
HAPPY READING GUYS
________________________
"Entah apa yang menyebabkan ia pingsan Kim, mungkin efek kehamilan atau hal lainnya yang jelas semuanya harus aku periksa secara menyeluruh... " Sahut Jean sambil memainkan ponselnya menghubungi beberapa orang kepercayaannya untuk menyiapkan berbagai peralatan khusus untuk melanjutkan pemeriksaaan secara menyeluruh dan sedetail-detailnya pada Aom...
Dan benar saja, hanya dalam hitungan kurang dari 20 menit kamar tidur Kim dan Aom sudah dirubah sedemikian rupa hingga menyerupai ruang ICU di rumah sakit pada umumnya...
Bagaimana itu mungkin untuk dilakukan? Apa mereka memindahkan seluruh peralatan di rumah sakit milik SDG ke dalam ruangan ini dan mengabaikan kebutuhan pasien yang ada di rumah sakit itu?
Hey!
Jangan lupa saat seseorang memiliki uang dan kekuasaan mereka bisa melakukan apapun yang mereka inginkan!
Kim atau Jeab bahkan tidak perlu memindahkan peralatan rumah sakit ke rumah ini karena di gudang bawah rumahnya mulai dari telur semut sampai emas batangan murni serta berbagai macam peralatan canggih di segala bidang bisa ditemukan di dalamnya!
Kekuatan uang memang sungguh luar biasa di era global ini hahaha!
Jeab terlihat fokus memeriksa keadaan Aom, bagaimana tidak... Wanita yang paling berharga dalam hidup sahabat sekaligus bos besarnya ini sedang pingsan tanpa sebab yang jelas...
Sementara Jeab melakukan pekerjaannya, Kim hanya bisa mondar-mandir tidak karuan di sekitar sana... Ia seakan tidak pernah mengalami sakit perut karena makanan super duper pedas yang baru saja ia makan hanya demi membuat Aom tersenyum senang...
Semua rasa sakitnya itu seakan-akan telah menguap keluar bersamaan dengan keringat dingin yang mengucur di keningnya... Ia terlihat sangat cemas saat ini... Tentu saja karena istri dan juga calon anak mereka berdua saat ini sedang sakit dan entah karena aap ini bisa terjadi selama dalam pengawasannya...
Detik demi detik berlalu, setiap detiknya terasa begitu menyesakkan bagi Kim saya ini... Jeab pun hampir menyelesaikan segala macam pemeriksaan yang sedari tadi ia lakukan untuk Aom...
Mulai dari pemeriksaan CT-scan, pemindaian sinar x-ray, pengukuran gelombang otak, sampai pada pengecekan kecil seperti tensi dan juga kadar oksigen dalam darah semuanya telah ia lakukan...
__ADS_1
Setelah semua hasil pemeriksaannya keluar, Jeab langsung membawanya kepada Kim dan sedikit menggeleng pelan membuat Kim semakin gelisah...
"Ada apa Jeab?! Cepat katakan?! " Ujar Kim tegas tak terbantahkan,
"Sebelum itu izinkan aku bertanya satu hal padamu Kim..." Ujar Jeab yang kemudian sekali lagi menatap lembaran hasil lab itu sementara Kim hanya mengerutkan keningnya menunggu apa yang akan Jeab tanyakan padanya...
"Apa istrimu pernah kehilangan ingatannya ketika masih muda?" Tanya Jeab yang langsung membuat Kim mengernyitkan keningnya dengan cepat setelah mendengar apa yang Jeab tanyakan padanya...
"Ya... Ia pernah mengalami cidera di kepalanya hingga ia kehilangan sebagian memori tentang apa yang sudah ia lalui beberapa tahun sebelumnya... " Sahut Kim,
"Tapi apa hubungannya? Apa sampai saat ini cidera itu masih berefek kepadanya? " Tanya Kim cemas,
"Sepertinya sesuatu yang hampir mirip seperti itu Kim... Tapi aku belum dapat memastikannya dengan jelas, karena ada beberapa kemungkinan yang terjadi... Mungkin beberapa ingatannya tiba-tiba kembali secara bersamaan hingga membuat dirinya tidak dapat menahan rasa sakitnya, atau ada beberapa sistem saraf yang terganggu pasca kejadian itu... Hmmm, tapi kemungkinan ini sangat kecil dapat terjadi karena ia sudah hidup secara normal beberapa puluh tahun ini... " Ujar Jeab sambil mengelus dagunya pertanda ia sedang berpikir keras saat ini...
"Lakukan apapun agar ia cepat sembuh dan sadar Jeab! " Perintah Kim yang tidak begitu peduli dengan rinciannya yang terpenting baginya adalah Aom bisa cepat sadar dan pulih sepenuhnya...
"Ayah! Ada apa dengan ibu?! " Tanya Art dan Tan serempak saat mereka juga ikut masuk ke dalam kamar orang tua mereka ini,
"Paman Jeab masih memeriksanya, lebih baik kita menunggu di ruang kerja ayah saja..." Ujar Kim sambil mencium kening Aom yang kini terbaring dilengkapi beberapa alat suplay oksigen untuk mempercepat pulihnya kesadarannya...
Dan disaat bersamaan Pim baru saja masuk ke dalam kamar ini juga, dengan wajah paniknya... Ia baru saja ingin berangkat ke suatu tempat tapi langsung ia batalkan ketika mendengar bahwa ibunya tiba-tiba saja pingsan di rumah...
"Kalian mau kemana?! Bagaimana keadaan ibu? " Tanya Pim dengan raut wajah yang begitu panik dan cemas...
"Ibumu perlu istirahat yang banyak sekarang... Makanya lebih baik hanya satu orang yang boleh di dalam... " Sahut Jeab menjelaskan pada keponakan cantiknya ini,
"Biarkan aku yang menjaga ibu!" Ujar Pim yang langsung dengan cepat duduk di pinggiran tempat tidur Aom itu, Jeab melirik Kim seolah meminta persetujuan darinya dan Kim mengangguk pelan,
__ADS_1
"Baiklah, temani ibumu tapi kau harus tetap hening dan tidak menimbulkan gangguan apapun untuk dirinya... Mengerti?" Ujar Kim tegas pada Pim yang langsung mengangguk setuju...
***
Di dalam ruang kerja Kim mengusap wajahnya dengan kasar... Ia merasa sangat cemas sekarang...
"Bagaimana dengan penerbangan ke Hongkong ayah? Apa tetap dilakukan atau ditunda karena keadaan ibu yang tidak stabil ini bagaimana kita bisa meninggalkan dirinya dan berada jauh ketika kondisinya sedang tidak baik?" Tanya Art yang tentunya tampak cemas juga begitu pula dengan Tan yang tampak begitu khawatir pada kondisi ibunya...
"Semuanya tetap sesuai dengan rencana... Aku yakin ibu kalian akan baik-baik saja, kalian fokuslah menyelesaikan misi pertama kalian secara resmi ini... Jangan buat kesalahan dengan alasan apapun! " Ujar Kim tegas,
"Tapi ayah!... " Ujar Tan yang langsung dicegah oleh Art,
"Jika ayah sudah memberikan perintah maka itu mutlak adanya adikku... Ayo kita siapkan semua keperluannya... " Ujar Art yang memang sangat patuh pada apapun yang Kim perintahkan pada dirinya,
Setelah anak-anaknya pergi, Kim sekali lagi mengusap wajahnya dengan kasar... Ia nampak cukup frustasi saat ini karena melihat keadaan Aom bisa seperti ini meskipun ia tidak luput dari pengawasannya sedetikpun hari ini...
"apa yang membuatmu seperti ini sayang? apa cidera lamamu masih berbekas sampai sekarang atau apa? tolong cepatlah sadar... jangan membuatku gelisah seperti ini..." gumam Kim sambil memijat pelan pelipisnya,
Ia memikirkan masalah krisis di Hongkong sekaligus keadaan Aom yang tiba-tiba saja berubah buruk hari ini... tentu saja semua ini membuat pikirannya sedikit kacau karena ia tidak hanya perlu merayu Aom yang sedang hamil dan selalu ingin dekat dengan dirinya ini, tapi juga ia tidak bisa meninggalkan Aom dalam keadaan yang tidak jelas seperti ini...
Tapi jika ia tidak pergi, ia juga tidak bisa menyelesaikan konflik yang terjadi di Hongkong... Apalagi ia juga mengirim kedua putranya kesana untuk memahami lebih dalam bagaimana kehidupan yang akan mereka warisi nantinya...
Ini adalah pilihan yang sulit...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
__ADS_1
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...