
HAPPY READING GUYS
________________________
Setengah jam kemudian,
Kim yang masih belum bisa sepenuhnya mengendalikan dirinya, masih berusaha tenang sambil menatap langit malam yang gelap dihiasi beberapa bintang malam ini...
Perlahan-lahan ia berhasil mengendalikan emosinya lagi... namun mengingat kelakuannya tadi saat lepas kendali akan pikiran dan juga dirinya sendiri, Kim merasa sangat bersalah pada Aom...
Jika tidak ada sahabatnya dan juga beberapa anak buahnya itu yang menghentikan tindakannya di waktu yang tepat, entah seberapa besar penyesalan yang akan Kim rasakan jika ia sampai melukai Aom karena kondisi emosionalnya yang sedang benar-benar kacau balau itu...
"kau sudah baikan kawan?" tanya Mario yang menahan kepala Kim dan juga pundaknya
"ya... lepaskan lah..." sahut Kim dan mereka semua melepaskan kuncian mereka dari tubuh Kim itu...
Kemudian tanpa basa-basi lagi saat Kim mulai bangun dan duduk di halaman rumah ibu Wana itu, semua anak buahnya itu langsung bersujud di hadapannya...
"maafkan kami bos... kami sudah lancang menahan bos..." ujar mereka bersamaan
"tidak apa... kenapa kalian minta maaf? seharusnya aku berterima kasih karena kalian telah membantu untuk menahanku..." ujar Kim sambil menatap mereka berempat bergiliran
"selain Daw, sekarang kalian bertiga juga sudah tahu betapa menakutkan dan juga betapa menggilainya diriku saat lepas kendali atas emosiku sendiri... jika kalian berniat untuk berhenti mengikuti dan juga bekerja denganku, maka aku dengan senang hati akan membiarkan kalian pergi..." ujar Kim pada mereka bertiga hingga mereka semua menatap Kim dengan penuh kebingungan...
"maksudku adalah jika kalian keberatan atau merasa terbebani jika harus bekerja pada orang yang hampir sama kejamnya dengan iblis seperti diriku ini... kalian aku bebaskan dari sumpah setia kalian jika kalian ingin pergi..." ujar Kim lagi setelah melihat raut wajah kebingungan dari anak buahnya itu...
"tidak bos! saya pribadi akan selalu mengabdikan diri saya pada bos... bos itu bukanlah sepenuhnya seburuk yang bos katakan tadi itu, anda itu sudah seperti malaikat karena selalu menolong orang kecil seperti kami ini, hanya karena sedikit kekurangan yang ada dalam diri anda ini bos, itu tidak akan merubah penilaian saya terhadap bos... bos tetaplah yang terbaik... setiap manusia pasti selalu memiliki kekurangan dan juga kelebihan bos... dan saya hanya akan memberikan sumpah setia saya hanya pada bos Kim!" ujar Petjah dengan penuh keyakinan dan juga kejujuran dalam setiap perkataannya...
__ADS_1
Ia selalu seperti ini...
apa yang ia pikirkan, maka itulah yang ia katakan juga... seorang pria yang benar-benar selalu jujur pada dirinya sendiri dan juga orang-orang yang ada di sekitarnya, sifatnya inilah yang membuat Kim menyukainya...
kejujuran dan kesetiaan sangat penting di dunia gelap ini... karena kepercayaan adalah kunci dari semuanya...
"kami juga tidak akan pernah melakukan itu bos... kami akan selalu setia pada bos, apapun yang terjadi nantinya tidak akan pernah merubah keputusan kami ini!" sahut dua anak buah lainnya yang juga terlihat benar-benar yakin pada apa yang mereka ucapkan itu...
"baiklah... bagus kalau begitu, aku senang" sahut Kim sambil tersenyum tipis kepada mereka yang begitu royal padanya...
"lalu apa yang akan kau lakukan pada orang brengsek yang sudah sekarat ini Kim?" tanya Mario sambil menoleh kearah Anan yang terlihat sangat kesakitan akibat serangan brutal Kim tadi...
Entah berapa tulang-tulang yang patah karena dihajar oleh Kim itu... rintihan kesakitan terus terdengar dari mulutnya, seakan di setiap jengkal tubuhnya hanya bisa merasakan sakit... tidak ada hal lain yang bisa ia rasakan lagi....
bahkan dinginnya udara malam ini juga tidak berpengaruh terhadapnya...
"kau gagal merebut Aom ku, dulu, sekarang dan bahkan di kehidupan mendatang juga tidak akan pernah aku biarkan... sekarang lebih baik kau pergilah dengan tenang, dan bawa ambisimu terhadap Aom ku ke alam baka!" ujar Kim di depan wajah Anan sambil menodongkan pistol itu di kening Anan...
"sebelum.. ak..ku mati, ka...katakan, ke... kena.. pa.. kau tidak mengatakan... pa..da.. Aom jika... kka.. u.. itu... Ze.. ro?" tanya Anan terbata-bata dan menggunakan seluruh energi yang tersisa dalam dirinya untuk menanyakan itu pada Kim...
"baiklah... sebagai hadiah perpisahan, aku akan mengatakannya padamu... kenapa aku selalu menyembunyikan perasaan dan juga apapun yang telah aku lakukan untuk Aom selama ini, hanya ada satu jawabannya... karena aku benar-benar mencintainya, aku ingin melihatnya bahagia meskipun bukan denganku... selain itu aku juga bukan pria yang normal dan sempurna untuknya... kondisi emosionalku yang terkadang tidak dapat terkontrol seperti tadi membuatku memutuskan untuk memilih berada jauh darinya, karena aku takut aku yang kemungkinan akan melukainya tanpa aku sadari... dan jika kau bertanya dan berpikir kenapa aku bodoh dan apakah aku akan terus memilih untuk menjauh dari orang yang aku cintai, aku akan menjawabnya... ya aku bodoh, dan aku pasti akan terus menjauhinya agar dia tidak terluka hanya karena diriku... meskipun aku akan tersiksa sekalipun dan harus mati kesepian, maka aku akan rela melakukan itu semua..." sahut Kim panjang lebar memberikan jawaban yang sebenarnya dan juga sejujur-jujurnya pada Anan yang sebentar lagi akan segera ia lenyapkan itu...
"ka..u gila.. ta..pi.. ker..en" ujar Anan tertawa pelan lalu ia terbatuk-batuk... napasnya mulai tersengal dan terhenti begitu saja...
Anan sudah menghembuskan napas terakhirnya sebelum Kim sempat untuk menembak kepalanya...
ia tidak dapat bertahan setelah dihajar habis-habisan oleh Kim...
__ADS_1
"bereskan dia" perintah Kim dan langsung dituruti oleh anak buahnya...
Mario, Zee dan Nan akhirnya bisa bernapas lega karena Kim tidak lagi dalam pengaruh emosinya yang meledak-ledak itu...
meskipun mereka menderita luka-luka akibat bertarung dan berusaha menghentikan Kim saat ia lepas kendali akan emosinya sendiri...
mereka bertiga sangat bersyukur karena mereka tidak harus mengalami patah tulang pada tangan, kaki, ataupun bagian tubuh mereka yang lainnya....
"apa kalian tidak apa-apa? maafkan aku..." ujar Kim di depan ketiga sahabatnya itu...
"tidak apa-apa kawan... walaupun tetap pukulanmu itu selalu menyakitkan, dan kenapa tenagamu bisa seganas itu saat emosimu meledak? apa kau itu punya sejenis sel-sel spesial seperti hulk dalam tubuhmu? hahaha" sahut Nan sambil tertawa mencandai Kim agar Kim tidak merasa bersalah karena sudah membuat mereka bertiga terluka...
"mungkin... aku tidak mengerti juga... hahaha" ujar Kim ikut tertawa agar suasana tidak berat seperti ini...
"tapi setelah ini apa yang akan kau lakukan? dia agen intelijen yang cukup tinggi... menghilangkannya dia secara tiba-tiba pasti akan menyebabkan kondisi yang tidak dapat kita bayangkan..." tanya Mario pada Kim
"ya Kim... Mario benar, semua ini tidak akan mudah dilewati..." ujar Zee yang juga setuju dengan apa yang Mario ucapkan itu...
"aku tahu... tapi dia yang memulai perang, jadi semua harus diselesaikan dengan cepat" sahut Kim dengan entengnya
"Hey, serius sedikit!" ujar Zee yang protes karena kejadian ini pasti akan merembet kearah hukum yang sulit untuk dihindari jika ada sedikit saja bukti yang bisa memberatkan Kim nantinya jika sampai dibawa ke pengadilan...
______________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐