
HAPPY READING GUYS
___________________
Kim menggandeng tangan Aom dan membawanya menuju lobby penjemputan dimana seorang anak buahnya telah menunggu mereka dengan sebuah mobil hitamnya...
"silahkan masuk nyonyaku sayang..." ujar Kim sambil membukakan pintu mobil itu untuk Aom dengan cara yang begitu manis dan romantis...
"manisnya suamiku ini... kamu semakin hari semakin suka menggodaku ya..." ujar Aom lalu ia masuk ke dalam mobil diikuti oleh Kim setelahnya...
"bos mau diantarkan kemana sekarang bos?" tanya anak buah Kim yang sedang bertugas menjadi supirnya saat ini
"antar kami ke dermaga" sahut Kim tegas dan berwibawa seperti biasanya...
"baik bos..." sahut anak buahnya dengan patuh
Selama di perjalanan menuju ke dermaga markas SDG itu, Kim selalu mengganggu dan menjahili Aom sampai ia tak henti-hentinya tertawa sehingga perjalanan yang cukup panjang dan membosankan itu pun tak terasa begitu lama...
Saat mendengar berita bahwa Kim akan datang, semua anak buahnya yang sedang bertugas di markas dermaga itu bersiap-siap untuk menyambutnya karena ini pertama kalinya bos besar mereka itu membawa istri kesayangannya kemari mengunjungi markas SDG yang sekaligus pelabuhan ini...
Kim dan Aom turun dari mobil mereka itu lalu Kim menggandeng tangan Aom dan mengajaknya untuk masuk ke sebuah bangunan cukup besar di tepian laut itu dan jaraknya sangat dekat dengan kapal-kapal tanker besar yang berjejer rapi di pinggiran dermaga itu...
"Selamat pagi bos, selamat pagi nyonya..." sama anak buah SDG yang ada di dermaga itu dengan penuh hormat...
"iya, selamat pagi juga..." sahut Aom ramah sambil tersenyum manis kepada mereka semua...
"jangan tersenyum pada mereka, aku tidak suka..." ucap Kim sambil mengeratkan genggaman tangannya pada Aom...
__ADS_1
"kenapa sayang? mereka menyapa dan tersenyum dengan ramah, tentunya aku juga harus membalasnya kan..." sahut Aom sedikit bingung dengan perkataan Kim nya itu...
"pokoknya tidak boleh..." sahut Kim dengan tatapan tidak sukanya namun tetap melangkah menuju pintu utama bangunan yang ada di depan mereka itu...
"bukankah mereka itu para anggotamu yang sangat setia sayang?" tanya Aom yang masih bingung kenapa Kim melarangnya untuk tersenyum sekedar membalas sapaan mereka itu...
Kim tak menjawabnya dan terus melangkah masuk kedalam gedung itu, mengajak Aom melihat-lihat disana, namun di gedung itu hanyalah tempat untuk mengurus administrasi-administrasi yang SDG perlukan untuk bisnis-bisnisnya...
Setelah itu mereka menaiki tangga sampai ke bagian paling atas gedung itu, lalu Kim menekan sebuah tombol hingga sebuah jembatan penghubung gedung itu dengan kapal tanker besar yang ada di depan gedung itu terhubung...
Saat Kim hendak mengajak Aom melewati jembatan itu untuk menuju kapal tanker besar yang mengambang dengan tenang di laut itu, Aom menarik tangan Kim sambil memanggil namanya... karena sedari tadi pertanyaan yang ia tanyakan tak satupun dijawab olehnya...
"Kim...." ucap Aom lembut sambil memasang wajah cemberutnya
"kenapa hanya diam? apa aku salah? aku tidak mengerti... jelaskan padaku, jangan diam begini..." ujar Aom pada Kim sambil menggenggam erat tangan Kim nya itu,
Kim berjongkok di depan Aom dan memintanya untuk segera naik ke punggungnya agar ia bisa menggendongnya...
Kim membawanya ke sebuah ruangan besar, yang dekorasi dan tata letak barang-barangnya sangat terlihat familiar bagi Aom...
ini terlihat seperti ruang kerja Kim yang ada di rumah mereka...
"turunlah..." pinta Kim saat mereka sudah berada di tengah-tengah ruangan itu...
"Kim... jawab pertanyaanku dulu!" seru Aom sambil mengeratkan kaki dan tangannya di gendongan Kim...
"kamu ini ya... apa kamu tidak sadar jika senyuman mu itu tadi terlalu manis? bagaimana kalau mereka akhirnya jatuh cinta padamu? bisa-bisa aku membunuh mereka satu persatu karenanya..." sahut Kim sambil mengerutkan keningnya pertanda tak suka...
__ADS_1
"astaga... suami tampanku ini cemburu ternyata ya.... hanya karena aku tersenyum kepada anak buahnya?" tanya Aom dengan nada sedikit menggoda Kim yang masih tampak tak suka dengannya kejadian senyuman tadi...
"tidak, untuk apa aku cemburu? kamu hanya tidak boleh tersenyum kepada laki-laki lain kapanpun dan dimana pun! aku tidak setuju akan hal itu" sahut Kim sambil duduk di sofa yang ada di ruang kerjanya itu
"Ayolah mengaku saja... kamu cemburu kan, aduh... akhirnya aku melihat wajah imut ini setelah sekian lama... hehehe" ujar Aom mencandai Kim sambil terkekeh geli melihat ekspresi wajah Kim yang terlihat kesal tapi imut itu...
"sudahlah, jadi mau melihat-lihat tempat ini tidak?" tanya Kim dan mengambil beberapa buah kunci di lacinya...
"sayang... jangan marah ya... aku tidak akan tersenyum manis pada mereka lagi kok... aku hanya akan tersenyum manis padamu saja... ya? yayaya?" bujuk Aom pada Kim yang sama sekali tidak tersenyum sedari tadi padanya...
Aom duduk di pangkuannya, dan mengalungkan tangan kirinya di bahu Kim... memperhatikan ekpresi wajah seorang Kim Hans yang menurutnya sangat imut saat ini...
"astaga kenapa dia imut sekali saat sedang cemburu..." batin Aom
"sudah aku bilang aku tidak... hmmmppp..." ucap Kim namun terhenti ketika Aom langsung mencium bibirnya saat itu juga
Setelah ciuman singkat itu berakhir, sebuah senyuman manis terlukis dengan perlahan-lahan di wajah tampan Kim itu...
"jangan menggodaku lagi sayang... kalau kamu tidak mau berakhir di ranjang kamarku disini..." ujar Kim pada Aom dengan senyuman yang penuh makna itu...
"kita masih punya banyak hal yang perlu kita lakukan selain 'hobbymu' itu sayang..." sahut Aom sambil menarik Kim agar ikut berdiri dari kursinya itu...
"ngomong-ngomong ruangan ini sangat persis dengan ruang kerjamu yang di rumah sayang..." ujar Aom sambil memperhatikan setiap sudut ruangan itu...
____________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
__ADS_1
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐