
HAPPY READING GUYS
______________________
"apa?!" bentak Aom sambil menghentakkan kakinya hingga Kim harus bangun dari posisi tidurnya yang nyaman itu...
"aw.... sebentar-sebentar... jangan salah paham dulu sayang... bukan seperti itu... maksud dari aku ingin menyayanginya karena kedua orang tuanya telah tiada, semua keluarganya telah tiada... ia adalah seorang anak dari sepasang suami istri yang berprofesi sebagai peneliti ahli, suatu hari karena salah satu penemuan mereka yang luar biasa, membuat Mad Dog sangat tertarik dan berusaha merekrut mereka untuk diajak ke laboratoriumnya di Amerika... tapi mereka menolak dan akhirnya dibunuh oleh anak buah Mad Dog itu... saat itu Pei masih tinggal di asrama putri sekolahnya... jadi ia bisa selamat... seluruh keluarganya dibantai, kakek nenek dan orang tuanya tidak ada yang tersisa untuk ia jadikan sandaran hidup lagi... maka dari itu aku berpikiran untuk membawanya tinggal di mansion bawah, bersama Jay dan Tae serta anak buah lainnya...
aku tidak mau seorang anak yang berbakat seperti ini harus hancur karena kejahatan yang dilakukan oleh orang gila berpengaruh dan kuat itu..." ujar Kim menjelaskan semuanya dengan terperinci pada Aom agar tidak salah sangka akan perkataannya yang sebelumnya itu...
"Mad Dog? bukannya dia adalah pimpinan mafia yang paling besar dan ditakuti di USA?" tanya Aom pada Kim setelah ia ingat pernah membaca beberapa profil penjahat kelas kakap itu sebagai warning di beberapa misi yang pernah ia jalankan sebelumnya saat masih menjadi seorang agen khusus di kala itu...
"ya... dan dia adalah kakak dari orang Amerika yang aku bunuh sebelumnya... tapi kita masih punya kesempatan untuk memantapkan persiapan kita karena sampai saat ini mereka belum menemukan bukti apapun yang bisa menunjukkan bahwa akulah yang sudah melenyapkan adiknya..." sahut Kim yang kembali membuat wajah Aom terlihat pias...
"jangan bercanda Kim..." ucap Aom yang berharap apa yang Kim katakan itu hanya sebuah guyonan...
"tidak sayang... aku serius... mereka menginginkan nyawaku saat itu, maka pilihannya hanya dua... terbunuh atau membunuh... tentu saja aku harus membunuhnya... mereka jual aku beli... karena aku bukan orang yang bisa mereka tindas seenaknya..." sahut Kim dengan entengnya
"tapi suatu saat nanti pasti akan ada hal yang bisa membuat kalian saling berhadapan bukan?" tanya Aom lagi dengan kekhawatiran yang sudah mulai muncul di wajahnya...
"tentu saja... tapi sampai saat itu tiba, semuanya harus sudah siap menghadapi bahaya apapun yang akan datang... hidup dalam lingkungan seperti ini memang tidak akan bisa merasakan kedamaian yang lama sayang... setiap saat pasti akan ada orang yang berusaha untuk menjatuhkan bahkan membunuh kita setiap harinya... jika nanti saatnya tiba, aku juga akan memerlukan begitu banyak keahlian yang kamu miliki sayang... aku, kamu, anak-anak dan yang lainnya akan berjuang dalam krisis besar yang akan datang itu... entah berapa lama lagi sampai saat itu tiba... satu tahun? dua tahun atau 3 tahun lagi..." ujar Kim dengan santai tapi tetap serius
"apa semua anak-anak sudah tahu sayang?" tanya Aom lagi
__ADS_1
"iya... kecuali Pim, dia masih belum cukup dewasa saat ini... saat ia lulus sekolah aku akan mengatakan semuanya... karena hanya dia dari ketiga anak kita yang mengenyam pendidikan yang normal di sekolah... tidak seperti kakak-kakaknya yang home schooling... aku tidak mau mengganggu masa-masa indahnya menikmati kehidupan yang damai ini... ya walaupun itu tidak lama karena ia memiliki takdir yang lebih keras dari orang pada umumnya... terlahir dari keluarga Hans Suppanad ini... anakku yang cantik itu... hahaha..." Kim tertawa yang membuat Aom bingung karenanya...
"kenapa kamu tertawa sayang?" tanya Aom karena tidak mengerti maksud dari tawa suaminya itu...
"tidak apa-apa... aku hanya bangga bisa memiliki seorang putri yang begitu cantik seperti dia... tapi aku juga selalu merasa penasaran, siapakah laki-laki yang akan berani datang kehadapanku dan memintaku untuk mengizinkannya memiliki putri cantikku itu... siapa dan dari mana laki-laki itu akan muncul nantinya... hahaha..." sahut Kim dengan bangganya
"ah, aku tidak pernah memikirkan hal itu... bagaimana nanti kalau tidak akan ada seorang lelaki pun yang berani meminta restu padamu? seorang Kim Hans yang hanya dengan mendengar namamu saja orang sudah pesimis karena takut padamu..." ujar Aom sambil membayangkan tentang hal itu juga...
"jangan khawatir sayang... aku yakin setiap orang pasti memiliki jalan hidupnya masing-masing, dan suatu hari akan muncul pria yang layak untuk menjaga dan melindungi putriku itu dengan sangat baik... lagi pula itu masih cukup jauh untuk kita pikirkan... dia masih SMA, masih ada 4-5 tahun lagi untuk memikirkan hal itu hahaha..." ujar Kim lagi dan tertawa senang... lalu ia merebahkan kepalanya lagi di paha mulus istrinya itu... memejamkan matanya dan benar-benar tertidur saat ini...
"padahal kamu yang lebih dulu membahasnya sayang... kamu selalu berhasil membuatku kagum... entah sudah sejauh mana kamu memikirkan tentang masa depan anak-anak kita... lelaki tampanku yang hebat ini benar-benar mengagumkan..." gumam Aom lalu ia mencium kening Kim yang tengah tertidur lelap di pangkuannya itu...
*****
Saat ini jam menunjukkan pukul 06.45 pagi... berarti sebentar lagi sudah akan pukul 7 pagi....
tapi...
"Hmmmm.... mau kemana sayang?" tanya Kim sambil menggenggam erat tangan Aom
"aku mau ke toilet sebentar dan turun sarapan sayang... ini sudah hampir jam 7, Pim akan berangkat sekolah..." sahutnya sambil berusaha untuk melepaskan tangan Kim yang memeganginya dengan erat itu...
"oo... oke, aku juga mau turun kalau begitu... ayo mandi sayang..." ajak Kim namun langsung ditolak oleh Aom karena ia tidak mau mandinya berlangsung berjam-jam nantinya... karena ya, kalian tahu lah apa alasannya...
__ADS_1
Setelah Aom selesai mandi, kini giliran Kim mandi...
setelah selesai merapikan dirinya Aom turun menuju meja makan, tidak lama setelahnya Pim juga turun menuju meja makan dan duduk disana...
"mau makan apa sayang? biar ibu ambilkan..." tanya Aom
"tidak usah bu, aku bisa ambil sendiri... aku kan sudah besar... malu nanti kalau dilihat kak Lee, Tao dan yang lainnya hehehe..." sahut Pim
"ya sudah... cepatlah sarapan biar nggak telat sekolahnya nanti..." sahut Aom sambil tersenyum lembut pada putrinya ini
"selamat pagi putri ayah yang cantik ini... sudah siap berangkat sekolah ya?" tanya Kim basa-basi sambil mencium pucuk kepala putri kesayangannya itu... lalu beralih mencium kening Aom yang duduk di sampingnya itu...
"Cie yang sudah baikan lagi..." ledek Pim pada kedua orang tuanya yang sempat bertengkar kecil kemarin sore itu...
"kamu ini usil sekali ya..." ucap Aom sambil mencubit hidung Pim dengan gemas
"habisnya aku iri melihat kedua orang tuaku selalu yang selalu pamer romantisme ini..." sahut Pim sambil terkekeh geli
"sudah-sudah cepat makan nanti terlambat sayang..." ujar Aom sambil melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 7.10 itu... berarti hanya tinggal 5 menit lagi sebelum Pim harus benar-benar berangkat agar tidak telat ke sekolah...
______________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
__ADS_1
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐