His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Jebakan Batman!


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Kini Kim sudah duduk di meja makan bersama Aom dan juga ketiga anak-anaknya yang tampan dan cantik ini...


Roti, selai, omelette, salad, sosis, jus jeruk, teh hangat dan susu hangat sudah tersaji di atas meja menunggu untuk segera mereka semua santap sebagai sarapan mereka pagi ini... Beberapa obrolan ringan terjadi begitu saja disela-sela mereka menikmati sarapan pagi ini... Namun Aom tampak tidak bersemangat menikmati sarapannya pagi ini...


Ia terlihat sangat tidak berselera dan hanya memotong-motong rotinya tanpa ada yang ia makan sedikitpun, tentu saja ini tidak luput dari perhatian Kim...


"Sayang, ada apa? Kenapa kamu tidak makan?" Tanya Kim dengan lembut dan penuh perhatian pada istrinya yang kini tengah mengandung buah hatinya lagi,


"Semuanya terlihat tidak enak... Bolehkah aku makan makanan yang lain?" Tanya Aom dengan lembut dan dengan intonasi yang terdengar sangat manja layaknya seorang gadis kecil,


"Ibu mau makan apa? Jika di rumah tidak ada aku akan carikan di luar..." Ujar Art merespon dengan sangat cepat,


"Ya bu... Katakan saja, kami berdua akan segera carikan!" Sahut Tan tak kalah bersemangat,


Mereka berdua selalu siap sedia memenuhi apapun yang ibu mereka inginkan semenjak tahu bahwa Aom saat ini benar-benar hamil dan sebentar lagi mereka akan memiliki adik baru lagi...


"Atau mau aku yang memasak untuk ibu? Aku tidak keberatan jika ibu mau..." Ujar Pim menawarkan dirinya juga untuk bisa memenuhi apapun yang ibunya inginkan saat ini,


"Hah?! Jangan mau bu! Nanti ibu dan calon adik bisa-bisa keracunan karena masakannya" ujar Tan sambil tersenyum kecut karena ia tahu bahwa kemampuan Pim untuk memasak sesuatu masih sangat dibawah standar,


"Enak saja! Aku tidak seburuk itu tahu!" Sahut Pim tidak terima dengan ucapan Tan


"Kamu mau apa sayang?" Tanya Kim sambil tersenyum manis mengabaikan perdebatan kecil yang terjadi diantara kedua anaknya itu,


"Aku mau... Kari ayam sayang, boleh ya..." Pinta Aom dan Kim langsung mengangguk setuju sambil menjentikkan jarinya memanggil para pelayan,


"Apa yang perlu kami siapkan bos?" Tanya salah satu pelayan itu yang sudah tahu kalau nyonya besar mereka pasti sedang menginginkan sesuatu karena ia sedang ngidam dan itu sangat lumrah bagi seorang wanita hamil tentunya...

__ADS_1


"Cepat siapkan kari ayam yang enak untuk istriku..." Ujar Kim memberikan perintahnya, namun sebelum pelayan itu bergegas menuju dapur untuk meminta koki segera memasak kari ayam itu, Aom menambahkan permintaannya lagi...


"Dan juga berikan aku sambal yang banyak!" Ujar Aom bersemangat,


"Baik nyonya..." Sahut pelayan itu dan mereka langsung cepat-cepat menuju dapur,


Setelah sekitar 25 menit, akhirnya makanan yang ia minta pun sudah matang dan disajikan di hadapan Aom... Aromanya begitu harum dan enak,


Dengan penuh semangat Aom mengambil sendok dan mulai mencicipi kuah kari ayam itu dan tersenyum senang karena rasanya sangat enak... Namun tangannya terhenti dan matanya melirik sambal cabai yang sudah disajikan di atas sebuah mangkuk kecil yang terlihat begitu menggoda...


Aom segera menyendok sambal itu dan mencampakkannya dengan kuah kari ayamnya,


1 sendok, 2 sendok, 3 sendok, 4 sendok, 5 sendok, 6 sendok, 7 sendok...


Kim yang melihat itu sedikit melotot karena itu terlalu banyak hanya untuk dicampurkan ke dalam semangkuk kari ayam... Bisa-bisa perutnya terbakar karena terlalu pedas...


Kim langsung dengan cepat menahan tangan Aom yang hendak mengambil sendokan ke-8 dan berkata,


"Cukup sayang, jangan tambah cabainya lagi... Itu sangat tidak baik untuk tubuhmu dan juga anak kita..." Ujar Kim penuh perhatian pada Aom karena ia tidak ingin ada sesuatu yang buruk yang bisa terjadi pada istri dan calon anak mereka yang saat ini tengah berkembang di dalam rahim istrinya ini...


"Kamu melarangku?" Tanya Aom dengan sedih,


Tentu saja Kim bukan orang bodoh yang tidak bisa memahami keadaan Aom saat ini setelah memiliki 2 kali pengalaman menghadapi mood swing Aom ketika ia sedang mengandung Tan dan Pim dulu...


Kim dengan cepat meraih tangan Aom dan menggelengkan kepalanya pelan,


"Aku tidak melarangmu untuk melakukan apapun sayang, tapi jangan lakukan apapun yang bisa membuat dirimu dan bayi kita yang sedang berkembang di dalam sini merasa sakit... Lihatlah kuah itu sudah berubah semakin merah karena terlalu banyak cabai yang kamu campurkan, bagaimana kalau nanti perutmu sakit?" Tanya Kim dengan lembut sambil mengusap perut Aom yang masih ramping dan datar itu...


"Sekarang kamu memarahiku!" Ujar Aom sedikit meninggi dengan air mata yang mulai menggenang di ujung matanya,


"Tidak sayang... Tidak... Aku tidak memarahimu... Bagaimana aku berani melakukan itu..." Sahut Kim lagi dengan lembut, sementara ketiga anaknya yang melihat dengan jelas apa yang sedang terjadi di hadapan mereka saat ini benar-benar bergulat dengan pikiran mereka masing-masing...

__ADS_1


"Apakah nanti kalau aku punya seorang istri dan dia sedang hamil aku akan menjadi sesulit ini dan harus terus bersabar seperti ayah saat ini? Hmmm... Aku harus mempelajarinya, ayah yang tegas dan kejam bisa berubah menjadi begitu lembut dan super sabar seperti ini pasti bukan tanpa sebab..." Gumam Art dalam hatinya,


"Astaga... Apa semua wanita hamil se-merepotkan ini? Aku harus berpikir berulang kali sebelum menghamili seseorang nantinya..." Gumam Tan dalam hatinya,


"Hmmm... Ibu menjadi sangat sensitif, apa nanti kalau aku hamil aku juga jadi seperti itu ya?... Hmmm... Tapi sebelum itu siapa yang akan menjadi suamiku? Hahaha..." Gumam Pim dalam hatinya,


"Kalau begitu aku mau kamu menghabiskan kari ini... Aku ingin melihatmu makan..." Ujar Aom sambil menggeser mangkuk kari ayam itu kehadapan Kim, Kim mengernyitkan dahinya sesaat ketika permintaan itu tiba-tiba muncul dan diarahkan kepadanya...


Art, Tan dan Pim tidak kalah terkejut mendengar permintaan ibu mereka ini...


Ini... Ini seperti semi-semi jebakan Batman!


Ayah mereka yang malang...


"Sayang..." Ujar Kim yang hendak mengatakan sesuatu namun Aom langsung memotong ucapannya,


"Kamu tidak mau? Ya sudah!" Sahut Aom dengan sangat cepat dan cemberut,


"Huuffttt... Baiklah sayang... Aku makan ini tapi setelah itu janji kamu harus makan yang banyak ya..." Sahut Kim pasrah lalu menatap anak-anaknya yang menatapnya dengan tatapan takjub sambil mengacungkan jempol kepadanya seakan-akan ingin mengatakan bahwa 'ayah berjuanglah!'... Sungguh kekanakan... Hahaha...


Kim mengambil sendok kemudian mulai memakan kari ayam itu, dan saat kuahnya bersentuhan dengan lidahnya...


Booom!!!


Lidahnya terasa seperti sedang dibakar hidup-hidup, ini bukan kari ayam yang ditambahkan cabai... Tapi lebih pas jika dibilang cabai yang ditambahkan kari ayam!


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2