
HAPPY READING GUYS
________________________
"bos... trafik chart mereka berhenti... sepertinya mereka sudah muak... hahaha..." ujar Nan pada Kim yang tengah membuat beberapa program peretas dengan beberapa anak buahnya yang berada di bawah kendali Nan di bidang IT...
Seperti biasanya, siapapun yang sedang berada dan memperhatikan apapun yang sedang serius dikerjakan oleh Kim akan benar-benar terkesima melihat keahlian yang ia miliki...
Seorang pria yang hampir bisa melakukan semuanya... pria ini benar-benar sangatlah cocok menjadi pimpinan SDG dan juga presiden direktur dari Hans Group...
"bagus... maka sekarang kita harus bersiap-siap dengan lebih hati-hati lagi... karena aku punya firasat buruk tentang bukti yang mereka punya... entah apa itu, tapi aku rasa bukti itu sangatlah kuat" ujar Kim setelah menyelesaikan coding program yang ia kerjakan untuk sistem peretas keamanan yang terbaru di laptop yang sedang ia gunakan untuk menyelesaikan semua ini sambil mengajari anak buahnya untuk menciptakan sistem peretasan agar kemampuan mereka semakin meningkat pesat...
"kalian sudah paham semua yang telah aku kerjakan tadi?" tanya Kim pada mereka semua yang sudah dengan 100% menggunakan keseriusan mereka untuk memperhatikan setiap kata dan setiap pekerjaan yang diajarkan oleh bos besar mereka ini...
Namun tetap saja, yang mampu mereka serap dengan tingkat kejeniusan rata-rata ini hanya 50-60% saja, ini diakibatkan oleh kecepatan Kim dalam melakukan setiap pekerjaannya hingga terkadang mereka tidak sempat dan tidak memiliki waktu yang cukup untuk memahami beberapa bagian yang sulit untuk dimengerti...
Akhirnya mereka semua hanya memberanikan diri mereka untuk tersenyum dengan sangat berat kepada bos mereka ini... takut-takut jika mereka bilang bahwa sebenarnya mereka belum dapat memahami secara keseluruhan pembuatan program peretasan yang begitu canggih ini, maka bos Kim akan memarahi mereka semua karena dianggap terlalu bodoh...
"bos benar-benar luar biasa... tapi bos, kami tidak memiliki kemampuan otak secepat kilat seperti dirimu... anda terlalu cepat tadi bos..." gumam mereka semua dalam hati...
Kagum kepada kemampuan yang sangat hebat dari bos mereka ini, sekaligus merasa prihatin pada diri sendiri karena masih belum bisa memenuhi harapan bos besar mereka ini... loyalitas yang mereka miliki membuat mereka benar-benar ingin memberikan semua kemampuan terbaik yang mereka miliki untuk membantu bos besar Kim mereka ini...
"dilihat dari senyuman kalian semua... pasti terlalu cepat lagi kan?" tanya Kim yang membuat semua anak buahnya tersenyum kaku dan tertunduk...
__ADS_1
"tidak masalah, bukankah aku sudah pernah mengatakan pada kalian semua, bahwa kalian tidak boleh pura-pura bisa demi membuatku senang... kalian menjadi lebih hebat lagi adalah keberuntungan bagiku, karena bagiku setiap orang yang loyal dan mau mengikuti setiap langkah yang kuambil adalah keluarga yang harus aku lindungi dan juga aku jaga agar mereka selalu bisa mendapatkan kesempatan terbaik dalam hidupnya... maka jika kalian masih seperti ini, aku anggap kalian tidak serius ingin mengembangkan kemampuan yang kalian miliki... hanya karena rasa sungkan dan takut yang ada dalam diri kalian padaku" ujar Kim panjang lebar karena ia tahu apa yang dipikirkan oleh anak buahnya itu...
Dengan kemampuan analisa dan pengalaman yang sangat banyak... Kim dengan mudah dapat memahami setiap gerak-gerik dari orang yang ada disekitarnya dan apa yang sebenarnya sedang mereka pikirkan...
Hanya sebuah intuisi dan pendugaan semata... namun entah mengapa selalu benar dan tepat sasaran... kemampuan yang dihasilkan oleh tingkat kecerdasan kognitif yang tinggi dipadukan dengan pengalaman yang begitu banyak membuatnya memiliki kemampuan ini secara alami...
"maafkan kami yang bodoh ini bos... kami akan berusaha dengan lebih keras lagi!" ujar mereka semua sambil membungkukkan badannya kepada Kim...
"kalian ini pintar, kalau tidak pintar kalian tidak akan berada di divisi ini... teruslah kembangkan kemampuan kalian" ujar Kim sebelum memutuskan untuk pergi dari ruangan divisi IT ini...
"kau ajari mereka sampai paham... pelan-pelan saja tidak apa..." ujar Kim pada Nan sambil memberikan laptop yang sedari tadi ia pakai itu...
"hey! tunggu dulu! ini program baru yang baru beberapa menit lalu kau buat! bagaimana aku mengajari mereka tentang program yang bahkan aku sendiri baru melihat coding programnya detik ini juga!" protes Nan karena tidak paham harus mulai dari mana menjelaskan program yang bukan dia sendiri yang buat... karena program secanggih ini tidak semudah itu untuk dipahami...
"dasar Kim... Kim muda, Kim dewasa... tetap sama saja!" gerutu Nan, lalu saat ia berbalik dan melihat tatapan mata anak buahnya yang terlihat begitu berharap banyak padanya, membuat Nan menghembuskan napasnya dengan kasar...
"kami akan belajar dengan lebih giat bos..." sahut mereka kompak kepada Nan hingga membuat Nan tersenyum...
"bagus... pertahankan semangat itu!" seru Nan dengan semangat...
***
Di ruangan lain dimana Zee, Mario dan Jeab sering bekerja bersama untuk menyelaraskan antara kekuatan hukum dan juga kekuatan private militer yang mereka punya...
__ADS_1
"Kim, baguslah kau sudah datang... lihat ini adalah analisis dari apa yang memiliki kemungkinan besar untuk terjadi setelah ini..." ujar Zee menyerahkan beberapa lembar jertas berisi pasal-pasal penuntutan yang mungkin akan diarahkan kepada Kim di pengadilan nantinya...
"jadi yang paling pasti dari semua pasal yang bisa menjeratku dan akan aku terima adalah tindak pidana penganiayaan? lalu tindak pidana pembunuhan 30%... hmmm persentase yang cukup tinggi... dan organisasi ilegal? hahaha... bagaimana Silver Dragonku ini dianggap ilegal? memangnya mereka mau memberikan surat pengesahan untuk perkumpulan orang-orang yang memiliki jalan hidup yang sama tanpa adanya alasan bisnis yang kuat di dalamnya? ckckck... dasar hukum bisa dipelintir kemana-mana..." ujar Kim sambil tertawa melihat semua itu...
"kau masih saja menganggap ini enteng... kau pikir kau akan selalu bebas dan tidak ada kemungkinan untuk dibawa ke kantor polisi dan dipenjara huh?!" sahut Zee yang sedikit kesal karena Kim yang begitu santai menghadapi kasus ini...
"bukan begitu kawan... dalam kasus ini aku hanya tidak mau merugikan negara terlalu banyak... jika sampai badan intelijen hancur maka negara kita ini juga akan terancam bahaya... bagaimana pun juga aku masih memiliki rasa cinta akan tanah airku ini, dan masih begitu kuat sampai sekarang..." unar Kim pada sahabat-sahabatnya ini...
"Kim benar Zee... jika kita menggunakan kekuatan otot dan senjata, kita sudah bisa menang dengan mudah dari dulu... tapi itu secara tidak langsung akan membuat negara menderita kerugian yang amat sangat besar... aku tahu kau pasti sudah sangat paham tentang stabilitas negara kan..." ujar Jeab yang disetujui oleh Mario juga...
"ya... aku tahu, aku hanya gelisah memikirkan apa sebenarnya bukti yang sampai sekarang pun belum mereka keluarkan untuk membuat Kim ditangkap... ini membuatku kesal!" sahut Zee pada mereka...
"tenanglah kawan... kita lakukan semuanya dengan sebaik mungkin, masalah apa yang akan terjadi pada akhirnya pastilah adalah takdirku... biarkan semuanya mengalir sesuai dengan takdir yang ada..." ujar Kim sambil tersenyum kepada mereka bertiga...
Sebuah senyuman yang membuat sahabatnya ini semakin gelisah dan tidak tenang karena Kim sedang tidak berada di titik aman dalam hidupnya... saat ini idealismenya lah yang sedikit menyulitkan untuk menyelesaikan permasalah...
Idealisme untuk melindungi kepentingan dan kesejahteraan negaranya... tanah kelahirannya ini...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
__ADS_1
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐