
HAPPY READING GUYS
_______________
“Ada apa ini? kenapa ramai sekali Kim?” tanya Aom yang baru saja keluar dari kamarnya
“Tidak apa-apa sayang… kamu istirahat saja di dalam kamar ya…” ucap Kim lembut mencoba menyembunyikan situasi ini dari Aom
“Tidak sebelum kalian jelaskan padaku, ada apa ini sebenarnya?” Sahut Aom penuh penekanan disetiap katanya... ia tau Kim sedang menyembunyikan sesuatu karena dia sangat hafal dengan sifat suaminya sekarang...
“Tidak ada sayang… ayolah… ke kamar ya…” bujuk Kim namun tetap tak berhasil membuat Aom menuruti permintaannya untuk tetap beristirahat di kamar mereka saja...
“Kamu sekarang mau merahasiakan apa dariku Kim?! Apa Aku sudah tidak berharga dan tidak berguna bagimu lagi huh?! kamu sudah tak mau berbagi suka dan duka denganku lagi?!” bentak Aom dan mendorong Kim yang mencoba memeluk tubuhnya
“Baiklah baiklah… tapi aku ingin kamu janji ya… jika kamu tau hal ini jangan mempersulit keadaan? Kamu tau kan aku pasti akan melakukan yang terbaik untuk kita semua?...” ujar Kim lembut namun ada ketegasan di dalamnya
“Aku janji” sahut Aom dengan penuh keyakinan meskipun dadanya terasa sesak entah karena apa…
“Ibu dan Art diculik sayang… tapi kami sudah melacak lokasinya dan terus memantau serta menyusun rencana penyelamatan yang teraman untuk mereka sayang…” ujar Kim setegar mungkin di depan Aom, karena meskipun hatinya bergetar hebat, pikirannya harus tetap dingin untuk memikirkan cara terbaik untuk melakukan penyelamatan mereka...
Saat itu juga, Aom bagaikan disambar petir di siang bolong, Aom membeku mendengar ucapan suaminya ini…
kakinya lemas seketika, seakan tak memiliki tenaga untuk menopang berat tubuhnya lagi… ia terduduk di lantai…
__ADS_1
“Kita akan segera menemukan jalan keluarnya sayang… mereka tidak akan apa-apa… aku berjanji…” ujar Kim tegas dan penuh percaya diri
“Kim Hans! Lokasi ponsel ibu sudah ditemukan dengan akurat, aku sudah mengirim anggota kesana..” lapor Mario
“Baiklah sekarang Art ada dimana kira-kira jika dilacak dari pin itu?” tanya Kim namun belum sempat dijawab oleh Nan Mario dan yang lainnya ponsel Kim berdering karena ada panggilan masuk dan panggilan itu adalah dari nomor yang tidak dikenal…
Kim langsung mengangkat teleponnya dengan cepat namun tetap bersuara dengan calm..
“Hallo..” ucap Kim calm
“Hallo tuan Kim Hans… apa kabarmu?” sahut orang itu dari seberang telepon
“Siapa kau? Dan mau apa meneleponku?” ucap Kim to the poin
“Hey sabarlah… buru-buru sekali… panggil saja aku OG tuan muda…” sahutnya lagi dengan sangat santai...
Kim memiliki firasat yang kuat bahwa orang ini berhubungan dengan penculikan ini…
“Apa maumu? Aku tidak mengenal seseorang yang bernama OG sebelumnya… jadi langsung saja katakan ada perlu apa kau meneleponku?” ujar Kim tanpa mau menanggapi basa-basian dari orang ini...
“Tapi tentu anda tau kakak saya bukan? Ron Fei… orang yang kau bunuh tanpa sebab yang jelas!” ujarnya dengan emosi yang meledak-ledak, tidak sesantai ucapannya sebelumnya...
Aom menggenggam tangan Kim seakan bertanya itu siapa.. Kim hanya menganggukkan kepalanya pelan mengisyaratkan agar semuanya tetap diam...
__ADS_1
“Ron Fei… Ron Fei… oo iya aku ingat sekarang… bedebah gila yang penuh percaya diri mengajakku bekerja sama dalam bisnis narkobanya itu kan? Orang bodoh yang dengan percaya dirinya masih berani berbicara lantang walaupun sudah tau bahwa SDG tidak akan pernah melakukan bisnis menjijikan itu!” sahut Kim dengan bangganya dan suara yang cukup keras untuk didengar oleh semuanya yang ada di rumahnya ini, ia juga sudah memasang mode loud speaker di handphonenya itu sekarang...
“Kau! kau yang bedebah gila bajingan! Kau langsung membunuh kakakku saat itu! dan aku akan membalasmu dengan menyiksa dan membunuh anak kesayanganmu ini!” teriaknya penuh amarah
Aom seketika terpancing emosi dan ingin menanggapi orang tersebut, namun aksinya ditahan oleh Kim dengan *** kuat tangannya yang ada digenggamnya…
Nan dan Zee mengisyaratkan agar Kim menahan obrolan mereka selama kurang lebih 10-15 detik lagi untuk mengekstrak lokasinya itu…
“anakku? Jangan bercanda… mana mungkin kau bisa menyentuh putraku…hahaha…” ujar Kim berpura-pura sombong dan angkuh sekarang...
“Hahaha... kau akan menyesal karena kesombongan dan keangkuhanmu itu Kim Hans… dan coba dengarkan ini...” ucapnya lalu tak berselang lama terdengar suara Art dari seberang telepon itu
“Papa… kenapa paman ini jahat sekali pa? Tanganku diikat dan nenek ditinggalkan di mobil yang kecelakaan tadi…” ucapnya dengan sangat polos…
disatu sisi Kim sangat khawatir dengan keadaan putranya, tapi disisi lain ia sangat senang karena mental putranya hampir sama dengannya dulu saat masih kecil… tidak pernah menunjukkan ketakutan saat mengalami masalah apapun itu...
“Benarkah sayang? Tenang papa akan menyelamatkan Art sebentar lagi… sabar ya…” ujar Kim lembut, lalu terdengar suara OG tertawa dengan sangat keras
“Percaya diri sekali kau Kim Hans! Kita lihat apa yang bisa kau perbuat untuk anakmu ini! Nanti aku akan mengirimkan lokasinya dan datanglah menyelamatkannya sendiri! Itupun jika kau pemberani! Bukan pengecut yang selalu dikawal kemanapun kau pergi! dan jika kau tidak datang sendiri aku pastikan kau hanya akan membawa mayat anakmu pulang ke rumahmu untuk upacara pemakamannya! hahaha!” ucapnya dan langsung memutuskan sambungan teleponnya sebelum Kim menanggapi ucapannya lagi...
____________________
ingat vote, like dan komentarnya ya guys...
__ADS_1
kasi bintang juga ya karyanya author....
⭐⭐⭐⭐⭐