
HAPPY READING GUYS
________________________
Ponsel Kim tiba-tiba bergetar terus saat ia tengah fokus membeli sebagian besar saham dari beberapa perusahaan besar dengan persentase yang cukup tinggi, ia bisa membeli setidaknya 3% saham perharinya, lalu menjualnya lagi dengan jangka waktu yang sudah ia atur sedemikian rupa untuk menggerakkan harga pasar saham sesuai dengan keinginannya sendiri...
"Ada hal penting apa sehingga kau berani meneleponku sebanyak 13 kali malam ini?" tanya Kim langsung saat ia baru saja menggeser tombol terima telepon itu
"tuan muda... Daw, dia dan nona Aom masuk rumah sakit karena ditabrak oleh sebuah truk yang menggila di jalanan... truk ini memakan banyak korban, namun Daw dan nona Aom yang paling parah karena Daw berusaha menyelamatkan nona... mereka sekarang di Bangkok Hospital tuan..." ujar orang itu berbicara dengan cepat dari seberang telepon...
Mendengar semua itu, tangan Kim bergetar...
ia bahkan melewatkan waktu yang tepat untuk menjual beberapa saham yang ia siapkan untuk di jual saat ini...
beruntung Nan mengambil alih kegiatan mereka itu ketika melihat wajah Kim berubah drastis...
tangannya bergetar dan mencengkram kuat ponselnya...
"pergilah jika memang keadaan genting... aku Nan dan Zee akan mengambil alih semua ini... Jeab juga akan segera kemari... cepatlah pergi..." ujar Mario saat ia menghampiri sahabatnya itu...
Walaupun sempat berpisah lebih dari satu tahun, tapi persahabatan mereka masih sangat hangat... mereka dekat bahkan sudah seperti saudara...
5 orang pemuda tampan ini mengikat kuat tali persaudaraan mereka... merubah yang namanya sahabat menjadi kerabat...
Saat ini 4 orang ini tengah mengusahakan agar pernikahan Kim dengan putri keluarga Suppasara bisa dibatalkan...
Dengan cara apapun, karena saat ini Kim benar-benar ingin memperjuangkan cintanya... Cinta pertama yang selalu ia tumbuhkan dan rawat dengan baik di dalam hatinya selama ini...
Walaupun sebenarnya jika ia harus menikah dengan putri keluarga Suppasara, ia tidak akan begitu memiliki perbedaan yang besar karena dia juga menyayangi gadis itu seperti adiknya sendiri...
Kao Suppasara...
***
Mario menepuk pundak sahabatnya itu menyadarkannya dari tatapan kosongnya itu...
"aku akan menemanimu kawan... ayo..." ujar Mario sambil menarik tangan Kim keluar dari apartemen Zee itu...
"kalian tetap lanjutkan semuanya dengan baik oke? back up semuanya tidak masalah bukan?" ujar Mario lagi sambil menatap kedua sahabatnya itu...
__ADS_1
"ini gampang... aku bahkan bisa membalikkan semua saham ini sekarang juga dengan kemampuan hackerku Mario... cuma Kim tidak mau cara ilegal ini... cepat pergilah... semua akan baik-baik saja..." sahut Nan
"ya... hal sekecil ini sangat mudah diatasi... kalian pergilah..." sahut Zee juga
Lalu mereka akhirnya benar-benar pergi dari sana...
"Kita kemana?" tanya Mario saat mobilnya keluar dari areal parkiran apartemen Zee itu...
"Bangkok Hospital... tolong cepatlah Mario..." ujar Kim dengan tatapan kosongnya yang sedang menatap jalan...
Kim terlihat seperti kehilangan jiwanya...
badannya ada di mobil ini, namun jiwanya entah melayang hilang kemana...
Wajah datar dan tatapan kosongnya itu benar-benar menyedihkan di mata Mario...
ia tidak pernah sedetikpun melihat ekspresi ini dari wajah Kim, bahkan ketika dipukul oleh ayahnya pun ia tak pernah terlihat seburuk ini...
Ekspresi wajah yang benar-benar 180° terbalik dengan apa yang ia tunjukkan hampir satu minggu yang lalu, ketika memutuskan untuk memperjuangkan Aom dan cintanya...
terlihat penuh semangat dan kebahagiaan...
"siapa yang berada di rumah sakit?" tanya Mario dengan sangat hati-hati...
Mendengar jawaban itu, Mario langsung menginjak pedal gasnya dalam-dalam...
melaju dengan kencang menyalip setiap kendaraan yang ada di jalan kota Bangkok malam itu...
Dengan kemampuan berkendara yang luar biasa, hanya hampir 15 menit perjalan merekapun sampai dengan cepat di lobby rumah sakit tempat Aom dirawat...
tanpa basa-basi lagi Kim langsung turun dan berlari menuju ruang UGD, disana terlihat 2 orang anak buahnya sudah menunggu disana...
"tuan muda..." sapa mereka berdua sambil membungkukkan badannya pada Kim
"bagaimana keadaannya?" tanya Kim sambil menatap lampu LED ruang UGD yang menyala itu...
Lampu yang memiliki arti bahwa ada pasien gawat darurat yang sedang ditangani di dalam sana saat lampu itu dihidupkan...
"belum ada informasi apapun tuan... dokter masih terus menangani mereka berdua di dalam... mungkin sebentar lagi akan segera selesai tuan..." sahut salah seorang anak buahnya itu
__ADS_1
"kenapa ini bisa terjadi? tidak mungkin ada truk yang menggila begitu saja di jalanan datar begitu kan? apa ini disengaja?" tanya Kim pada mereka sambil mengepalkan tangannya menahan emosinya sendiri...
"dari penyelidikan singkat yang kami lakukan... memang ada terdeteksi unsur kesengajaan tuan... tapi kami belum menemukan bukti yang jelas agar bisa merujuk kepada siapapun tuan muda..." sahutnya sambil menundukkan kepalanya
"kalian cepat selidiki lagi sekarang! temukan apapun yang bisa mengarah kepada siapa dalang dari kejadian ini! cek juga riwayat misi yang dijalankan oleh Aom belakangan ini!" perintah Kim tegas
"tapi sebelum itu kenapa Daw bisa terluka parah juga?" tanya Kim lagi
"dia berusaha menghalau truk itu agar tidak menabrak mobil nona Aom dengan sangat keras tuan... tapi dengan ukuran dan kekuatan mobil yang berbeda jauh, itu tidak memberikan perbedaan yang signifikan tuan muda... karena nona Aom tetap mengalami benturan keras saat mencoba menyelamatkan dirinya... Daw menjalankan tugas yang anda berikan dengan sebaik mungkin tuan... sayangnya itu tidak begitu berhasil dengan baik di titik kritis terakhir..." sahut anak buah Kim menjelaskannya dengan serinci mungkin...
"kalian pergilah, bawakan aku informasi yang berguna dan benar-benar bisa dipercaya!" perintah Kim
"baik tuan muda..." sahut mereka berdua dan dengan cepat meninggalkan rumah sakit itu
Kim dan Mario duduk di kursi ruang tunggu yang ada di depan ruang UGD itu...
ekspresi cemas benar-benar menghiasi wajah kedua laki-laki tampan ini...
Setengah jam kemudian...
Lampu UGD itu tiba-tiba telah dimatikan...
berarti penanganan pasien di dalam sudah selesai dilakukan oleh para dokter...
tak lama kemudian seorang dokter keluar dari sana, ia nampak kebingungan mencari keluarga pasien...
"bagaimana keadaannya dokter?" tanya Kim yang langsung berlari menghampiri dokter itu
"apa anda suami nona muda yang di dalam?" tanya dokter itu karena Kim terlihat masih muda, lalu tanpa pikir panjang Kim hanya menganggukkan kepalanya hanya agar bisa mendapatkan informasi tentang bagaimana keadaan Aom sekarang ini...
"Maafkan saya tuan, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, nona selamat dari masa kritis... tapi nona dan anda harus kehilangan calon bayi kalian yang masih sangat muda... karena minggu-minggu awal kehamilan memang sangat sensitif tuan..." ujar dokter itu sambil menundukkan kepalanya meminta maaf pada Kim...
Sedangkan Kim dan Mario yang mendengar hal itu benar-benar terkejut...
Aom Hamil?
______________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
__ADS_1
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐