
HAPPY READING GUYS
________________________
Keesokan harinya, di pagi hari yang cerah ini...
seorang wanita yang sudah tertidur dengan sangat lelapnya karena rasa takut, kecemasan dan menangis membuat ia cukup kelelahan malam kemarin...
ia bahkan tidak sadar kalau dirinya tertidur di depan pintu kamarnya kemarin...
Tapi pagi ini berbeda, ia tak lagi merasakan dinginnya lantai kamar... melainkan menikmati hangatnya dekapan lelakinya, suami dan juga ayah dari anaknya tanpa ia sadari...
Perlahan namun pasti ketika matahari sudah mulai terbit untuk menyinari seluruh alam ini, sinarnya yang menyilaukan mata juga masuk menembus jendela kamar mereka tanpa permisi...
Mengusik tidur nyenyak mereka, dan membuat wanita itu mulai terbangun dari tidurnya yang begitu nyaman dari malam kemarin sampai pagi ini...
Aom perlahan membuka matanya karena merasa terganggu oleh silaunya cahaya matahari yang memasuki kamarnya lewat celah-celah jendela kamar ini...
ketika kesadarannya sudah ia kumpulkan dengan sempurna, Aom menyadari jika pinggangnya terasa sedikit berat lalu ia menoleh kearah tempat tidur di sampingnya...
Dengkuran sangat halus dari suami tercintanya itu entah bagaimana terdengar begitu indah sekarang ini... dan tanpa terasa air mata Aom mengalir begitu saja...
"dia tidak pergi... dia masih bersamaku... terima kasih tuhan... engkau mengabulkan permohonanku..." gumam Aom sambil mengelus lembut pipi dan dagu suaminya itu, lalu memeluk tubuhnya dengan erat seakan memastikan ini nyata... ia sudah bangun dari tidurnya dan ini bukanlah mimpi...
"hmmmm... masih pagi, jangan bangunkan aku dulu..." gumam Kim tanpa sadar seperti biasanya ketika dia mengantuk berat setelah begadang menyelesaikan pekerjaannya...
"aku tidak akan membangunkanmu sayang... aku hanya mau memelukmu, memastikan dirimu tidak akan pernah pergi dariku dalam kondisi apapun..." sahut Aom walaupun ia tahu Kim sama sekali tidak mendengarnya karena Kim sudah terlelap kembali dalam tidurnya yang semakin dalam...
__ADS_1
"terima kasih karena sudah membawaku tidur di tempat tidur... seingatku aku terakhir kali masih duduk dan menyandar di depan pintu, dan entah kapan aku mulai terlelap kemarin... sayang... aku mencintaimu... sangat mencintaimu..." ujar Aom sambil mengecup bibir Kim yang masih tertidur pulas...
Cuppp...
Satu kecupan, dua kecupan, tiga kecupan...
"Apa begitu menyenangkan menciumiku ketika aku tidur sayang?" tanya Kim tiba-tiba dengan suara khas orang baru bangun tidur... sedikit serat dan berat...
"apa kamu sudah tidak marah lagi padaku sayang?" tanya Aom sambil menundukkan kepalanya ragu...
"aku mungkin bisa sangat mengerikan seperti kemarin malam dilain waktu sayang... apa kamu masih mau bersamaku? bersama seorang pria yang mengerikan sepertiku?" tanya Kim pelan, ia terdengar begitu pasrah mengatakan itu pada Aom sambil memeluk tubuh Aom dengan sangat erat...
"aku tidak peduli dengan apapun sayang... dan jangan pikir bahwa aku ini gadis lemah... jika aku hanya seorang gadis lemah maka aku dari awal tidak akan pernah berani untuk memilih menikahi pria sepertimu... aku hanya meminta satu hal sayang... jangan pernah tinggalkan aku ya... bahkan walaupun hanya dalam benakmu saja... kamu sudah seperti oksigenku, jika kamu pergi maka aku bisa mati..." sahut Aom sambil mendongakkan kepalanya keatas menatap wajah Kim nya ini...
"terima kasih... terima kasih sudah mau menerima kekuranganku ini Aom..." ujar Kim pelan sambil memeluk Aom dengan sangat eratnya hingga Aom kesulitan untuk bernapas karenanya...
"apa yang membuatmu bingung sayang? katakanlah... aku tidak akan membiarkanmu memiliki banyak pikiran..." ujar Kim dengan penuh perhatian pada Aom...
"aku harus memanggilmu siapa sayang? Maru? Kim? kak Suppanad? atau Zero?" tanya Aom sambil mencubit kedua pipi Kim dan tersenyum senang saat ia berhasil membuat senyuman lebar di wajah Kim dengan menarik-narik pipinya itu...
Wajah tampan yang sering tampak begitu datar namun terlihat menawan dan begitu elegan, tatapan mata yang tajam dan begitu dingin yang membuatnya memiliki kesan yang keren dibumbui sedikit rasa intimidasi jika kita menatapnya, perpaduan yang membuat Kim menjadi pria misterius yang membuat setiap orang kagum pada dirinya, membuat orang semakin penasaran untuk mengenal dirinya lebih jauh lagi dengan segudang rahasia yang ia miliki dalam hidupnya...
Pria dengan segudang talenta dalam dirinya ini, membuat dia tampak begitu sempurna sebagai seorang contoh dari suami idaman bagi para wanita,
Tapi dibalik itu semua, ia juga memiliki kekurangan... karena bagaimanapun juga ia tetap hanya menjadi manusia biasa, yang pasti punya kekurangan dalam dirinya...
Ya...
__ADS_1
Kekurangan Kim terletak pada emosionalnya yang bermasalah karena dipicu oleh lingkungan yang keras, tanpa kasih sayang seorang ibu sejak ia dilahirkan, ayahnya yang juga memiliki masalah dalam kontrol emosionalnya, dan juga trauma dari beberapa kejadian di masa kecilnya akibat terlalu sering diculik dan juga disiksa oleh musuh ayahnya...
Bayangkan jika seandainya ia tak harus menjalani semua itu... mungkin Kim benar-benar akan menjadi seorang sosok laki-laki dan figur seorang suami yang sangat sempurna bukan?
Tapi tetap waktu tidak dapat diputar ulang...
seorang manusia memang selalu ditempa oleh waktu dan keadaan...
saat mereka mampu melewati dan mengatasi masalah yang mereka punya, maka mereka akan menjadi seorang yang lebih baik dari sebelumnya... melampaui batas-batas yang ia miliki dan menjadi orang hebat...
"panggil aku sesukamu sayang... itu tidak ada bedanya... karena semua itu aku... karena semua itu adalah nama dari laki-laki yang selalu mencintaimu, mencintaimu dengan cara yang tak biasa... Maru sebagai sosok seorang anak laki-laki nakal yang selalu berhasil membuatmu tersenyum dan tertawa meskipun sering bertengkar juga... sedangkan kak Suppanad adalah seorang laki-laki yang berhasil membuatmu benar-benar jatuh cinta padanya hingga mau menyerahkan dirimu seutuhnya pada dirinya... lalu seorang Zero yang selalu ada untuk melindungimu dari bahaya dan juga musuh-musuhmu sebagai akibat dari misi-misi yang diberikan oleh badan intelijen... seorang pria yang tidak terkalahkan, dan yang terakhir adalah seorang Kim Hans Suppanad... pria kejam, tegas dan menakutkan yang menjadi pimpinan SDG... pria sedingin es dan misterius ini yang ternyata juga bisa bersikap manis dan penuh cinta padamu asalkan berada di dalam rumah... di luar rumah itu beda lagi... citranya harus selalu ia jaga tentunya... hahaha" sahut Kim panjang lebar,
"kamu mau memanggilku dengan nama panggilan apapun akan selalu terdengar indah ditelingaku karena kamu yang mengucapkannya... maka semuanya akan terdengar indah..." ujar Kim lagi...
"baiklah, aku tidak akan memanggilmu dengan semua sebutan itu... aku akan memanggilmu sayang saja..." goda Aom dan,
Cuuuppphhh...
Kim mencium bibir Aom dengan lembut, hanya menempel tanpa mempermainkannya karena ini terlalu pagi untuk memulai sesuatu yang panas... terlebih lagi Kim sudah mempersiapkan rencana jalan-jalan yang indah untuk dirinya dan Aom, begitu juga untuk para sahabatnya dan istri-istri mereka juga...
______________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1