His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Air Mata Yang Jatuh Begitu Saja


__ADS_3

Setelah Jeab berdiri beberapa saat di depan Kim, ia menarik napas lalu mulai berbicara padanya,


“ Aku akan langsung ke intinya saja Kim... salah satu bayinya terlilit tali pusar dan itu adalah keadaan yang sangat membahayakan bagi bayinya, sekarang semuanya sedang aku perintahkan untuk mempersiapkan penanganannya, dan satu hal lagi aku bisa bilang bahwa kontraksi keras dari perut Aom saat ini merupakan keberuntungan karena jika terlambat diketahui maka bayi itu mungkin saja tidak akan memiliki peluang untuk selamat ” ujar Jeab menjelaskan secara singkat yang terjadi saat ini pada Kim,


“ Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang? ” tanya Kim tidak sabar karena begitu merasa cemas setelah mendengar situasinya,


“ Kami sekarang akan langsung mengambil tindakan operasi caesar untuk menyelamatkan bayinya, kau pasti setuju kan? ” tanya Jeab meminta persetujuan Kim sebagai wali pasien tentunya,


“ Tentu saja! cepat lakukan! tidak perlu formalitas apapun lagi! cepat lakukan jangan buang waktu! ” perintah Kim setengah berteriak pada Jeab


“ Tenangkan dirimu dulu sekarang, jika tidak maka aku tidak akan membiarkanmu menemaninya di dalam karena itu hanya akan membuat istrimu itu ikut-ikutan cemas dan mempengaruhi kondisi mental serta fisiknya yang bisa menggangu proses operasinya nanti dikarenakan anestesinya hanya akan dilakukan setengah badan saja di operasi caesar ini ” ujar Jeab dan setelah selesai bicara ia langsung meninggalkan Kim disana untuk melakukan sterilisasi diri sebelum ia memimpin operasi caesar Aom sekarang juga,


Saat ini untuk ketiga kalinya Kim menemani Aom melakukan operasi caesar namun ini pertama kalinya ia merasa sangat cemas dan waspada, karena sebelumnya Aom tidak pernah kesakitan seperti ini meskipun sering mengalami kontraksi perut sebelum melahirkan Tan dan Pim... Namun meskipun pikirannya sedang cemas, Kim terus mencoba memaksakan senyumnya dan mengajak Aom berbicara terus menerus agar istrinya merasa nyaman di dalam ruang operasi ini, ia berusaha untuk membuat percakapan mereka sangat menarik dan terkadang bahkan membual untuk membuat Aom tertawa kecil selama operasi berlangsung, setelah kurang lebih 40 menit berlalu, tiba-tiba suara tangisan bayi memenuhi seluruh ruang operasi itu, hingga Aom menitikkan air matanya... Rasa bahagia dan haru bercampur aduk di dalam hatinya hingga tak ada kata yang dapat menggambarkan bagaimana perasaannya saat ini,


“ Anak Kita... ” ujar Aom sambil menatap Kim dengan matanya yang dibasahi air mata


“ Ya... anak kita sudah lahir dengan selamat sayang... ” sahut Kim yang ikut terharu tapi tidak sampai menangis karena mendengar tangisan bayi mereka itu,


Lalu setelah beberapa saat, Jeab datang membawa satu bayinya yang tidak menangis sementara bayi satunya masih menangis disisi lainnya... Wajah Jeab terlihat sedikit suram lalu suster yang berada di samping Jeab membantu untuk membukakan baju operasi Aom sedikit setelah itu Jeab membaringkan bayi itu di dada Aom namun tidak ada sedikitpun pergerakannya... Hal ini seketika membuat Kim dan Aom terkejut melihatnya...


“ Apakah bayinya... ” ujar Aom dengan suara bergetar hebat setelah cukup lama tidak ada sedikitpun pergerakan dari bayi mungilnya itu,


“ Jantungnya baru saja tiba-tiba berhenti berdetak... tadinya detak jantung bayinya hanya lemah setelah diselamatkan dari lilitan tali pusarnya tapi... ” ujar Jeab pelan, perasaannya saat ini tentu saja ikut menjadi sangat sedih karenanya...


“ Anakku... ” lirih Aom sambil menangis mendekap bayi mungil yang masih meringkuk tak berdaya di dadanya itu, sementara Kim berdiri mematung di sebelah Aom tanpa mengedipkan matanya sekalipun...

__ADS_1


Kim masih saja terdiam lalu tiba-tiba air matanya mengalir begitu saja melewati pipinya dan jatuh ke lantai ruangan itu... ia menangis tanpa suara, hatinya terasa sangat hancur melihat bayi mungil itu meringkuk tak berdaya di atas dada Aom...


Kim mengulurkan tangannya perlahan dan mengelus kepala bayi itu pelan sebelum berkata,


“ Kamu sudah bekerja keras nak... ” ujar Kim namun ia tidak mampu mengucapkan apapun lagi,


*****


Pukul setengah 1 dini hari,


Bandara internasional Bangkok,


Art baru saja mendarat di bandara internasional Bangkok dengan pesawat pribadinya, ia memutuskan untuk segera pulang kembali ke Thailand setelah menerima ijazahnya dan mengambil surat permohonan untuk tidak mengikuti kegiatan wisuda secara langsung yang akan diadakan 3 minggu lagi di kampusnya itu,


“ Tidak ada bagasi tuan? ” tanya supir taksi itu pada Art yang tidak terlihat membawa koper maupun tas


“ Tidak ” sahut Art singkat dan ia langsung masuk ke dalam mobil taksi itu,


“ Pasti orang kaya hingga tidak perlu membawa apapun... ” gumam sopir taksi itu berjalan memutar lagi ke tempat duduk supir karena tidak ada barang untuk ditaruh di bagasinya


“ Kemana tujuan anda tuan? ” tanya supir itu pada Art yang duduk di kursi penumpang,


“ Uttaradit Mansion Hill ” sahut Art sambil memainkan ponselnya


“ Apa? kemana? ” ujar sopir itu reflek setelah mendengar arah tujuan mereka yang baru saja dikatakan oleh Art

__ADS_1


“ Maaf tuan, tapi tidak sembarang orang bisa masuk ke daerah perbukitan itu karena... ” ujar supir itu sedikit cemas,


“ Tidak apa, antarkan saja kesana, saya akan membayar anda 2 kali lipat berapapun tarifnya ” sahut Art acuh tak acuh lalu ia menggunakan headset bluetooth nya dan memejamkan matanya sebelum supir itu mampu berkata-kata lagi,


“ Ya tuhan... Bagaimana ini ” gumam supir itu lalu dengan terpaksa tetap harus menjalankan mobilnya setelah melihat tarif yang akan ia dapatkan jika mengantar penumpang ini...


Kebetulan sekali ia sedang butuh uang cepat saat ini hingga ia hanya bisa memilih untuk mengantarkan penumpangnya ini ke tempat yang terlarang itu, tentu saja hampir seluruh masyarakat tahu rahasia umum mengapa tempat itu menjadi kawasan yang dianggap terlarang meskipun bukan kawasan konservasi hutan lindung,


Setelah 5 jam perjalanan yang melelahkan akhirnya mereka sampai di pos keamanan pertama, sehingga beberapa orang penjaga yang berjaga disana langsung menghampiri taksi itu ketika mobil itu mendekati gerbang masuk,


“ Buka kacanya! ” teriak penjaga itu dari luar mobil itu dan mengetuknya beberapa kali


“ Malam pak... ” sahut supir taksi itu dengan hati-hati


“ Untuk apa kau kesini? ” tanya penjaga itu lagi


“ Saya hanya disuruh untuk mengantarkan tuan ini kemari, katanya tujuannya adalah Uttaradit Mansion Hill... walaupun saya sudah berusaha menjelaskan bahwa tidak sembarang orang dapat kemari tapi ia tetap bersikeras pak... ” sahut supir taksi itu mengatakan yang sebenar-benarnya tanpa ada yang ia tutupi sedikitpun,


“ Turunkan kaca belakangnya ” perintah penjaga yang satunya setelah melihat siluet bayangan orang yang ada di kursi penumpang taksi itu dan supir taksi itupun langsung menurutinya dengan patuh,


” Tuan muda... ” ujarnya terkejut melihat siapa yang ada di dalam taksi itu


___________________


See You Tomorrow

__ADS_1


__ADS_2