His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Perangkap Kejam Terhadap Rekan!


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"Kim..." rengek Aom membuat Kim tertawa senang karenanya...


"hahaha... aku suka kamu yang begitu tidak sabaran ini sayang... begitu manis dan menggoda... membuatku ingin yang lebih dan lebih lagi..." ujar Kim lalu dengan cepat mencium bibir mungil nan indah Aom itu sambil memulai persatuan mereka dibawah sana...


Menikmati setiap detik yang bisa mereka habiskan berdua di atas tempat tidur subuh ini...


"Ah... sayang... kamu luar biasa... aku mencintaimu melebihi diriku sendiri..." ujar Kim terengah-engah di samping Aom yang tidak kalah terengah-engah karena pertempuran mereka tadi itu...


"aku tahu... aku sudah benar-benar tahu itu sayang... jadi berjanjilah padaku kamu tidak akan merahasiakan apapun dariku ya... aku mencintaimu sepenuhnya... tanpa kata tapi, tanpa pengecualian dan aku benar-benar mencintaimu... mencintai kekurangan dan juga kelebihan yang kamu miliki big boss mafiaku yang tampan ini... ayah dari anak-anakku... pelindungku di setiap keadaan... muaaah..." ujar Aom sambil mencium pipi Kim nya dengan sangat cepat lalu memeluk tubuh Kim yang juga sudah berkeringat saat ini...


"hahaha... jangan peluk-peluk dulu sayang... aku ambilkan handuk dulu ya... kita benar-benar basah oleh keringat saat ini..." ujar Kim sambil bergerak turun menuju ruang ganti mereka untuk mengambil handuk sesuai dengan yang ia katakan pada Aom tadi...


Namun saat sudah mendapatkan handuknya, Kim sempat terdiam sebentar menatap pantulan dirinya di cermin...


"aku tidak menyimpan rahasia darimu sayang... aku hanya tidak ingin kamu terlibat dalam masalah yang telah aku buat ini... walaupun kamu sudah berusaha keras untuk menahanku agar tidak bertarung hidup dan mati dengan Anan malam itu... tapi aku tetap keras kepala dan menghajarnya hingga sekarat... saat ini adalah pilihan tersulit yang harus aku pikirkan matang-matang... karena bukan hanya aku, SDG dan Hans Group yang dipertaruhkan... tapi juga keselamatan negara ini, karena jika aku menyelesaikan semua masalah ini dengan cara seperti biasanya maka negara kita ini tidak akan memiliki badan intelijen lagi, dan itu akan sangat berbahaya sekali..." gumam Kim di dalam hatinya sambil meremas kuat-kuat handuk yang ada di tangannya itu...


Setelah itu, Kim keluar sambil tersenyum manis pada Aom... ia mengeringkan badannya dari keringat sambil berjalan kembali menuju tempat tidur empuk mereka itu...


Tanpa sehelai benangpun menempel di badan Kim yang sangat proporsional ini membuatnya terlihat begitu manly dan sangat seksi... seperti seorang model pria yang ada di dalam majalah dewasa...


begitu seksi dan menggoda untuk terus diamati dan dinikmati selama mungkin...


"sini aku keringkan tubuhmu..." goda Kim pada Aom yang sedari tadi menatapnya dengan sangat intens sambil tersenyum manis...


"aku bisa sendiri suamiku sayang... aku tidak mau memberikanmu kesempatan untuk memulai ronde kedua saat ini... kamu tahu kenapa? karena beberapa jam lagi matahari pasti sudah mulai terbit..." ujar Aom sambil menarik handuk itu dari tangan Kim...

__ADS_1


"hahaha... kamu sudah terlalu banyak memahami kebiasaanku sayang... aku jadi kesulitan untuk mencuri-curi kesempatan kalau begini kan..." ujar Kim tertawa sambil membaringkan tubuhnya lagi diatas kasur mereka itu... menutupi setengah bagian tubuhnya dengan selimut agar tidak kedinginan... menatap dan mengamati dengan penuh minat setiap gerakan yang Aom lakukan untuk mengeringkan tubuhnya...


Kenapa mereka tidak mandi saja?


Karena ini sudah subuh! jikalau pun Aom memaksa ingin mandi, ia pasti akan dimarahi oleh Kim dengan alasan tidak mau Aom sakit jika harus mandi di jam-jam seperti ini...


"sayang... kemarikan tanganmu..." pinta Aom karena Kim melipat kedua tangannya ke belakang kepalanya... menjadikan kedua tangannya itu sebagi bantal tambahan untuk menopang kepalanya saat tidur...


"ini... mau apa?" tanya Kim heran karena Aom menarik tangannya lalu meletakkannya diatas bantalnya... Kim tersenyum karena sudah tahu dan paham apa yang sebenarnya Aom mau saat ini...


"sini..." ucap Kim sambil menarik Aom kedalam dekapannya...


Menjadikan lengannya sebagai bantalan untuk Aom tidur... Aom memeluk pinggang Kim sambil tersenyum senang berada dalam pelukan suaminya ini...


Kim pun melakukan hal yang sama, ia memeluk pinggang ramping Aom dengan lembut, lalu mencium kening Aom sambil mengucapkan selamat tidur untuk istri cantiknya ini...


"kamu masih saja memperlakukannya seperti anak kecil... dia sudah SMA, biarkan dia menjadi lebih mandiri sayang..." ujar Kim lagi...


"tapi itu salah satu aktivitas yang menyenangkan bagiku sayang... apalagi hanya itu yang bisa aku lakukan agar aku tidak begitu terfokus untuk merindukan kedua putraku yang kamu kirim jauh ke USA untuk melanjutkan pendidikan mereka..." ujar Aom yang langsung membuat Kim tersenyum kecut...


Kim paham sebenarnya Aom tidaklah mau mengizinkan kedua putranya pergi begitu jauh dari dirinya... tapi demi masa depan mereka, Aom berusaha keras untuk menekan egonya sendiri dan mengisinkan kedua putranya pergi ke Amerika melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi lagi...


***


Pukul 6 pagi ini, Kim terlihat sudah selesai mandi dan mengenakan setelan jasnya hendak pergi bekerja....


ia dengan sengaja tidak membangunkan Aom yang masih begitu terlelap di dalam tidurnya... setelah mencium kening Aom singkat, Kim langsung pergi...


Di lantai bawah terlihat Mario, Zee, Jeab dan Nan sudah menunggunya di meja makan sambil melahap roti isi yang telah disiapkan oleh para pelayan... Kim juga mengambil roti isi itu tanpa duduk di meja makan untuk menikmatinya...

__ADS_1


"ayo berangkat..." ujar Kim singkat yang langsung dituruti oleh mereka semua...


***


Setelah sampai di markas dermaga...


saat mereka baru saja turun dari mobilnya, Kim sudah langsung memberikan perintahnya,


"cepat gunakan detektor dan periksa setiap sudut tempat ini... jangan biarkan 1 inci pun tempat yang terlewatkan untuk diperiksa!" perintah Kim pada semua anak buahnya yang langsung datang menyambut kedatangan bos mereka ini...


"gunakan detektor terbaru yang baru saja selesai kita produksi..." ujar Nan menambahkan...


"kau yakin kalau badan intelijen akan memasang penyadap di markas kita bos?" tanya Ji pada bos Kim nya ini...


"100% karena aku tahu siapa dan bagaimana atasan kalian bekerja... dan setelah aku pikirkan dengan lebih mendetail lagi, jika tidak ada maksud tersembunyi yang ingin mereka lakukan... apakah kalian pikir akan semudah itu Anan mendapatkan izin untuk sering pergi keluar mengingat jabatannya di badan intelijen cukup tinggi... jadi dapat diasumsikan bahwa Anan telah digunakan sebagi pion awal untuk memulai semua rencana megaplan mereka ini..." ujar Kim dengan wajah datar dan penuh keseriusannya itu...


"jadi mereka sengaja membiarkan Anan semakin tergila-gila dengan obsesinya kepada Aom dan membuat kekacauan diantara kalian?" tanya Mario,


"ya... demi mendapatkan sebuah bukti yang kongkrit untuk menghancurkan kita, mereka dengan sengaja mengorbankan Anan... mendukungnya untuk terus mengejar obsesinya..." sahut Kim


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2