His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Ketahuan :)


__ADS_3

Hallo para reader sekalian... terimakasih atas kunjungan, dukungan dan support kalian semua untuk karya author yang satu ini ya...


tak lupa pula author meminta tanggapan kalian atas novel ini hehehe... menurut kalian menarik gak? seru gak? :)


Apa B aja? :|


Hehehe....


HAPPY READING GUYS


__________________


Pagi hari telah datang membawa setiap keindahan kembali ke bumi ini, rerumputan hijau yang basah karena hujan kecil kemarin, suara burung yang saling bersahut-sahutan menambah keindahan pagi ini...


Sinar sang mentari pagi mulai mengusik dan mencoba membangunkan Aom dari tidur nyenyaknya....


Aom yang merasakan silaunya sang mentari menyinari matanya, mulai bergerak dan mengerjapkan matanya, berusaha mengumpulkan nyawanya lagi...


Lalu Aom langsung menoleh dengan cepat kearah Kim yang tidur di sampingnya semalam...


Namun betapa terkejutnya ia saat melihat tempat itu kosong…


Tidak ada!


Art juga tidak ada!


Aom panik dan menangis...


Tidak mungkin kebahagiaannya kemarin hanyalah mimpi belaka... Ia langsung berlari ke setiap sudut kamar itu mencari-cari keberadaan 2 laki-laki yang menjadi sumber kebahagiaannya itu...


Rasa takut ditinggalkan dan rasa takut akan semuanya itu hanya sebuah mimpi menyelimuti hati dan pikirannya, tak menemukan siapapun di kamarnya, Aom langsung berlari keluar kamar dengan tergesa-gesa...


Matanya menatap ke segala arah, namun sepi… sangat sepi….


Sampai akhirnya matanya menangkap dua sosok laki-laki yang sedari tadi ia cari sedang asik berdua di mini bar rumah megah itu, entah mereka sedang apa disana...


Senyuman mereka pun tak pernah lepas dari wajah kedua laki-laki itu... tanpa tau seorang wanita tengah kebingungan setengah mati mencari keberadaan mereka berdua pagi ini...


"Aom... Kenapa wajahmu sangat ketakutan seperti itu sayang?" Tanya mamanya yang baru saja keluar dari kamarnya yang langsung mendapati putrinya itu begitu panik

__ADS_1


Aom tidak menghiraukan pertanyaan mamanya dan langsung berlari ke mini bar itu serta tanpa basa-basi lagi ia menubrukkan dirinya kepada Kim dan Art yang ternyata sedang membuat salad buah di disana...


Ia memeluk mereka dengan erat... Kim dapat merasakan pelukan yang begitu erat itu di pinggangnya, sangat amat posesif…


"Mama pa..." Ujar Art menatap mata Kim seakan bertanya kenapa ini? Ada apa dengan mamanya ini?


"Hey... Ada apa ini sayang? Untung saja aku tidak sedang memegang pisau kan... Jika aku bawa pisau kan bisa sangat berbahaya…" Protes Kim karena dikejutkan begini..


"Aku pikir kalian menghilang... Aku takut... Aku sangat takut kamu tidak ada disisiku lagi Kim… aku sangat takut melihat kalian berdua sudah tidak ada di kamar tadi…" Ucapnya tanpa melepaskan pelukannya atau bahkan hanya sekedar merenggangkan pelukannya itu...


"Hahaha... Kamu ini ada-ada aja sayang....Mana mungkin begitu... iya kan Art? Lebih baik kita makan buah segar sekarang yuk..." Ujar Kim sambil membawa mangkuk yang dipenuhi buah segar yang baru saja ia kupas dan potong-potong itu


"Makan... Yey.. makan sama papa…” ucap Art dengan gembira


Aom duduk di meja makan itu sambil memperhatikan dua orang yang begitu berarti untuknya selain mamanya tentunya… sedangkan Kim mengangkat Art tinggi-tinggi dan membuat anaknya semakin tertawa bahagia,


"woooo... Anak papa sudah mulai pintar berbicara ya..." Ujarnya sambil tertawa bersamaan dengan Art yang sangat bahagia bersama dengan papanya Kim Hans ini...


Merekapun makan bersama-sama setelah ayah dan anak itu benar-benar selesai bermain-main...


Mama Aom yang melihat semua itu tersenyum lebar, ia sangat bahagia melihat kedua anaknya ini sudah akur kembali dan kebahagiaan menyelimuti mereka semua...


“Manaying… Jo… andai kalian melihat kebahagiaan mereka ini, kalian pasti akan sangat bahagia juga…” gumamnya sambil menatap langit yang terlihat dari jendela rumah besar itu…


1 bulan kemudian~


Art sedang dimandikan oleh neneknya di kamar....


Sementara itu Kim menonton televisi di ruang tamu...


Aom datang dan duduk di sampingnya lalu menyandarkan kepalanya di bahu Kim... Kim merangkulnya dan menariknya kedalam dekapannya...


"Ada apa sayang?" Tanya Kim lembut


"tidak ada... Aku hanya ingin menikmati waktuku bersamamu, boleh kan?..." tanya Aom


"Oh ya? Sejak kapan kamu menjadi semanja ini Aom?" Tanya Kim sambil tertawa pelan


"Sejak kamu meninggalkanku begitu lama... Aku merindukanmu di setiap detiknya Kim..." Ujar Aom sangat lembut dan manja

__ADS_1


"Ooiihhh... Mamanya lebih manja daripada Art ya... Hahaha" ujar Kim tertawa bahagia


"Jadi apa yang ingin kamu minta dariku Aomku yang manis? Biasanya Art hanya ingin terus aku peluk... Lalu mamanya mau minta apa?" Goda Kim kepada Aom


"Baiklah kalau begitu... Janji ya akan menurutiku…” ucap Aom senang, Kim akan benar-benar termakan kata-katanya sendiri kali ini...


“Iya, iya… memangnya istriku ini mau apa? Hmmm?’ tanya Kim sambil mencubit hidung Aom dengan gemas


“ boleh aku masuk kesana sekarang Kim?" Tanya Aom sambil menunjuk pintu hitam itu… dan,


BINGO!


Kim sedikit terkejut setelah mengikuti arah telunjuk Aom itu mengarah…


"Huh? Untuk apa? Kamar itu hanya untuk menyimpan barang-barang penting saja..." Sahut Kim sambil mengalihkan pandangannya ke arah dapur


"Aku haus... Mau orange jus sayang?" Tanya Kim mengalihkan perhatian


"Menyimpan barang penting dan cinta pertamamu Kim?" Tanya Aom to the point dan langsung membuat Kim menoleh dengan cepat kearahnya...


"Siapa yang mengatakan itu kepadamu?" Tanya Kim spontan namun tetap mencoba terlihat cool


"Kak Yang Mao... Dia mengajakku masuk... Lalu aku tau apa isi di dalamnya..." Ujar Aom lembut sambil memainkan jarinya di dagu Kim yang kokoh itu...


Kim langsung melepas pelukannya dan berjalan kearah dapur... Ia menuangkan orange jus dan langsung meminumnya dengan cepat... Tak berapa lama Aom telah berada di belakangnya dan memeluknya dari belakang...


Memeluk tubuh Kim dengan begitu mesra…


"Kenapa kamu menyembunyikannya Kim?.... Aku sangat terharu dan sangat-sangat bahagia karena dapat dicintai sebesar ini, setulus ini... Aku bahkan sangat putus asa setelah kepergianmu yang begitu lama... Menghilang tanpa jejak sedikitpun...Jika saja kamu mendekatiku dari dulu, mungkin hidup kita akan sedikit berbeda..." Ujar Aom lembut


"Lalu aku akan menghancurkan impian terbesarmu begitu? Aku hanya ingin melihatmu bahagia Aom, saat kamu bahagia maka aku juga akan sangat bahagia..." sahut Kim sambil melepaskan pelukan Aom lalu menghadapkannya dan menangkap wajahnya... Menyatukan kening mereka berdua, saling menatap penuh kasih sayang yang tak terbatas itu…


"Aku tidak ingin menarikmu masuk dalam duniaku yang kejam seperti ini... Makanya aku pendam sendiri cintaku ini... Aku pikir dengan seiring berjalannya waktu, aku pasti akan melupakan rasa cintaku padamu... Tapi tidak... semakin coba aku lupakan rasa cintaku ini, malah ia semakin mengakar di dalam hatiku untukmu..." Ujar Kim lalu mencium kening Aom lembut, sedangkan Aom memeluk tubuh Kim dengan sangat erat...


"Papa... Mama... Art Mau..." Ucap Art sambil mengulurkan tangannya kearah Kim dan Aom, Berusaha meraih kedua orangtuanya dengan sekuat tenaganya itu... meronta paksa dari gendongan neneknya itu...


_________________


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya ya guys 💕

__ADS_1


Terimakasih 🙏


__ADS_2