His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Lukamu adalah Lukaku


__ADS_3

 


HAPPY READING GUYS 


__________________


Di saat yang sama Aom baru turun dari dalam mobil saat pintu dibukakan oleh anak buah Kim yang bertugas mengantarnya hari ini...


Dengan perasaan yang benar-benar dipenuhi kebahagiaan ia melangkahkan kakinya dengan cepat menuju lift khusus presdir itu... menekan tombol lantai teratas tempat Kim berada...


ia datang sendiri lagi kali ini, tanpa mengajak Tan ataupun Art bersamanya...


Matanya menatap dengan sangat berbinar-binar apa yang sedang ia bawakan untuk Kim kali ini...


Tiiing!


Aom telah sampai di lantai tertinggi gedung ini... tanpa basa-basi lagi ia langsung melangkah menuju ruangan Presdir, kali ini tanpa menyapa Zee seperti biasanya...


Zee yang melihat Aom berjalan kearah ruangan Kim tanpa bertanya ia boleh masuk atau tidak kedalam seperti biasanya, mencoba menghentikan Aom...


"Aom tunggu! jangan masuk!" seru Zee menghentikan langkah kaki Aom di depan pintu ruangan Presdir itu


"kenapa aku tidak boleh masuk Zee? apa Kim tidak ada di dalam?" tanya Aom penasaran


"dia ada di dalam tapi..." sahut Zee dipotong oleh Aom


"lalu kenapa aku tidak boleh masuk? Kim tidak akan marah walaupun aku mengganggu pekerjaannya sekarang..." ujar Aom enteng sambil langsung membuka pintu ruangan Kim itu...


Namun apa yang ia lihat pertama kali membuatnya membeku dan mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam sekarang ini...


ia melihat Kim tengah dipeluk wanita cantik di dalam sana, Kim juga terlihat membalas pelukannya... lalu wanita itu mencium pipi Kim dengan cepat...


"Hey kau ini masih saja sama seperti dulu ya..." ujar Kim sambil terkekeh kepada wanita itu, senyuman manis terlukis indah di wajah Kim yang tampan itu... dan untuk pertama kalinya Aom melihat senyum manis itu Kim berikan kepada wanita lain...


Tak lama kemudian mata mereka berdua bertemu...


"Aom..." ujar Kim mengernyitkan keningnya, belum sempat ia melanjutkan ucapannya Aom sudah berbicara...


"Maaf mengganggumu... seharusnya aku ketuk pintu dulu sebelum masuk..." ujar Aom dengan suara yang sudah bergetar...


Pikirannya sudah bercampur aduk sekarang ini, sesuatu yang ia takutkan benar-benar terjadi pikirnya...


Aom segera berlari dari sana secepat yang ia bisa menuju lift...


"Zee kejar dia!" teriak Kim dan Zee langsung berlari mengejar Aom yang sudah berlari cukup jauh, Kim juga berlari mengejarnya sampai akhirnya pintu lift itu tertutup rapat sebelum Zee mampu menghentikannya...


"sial!" umpat Kim lalu dengan cepat ia berlari menuruni tangga darurat

__ADS_1


langkah kakinya sangat cepat menuruni tangga itu... dua tangga sekaligus Kim lewati dalam setiap langkahnya...


Saat mencapai lantai 10, ia langsung berlari menuju depan lift dan memencet tombolnya... lift berhenti dan terbuka memperlihatkan tubuh mungil Aom tengah bersandar di pojokan dengan air mata yang sudah membasahi pipi mulusnya... wajah cantiknya terlihat sangat kacau saat ini...


Saat pintu lift itu terbuka dan memperlihatkan Kim berdiri di depannya Aom dengan terburu-buru menekan tombol agar pintu lift itu tertutup kembali...


Namun usahanya gagal, karena Kim sudah masuk kedalam...


"Kamu mau kemana sayang?" tanya Kim dengan nafas yang sedikit memburu setelah berlari tadi...


"keluar Kim! aku tidak mau bertemu denganmu sekarang!" teriak Aom merapatkan dirinya ke pojokan lift itu


"Hey dengar... kamu salah paham sayang... dengarkan aku..." ujar Kim dengan lembut


"Aku tidak mau bicara denganmu sekarang! aku mau pulang! jangan halangi aku Kim Hans!!!" teriak Aom frustasi, Kim hanya menghembuskan nafasnya pelan...


"baiklah... tapi aku yang mengantarmu pulang... tidak ada penolakan..." sahut Kim lembut


"tidak!" teriak Aom dengan luapan emosinya


"Aku tidak menerima penolakan!" ucap Kim dengan nada tinggi dan tegas, Aom hanya diam dengan air mata yang terus mengalir di pipinya...


Saat sampai di lantai dasar Kim langsung menyuruh anak buahnya menyiapkan mobilnya dari parkiran basement kantornya itu...


"siapkan mobilku cepat!" perintah Kim dengan keras membuat anak buahnya berlari tunggang langgang secepat mungkin mengambil mobil bosnya itu...


Ketegangan tiba-tiba melanda seluruh ruangan di lantai dasar perusahaannya setelah Kim memberikan perintahnya pada salah satu anak buahnya tadi dengan sangat keras...


sementara Aom masih terus menangis tanpa mengeluarkan suaranya...


Setelah mobil siap di depan gedung itu, Kim membukakan pintu untuk Aom lalu Aom duduk disana...


Kim berjalan memutar menuju kursi kemudi, lalu melajukan mobilnya menuju rumah...


Hening sesaat...


"Sebegitu tak percayanya kah kamu padaku Aom?" tanya Kim lembut namun sarat akan kekecewaan di dalamnya...


"...." Aom tetap diam... tak sepatah katapun keluar dari mulutnya...


"huuuufffftttt... baiklah aku tidak akan memaksakan apapun padamu..." ujar Kim lagi dengan pasrah...


Setelah itu tak ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka berdua sampai tiba di garasi rumah megah mereka itu...


Aom turun dan langsung meninggalkan Kim yang baru akan mematikan mesin mobilnya...


dada Kim terasa sangat sesak melihat Aom begitu terlihat menderita karenanya...

__ADS_1


Kim berjalan masuk kedalam rumah... ia bertanya kepada pelayan dimana ibu dan kedua anaknya berada...


"dimana ibu dan kedua anakku?" tanya Kim pada palayan yang tengah bertugas menjaga rumah hari ini...


"mereka ada di roof top tuan... perlu saya panggilkan?" tanya pelayanan itu dengan sopan


"tidak usah... biarkan mereka disana..." sahut Kim sambil terus berjalan menuju kamarnya...


Dibukanya pintu kamarnya, terlihat sepi namun sayup-sayup terdengar isak tangis dari wanitanya itu...


Kim masuk dan berjalan kearah tempat tidur mereka berada... ia membuka sepatunya sebelum naik keatas tempat tidur mereka...


Kim memeluk tubuh istrinya yang bergetar karena menangis... hatinya bagai tersayat belati tajam melihatnya menangis...


"Kamu salah paham sayang... dia itu adik angkatku yang baru saja kembali ke Thailand... dia bukan seperti yang kamu pikirkan... percayalah padaku..." ujar Kim lembut, Aom tak menjawab sedikitpun


"kamu percaya padaku kan?" tanya Kim lagi


"....." Aom tetap diam tak menanggapinya...


"sudah pernah aku katakan bahwa aku hanya akan mencintaimu... tak mungkin aku menghianati cinta kita... tapi aku tau, mungkin apa yang kamu lihat tadi membuatmu salah paham... dia memang selalu manja kepadaku dan kak YY..." ujar Kim lembut, namun Aom tetap tak bergeming sedikitpun...


"Aku akan pergi jika aku yang menjadi penyebab luka dan kesedihanmu... maafkan aku... tapi hanya itu yang bisa aku jelaskan... itulah kebenarannya... jika kamu memaafkanku telepon aku sayang..." ujar Kim lalu ia mencium pipi Aom dengan lembut cukup lama...


Lalu ia pergi keluar... membiarkan Aom menenangkan dirinya...


Zee yang baru saja sampai di rumah terlihat terburu-buru melangkah masuk ke rumah...


lalu ia melihat Kim berjalan keluar rumah...


"Mau kemana Kim?" tanya Zee dengan nafas yang memburu...


"Aku akan pergi sementara waktu... tolong kalian jaga mereka..." ujar Kim, tak dapat dipungkiri bahwa ia merasakan sakitnya juga... pikirannya kacau melihat Aom yang seakan begitu sangat membenci dirinya sekarang... walaupun sebenarnya dia tidak sepenuhnya bersalah dalam masalah ini...


"Kakak...." panggil gadis itu yang baru saja tiba, Kim hanya tersenyum melihatnya...


"Maafkan aku... karena perbuatanku semuanya jadi runyam begini..." ujarnya lagi


Kim berjalan mendekatinya lalu mengusap kepala gadis cantiknya pelan...


"Tidak apa-apa Natt... hanya salah paham saja..." ujar Kim sambil tersenyum lembut


"kapan kamu pulang? apa baru saja? apa kak YY tau kamu sudah kembali setelah menghilang bak ditelan bumi selama 10 tahun lamanya? bahkan kau tidak datang ke pernikahan kakakmu ini..." ujar Kim sambil mencubit kedua pipi Natt dengan gemas...


__________________


jangan lupa vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2