His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Meledakkan


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Sementara lawannya sudah mati, pria yang berkode name S yang ternyata adalah Arthit mengerang kesakitan sambil mencengkram bahunya yang terasa seperti sedang meleleh perlahan-lahan, mungkin semua itu akibat efek dari cairan obat misterius yang baru saja di suntikan kedalam tubuhnya saat pertarungan tadi...


Setiap detiknya benar-benar seperti neraka karena rasa sakit itu terus menyebar ke setiap inci tubuhnya, tangan dan kakinya pun sekarang sudah mulai mati rasa... Perjuangannya untuk merangkak mendekati tangga pun terasa semakin sia-sia sekarang karena setelah beberapa menit berlalu ia hanya berpindah sejauh 1 meter dari tempat asalnya saat tadi ia terjatuh...


Detik demi detik berlalu dengan sangat lamban namun pasti, sehingga Art sangat menyadari bagaimana kesadarannya semakin melemah saat ini, sejalan dengan kesadarannya yang mulai menghilang, keputusasaan pun mulai memenuhi hati dan pikirannya...


“Ayah... Apa aku akan berakhir disini?” gumam Art dalam hatinya, ketika hal yang pertama kali muncul di benaknya adalah kekecewaan ayahnya karena ia harus mati disini, dan juga kekecewaan untuk dirinya sendiri jika ia harus mati disini ketika misinya benar-benar hampir selesai...


Ketika pandangannya berubah semakin gelap, samar-samar terdengar langkah kaki yang menuruni tangga, lalu melangkah mendekat... Entah siapa itu, apakah itu teman atau musuh? Ia tidak bisa tahu karena pandangannya semakin kabur dan hanya ada bayangan hitam buram sebelum akhirnya Art benar-benar kehilangan seluruh kesadarannya...


Orang yang datang itupun langsung berjongkok di depan tubuhnya, memegang bahunya lalu sebuah senyuman muncul di wajah orang itu sebelum ia bergumam,


“Cukup menarik” gumam orang itu tanpa ada nada emosi di dalam suaranya, seakan ia adalah seorang manusia tanpa perasaan,


Orang itu berdiri lalu menarik kedua tangan Art hingga tubuh Art menengadah lalu menyeretnya seakan Art hanyalah sebuah karung beras yang cukup berat,


***


Di sudut kota lain,


Tepat di sebuah stasiun kereta yang tergolong cukup sepi dari aktifitas lalu lalang masyarakat pada umumnya di stasiun kereta, mengapa stasiun kereta ini menjadi sepi tentunya bukan tanpa alasan,


Tempat ini sepi karena aktifitasnya dikhususkan untuk kegiatan bawah tanah, transaksi gelap, jual beli barang ilegal dan lain sebagainya...


Tempat ini sudah menjadi rahasia umum dan wajah awal seberapa gelapnya para kartel dan juga mafia di negara Hongkong ini,


Meskipun banyak orang yang tahu bahwa aktifitas yang melanggar hukum dan aturan yang berlaku terjadi setiap harinya disini, seorang semua orang buta dan tuli untuk melibatkan dirinya...


Alasan utamanya tentu karena adanya peraturan yang berlaku dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun yang datang ke tempat ini untuk melakukan apapun yang mereka inginkan...

__ADS_1


Peraturannya adalah datang tanpa nama, pulang tanpa nama, berbicara hanya tentang bisnis, deal, dan pergi,


Selain itu sudah menjadi rahasia umum juga kalau orang-orang di balik dark web sebagian juga berasal dari sini, sehingga siapa yang mau repot-repot berurusan dengan para mafia yang ada disini? Kecuali ada orang yang ingin mengetuk pintu neraka, setelah itu ia akan tiba-tiba mati dengan menyedihkan bahkan mungkin akan diperlakukan lebih buruk daripada binatang sebelum kematian itu sendiri datang,


Dari salah satu gerbong kereta,


Seorang pria berpakaian serba hitam membawa sebuah koper baru saja turun dan berjalan menjauhi gerbong kereta sambil mengenakan kacamata hitamnya, lalu beberapa saat kemudian sebuah ledakan cukup keras terdengar dan terlihat jelas ketika lautan api mulai berkobar di gerbong yang baru saja ia tinggalkan itu...


Wajah pria itu masih tampak dingin, seakan tidak ada apapun yang terjadi disana... Ia memasuki mobilnya ketika salah satu bawahannya membukakan pintunya dan dengan cepat meninggalkan tempat kejadian,


“Siapa yang berani membuat kekacauan di blackline distrik?” ribut semua orang yang bertanya-tanya apa yang terjadi di kawasan terlarang itu,


“Sudahlah, untuk apa kita peduli? situasi kota ini kan memang sedang sangat kacau karena perang geng itu, memangnya kita bisa apa?” sahut yang lainnya dengan acuh tak acuh,


Meskipun mereka semua sebenarnya takut akan situasi yang semakin mencekam di negara ini, toh juga tidak ada yang bisa mereka lakukan, mereka hanya bisa berdiam diri, melindungi diri mereka sendiri dan keluarga mereka yang di rumah...


Lagi pula siapa yang berani menaruh tangan mereka sendiri untuk ikut campur dalam perang berdarah itu?


Dari dalam berbagai gerbong yang tidak terpengaruh oleh ledakan, terlihat banyak orang yang berlari keluar melihat situasi yang terjadi,


“Mereka benar-benar punya nyali! Cepat laporkan pada bos!” teriak seorang pria yang mengenakan jaket Jean biru dongker kepada anak buahnya ketika melihat kobaran api yang semakin membumbung tinggi ke udara, namun setelah beberapa saat anak buahnya yang tampak menghubungi rekan mereka terlihat cukup kaget dan bingung harus mengatakan apa pada bosnya ini,


“Kenapa? Apa mereka sudah mengirim orang kemari?” tanya pria berjaket jeans itu,


“Situasi memburuk di markas bos... Bos...” sahut anak buahnya gugup dan terlihat kesulitan mengucapkan sesuatu,


“Apa? Katakan dengan jelas!” teriak pria itu marah,


“Bos besar telah mati!” ujar anak buahnya sekuat tenaga,


“Apa?!” teriak pria itu kaget,


“Situasi berbalik bos, kita harus bagaimana?!” tanya anak buahnya yang lainnya,

__ADS_1


“Bagaimana mungkin? Apakah 'orang itu' tidak turun tangan di situasi yang seburuk ini?” gumam pria itu dalam hatinya, entah siapa yang ia maksud dengan 'orang itu'


“Perkuat markas!” teriak pria itu memberikan perintahnya,


***


Di luar markas,


J tampak memegang lengannya yang tertembus peluru, ia berlari dan bersembunyi dari waktu ke waktu untuk menghindari musuh yang berdatangan meskipun mereka masih sedikit, sesekali ia melihat ke belakang seolah sedang menunggu kedatangan seseorang, tentu saja ia sedang menunggu 'seniornya' datang,


Setelah cukup lama berlari, akhirnya ia sampai ke sudut gelap dekat lapangan kosong yang dipenuhi rumput liar,


“Cepat masuk!” ujar seorang pria yang tiba-tiba membuka tutup lubang got itu, dengan cepat J masuk kesana sesuai perintahnya,


“Dimana kakakmu?” tanya pria itu lagi di tengah kegelapan sambil berjalan ke arah lorong yang semakin terang setelah mereka berjalan cukup jauh dari lubang got itu, mereka berjalan di antara aliran pembuangan air kota,


“Kakak belum keluar paman...” sahut J sambil menoleh lagi kebelakang seolah ia berharap kakaknya segera datang,


“Paman Mario! Aku harus kembali!” teriak J saat perasaannya secara tiba-tiba menjadi tidak nyaman,


“Berhenti! Jangan ambil resiko itu temui ayahmu dulu!” ujar pria itu yang tidak lain adalah Mario,


“Ayah sudah disini?” tanya J yang tidak lain adalah Tan,


“Ia baru saja sampai dan sudah membersihkan sebagian blackline distrik, jadi kita harus kembali dan memikirkan bagaimana cara terbaik menyelamatkan kakakmu di dalam sana” sahut Mario namun wajahnya juga tampak cemas karena suatu alasan,


“Kita harus cepat!” ujar Tan yang langsung berlari kencang seakan ia tidak lagi merasakan sakit akibat peluru yang bersarang di lengannya,


______________________


Kasi komentar atau kesan kalian sama isi novelnya


😉😁🥂

__ADS_1


__ADS_2