
"Sudah pasti lah.... Kami kan sudah..." jawab nan tercekat karena ia menutup rapat mulutnya sendiri dengan kedua tangannya
"Hooiiih jangan bilang kau sudah..." Ujar Mario lalu pintu terbuka memperlihatkan sosok kakaknya Kim dengan balutan tuxedo putih berkerah hitamnya yang terlihat sangat elegan ia gunakan...
"Wooow ramai sekali ya hahaha..." Ujar kakaknya tertawa
"Iya nih kak mereka menggangguku terus dari tadi gak bisa diam hahaha..." sahut Kim
"Kak Han tampan sekali, bisa-bisa nanti pengantinnya tertukar nih" goda Zee
"Hahaha maunya sih begitu Zee... kan kayaknya lebih bahagia kalau punya istri cantik lagi 1 ya... hahaha" sahut kakak Kim disambut tawa semua sahabat Kim yang ada di ruangan itu...
"Coba katakan lagi sekali kak?" Ujar Kim sambil mengulurkan hp'nya yang sudah tersambung dengan istri kakaknya di China
"Tidak tidak... Aku bercanda hahaha" ujar kakak Kim yang tau apa yang akan dilakukan adiknya itu
"Kakak ipar... hati-hati mengizinkannya keluar rumah, bisa-bisa dia bawa istri baru pulang... hahaha" ujar Kim kepada kakak iparnya di seberang telepon
"oh ya? Hahaha bilang jangan pernah pulang lagi jika dia melakukan itu... Oo iya selamat ya Kim atas pernikahanmu.. maaf kakak tidak bisa ikut hadir disana, kamu tau sendiri kan bagaimana keras kepalanya kakakmu itu Hmmm..."
"Iya kak tidak apa-apa... Semoga si calon jagoan sehat ya kak.. nanti aku akan mengunjunginya setelah ia lahir hehehe"
"iya itu sudah pasti Kim.. sana bersiaplah ingat jangan gugup" ujar kakak iparnya mengingatkan, lalu Kim menutup teleponnya setelah mengucapkan salamnya...
"Nah karena disini sudah banyak orang kakak akan menjadi pendamping Aom saja untuk menuju altar ya, sampai jumpa" ujar kakaknya lalu meninggalkan ruangan itu dan semuanya juga keluar mendampingi Kim yang berjalan menuju altar pemberkatan...
Tok tok tok...
__ADS_1
Suara ruangan Aom itu diketok
"boleh aku masuk Aom? Tante?" Suara kakak Kim terdengar dari luar ruangan itu
"iya masuk saja Han.." sahut mama Aom
"Wow adik ipar ku cantik sekali.." pujinya
"ah kakak bisa saja..." Sahut Aom malu-malu
"Aku yang akan mendampingi Aom menuju altar menggantikan paman Manaying ya Tante... boleh kan tante?" tanya kakak Kim kepada mama Aom
"terima kasih nak..." sahut mama Aom dan tersenyum melihat kakak Kim mengulurkan tangannya untuk menggandeng tangan Aom menuju Altar pemberkatan...
"Susah siap kan Aom?" Tanyanya lagi, Aom menarik nafasnya panjang lalu menghembuskannya perlahan...
"Iya kak aku siap" sahutnya dihiasi senyum manisnya itu...
Lalu tanpa disengaja matanya menatap bayangan seorang gadis cantik yang dibalut gaun putih yang warnanya senada dengan tuxedonya, tiba-tiba saja jantungnya langsung berdetak semakin cepat...
Betapa cantiknya gadis yang tengah digandeng kakaknya yang kini sedang semakin mendekat ke altar tempatnya berdiri sekarang....
"Aku tak pernah mengira hari ini akan terjadi" gumam Kim pada dirinya sendiri
"Kim Hans Suppanad, kuserahkan Aom putri kebanggaan paman Manaying kepadamu untuk dipercayakan sepenuhnya kepadamu... agar bisa kamu jaga seperti paman dan bibi Manaying menjaganya dari kecil sampai sekarang, membahagiakannya sampai akhir usiamu..." ujar kakaknya sambil mengulurkan tangan Aom yang sedari tadi ia pegang...
Aom menatap lekat sosok lelaki yang sebentar lagi akan resmi menjadi suaminya itu...
__ADS_1
Terpesona...
tentu saja dengan ketampanannya yang begitu menawan hati dengan balutan tuxedo putihnya itu...
Tak seorang pun akan tau bahwa dia adalah mafia yang paling ditakuti di Thailand jika terlihat seperti ini setiap harinya....
Kim meraih tangan Aom dengan lembut...
"aku berjanji akan menjaga, menyayangi dan mencintainya dengan sepenuh hatiku, seperti aku menyayangi keluarga dan diriku sendiri, aku akan membahagiakannya seumur hidupku, aku berjanji atas nyawaku" ujar Kim dan disambut senyuman kakaknya...
Acara pemberkatan pun berjalan lancar, semua tradisi juga sudah dijalankan sesuai adat dan budaya yang berlaku... Mereka dinyatakan telah sah terikat dalam ikatan suci pernikahan...
"mempelai pria dipersilahkan untuk mencium mempelai wanitanya" ujar sang pendeta... Kim menunduk dan membelai pipi aom, menggeser hiasan bunga indah yang terurai indah di pipi aom itu...
"Bolehkah aku menciummu sekarang Aom?" Ucap Kim lembut meminta izin sang pemilik bibir indah itu...
"Tentu saja Kim.. " sahut Aom lembut dengan wajah yang merona merah dan detak jantung yang tidak dapat ia normalkan lagi sekarang ini....
Mendengar hal itu Kim tersenyum dan mencium lembut bibir indah Aom yang begitu menggoda itu..., dengan sangat lembut dan perlahan membuai keduanya semakin larut menikmati ciuman pertama mereka ini....
Sampai tepuk tangan para tamu undangan menyadarkan mereka dari kegiatan mereka yang manis itu...
Kim tersenyum kearah tamu undangan, lalu mereka berdua menyapa satu persatu tamu undangan yang hadir di pernikahan mereka hari ini...
Kebanyakan dari mereka memang merupakan kolega Kim yang sudah pasti sebagian besar adalah mafia,...
____________
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan like dan komennya guys...
karena like, kritik dan saran kalian sangat berarti untuk pembelajaran bagi author kedepannya...