
HAPPY READING GUYS
________________________
~ Setelah pertemuan sore itu, setiap akhir pekan mereka akan menghabiskan waktu bersama, entah hanya makan siang maupun kegiatan lainnya... Walaupun tidak memiliki hubungan yang resmi namun mereka berdua sama-sama menikmatinya...
Namun semuanya berakhir setelah di sebuah malam yang nampak begitu biasa-biasa saja, tapi itu menjadi akhir bagi usaha yang Kim lakukan untuk mendapatkan cinta dari gadis yang telah menjadi cinta pertamanya itu...
Malam itu...
~di ruang kerja ayahnya
Kim dan kakaknya sedang duduk menyelesaikan berkas pekerjaan yang diberikan oleh ayah mereka itu...
"Kim... kemarilah..." perintah ayahnya yang duduk di sofa yang ada di ujung sana...
Dengan kepekaan Kim untuk menganalisa situasi saat ini, ia dapat mengetahui bahwa ada sesuatu yang akan terjadi dan itu tidaklah begitu baik untuk dirinya... karena ayahnya tidak pernah melakukan apapun dan tidak pernah benar-benar menunjukkan kasih sayangnya kepadanya...
Saat Kim sudah berdiri di hadapan ayahnya...
"Seminggu lagi kau akan menikah dengan putri dari keluarga Suppasara, bersiaplah" perintah ayahnya yang bahkan tak sedikitpun meminta persetujuan darinya...
"ayah... aku tidak bisa menikah begitu saja... aku sudah menemukan cintaku sendiri ayah..." ujar Kim namun dengan kepala yang tertunduk, kakak beradik ini memang sangat menyayangi ayah mereka walaupun watak ayahnya yang sangat keras dan semakin kejam setelah kematian istrinya dan juga ibu mereka berdua itu...
"tidak ada penolakan, ini semua untuk memuluskan invansi bisnis kita di negara ini bahkan di bisa meningkatkan daya invansi sebesar 38%... jadi tidak ada alasan bagimu untuk menolak!" tegas ayahnya pada Kim muda saat itu
"tapi bukankah aku punya hak ku sendiri untuk menentukan pasangan hidupku ayah? bagaimana kalau aku tidak bisa mencintai gadis itu? bukankah ini akan menjadi tidak adil bagiku dan juga bagi gadis itu?" tanya Kim lagi pada ayahnya,
__ADS_1
Dan seketika itu juga ayahnya bangun dan memukul wajah Kim hingga ia tersungkur di lantai itu... kakaknya langsung memegang bahu Kim secepat yang ia bisa setelah melihat kejadian tak terduga itu...
Ayah mereka tak bisa mengendalikan emosinya lagi... sepertinya depresi karena kehilangan istri yang ia cintai kembali muncul... akibat dari emosional yang tak begitu bisa ia kontrol dengan baik, ini juga menjadi satu titik awal kenapa SDG sangat ditakuti kala itu...
karena sang pemimpin kelompok mafia ini benar-benar tidak segan-segan untuk membunuh musuhnya didukung oleh kondisi emosional yang tidak bisa selalu stabil ini...
"apakah hidupku hanya sebuah kesepakatan bisnis untukmu ayah?" tanya Kim lagi tanpa sedikitpun mengelap ataupun meraba pipinya yang lebam dan darah yang mengalir karena luka akibat pukulan keras itu di wajahnya...
"Kim cukup... kau ke kamar lah sekarang!" perintah kakaknya namun Kim tidak bergeming sama sekali, ia menatap ayahnya tajam...
"kau pikir aku tidak tahu hah?!!! kau mencintai putri satu-satunya dari Manaying! walaupun dia juga sahabatku, tapi jangan pernah lupakan bahwa mereka adalah penegak hukum di negara ini... mereka ada di lingkungan militer yang selalu berseberangan dengan kita! kau pikir apa? kau mau merusak cita-cita putrinya yang ingin menjadi seperti ayahnya juga? kau pikir dia mau mendampingimu di dunia yang penuh dengan kegelapan ini?! jangan Naif Kim Hans! kau hanya akan menyeretnya kedalam lubang kesengsaraan yang tiada akhir seperti aku menyeret ibumu kedalam dunia yang penuh bahaya ini... akhirnya ia mati saat melahirkanmu dengan luka tembak yang bersarang di punggungnya ketika musuhku berusaha membunuhnya! kau bahkan lahir saat baru 8 bulan dikandungnya!" teriak ayahnya...
Mereka berdua sebenarnya dapat memahami ayah mereka ini... walaupun ia selalu keras namun dia juga sebenarnya sangat menyayangi kedua putranya, hanya saja cara yang ia lakukan salah... benar-benar salah...
".................." Kim diam, dan memutuskan untuk kembali ke kamarnya sementara kakaknya memberikan obat pada ayahnya ketika sesak nafasnya kembali muncul...
diselingi dengan beberapa bayangan kelam tentang bagaimana dia dulu disiksa saat ia diculik waktu kecil...
Semua pikiran negatif bermunculan di kepalanya, ia merasa sangat pusing sampai-sampai menjambak rambutnya sendiri...
Tok!Tok! Tok!
"apa kakak boleh masuk Kim?" tanya Yang Mao dari balik pintu
"maaf, tapi biarkan aku sendiri kak" sahut Kim sambil menahan sakit kepalanya itu...
"baiklah... tapi jangan memaksakan dirimu... nanti keluar dan kita bisa berbicara... jangan tertekan karena apapun... kakak selalu ada untukmu..." ujar Yang Mao penuh perhatian karena ia tahu Kim sedang menahan sebuah kesakitan yang entah karena apa...
__ADS_1
Karena jika tertekan itu akan mempengaruhi psikis, namun tidak secara fisik... namun dari suara Kim saat ini, Yang Mao tahu bahwa adiknya sedang menahan sakit yang dapat dirasakan secara fisik...
Kekhawatiran mengusai dirinya hingga dia tetap berdiri di depan pintu kamar Kim itu...
ia tidak masuk karena sangat menghargai keinginan dari adiknya untuk sendiri dulu...
Namun ia akan secepat mungkin masuk kedalam saat sesuatu yang buruk terjadi pada adik kesayangannya itu...
Di dalam rumah besar di tengah-tengah kota Bangkok ini, dengan dihiasi oleh berbagai cahaya lampu yang berpendar sangat terang dan mewah itu... tapi tetap tidak bisa mengubah malam yang kelabu yang diakibatkan oleh kejadian tadi...
Dimana seorang anak laki-laki yang baru saja sebulan lalu genap berumur 20 tahun dipaksa untuk melepaskan cinta yang ia perjuangkan selama 10 tahun lebih, mulai dari kecil hingga lulus SMA dan sampai saat ini masih terus berusaha di wujudkan oleh pemuda tampan itu... adik laki-lakinya, Kim Hans...
Sebuah keinginan sederhana, namun entah mengapa terasa begitu mustahil untuk dikabulkan...
Tidak ada satupun perbuatan Kim selama ini yang luput dari pengawasan kakaknya, sehingga ia tahu bahwa Kim, adik kesayangannya ini sangat menyukai gadis yang telah menjadi cinta pertamanya itu...
Namun semuanya sekarang berakhir seperti ini...
memang sangat tidak adil, tapi apa yang bisa ia lakukan untuk membantu adiknya hanyalah dengan cara terus mencoba membujuk ayahnya, walaupun itu akan berakhir sia-sia...
______________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1