ayo kita pulang... ibu pasti akan sangat senang!!!" ujar Pim kepada mereka semua...

__ADS_1


"ya sudah ayo kita pulang bersama-sama... Lee ajak Pim pulang ke rumah dan ingat berhati-hatilah di jalanan..." ujar Art mengingatkan sebelum mereka pulang...


"baik kak.. itu pasti..." sahut Lee sambil tersenyum manis


Merekapun pulang ke rumah bersama-sama dengan mobil yang berjalan beriringan...


***


Sesampainya di rumah, Pim dengan cepat turun dan membuka pintu rumahnya lebar-lebar sebelum pelayan rumahnya sempat untuk membukakan pintunya...


"ibu!!! liat siapa yang pulang!!!" teriak Pim pada Aom yang sedang memakan buah segar bersama dengan Sara, Baifren dan Tae...


"ibu... kami pulang..." ujar mereka berlima dengan sangat kompak


Melihat anak-anaknya sudah pulang, Aom, Tae dan Sara sangat bahagia sampai-sampai garpu yang mereka gunakan untuk menyantap buah segar itu terlepas begitu saja dari tangan mereka...


"sayang... kalian sudah pulang?!" ujar Aom sambil berlari memeluk kedua anaknya itu...


Mereka memeluk tubuh putra mereka masing-masing dengan sangat kuat, seakan sedang menyalurkan semua rasa rindu yang selama ini sudah menumpuk di dalam hati mereka ini... dan tanpa terasa air mata mereka mengalir begitu saja...


"ibu jangan menangis... apa ibu tidak senang dengan kepulangan kami ini? hmmm?" ujar Art sambil mengusap lembut air mata Aom yang mengalir di pipinya itu...


"ini air mata bahagia anakku sayang... kenapa kalian tidak mengabari sebelum pulang? jika kalian memberikan kabar ibu pasti akan masak makanan yang enak-enak agar kalian bisa langsung makan sekarang..." sahut Aom sambil mengelap ujung matanya yang masih berair...


"kalau kami bilang kan tidak lagi disebut dengan surprise ibuku sayang... tidak seru juga jika kalian sudah mengetahuinya kan... hehehe..." sahut Tan terkekeh pelan sambil memeluk Aom lagi... ia benar-benar merindukan pelukan dari ibunya... pelukan lembut yang sangat menenangkan ini velum bisa ia temukan pada wanita lainnya...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2