
HAPPY READING GUYS
________________________
"cepat lepaskan ibu kami!" ujar Art menahan emosinya tanpa menyahuti apa yang Charka tanyakan padanya itu...
"baiklah... baiklah... aku anggap kau tidak tahu tentang apa itu definisi dari kemenangan yang sebenarnya..." ujar Charka tanpa terpengaruh kepada ucapan Charka saat ini...
"kemenangan yang sebenarnya adalah saat kau mendapatkan hasil akhir yang pasti dari sebuah pertarungan... tidak peduli dengan cara apa kau meraihnya, tapi hanya satu hal yang akan dilihat oleh orang lain... yaitu hasil akhirnya di menangkan... karena tanpa adanya wasit maka semua hal yang dilakukan akan dianggap adil di dalam sebuah peperangan! hahaha..." ujar Charka memaparkan apa itu kemenangan dari sudut pandangnya sendiri...
"aku tidak peduli dengan apa yang kau katakan! cepat lepaskan ibu kami!" ujar Art sambil mengeraskan rahangnya...
"tenang nak... semua ini sudah ada dalam perhitungan ayahmu sejak awal... maka dari itu paman perlu waktu yang sangat banyak untuk melakukan penelitian terhadap obat bius itu..." ujar seseorang dari alat komunikasi khusus yang mereka semua pakai itu, dan itu tidak lain adalah Jeab...
Art yang sedari tadi meladeni semua omong kosong Charka bukanlah tanpa alasan, ia meladeni semua omong kosong pria ini demi memberikan informasi kepada orang-orangnya yang ada di markas dan juga yang berjaga di titik-titik tempat mereka mendapatkan tugasnya masing-masing...
Memberikan setiap informasi secara mendetail adalah salah satu hal penting yang harus dilakukan dalam keadaan genting agar bisa secepatnya meloloskan diri dari masa krisis yang tengah dihadapi...
"berapa lama?" tanya Art secara tiba-tiba hingga membuat Charka kebingungan...
"hanya lima detik lagi maka bius lapisan kedua pasti sudah bekerja..." sahut Jeab dari alat komunikasi itu berbarengan dengan ucapan Charka juga...
"apa yang seberapa lama?" tanya Charka spontan
"seberapa lama kau sudah bersikap se-menjijikan ini huh?" tanya balik Art pada Charka, Art berpura-pura kalau ia memang sedang berbicara hanya kepada Charka bukan orang lain...
"hahaha.... aku menjijikkan huh?" tanya Charka dengan suara yang semakin memelan...
__ADS_1
"hahaha... kau kalah..." ujar Tan setelah melihat tubuh Charka perlahan melemas...
"Jeab, lain kali kembangkan obat bius yang bereaksi lebih cepat daripada ini... ini terlalu lama..." ujar Aom melalui alat komunikasi khusus mereka itu sambil mengoperasikan ponselnya dan menghubungkan komputer itu dengan beberapa aplikasi peretas yang sudah disiapkan di dalam ponsel itu...
"maaf-maaf... karena itu baru prototipe jadi belum sempurna sepenuhnya... tapi untuk selanjutnya pasti akan ditingkatkan lagi... lagi pula hanya 1 menit menunggu Aom... tenanglah... sabar saja... hehehe" sahut Jeab sambil terkekeh pelan karena diomeli oleh nyonya Kim nya ini...
"satu menit itu sangat berharga, karena setiap detik yang terlewatkan akan menunda kebebasan untuk Kim... dan itu tidak bisa ditolerir sama sekali!" sahut Aom tegas dan tak terbantahkan lagi...
"sudah-sudah... kalian tidak penting untuk berdebat tentang hal ini... Aom cepat masukkan kode yang aku katakan padanya ponsel dan juga komputer itu..." pinta Nan agar ia bisa segera menyelesaikan peretasannya...
"cepatlah... kita tidak punya banyak waktu lagi karena si bedebah itu sudah menghubungi pihak kepolisian dan beberapa agen khususnya... semuanya harus cepat diselesaikan..." ujar Nan lagi mengingatkan mereka akan situasi saat ini...
"sudah Nan, cepat retas sistemnya dan hapus semua bukti yang berkaitan dengan Kim" sahut Aom setelah selesai melakukan apa yang Nan minta tadi...
"siap... tapi ini memerlukan waktu yang sedikit lama, karena harus melakukan pemindaian data yang sebanyak ini..." sahut Nan
"Hey beraninya kalian menerobos masuk kesini!" teriak beberapa orang bawahan Charka yang sudah sampai disini lebih dulu...
Baku tembak tidak lagi dapat terhindarkan oleh Mario dan Ji yang berjaga di luar, begitu juga dengan beberapa penembak jitu yang telah melumpuhkan belasan orang yang bahkan belum sempat untuk menginjakkan kakinya di lantai teratas ini...
Setelah Art dan Tan selesai membereskan Charka dan mengikatnya dengan sangat kuat, Art dan Tan langsung membantu paman mereka itu untuk melakukan perlawanan kepada orang-orang yang baru saja berdatangan untuk menangkap mereka saat ini...
"kau di sisi kanan Tan backup paman Ji, sementara kakak akan melakukan backup paman Mario..." perintah Art sebelum mereka terlibat dalam baku tembak itu juga...
Saling tembak pun terjadi dengan sangat sengit dari kedua belah pihak, beberapa orang dari badan intelijen juga sudah banyak yang terkapar tak berdaya di lantai setelah terkena tembakan dan dibawah pengaruh dari obat bius yang terkandung di dalam peluru bius yang mereka gunakan saat ini...
Sementara itu Aom sedang melakukan pemindaian juga pada komputer database badan intelijen negara itu guna mempersingkat waktu yang digunakan untuk menganalisis file bukti-bukti yang memberatkan Kim mereka ini...
__ADS_1
Jutaan file-file penting negara itu sedikit menyulitkan para hacker canggih ini untuk memindai data yang ada karena tugas mereka tidak hanya menghanguskan bukti itu tanpa tersisa tapi juga harus tetap menjaga keamanan dari file-file penting milik negara mereka ini...
Setelah kurang lebih 15 menit berlalu, akhirnya semua bawahan Charka yang tadi berdatangan sudah dapat dilumpuhkan semuanya... dan tak lama setelah itu penghapusan bukti dan penghancuran semua file yang dapat memberatkan Kim juga sudah selesai sepenuhnya... sudah benar-benar bersih 100%...
"Ayo cepat pergi sebelum mereka semua tiba disini!" perintah Aom dan mereka semua langsung berlari menuju balkon yang ada di 1 lantai di bawah tempat mereka saat ini berada...
"cepat pasang dengan benar dan sekuat mungkin..." ujar Art mengingatkan adiknya yang juga sedang memasang tali yang akan mereka gunakan untuk turun dari gedung dengan lebih dari 30 lantai ini... karena sedikit saja terjadi kesalahan pada saat ini bisa benar-benar membahayakan nyawa mereka jika harus terjatuh dari tempat setinggi ini...
"baik kak, aku pasti akan selesaikan dengan sangat baik tenang saja..." sahut Tan dengan percaya diri...
Mereka semua pun mulai memasang beberapa kait pengaman yang sudah melekat dengan sangat kuat di baju khusus yang mereka pakai saat ini, sebelum melompat turun mereka mengencangkan pengaman terlebih dahulu... setelah itu barulah mereka melompat ke bawah step demi step yang cukup jauh... perlu sekitar 35 kali step yang mereka lewati sebelum benar-benar dapat menyentuhkan kaki mereka di lantai dasar gedung Badan Intelijen Negara ini...
Dari kejauhan terdengar suara sirine ambulan yang langsung datang setelah Art memberikan perintahnya dari alat komunikasi khusus mereka itu, mobil ambulans itu adalah transportasi yang akan mereka gunakan untuk langkah terakhir dari pelarian ini...
"cepat masuk!" teriak Bens dan juga Vat yang mengemudikan ambulans ini dengan bunyi sirine mobil ambulans yang benar-benar memekakkan telinga saat ini...
Semua segera bergegas masuk ke dalam ambulans itu, dan setelah pintunya benar-benar dikunci dengan rapat ambulans itupun mulai melaju pergi dari sana,
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1