His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Nyaman Disini Paman?


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Setelah Pim, Ace dan ibu pergi jalan-jalan ditemani oleh Mario, Zee dan Nan juga...


Kim dan Aom pergi menuju pohon besar itu, yang tepat di bawah pohon besar itu adalah tempat peristirahatan terakhir dari papa Aom, paman Manaying sekaligus seorang guru yang sangat Kim hormati itu...


"ayah mertua aku datang mengunjungimu lagi..." ujar Kim yang duduk di sebelah pusara Manaying itu bersama dengan Aom...


"papa apa disini menyenangkan? aku merindukanmu..." ujar Aom sambil mengelus batu pusara yang berisi nama dan juga poto papanya itu, lalu Kim memeluk Aom dari samping dan berkata,


"terima kasih karena ayah mertua sudah mau memberikan kesempatan kedua ini untukku... ayah... aku berjanji akan menjaga putrimu ini sebaik dan sekuat yang kubisa... di setiap detik hidupku ayah..." ujar Kim lagi sambil diterpa angin sore yang begitu menyejukkan ditambah harum bunga dari taman luas di disekitar pohon besar ini...


"terasa sangat nyaman... kenapa pelukanmu tidak pernah bosan aku nikmati sayang..." ujar Aom sambil menikmati harum tubuh Kim yang begitu maskulin itu...


"memangnya siapa lagi yang aku izinkan untuk menikmati pelukanku yang nyaman ini selain dirimu dan anak-anak sayang... hahaha" sahut Kim dengan bangganya


"tidak ada... dan tidak akan boleh ada yang lain..." ujar Aom sambil memeluk tubuh Kim posesif


Mereka berdua menikmati indahnya sore ini di Pattaya... hanya berdua, seperti yang sudah Kim rencanakan...


ia ingin berlibur sejenak dan menghabiskan waktu berdua bersama dengan istri tercintanya ini... tenang dan tanpa gangguan...


Saat mentari senja sudah siap kembali tenggelam di ujung upuk barat dan meninggalkan cahaya senja yang indah, Kim dan Aom memutuskan untuk kembali ke dalam rumah...


Kim juga sudah bersikap protektif terhadap Aom karena angin malam sudah mulai berhembus... Kim tidak mau angin malam yang tak tahu diri ini membuat istrinya sakit, maka ia segera mengajak Aom masuk ke dalam rumah...


"kenapa mereka belum kembali ini sudah hampir malam..." ujar Aom melihat kearah luar karena Pim dan yang lainnya sama sekali belum ada tanda-tanda sudah kembali pulang...


"mungkin saja mereka sedang mencari hidangan laut sayang... kamu tahu kan ibu selalu merekomendasikan hal itu, karena bergizi dan mengandung nutrisi tinggi..." ujar Kim menirukan gestur khas dari mama Aom ketika selalu menekankan untuk makan makanan bergizi seperti ikan, udang, sayur dan yang lainnya...


"hahaha kamu ini ya, berhentilah... aku mau masak dulu... bagaimana aku mau masak jika kamu terus membuatku tertawa sayang..." ujar Aom sambil mencubit pipi Kim dengan gemasnya

__ADS_1


"cium dulu baru boleh pergi..." ujar Kim sambil menahan tangan Aom yang hendak pergi ke dapur


"iiihhh manjanya suamiku ini ya... muuuaaahh" sahut Aom sambil memberikan ciuman singkat di bibir Kim itu...


"aku mau membantumu..." sahut Kim sambil mengikuti Aom ke dapur...


Merekapun mulai memotong sayuran, wortel, dan daging ayam, sesekali Aom terkekeh karena Kim selalu menyempatkan diri untuk menggodanya di sela-sela kegiatan memasaknya itu...


"jika aku bercerita pada orang-orang bahwa seorang bos mafia besar sebesar SDG membantuku memasak pasti mereka tidak akan percaya, mereka pasti bilang aku sedang bermimpi dan mengigau... hihihi" ujar Aom sambil terkekeh geli karena melihat seorang Kim Hans yang benar-benar berbeda saat mereka hanya berdua seperti ini...


"karena hanya kamu yang boleh melihatku memasak sayang..." canda Kim sambil memeluk pinggang Aom dari belakang lalu mencium pipinya...


"sayang... cukup, jangan mulai lagi... ini tidak akan selesai kalau kamu seperti ini terus..." protes Aom karena Kim tidak henti-hentinya selalu menggodanya...


"kita belum pernah melakukannya di rumah ini kan sayang? mau coba?" tqnyq Kim sambil tersenyum nakal pada istrinya


"jangan berpikiran yang tidak-tidak... supnya sudah matang... lebih baik bantu aku bawa ayamnya ke meja makan, selagi aku menyajikan supnya sayang..." sahut Aom sambil menarik daun telinga Kim yang tak pernah bosan menggodanya dan juga tidak pernah kenal tempat untuk menggoda dirinya


"iya-iya... tapi jangan harap malam ini bisa kabur ya..." bisik Kim yang terdengar begitu seksi dan menggoda...


Lalu tiba-tiba terdengar suara bel pintu depan berbunyi selagi Aom mempersiapkan untuk membawa sup itu ke atas meja makan...


"sayang, bisa tolong buka pintunya? kelihatannya Pim dan yang lainnya sudah pulang..." teriak Aom dari arah dapur


"oke..." sahut Kim yang langsung menuju pintu depan...


"tapi kenapa mereka membunyikan bel? ini kan rumah mama..." gumam Aom sambil meletakkan mangkuk sup besar itu diatas meja makan...


"sayang...." ujar Aom yang menyusul kedepan dan melihat Kim membukakan pintu untuk seseorang yang nampak ia kenal,


"dia bilang mau menemui ibu..." ujar Kim saat melihat Aom termenung seakan terkejut melihat siapa yang datang...


"Aom!" teriak orang itu yang tak lain adalah Anan, saat matanya bertemu dengan Aom

__ADS_1


Dan tanpa basa-basi lagi Anan langsung menerobos masuk menghampiri Aom, dalam benaknya ia hanya terfokus pada Aom saja...


Tak memperdulikan siapa sebenarnya pria yang ada dihadapannya ini...


Melihat itu wajah Kim langsung berubah datar dan penuh dengan hawa membunuh yang ia pancarkan, ekspresi wajah yang benar-benar sangat tidak bersahabat...


"siapa laki-laki brengsek ini!" gumam Kim dalam hatinya yang sudah tidak bisa lagi tinggal diam melihat seorang pria tak dikenal mendekati Aomnya... istri tercintanya yang tak pernah ia biarkan siapapun mendekat lebih dari 2 meter...


Akan tetapi apa yang dilakukan pria itu selanjutnya langsung membuat Kim lepas kendali, pikirannya yang berusaha ia jaga untuk tetap jernih tiba-tiba menjadi hitam pekat setelah melihat pria tak dikenal itu menghampiri dan memeluk istrinya tanpa permisi...


"brengsek! beraninya kau!" geram Kim yang langsung menarik kerah baju bagian belakang pria itu dan memukul wajahnya hingga pria itu tersungkur di lantai...


***


Di sisi lain,


di luar rumah, Pim, Ace, nenek dan paman-pamannya itu baru saja kembali dari jalan-jalan menyenangkan mereka sedari sore tadi mereka pergi...


Namun saat turun dari mobil, ibu Wana melihat sebuah mobil BMW yang sudah tidak asing lagi baginya... tiba-tiba kecemasan pun mulai muncul dalam dirinya...


"Mario, Zee, Nan gawat... cepat kalian lihat apa di dalam baik-baik saja!" ujar ibu Wana yang terlihat begitu panik


"ada apa bu? siapa yang datang?" tanya Mario saat melihat mobil tak dikenal itu terparkir di halaman...


"mantan kekasih Aom" sahut ibu Wana cepat sambil bergegas untuk masuk ke dalam rumah...


"Kekacauan!" ujar Zee yang langsung berlari masuk mendahului ibu bersama Mario dan Nan...


______________________


jangan lupa vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2