His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Gate To Heaven


__ADS_3

Happy Reading Guys


_____________________


“Kenapa? aku tidak bisa masuk?” tanya Art tanpa membuka matanya


“Tentu saja bisa tuan! silahkan lanjutkan perjalanannya pak supir” ujar penjaga itu lalu ia membungkuk memberi hormat meskipun Art tidak melihatnya, sedangkan supir taksi itu hanya bisa menelan ludah mendengar yang baru saja terjadi itu,


“Berarti dia adalah putra dari penguasa bukit ini kan?” gumam supir itu dalam hatinya sambil terus menelan ludahnya sendiri karena tiba-tiba saja tenggorokannya terasa sangat kering saat ini,


Setelah 15 menit perjalanan,


Akhirnya supir taksi itu pun sampai di depan Mansion megah itu sambil terkesima melihat setiap sudut halaman luas yang begitu mempesona, ia sama sekali tidak menyangka bahwa di tengah hutan belantara diantara perbukitan ini bisa terdapat mansion megah yang indah seperti ini...


“Apa ini lokasinya tuan?” tanya supir taksi itu sambil menoleh pada Art yang duduk di kursi penumpang,


“Ya” sahut Art saat ia sudah membuka matanya lagi,


“Ini untukmu pergilah” ujar Art sambil memberikan puluhan lembar uang dollar nominal 100$ A.S yang ada di dompetnya sampai tak bersisa lagi,


“Anda yakin memberikan semuanya untuk saya tuan?” tanya supir itu ragu-ragu, ia takut jika berani mengambil uangnya maka ia tidak akan bisa kembali ke kota


“Tentu, pergilah sekarang sebelum aku berubah pikiran” sahut Art lalu ia turun dari taksi itu dan melangkah pergi kearah mansion besar itu meninggalkan supir taksi yang masih gemetar memegang uang yang sangat banyak itu,


***


Sementara Kim masih sulit mengungkapkan kata-katanya, ia memutuskan untuk ikut memeluk bayi mungilnya itu di atas dada Aom...


“Kami menyayangimu...” ujar Kim pelan, lalu sebuah tangisan kembali terdengar lagi dari balik tirai itu, Aom ternyata memiliki 3 bayi kembar dalam perutnya,


Namun meskipun 2 bayi lainnya selamat, hati mereka berdua tetap merasakan kesedihan dan duka yang mendalam karena melihat satu bayinya tidak dapat bertahan setelah beberapa saat lahir ke dunia ini... Kim memegang tangan mungil itu tanpa berkata-kata, sementara Aom mencium pucuk kepala bayi mungil itu karena hanya itu yang bisa ia lakukan saat ini di bawah pengaruh anastesi di tubuhnya, air matanya mengalir lebih banyak lagi dan semakin banyak...


“Anakku...” ujar Aom lagi dengan air matanya yang tak henti-hentinya mengalir

__ADS_1


“Jeab!” teriak Kim mengejutkan semua orang yang ada di dalam ruang operasi ini,


“ Ada apa?” tanya Jeab terburu-buru karena takut Aom pingsan karena terlalu terpukul akibat kehilangan satu bayinya, namun Kim terdiam dan menatap tangannya sendiri hingga Jeab ikut melihatnya,


“............” Kim terdiam karena takut jika ini hanya ilusi dan harapannya saja,


“Ini...” ujar Jeab sambil mencoba menarik tangan mungil bayi itu yang menggenggam salah satu jari Kim saat ini, Ada pergerakan kecil dari bayi mungil itu meskipun sangat pelan,


“Stetoskop” teriak Jeab pada suster yang membantunya menjalani operasi ini,


Jeab dengan sangat hati-hati membalikkan tubuh mungil itu, lalu ia menggunakan stetoskop untuk memeriksa denyut jantung bayinya dengan sangat teliti dan penuh kehati-hatian karena jika ia melakukan kesalahan sedikit saja maka ia akan menyakiti hati kedua orang tua bayi ini dengan sangat dalam...


Jeab memejamkan matanya fokus untuk mencoba mendengarkan ritme denyut jantung bayinya, beberapa kali ia nampak mengerutkan keningnya lalu kembali fokus lagi... Setelah ketiga kalinya akhirnya Jeab dapat yakin untuk menarik kesimpulannya,


“Ini... Sebuah keberuntungan yang tak ternilai harganya... bayinya... denyut jantungnya kembali, dia kembali...” ujar Jeab terharu, ia benar-benar tidak dapat menggambarkan bagaimana perasaannya saat ini... Ia membaringkan tubuh mungil itu di dada ibunya berharap untuk membuat bayinya mendengar denyut jantung ibunya dan jantung bayinya bisa kembali berdenyut lagi,


Dan...


Malaikat maut belum membawanya pergi...


Bayi mungil itu kembali meskipun denyut jantungnya masih sangat lemah, tapi ia telah kembali dari pintu gerbang kematian,


Kim tersenyum lebar mendengar apa yang Jeab katakan, ia mencium kening Aom sambil menangis bahagia... Ia belum pernah merasakan perasaan sebahagia ini hingga kakinya terasa sangat lemas saat ini...


“Kamu telah bekerja keras anakku... dirimu sangat kuat, terima kasih telah bertahan untuk kami...” ujar Kim sambil mengusap air matanya yang terus menerus berjatuhan


“Dia kembali sayang... dia pasti tidak mau melihatmu bersedih jika ia tinggalkan, jadi jangan menangis lagi” ujar Kim sambil mengusap air mata Aom


“Terima kasih sayang... Terima kasih karena telah kembali bersama ibu, terima kasih karena sudah mau kembali bersama ibu... terima kasih...” ujar Aom penuh kebahagiaan, namun karena lonjakan emosi yang terlalu tinggi dan banyak menghabiskan tenaganya, tiba-tiba ia kehilangan kesadaran dan membuat semua alat cek tanda vital serentak berbunyi semuanya... Aom kehilangan kesadarannya begitu saja hingga membuat semua orang panik,


Kim terdiam karena terlalu terkejut dengan apa yang terjadi saat ini... Kenapa semua ini bisa terjadi dalam waktu yang bersamaan seakan seperti Aom dan bayinya telah bertukar nyawa... Bayinya kembali dan sekarang Aom yang menghilang. Kim mengepalkan tangannya, ia tahu selama ini ia tidak pernah benar-benar percaya pada Tuhan ataupun dewa, namun saat ini ia benar-benar merasa seperti sedang dipermainkan... Bagaimana semua ini bisa terjadi?


“Kim menyingkir lah! ini keadaan darurat!” ujar Jeab sambil menggeser tubuh Kim dan membawa alat denyut jantung di tangannya, defibrilator itu segera dihidupkan oleh asisten Jeab

__ADS_1


“100 Joule!”


“Terisi!”


“Sekali lagi!”


“Tidak bisa! 200 Joule!”


“Terisi!”


Semua keriuhan itu seakan berlalu begitu saja di depan mata Kim, semuanya terasa berjalan lambat begitu saja dan ia tidak dapat mengikuti alurnya dengan baik... jiwa dan otaknya terasa telah melayang entah kemana, tapi perlahan namun pasti ruangan itu menjadi terang dan semakin terang dan lebih terang lagi hingga semua terlihat putih dan menghilang,


Kim terjatuh begitu saja setelah kesadarannya menghilang, ini menyebabkan keadaan di ruang operasi itu semakin runyam,


“Cepat panggil bantuan!” teriak Jeab dan salah satu suster disana langsung berlari keluar ruangan mencari bantuan,


“Apa yang sedang terjadi” ucap Jeab frustasi,


***


Di lobby rumah sakit,


Art terlihat sedang berlari, wajahnya terlihat sangat tegang dan penuh kecemasan. Ia berlari sangat cepat dan tidak memperhatikan hal lain hingga ia tidak menghiraukan jika ia menabrak beberapa orang hingga terpental jatuh, meskipun ia dimaki-maki karena telah menabrak banyak orang ia tidak peduli dan tetap berlari. Tujuannya saat ini hanyalah ruang operasi!


“Ibu!” gumam Art terus menerus dalam hatinya, namun ketika ia mendekati ruang operasi itu,


Tiba-tiba sejumlah perawat keluar dari ruangan itu sambil mendorong brankar dorong dan tubuh Kim yang terbaring di atasnya,


“Ayah!” teriak Art berlari mendekati mereka yang masih terburu-buru membawa Kim ke ruang ICU


See You Tomorrow


___________________

__ADS_1


__ADS_2