His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Ancaman


__ADS_3

Maaf nih lama ngilangnya hehehe....


soalnya author lagi fokus revisian...


HAPPY READING GUYS


______________________


Hari berganti hari, beberapa bulan pun bergulir dengan begitu cepat…


Tak terasa ini sudah masuk bulan kedelapan usia kehamilan Aom dan bulan kesembilan usia kehamilan dari Baifren…


Pagi ini semua orang tengah sibuk melakukan tugasnya dengan tenang seperti biasanya, hari ini juga ada satu agenda pertemuan penting yang akan dilakukan sore harinya…


“bos semua persiapan sudah selesai dilakukan untuk pertemuan sore nanti, sepertinya pertemuan kali ini akan mempererat hubungan kita dengan pihak kerajaan bos” ujar Zee melaporkan persiapan yang telah dilakukan untuk pertemuan sore nanti...


“Aku rasa memang inilah titik terbaik hubungan kita dengan pihak kerajaan setelah kita berhasil membantu menghancurkan kelompok mafia pengedar narkoba terbesar di negeri ini… selain itu, ini juga merupakan kesempatan yang bagus untuk menunjukkan kekuatan kita agar tidak ada yang berani macam-macam dengan SDG” ujar Kim sambil merapikan berkas yang tadinya ia tanda tangani itu dan menyerahkannya kepada Nan


“Jeab tolong kau jaga ibu, Aom dan Art bersama dengan Nan… aku Mario dan Zee akan menghadiri acara pertemuan sore ini dengan yang mulia raja…” ucap Kim memberi perintah


“Baiklah Kim…” sahut mereka berdua


“Oo iya… jaga Baifren juga… ini sudah mendekati masa persalinannya… apalagi aku mengajak suaminya pergi…” ujar Kim sedikit menggoda Mario


“Dia bukan wanita lemah bos, kau tentu tau itu…” ujar Mario tersenyum bangga


“Bukan itu yang aku khawatirkan, tapi bagaimana jika saat kau pergi denganku saat itulah anakmu lahir? Apa kau bisa tenang menjalankan tugasmu sementara istri kesayanganmu berjuang untuk melahirkan anakmu?” ujar Kim menatap mata Mario lekat…


ia seakan tau bahwa Mario sedang was-was karena akan meninggalkan istrinya di rumah saat ia sedang hamil besar dan mendekati masa persalinannya…


“Aku tau kau menghawatirkan istrimu yang sebentar lagi akan melahirkan… jika kau mau, aku mengizinkanmu untuk bertukar posisi dengan Nan agar kau bisa menjaga istrimu juga…” ujar Kim lalu ia berdiri dan mengambil pistolnya dan menyimpannya di saku belakangnya


“Aku akan tetap berada disampingmu Kim, ini tugas dan kewajibanku” sahut Mario


“Baiklah kalau begitu, bersiaplah untuk bertemu dengan sang raja setelah ini…” sahut Kim


"siap bos" sahutnya dengan semangat


kini jam sudah menunjukkan pukul 3 sore... 30 menit lagi sebelum waktunya pertemuan itu di gelar, Kim dan seluruh anak buahnya yang ia perintahkan untuk ikut pada acara sore ini sudah diperjalanan menuju Auditorium kerajaan...


"selamat datang tuan Kim Hans..." sapa para penjaga yang bertugas di depan pintu...


"Terima kasih..." sahut Kim sopan


kini Kim sudah menunggu di ruang pertemuan, beberapa menteri sudah terlihat berada di ruangan menandakan sang raja sudah hampir tiba...


"Kim sepertinya ada beberapa dari mereka tidak menyukai kehadiranmu disini... terlihat jelas dari cara mereka menatapmu walaupun hanya sekilas..." ujar Zee


"Aku tau itu... tentu mereka tidak akan suka dengan kehadiran kita di kerajaan, kau tau kan peraturan kerajaan yang sangat ketat? bahkan rakyat biasa tidak diperbolehkan menyentuh anggota kerajaan... tentu saja pasti akan ada beberapa orang yang tidak suka dan merasa posisinya terancam dengan kehadiran kita disini..." sahut Kim datar tanpa menoleh kearah lawan bicaranya


NB :


perlu diketahui juga bahwa di kerajaan Thailand memang ada peraturan yang cukup unik dan sedikit kurang masuk akal yang diterapkan pada semua warganya...


yaitu sebuah peraturan yang melarang semua rakyat biasa untuk bersentuhan langsung dengan sang raja beserta semua keluarga kerajaan...


semua rakyat Thailand sangat menghormati semua peraturan kerajaan yang diberlakukan di negara mereka ini... apapun alasannya mereka tidak akan berani melanggar satupun aturan kerajaan yang ada...

__ADS_1


seluruh rakyat sangat mencintai rajanya...


~


tak berselang lama pintu telah terbuka dan terlihat para ajudan kerajaan sudah berbaris berderet di depan pintu sampai ke dalam ruangan..


sang raja melangkah dengan gagah masuk ke ruangan, saat itu pula Kim dan semua yang ada di ruangan memberikan penghormatan mereka dengan sangat tulus kepada sang raja...


"tidak perlu sungkan tuan Kim Hans... anda adalah salah satu orang penting juga di negeri ini..." ujar sang raja dengan suaranya yang penuh dengan wibawa


"tidak yang mulia raja... saya tetaplah seorang rakyat biasa, saya tetap harus memberikan penghormatan setinggi-tingginya untuk yang mulia raja..." ujar Kim dengan sangat sopan


"baiklah kuterima penghormatanmu... sekarang mari kita membicarakan inti dari pertemuan ini... lakukanlah dengan senyamannya jangan sungkan agar suasananya hangat..." ujar sang raja


"baik yang mulia... terima kasih atas kehormatan ini..." ujar Kim sekali lagi memberi hormat


lalu semua anak buahnya menyiapkan presentasi yang dibutuhkan, setelah semuanya siap Kim langsung memimpin jalannya pertemuan ini dengan pemaparan konsep projek yang ia bawakan hari ini...


"baik yang mulia ini adalah konsep yang kami tawarkan... setiap pembangunan harus merata di seluruh negeri kita ini agar semua rakyat dapat makmur dan sejahtera yang mulia... saya akui memang pemerintahan sudah melakukan banyak projek yang baik tapi tetap masih ada beberapa daerah yang masih terlupakan... jadi disini kami ingin mengajukan pengembangan daerah-daerah tersebut agar dapat mengejar ketertinggalannya..." ucap Kim mengakhiri pemaparannya...


"saya pribadi sangat menyukai konsep yang ada ajukan tuan Kim Hans... dan projek ini bisa segera dijalankan beberapa bulan lagi, seluruh tanggung jawab saya serahkan kepada anda tuan Kim Hans..." ujar sang raja dengan senyum yang terukir di wajahnya


"terima kasih yang mulia raja... ini merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk selalu dapat berkontribusi terhadap negara ini..." sahut Kim sambil memberi hormatnya


"sekarang saya ingin mengundang anda untuk makan malam bersama saya dan para pangeran..." pinta sang raja


"sungguh sebuah kehormatan dan keberuntungan besar bagi kami semua yang mulia raja..." sahut Kim sambil membungkukkan badannya...


mendengar hal itu semakin banyak pandangan tak suka yang mengarah pada Kim, karena yang mulia raja memberikan perhatian yang cukup spesial untuknya seperti ini...


banyak diantara mereka merasa posisinya sedang terancam dan bisa saja Kim akan segera menggantikan kedudukannya di kerajaan jika yang mulia raja menghendakinya...


saat yang mulia raja pergi dari tempat ini nantinya, apapun bisa terjadi nantinya...


demi sebuah kekuasaan banyak orang yang mampu melakukan banyak cara untuk mengamankan posisi mereka...


"kalian boleh tetap bersiaga namun, jangan sampai terlihat oleh yang mulia... itu akan sangat tidak sopan..." bisik Kim tanpa menoleh dan tetap menatap lurus kedepan


"kalian hanya orang jelata, jangan pikir bisa mendekati sang raja" batin seseorang di dalam ruangan itu


setelah acara makan malam dan berbincang-bincang santai cukup lama, akhirnya Kim dan yang lainnya berpamitan untuk pulang kepada para pangeran dan yang mulia raja... dengan pribadi Kim yang hangat dan sangat pintar untuk dekat dengan orang baru, ia sudah bisa akrab dengan para pangeran dan yang mulia raja...


banyak sharing pengalaman antara Kim dan para pangeran-pangeran itu... sampai akhirnya Kim pamit untuk pulang karena hari sudah malam...


"Terima kasih atas kehormatan ini yang mulia raja... begitu juga kepada yang mulia pangeran semuanya... saya sangat beruntung memiliki kesempatan seperti ini... Sekarang saya mohon diri untuk segera pulang ke rumah saya" ucap Kim dengan senyum manisnya...


"sudah saya bilang tidak perlu begitu sungkan tuan Kim Hans... ini sangat menyenangkan, kita dapat berbagi pengalaman..." ujar sang raja


"sampai jumpa tuan Kim Hans, sesegera mungkin kita pasti akan bertemu lagi... anda orang yang luar biasa..." ujar pangeran Decha


"baik pangeran... suatu kehormatan bagi saya..." sahut Kim


selanjutnya ia bersama seluruh bawahannya pulang kembali ke rumah...


di perjalanan pulang, ketika melewati jalur yang sepi pemukiman itu, tiba-tiba saja ada beberapa mobil yang mendahului dua mobil yang mereka kendarai itu...


mobil itu langsung menabrak mobil mereka, benturannya sangat keras hingga mobil itu sedikit ringsek, namun tak begitu parah karena mobil yang Kim miliki semuanya sudah di desain khusus untuk memberkuat body mobilnya...

__ADS_1


saat mobil-mobil itu sudah berhenti secara paksa, beberapa orang turun dari mobil yang sengaja menabrak mobil Kim dan anak buahnya itu, dan selang beberapa detik baku tembak tak dapat dielakkan lagi....


***


sementara itu di rumah Kim terlihat Aom dan Baifren sedang membuat susu kehamilan untuk diri mereka sambil berbincang-bincang cantik, membicarakan banyak hal... mulai dari pakaian bayi, mainan, shoping, jalan-jalan dan masih banyak lagi...


Namun saat hendak menuju sofa ruang tamu, tiba-tiba saja perut Baifren mengalami keram, gelas susunya terjatuh dan berserakan di lantai...


"astaga Fern... apa kau tidak apa-apa? Jeab! Nan! tolong!!!" teriak Aom panik


"aaakkkhhhh... sakit Aom... perutku..." ucap Baifren lirih


"astaga... ada apa ini?" tanya Jeab yang dengan sigap menghampiri mereka bersama dengan Nan, lalu dengan cepat Nan menelpon anak buahnya untuk menyiapkan mobil


"cepat siapkan mobil, kita akan ke rumah sakit cepat!" perintahnya dan langsung mengakhiri sambungan teleponnya


Baifren di pegangi oleh Jeab dan Nan, sementara Aom berusaha membersihkan pecahan beling dari gelas yang ada di sekitar kaki Baifren agar ia tak terluka...


Namun tanpa disengaja salah satu pecahan beling itu menggores dan melukai jarinya...


"awwhh..." jerit Aom pelan dengan perasaan yang tiba-tiba tidak enak


"ada apa Aom apakah perutmu kontraksi juga?" tanya Jeab sedikit panik


"tidak Jeab... jariku hanya terluka sedikit... tapi kenapa aku merasa tidak enak ya? aku gelisah..." ujarnya sambil mengelus lembut dahi Baifren yang bercucuran keringat


"mungkin karena efek melihat Baifren kesakitan... ibu hamil memang biasanya sangat perasa..." sahut Jeab, lalu saat mereka mendengar suara klakson mobil Jeab dan Nan langsung membawa Baifren ke rumah sakit...


Jeab ikut di mobil yang sama dengan Baifren, sementara Nan membawa mobil yang satunya bersama dengan Aom, ibu, dan juga Art...


"mama kita mau kemana?" tanya Art


"kita akan ke rumah sakit sayang... tante Bai mungkin akan segera melahirkan sayang..." sahut Aom


"bukannya masih beberapa hari lagi waktunya Baifren melahirkan sayang?" tanya ibu Wana


"iya ma... tapi tadi perutnya berkontraksi... sepertinya kelahiran bayinya sedikit lebih maju dari perkiraan dokter ma..." sahut Aom sambil sesekali mengusap perutnya


"lalu adikku ini kapan lahirnya ma?" tanya Art dengan polosnya sambil menempelkan kepalanya di perut besar Aom itu


"hahaha... sebentar lagi adikmu ini akan segera lahir sayang... tidak lama lagi... kamu sudah siap membantu mama menjaganya kan?" tanya Aom sambil mencubit pipi putranya dengan gemas


"tentu saja ma... aku selalu siap hehehe... tapi dia anak laki-laki atau perempuan ma? dia akan mirip mama atau papa?" tanya Art beruntun membuat perjalanan menuju rumah sakit sangat hangat dan menyenangkan...


"tidak tau sayang... nanti saat adikmu lahir kita akan tau dia laki-laki atau perempuan sayang..." sahut Aom dengan senyuman indah terlukis jelas di wajahnya yang cantik itu...


setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah sakit SDG, Baifren dan Jeab langsung menuju ruang operasi didampingi oleh beberapa dokter dan perawat...


sementara Nan, Art, Aom dan ibu Wana hanya bisa menunggu di kursi tunggu dekat ruang operasi itu...


Nan terus mencoba menghubungi Mario untuk mengabarinya tentang keadaan Baifren sekarang... tentunya ia harus ada untuk mendampingi Baifren saat proses melahirkan... namun teleponnya tetap tidak dapat dihubungi...


Nan pikir karena pertemuan dengan yang mulia raja makanya dia tidak memperhatikan handphonenya sama sekali...


____________________


jangan lupa vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating/bintang juga ya karyanya Author...


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2