His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Sesuatu


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


____________________


"bagaimana? sudah coba prototipe itu?" tanya Kim pada Art


"sudah ayah... daya lontar pelurunya sangat hebat 7/10 lebih hebat dari senjata yang sebelumnya ayah buat... recoilnya juga sangat cepat dan efisien... hanya saja ukuran senjata yang besar ini sedikit sulit untuk dibawa kemana-mana secara tersembunyi..." sahut Art dengan penuh keyakinan lalu Kim tersenyum dan berkata...


"senjata ini masih menggunakan peluru bb gun kan? peluru semi dari plastik... jadi coba bayangkan jika nanti senjata ini menggunakan peluru asli, bagaimana kira-kira hasilnya?" ujar Kim sambil tersenyum penuh arti pada putranya itu...


Art yang mendengar penuturan dari ayahnya itu baru tersadar dan ingat jika senjata prototipe ini masih belum maksimal dalam pembuatannya... ini baru sebagiannya yang dibuat dengan bahan yang sesuai... sisanya masih dibuat dengan bahan-bahan dasar yang biasa, bukan dari bahan dasar bermutu tinggi... dan juga pelurunya itu...


"Jika senjata ini bisa begitu kuat hanya dengan peluru plastik bb gun itu bagaimana jadinya jika pelurunya sudah menggunakan peluru asli yang sangat runcing dan tajam? betapa mematikan senjata ini nantinya..." batin Art


"ayah benar sekali... ini luar biasa... senjata yang mematikan..." ujar Art terpukau melihat prototipe senjata yang ada di tangannya itu


"benarkah kak? sehebat itu?" tanya Tan yang ikut penasaran dengan prototipe senjata baru itu...


"Tentu saja... kau cobalah prototipe ini Tan..." sahut Art sambil menyerahkan prototipe senjata itu pada adiknya


"sesi latihan sudah selesai, sekarang cepat kalian bersihkan diri kalian masing-masing, setelah itu kita pulang, dan kalian berdua, datang ke ruang kerja ayah jam 9 malam..." perintah Kim, lalu ia menarik tangan Aom dan meninggalkan anak-anaknya agar segera membersihkan diri mereka yang sudah begitu lengket karena keringat yang mereka hasilkan selama latihan hari ini...


"mau mandi sayang? tapi aku lihat kamu tidak seberkeringat anak-anak..." ujar Aom setelah mereka masuk ke sebuah kamar yang biasa mereka gunakan untuk membersihkan diri setelah latihan, begitu juga anak-anak mereka punya kamarnya masing-masing di mansion besar dekat tempat latihan itu...


"mau mandi tapi rasanya sayang jika aku belum berkeringat lebih tapi sudah mandi..." ujar Kim sambil menutup dan mengunci pintu kamar itu...


"sayang... jangan mulai lagi... kamu itu nakal sekali..." ucap Aom ketika Kim sudah mulai memeluk dan menciuminya dari belakang


"memangnya kenapa jika aku nakal padamu sayang?... karena kenakalanku kita punya tiga orang anak yang tampan dan cantik bukan?..." sahut Kim sambil tetap asik menelusuri tubuh istrinya dengan lembut


"Kamu ini ya... kita sudah punya 3 anak masih saja bersikap seperti kita baru menikah kemarin..." ujar Aom saat ia sudah membalikkan tubuhnya menghadap Kim dan mencubit hidung suami tampannya itu dengan gemas...

__ADS_1


"kamu tidak suka aku bersikap manis padamu?" tanya Kim dengan sedikit senyuman tersungging di sudut bibirnya itu


"tidak... aku sangat suka..." sahut Aom lalu mencium pipi Kim dengan cepat


"kenapa di pipi? disini dong..." ujar Kim lalu mencium Aom dengan penuh minat...


"Aku mau memberikan seorang adik pada Pim sayang..." ujar Kim di telinga Aom setelah melepaskan tautan bibir mereka berdua


"tidak... 3 anak saja cukup... kita sudah tidak muda lagi Kim Hansku sayang..." sahut Aom sambil membelai lembut pipi suaminya itu


"kenapa? kita belum terlalu tua untuk memiliki anak lagi sayang..." ucap Kim penuh harap


"memang masih bisa sayang... tapi aku rasa dengan kehadiran Art, Tan dan Pim hidup kita sudah sangat berwarna... kenapa kamu bersikeras ingin punya anak lagi sayang? pasti ada alasan lain kan?... karena biasanya kamu tidak akan terlihat seperti ini..." tanya Aom sambil menangkup wajah Kim dengan kedua tangannya...


Membingkai wajah tampan suaminya yang saat ini tampak tengah dilanda keraguan itu...


"aku menginginkanmu sayang..." bisik Kim


Perlahan namun pasti mereka berdua saling meluapkan rasa cinta mereka berdua... belaian lembut dari Kim bisa selalu membuat Aom mabuk kepayang dan menginginkan lebih.... lebih dan lebih... ia juga sangat berterima kasih pada tuhan karena telah diikat dalam janji suci pernikahan dengan seorang pria hebat, setia dan selalu penuh cinta padanya...


"Aku mencintaimu sayang..." ujar Kim


"aku juga mencintaimu... sangat mencintaimu..." sahut Aom sambil menangkup wajah Kim


tubuh mereka berdua pun sudah basah akan keringat yang mengalir begitu saja disela-sela kegiatan mereka berdua...


"sebenarnya ada sesuatu yang akan aku bicarakan denganmu... ini tentang kedua anak kita..." ujar Kim lembut saat Aom masih terlihat lelah akibat kegiatan mereka barusan itu dan tengah berada di pelukannya yang hangat sekarang ini...


"tentang apa sayang?" tanya Aom penasaran, ia mendongak menatap Kim dan...


Cupph...

__ADS_1


Kim mencium bibirnya dengan cepat...


"kita bicarakan setelah mandi oke? sekarang ayo kita mandi bersama..." ujar Kim lalu mengangkat tubuh Aom menuju kamar mandi itu...


"aaah... tidak mau... mandi bersamamu akan sangat lama..." protes Aom namun tak ada yang bisa ia lakukan untuk menghentikan suaminya yang sudah tersenyum penuh arti saat ini...


"itu memang tujuanku sayang..." bisik Kim pada Aom, lalu Aom secara refleks memukul dada bidang Kim pelan... ini memang bukan pertama kalinya mereka seperti ini...


tetapi tetap saja saat Kim menggodanya, Aom selalu merona malu karenanya... dia terlalu manis untuk dilewatkan...


***


Setelah cukup lama, sekitar 1 jam mereka baru selesai mandi berdua, tentu saja bukan mandi biasa... tapi ada beberapa sesi panas tambahan di dalam sana...


Lalu saat ini Aom tengah mengeringkan rambut suaminya itu dengan sebuah handuk kecil di tangannya itu...


setelah cukup kering ia mengambil sebuah hairdryer dan mengeringkan rambut suaminya lagi agar benar-benar kering... setelah itu ia memberikan sedikit vitamin rambut pada rambut Kim itu sebelum menyisirnya dengan rapi...


setelah semuanya selesai Kim bangun dan mencium Aom lagi seperti kegiatannya setiap pagi... berterima kasih dengan sebuah ciuman manis atas semua yang Aom lakukan untuknya...


"biar aku yang mengeringkan rambutmu ya..." ucap Kim sambil menarik hairdryer itu dari tangan Aom,


"aku bisa sendiri sayang..." sahut Aom lembut


"aku juga bisa melakukannya sendiri, tapi kamu yang selalu melakukannya untukku bukan? kenapa aku tidak boleh melakukan ini untukmu?" tanya Kim sambil mengerutkan keningnya...


______________________


jangan lupa vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya....

__ADS_1


__ADS_2