
HAPPY READING GUYS
________________________
"Baik, kami akan segera membawakan berkas ini pada bos kami dan setelah bos selesai tanda tangan akan segera kami kirimkan lagi berkasnya ke bank ini, terima kasih..." Ujar anak buah SDG yang menerima berkas itu to the poin sambil kembali fokus mengawasi lingkungan sekitar...
"Ini mengerikan... Apa yang akan dilakukan oleh seorang tuan Kim Hans dengan uang sebanyak ini? Jika jumlah uang yang tersebar di masyarakat lebih banyak daripada kemampuan mereka untuk membeli barang karena barang-barangnya tidak mencukupi maka negara ini pasti akan mengalami inflasi besar-besaran cepat atau lambat... Tapi berbeda lagi jika ada 5-6 bank lagi yang mengeluarkan jumlah uang yang sebanyak ini juga dalam waktu yang bersamaan seperti ini... Situasi keuangan negara akan benar-benar hancur dan jatuh ke posisi paling buruk..." Gumam manajer bank itu dalam hatinya sambil menyaksikan begitu banyak uang yang diangkut ke dalam kontainer-kontainer itu...
Manajer bank ini terbilang pintar dalam bidang perekonomian karena dapat memandang permasalahan secara luas seperti ini... Tentu saja kepintaran juga menjadi syarat awal untuk bisa menduduki kursi seorang manajer bank besar bukan?
Ya, tentu saja...
Siang harinya, belasan kontainer itu satu persatu mulai berdatangan ke parkiran markas SDG yang ada di pelabuhan...
Beberapa anak buah SDG mulai saling bergantian mengamankan kontainer yang penuh dengan uang-uang itu sekaligus juga mereka bergiliran menjaga seluruh supermarket agar tidak ada kejadian yang tidak diinginkan dapat terjadi karena situasi yang akan berubah semakin kacau mulai dari hari ini, misalnya penjarahan supermarket karena supply demand kebutuhan primer atau kebutuhan pangan yang paling penting bagi seluruh lapisan masyarakat tidak dapat berjalan dengan stabil...
***
__ADS_1
Baru satu hari berlalu dari awal semua ini direncanakan dan penarikan uang secara besar-besaran pada bank-bank itu keadaan ekonomi sudah mulai carut marut tidak karuan...
Inflasi terjadi dimana-mana, orang-orang yang tidak biasa membeli barang-barang untuk stok kebutuhan sehari-hari mulai kelaparan dan kelimpungan mencari bahan makan pokok yang habis di toko manapun yang mereka cari...
Jikalau pun ada yang masih menjual sedikit, maka harganya pasti langsung setinggi langit... dengan uang Beras yang awalnya bisa mencukupi kebutuhan makan mereka 10 hari, kini hanya bisa mendapatkan jumlah beras untuk mencukupi makan untuk keluarga mereka selama 1 setengah hari saja...
Banyak juga rakyat yang mulai turun ke jalan menuntut pemerintah untuk menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok yang saat ini telah tiba-tiba melonjak naik diluar batas kewajaran hanya dalam kurun waktu yang sangat amat singkat ini... Pelonjakan yang sangat ekstrim hingga berada di angka 200% dari harga biasanya, membuat hampir seluruh lapisan masyarakat dari golongan menengah ke bawah dan juga golongan menengah ke atas mulai bingung dan pusing memikirkan bagaimana caranya mereka akan memenuhi kebutuhan makan keluarga mereka masing-masing...
Valuta asing semakin naik dan meninggi tak terkendali, sementara mata uang negara ini yaitu mata uang bath mengalami penurunan yang sangat drastis dan sangat memilukan...
Jika ingin melakukan impor kebutuhan pokok dari negara lain juga tidak akan mudah karena nilai mata uang yang sudah benar-benar terpuruk mempersulit keadaan ini... Semuanya menjadi 2 kali lipat lebih rumit daripada biasanya...
Padahal baru 2 hari kemarin mereka melakukan analisis neraca perdagangan dan pergerakan nilai mata uang tidak ada masalah yang begitu menghawatirkan dan sekiranya dapat memicu situasi saat ini...
Semua ini terlalu serba tiba-tiba, maka dari itu tidak ada satupun langkah pencegahan atau antisipasi yang dapat mereka ambil saat ini... Yang bisa mereka lakukan hanyalah mencari beberapa titik kebocoran yang menyebabkan krisis ekonomi saat ini dan berusaha untuk menambalnya agar tidak semakin memperburuk keadaan...
"Bagaimana mungkin semua ini bisa terjadi?!!! Apa saja yang kalian kerjakan sampai-sampai tidak bisa mendeteksi sebelum hal sebesar ini terjadi?! Apa kalian digaji oleh negara hanya untuk menjadi pajangan di kantor pemerintahan ini huh?!!!" Geram sang perdana menteri yang benar-benar kesal karena bisa-bisanya terjadi krisis ekonomi seperti ini di saat ia sedang menjabat...
__ADS_1
"Ini benar-benar sangat memalukan! Cepat pikirkan berbagai cara yang bisa membuat keadaan ini kembali normal! Jika tidak kalian harus bersiap-siap untuk angkat kaki dari pekerjaan kalian saat ini!" Ancam perdana menteri itu kepada para kepala biro bawahannya itu...
"Baik pak!" Sahut mereka kompak lalu segera meninggalkan ruangan perdana menteri itu...
"Jangan menurunkan citra anda tuan perdana menteri yang terhormat... Saat ini masyarakat sudah mulai mendesak dan menyalahkan pemerintah, jangan sampai bawahan anda juga ikut melawan anda..." Ujar Charka yang baru saja masuk ke dalam ruangan si perdana menteri itu, ia juga sudah mendengar semua pembicaraan mereka itu sedari tadi...
"Kau sudah menemukan apa penyebab dari semua yang terjadi?! Bagaimana mungkin semua krisis ekonomi ini terjadi hanya dalam beberapa hari saja? seakan-akan semua ini terjadi semudah memejamkan mata di malam hari lalu bangun di pagi hari dengan situasi yang benar-benar jauh berbeda! Ini benar-benar mengesalkan!" Ujar Perdana menteri itu dengan wajahnya yang telah dipenuhi oleh kekesalannya...
"Tentu saja... Ini adalah pernyataan perang yang terstruktur dengan sangat rapi oleh musuh yang sedang coba kita taklukkan... Kim Hans Suppanad... Tapi yang belum jelas adalah siapa yang mengkoordinir semua pergerakan ini... Karena dari informasi yang didapat, para tangan kanan Kim Hans hanya bergerak sebagai eksekutor bukan perencana atau otak dari semua yang terjadi saat ini... Tapi dari analisa saya pribadi, ada 2 orang yang kemungkinan menjadi otak dari kejadian ini yaitu mantan agen 004 sekaligus istri dari Kim Hans Suppanad, yang kedua adalah putra dari Kim Hans Suppanad yang selama ini belum pernah terekspos ke depan publik secara langsung, namun sampai saat ini tidak ada informasi khusus yang bisa didapatkan tentang anak-anaknya, bahkan tidak ada satupun data dari dinas kependudukan yang mencatat bahwa Kim Hans memiliki anak sampai saat ini, tapi ada sebuah catatan yang pernah terdata di sebuah taman kanak-kanak yang mencatat ada seorang anak dari keluarga Hans Suppanad yang pernah bersekolah disana walaupun dalam waktu yang singkat entah karena alasan apa, tapi anak itu tiba-tiba keluar dan tidak melanjutkan pendidikannya lagi... Dan sampai saat ini tidak ada catatan lagi tentang anak itu..." Ujar Charka
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐