His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Anak-anak


__ADS_3

 


HAPPY READING GUYS


 


____________________


Saat tiba di rumah sakit tanpa basa-basi lagi Kim langsung menggendong Aom dengan sangat hati-hati menuju lobby rumah sakit itu, hingga para perawat menghampirinya dengan membawa brankar medis yang kemudian Aom ditidurkan diatasnya...


setelah posisi tubuhnya benar, benda itu langsung didorong menuju ruang operasi oleh para dokter dan perawat yang telah berdatangan sedari tadi...


"tuan Kim, mohon untuk mengenakan pakaian khusus ruang operasi terlebih dahulu tuan..." ujar seorang dokter yang juga akan menangani persalinan Aom itu...


"ini cepat kenakan.." ujar Jeab tepat di belakang Kim...


"baiklah" sahutnya dan dengan cepat mengambil satu set baju itu dari tangan Jeab


tak lama kemudian Kim sudah berada di sisi Aom dan menggenggam tangannya... sesekali ia tampak mencium tangan istrinya dengan senyuman canggungnya...


tak dapat dipungkiri kalau sekarang ia sedang sangat gugup melihat istrinya akan segera melahirkan anak kedua mereka...


"kita akan mencoba persalinan normal terlebih dahulu, jika tidak memungkinkan kita akan langsung melakukan operasi caesar..." ujar Jeab memerintahkan kepada tim medisnya


"kamu pasti bisa sayang..." ujar Kim sambil mengecup kening Aom


"tentu saja sayang... aku sudah pernah melahirkan Art... tenanglah... kenapa dirimu yang gugup..." ujar Aom dengan senyuman lembut di wajah cantiknya yang sudah dipenuhi oleh peluhnya...


"ini lebih menegangkan daripada saat aku jatuh dari pesawat... padahal dirimu yang merasakan sakitnya..." ujar Kim dengan senyuman yang sangat kaku di wajahnya


"tenanglah... jangan tegang begitu... ketampananmu nanti berkurang..." ujar Aom sebelum ia mulai masuk dalam proses persalinannya


"siap ya Aom... ikuti semua instruksiku...tarik nafas dan dorong dengan kuat" perintah Jeab


"aaakkkhhh!!!" teriak Aom, dan Kim dengan setia mengusap peluhnya perlahan dan terus memberikan semangat kepada istrinya ini...


"sedikit lagi Aom... dorong sekali lagi" ujar Jeab dan pada dorongan terakhir Aom berhasil melahirkan anak keduanya itu...


"kamu luar biasa sayang..." ucap Kim dan terus mencium tangan dan kening istrinya bergantian...


Setelah beberapa menit Jeab membawa bayi itu kepada kedua orang tuanya itu...


"selamat atas kelahiran putra kedua kalian..." ujar Jeab pada Kim dan Aom


"dia laki-laki..." ujar Aom dengan senyum sayunya karena kelelahan setelah proses persalinannya...


bayi laki-laki itu di gendong oleh Kim sebentar lalu ia mencium kening putra kedua mereka itu...

__ADS_1


setelahnya Kim membaringkan tubuh putranya di dada Aom sesuai arahan dari Jeab untuk melatih nalurinya untuk segera belajar menyusui...


"jangan cemburu dan protes nanti karena jatahmu akan sedikit terbagi dari sekarang sampai sekitar 1 tahun kedepan..." goda Jeab pada Kim yang sedang memperhatikan anak dan istrinya itu


"sialan.. tentu tidak akan seperti itu, apapun bisa aku lakukan demi mereka..." ujar Kim menatap malas pada Jeab


"hahaha bercanda kawan... aku tau kau mampu memberikan apapun untuk orang-orang yang kau cintai..." ujar Jeab


setelah semua proses yang diperlukan selesai dilakukan Aom segera dibawa ke ruang perawatan bersama dengan bayinya...


Kim tak henti-hentinya tersenyum bahagia melihat Aom, Art dan putra keduanya yang baru saja lahir ke dunia ini...


"terima kasih sudah memberikanku kebahagiaan yang luar biasa sayang..." ujar Kim sambil mencium kening Aom


"kenapa selalu berterima kasih sayang... sudah sewajarnya kita saling melengkapi, berbagi kebahagiaan dan penderitaan kita... jangan selalu berterima kasih begitu... aku istrimu bukan orang lain..." sahut Aom sambil menggenggam tangan Kim


"Hay..." sapa Zee yang baru saja membuka pintu kamar rawat Aom ini


"kau ini... kenapa tidak mengabari kami huh?" tanya Nan yang juga baru datang bersama ibu dan sahabat-sahabat Kim yang lainnya untuk menengok cucu dan keponakan baru mereka itu...


"aku tidak sempat berpikir untuk yang lainnya... pikiranku sudah dipenuhi oleh bagaimana caranya aku bisa membawa Aom ke rumah sakit secepatnya..." sahut Kim sambil menggelengkan kepalanya pelan


"setidaknya kabari kami setelah persalinan selesai... kau ini..." timpal Mario


"iyaiya... toh juga kalian sudah tau kenapa dibahas lagi..." ujar Kim malas


"mana cucu ibu?" tanya ibu dan langsung berjalan mendekati box bayi yang ada di samping tempat tidur Aom itu


"Art juga imut kok nek..." celetuk Art membuat semua orang tertawa mendengarnya


"iya cucu nenek memang imut-imut ya..." sahut neneknya sambil menggerakkan tangannya menyuruh Art untuk mendekat...


"hey kawan dia laki-laki atau perempuan?" tanya Zee penasaran


"laki-laki bro... aku punya dua orang jagoan sekarang hahaha" sahut Kim dengan bangga


"wow... selamat Kim Hans..." ucap Mario


"berarti hanya Mario yang memiliki seorang tuan putri ya... sisanya pangeran semua hahaha..." ujar Nan dan disambut gelak tawa mereka


"awas nanti jadi rebutan loh..." ujar Jeab yang baru saja masuk ke dalam ruangan


"tentu saja putriku akan jadi seorang gadis cantik idaman para lelaki nantinya... dia kan secantik ibunya..." sahut Mario bangga


"hahahaha..." gelak tawa menghiasi setiap sudut ruangan itu, seakan menggambarkan betapa bahagianya mereka saat ini...


"dimana Ji? aku jarang melihatnya akhir-akhir ini..." tanya Kim saat tak melihat Jirayu ada diantara mereka

__ADS_1


"dia kesini juga, tapi masih mengantar Tae ke dokter kandungan untuk check up..." sahut Mario


"ooo... oke..." sahut Kim lalu ia mendekat ke tempat tidur Aom


"apa kamu lapar sayang? mau aku mintakan bubur ke susternya?" tanya Kim lembut


"tidak... aku hanya sedikit haus Kim..." sahutnya dengan senyuman manisnya


"ini minumlah Aom..." ujar Kim mendekatkan gelas berisi air putih itu ke mulut Aom untuk membantunya minum


"kira-kira kapan aku bisa pulang Jeab?" tanya Aom saat Jeab memeriksa tensinya


"mungkin dua sampai tiga hari lagi Aom... kenapa?" tanya Jeab karena sepertinya Aom ingin buru-buru pulang


"tidak... aku hanya merasa akan sangat bosan jika terus ada di rumah sakit..." sahutnya


"kamu hanya boleh pulang saat kondisimu sudah benar-benar pulih... tidak ada bantahan" ucap Kim tegas


"baiklah... aku kan hanya bertanya..." sahut Aom cemberut


"jangan cemberut begitu... ini semua demi kebaikanmu juga sayang..." ujar Kim lalu ia duduk di samping tempat tidur itu sambil memangku Art


Jeab keluar dari ruangan setelah semua pemeriksaannya selesai dilakukan... yang lainnya juga sudah pulang ke rumah dan kembali bekerja atas perintah Kim karena proyek besar mereka sudah memasuki tahap 80% pengerjaannya... ibu Wana juga sudah pulang untuk mengambil beberapa keperluan di rumah yang akan ia bawa untuk Aom di rumah sakit...


"mama apa aku akan punya adik lagi setelah ini ma? aku rasa akan sangat menyenangkan jika rumah kita lebih ramai... aku bisa bermain bersama adik-adikku sampai puas..." ujar Art dengan polosnya


"Art mau punya adik lagi?" tanya Kim sambil mengangkat salah satu alisnya


"ya pa... kalau punya banyak adik pasti seru!" sahut Art dengan penuh semangat


"papa pasti sangat senang untuk membuat adik lagi kalau begitu..." sahut Kim dengan senyuman nakalnya pada Aom


"jangan menatapku begitu, dasar mesum!" ucap Aom dengan wajah yang sudah merona merah, ia sangat paham arti dari tatapan nakal suaminya ini


"kamu siap untuk memberikanku berapa anak lagi sayang?" bisik Kim di telinga Aom dengan begitu menggoda


"kamu pikir melahirkan seorang anak itu mudah! itu tidak semudah membuatnya" sahut Aom lalu dengan cepat ia memalingkan wajahnya dari Kim


"aku tidak bilang itu mudah... tapi aku tidak akan keberatan punya anak sebanyak-banyaknya iya kan Art? hahaha..." sahut Kim sambil mengangkat tangannya mengajak Art untuk tos


"iya pa... yey!" ucap Art penuh semangat


Aom hanya bisa tertawa geli melihat tingkah laku keduanya ini...


_________________________


jangan lupa vote, like dan komentarnya guys..

__ADS_1


kasi rating/bintang juga karyanya aothur ya...


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2