His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Sebuah Impian Kecil


__ADS_3

"Banyak yang sudah terjadi Jay.. ayahku dan ayahnya menjodohkan kami, jadi kami sudah menikah sekarang setelah ia memutuskan untuk mau menikah denganku..." papar Kim sekenanya


"Baiklah jika begitu bos... Aku tau bos akan mengambil keputusan terbaik... tapi bos aku harap bos tetap berhati-hati, selama aku mengenalnya, dia belum pernah gagal dalam menjalankan misinya bos" sahut Jay menghawatirkan Kim


"Aku lebih mengenalnya dari siapapun Jay... Kau tenang saja kawan.." ujar Kim sambil menepuk bahunya


setelah itu Kim menyusul Aom ke arena latihan diikuti oleh Jay dan beberapa bawahan Kim lainnya...


Saat sampai di arena latihannya, Kim asik memperhatikan Aom yang berpura-pura baru belajar menembak disana bersama Tae dan Baifren...


"Apakah cuma itu? Aku tidak percaya kemampuanmu hanya sebatas itu Aom..." Ujar Kim berjalan mendekatinya Aom


"Apa Jirayu mengatakan sesuatu tentangku pada Kim?" Batin Aom sangat cemas, lalu Kim merangkul dan mengarahkan tangan Aom kearah papan sasaran yang ada di depannya...


Duar!!!


Tembakannya mengarah sempurna di papan sasaran itu...


"Wow luar biasa nona.." ucap Tae dan Baifren kagum melihat tembakan itu


"Lihatkan? Kemampuanmu tidak separah tadi... Karena kamu istriku.. istri seorang Kim Hans bukanlah orang yang bisa diremehkan..." ujar Kim lalu tersenyum bangga


"Itu semua hanya karena bantuanmu saja Kim" sahut Aom dan hanya dibalas senyuman oleh Kim


"Sudahlah... Ayo kita ke arena olahraga sayang.." ujar Kim sambil menarik tangan Aom pelan untuk mengikutinya menuju mobil


"Ini rumah? Aku rasa ini satu areal distrik kota Kim.. semuanya ada disini" seru Aom sebelum ia ikut masuk kedalam mobil


"Benarkah? Sayangnya Supermarket tidak ada disini karena adanya gudang bahan makanan tanpa harus membayar seperti di supermarket hahaha" sahut Kim sambil tertawa


"Boleh aku lihat?" Tanya Aom

__ADS_1


"tentu saja boleh kenapa tidak... Tapi dari luar saja ya, aku malas masuk ke dalam" sahut Kim sambil menyalakan mobilnya


Merekapun langsung menuju gudang persediaan makanan yang dimaksud oleh Kim .. Aom kembali terpana melihat bangunan yang tak jauh dari rumah tadi... ini sama sekali tak terlihat seperti gudang... Ini benar-benar supermarket tanpa kasir pikirnya...


Kemudian mereka menuju arena olahraga seperti yang dikatakan oleh Kim tadi


"Ini dia tempat olahraga kita..." Ujar Kim langsung turun dari mobilnya diikuti oleh Aom


"Itu lapangan badminton, ini lapangan tenis, basket dan yang jauh disana lapangan golf.." ujar Kim sambil menunjuk lapangan itu satu persatu...


Letaknya tidak begitu berjauhan kecuali lapangan golf yang luas itu...


"Ayo kita ke arena berkuda Aom..." Ajak Kim lalu merekapun masuk kedalam kandang kuda itu.. Aom dapat melihat enam ekor kuda yang memiliki warna tubuh yang berbeda-beda itu, ada yang berwarna putih, hitam, coklat dan abu-abu....


Kim meminta anak buahnya untuk mengeluarkan kudanya yang berwarna putih saat ini...


"Ini salah satu kuda kesayanganku... namanya Thunder... Dia sangat tangguh dan bisa berlari sangat cepat" ujar Kim pada Aom sambil mengelus kepala kuda putihnya itu...


"Dan yang hitam itu namanya Jupiter dia kudaku yang paling tangguh" ujar Kim sambil menunjuk kuda hitam yang terus bersuara seakan-akan memanggil Kim untuk datang kearahnya...


"lebih tangguh dari Thunder?" Tanya Aom penasaran


"mereka punya kelemahan dan kelebihannya masing-masing sayang... Tidak bisa dibandingkan seperti itu" sahut Kim


"Ayo naik" ujar Kim


"tapi aku tidak bisa berkuda Kim.." sahut Aom ragu-ragu


"Sudah naik saja..." Ujar Kim lalu mengulurkan tangannya yang kiri untuk Aom berpegangan dan tangan kanannya untuk tumpuan Aom naik keatas si Thunder, setelah Aom duduk dengan sempurna Kim pun ikut naik keatas Thunder lalu memegang tali pelana kudanya itu...


"Sudah siap?" Tanya Kim dan dijawab anggukan oleh Aom yang sedikit gugup karena pertama kali menaiki kuda untuk seumur hidupnya

__ADS_1


"Ayo jalan Thunder.." seru Kim sambil menghentakkan tali pelananya pelan, kemudian kuda itu mulai berlari pelan... Kim mengajak Aom menuju hutan pohon Cemara itu dengan kudanya


"Bagaimana? Menyenangkan bukan?" Tanya Kim pada Aom


"Hehehe iya Kim... Ini mengasikkan.." seru Aom kegirangan


Tubuh mereka sedikit terhentak-hentak seirama dengan gerakan kuda itu berlari...


Setelah sampai di tengah hutan itu Kim mengarahkan kudanya ke sebelah kanan ke arah sebuah jalan kecil menuju ke Pohan Cemara yang paling besar itu ..


walaupun masih siang hari yang terik namun didalam hutan ini tetap terasa sejuk karena pohonnya begitu rindang...


"Apakah itu sebuah rumah pohon Kim?" Tanya Aom antusias melihat sebuah rumah pohon di depannya itu


"Tentu saja sayang, itu sebuah rumah pohon yang indah... aku akan mengajakmu kesana..." Ujar Kim lalu menoleh kearah Aom dan mereka saling memberikan senyuman manis mereka...


"Yey sampai juga..." seru Aom ketika mereka sudah sampai di bawah rumah pohon itu..


"Ayo naik... Tapi hati-hati, jangan sampai jatuh dari tangga" ujar Kim mengingatkan...


Ketika Aom berada diatas rumah pohon itu, ia begitu terpana menikmati pemandangan indah dari hamparan pohon Cemara dan padang rumput hijau di depannya itu...


"Ini seperti di kisah-kisah dongeng itu Kim... aku pernah memimpikan bahwa suatu saat nanti aku akan memiliki rumah seperti ini saat aku kecil... aku tidak pernah membayangkan angan-anganku itu bisa aku rasakan sekarang ini... aku pikir itu hanya akan jadi angan-angan... hehehe" Ujar Aom sangat bahagia dengan semua ini...


Kim mendekatinya dari belakang lalu memeluknya lalu menyandarkan kepalanya di bahu Aom dan ia juga ikut menikmati pemandangan indah yang terhampar di depan mata mereka itu...


____________


jangan lupa tinggalkan like dan komennya guys...


karena like, kritik dan saran kalian sangat berarti untuk pembelajaran bagi author kedepannya...

__ADS_1


__ADS_2