His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Sedikit Trik Menghadapi Suami Dari Ibu


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Ketika mereka berdua sampai di bawah pohon rindang itu, benar saja... Ibu Wana sedang merajut beberapa buah sweater kecil imut yang terbuat dari benang wol di sana...


“ Ibu... Sedang buat apa? ” Tanya Aom sambil duduk di dekat ibunya, sementara Kim masih tetap berdiri dan menatap altar simbolik ayah Aom itu... Paman Manaying sekaligus gurunya itu, matanya juga melihat seikat bunga camelia pink yang masih sangat segar telah menghiasi bagian atas altar itu,


Kenapa mereka memakai altar bukannya menggunakan batu nisan seperti orang-orang pada umumnya? Siapa yang tahu... Hanya Kim yang memiliki alasannya, jauh di dalam hatinya... Hanya ia dan Tuhan yang tahu...


“ Aku mau membuatkan sweater untuk calon cucuku ini... ” Sahut ibu Wana sambil mengelus lembut perut Aom,


“ Tapi kenapa banyak sekali bu? Satu, dua, dan tiga? ” Tanya Aom sambil menunjuk dua sweater yang sudah selesai yang berwarna merah maroon, biru dongker, dan juga biru muda yang saat ini masih belum selesai dirajut di tangan ibunya itu,


“ Hahaha, ibu tidak tahu nanti anak kalian laki-laki atau perempuan lagi... Jadi ibu memutuskan untuk membuat beberapa ” Sahut ibu Wana sambil tertawa,


“ Ibu... Kenapa ibu selalu menghiasi ayah mertuaku yang gagah ini dengan bunga yang cantik setiap hari? Tidakkah itu terlalu feminim bu? ” Canda Kim seperti biasanya,


“ Selalu saja bilang begitu... Memangnya aku harus menghiasnya dengan apa Kim Hans? Dengan senjata apinya agar tetap terlihat gagah begitu? Kamu ini ada-ada saja nak... ” Sahut ibu Wana sambil menggelengkan kepalanya,


Menghiasi altar, makam, ataupun batu nisan peringatan memang pada umumnya memakai bunga... Itu sangat-sangat normal dan biasa dilakukan, tapi tetap saja seorang Kim Hans bukanlah seperti orang pada umumnya... Ia tidak bisa disamakan tentunya,


“ Tentu saja... Dia harus tetap gagah... ” Sahut Kim lalu ia mengeluarkan sebuah pistol dari belakang jaketnya, entah sejak kapan ia membawa pistol itu...

__ADS_1


“ Ckckckck... Selalu saja, sudah berapa banyak uang yang kamu sia-siakan untuk senjata-senjata itu nak? Mereka mengkarat begitu saja di sana... ” Ujar ibu Wana menatap Kim dan juga beberapa deretan senjata api yang sudah tersusun beberapa tingkatan di sana, jika ditambahkan beberapa buah saja lagi maka akan terlihat seperti pedagang kaki lima yang menjual senjata ilegal di tengah-tengah altar itu...


“ Aku ingin pamer pada ayah mertuaku setiap kali aku berhasil membuat sebuah senjata yang baru bu... Dia pasti terkesan dengan kemampuan dan juga kehebatanku ini... Mungkin saja dirinya akan dengan suka rela membiarkan putri satu-satunya aku nikahi saat ia masih hidup... ” Sahut Kim sambil terkekeh pelan,


“ Kamu sudah menikahi putri kami satu-satunya, masih ingin menikahi yang mana lagi memangnya? ” Canda ibu Wana sambil terkekeh pelan,


“ Memangnya dulu ayah sempat menentang hubungan ini bu? Kenapa bu? Bukannya ayah dan ayahnya Kim yang menjodohkan kami berdua? ” Tanya Aom karena hanya ia satu-satunya orang yang tidak paham tentang apa yang sedang menjadi topik pembicaraan saat ini,


Ibu Wana menatap Kim seolah sedang bertanya padanya saat ini, lalu Kim berjalan mendekati Aom, mengusap dan mengacak-acak rambutnya seperti sedang gemas dengan seorang anaknya yang nakal,


“ Selalu saja ingin tahu tentang masa lalu ya... Itu sudah berlalu untuk apa diungkit lagi sayang? ” sahut Kim dan ia tersenyum,


“ Aku ingin tahu apa yang terjadi setelah aku mengalami kecelakaan, itu wajar kan? ” sahut Aom lagi hingga membuat ibu Wana menghentikan rajutannya,


“ Kamu tahu bahwa dirimu pernah mengalami kecelakaan dulu sayang? ” tanya ibu Wana sambil menatap Kim dan Aom secara bergantian,


“ Aaah, sekarang ibu mengerti... Yang satunya selalu suka menggali masa lalu yang hilang, dan yang satunya selalu mencoba menghindari untuk mengingat masa lalu ” ujar ibu Wana sambil tersenyum,


“ Ya begitulah bu... Hahaha... ” ujar Kim dan ia tertawa lepas,


“ Kenapa harus menghindari masa lalu? Masa lalu tidak akan merubah apapun di masa sekarang ” ujar Aom dengan santainya,


“ Kamu yakin? ” tanya Kim

__ADS_1


“ Jangan bilang seperti itu sayang... Kamu akan sulit menghadapi orang yang paranoid sepertinya jika kamu selalu bersikap seperti ini, ayahmu dulu juga sering bersikap paranoid... Itu yang membuat kedua pria yang ibu dan kamu cintai ini menjadi begitu perfeksionis, selalu hebat dan hampir sempurna... ” ujar ibu Wana mencoba membuat Aom mengerti jika pemikiran dari orang-orang yang paranoid mungkin sedikit terlalu aneh dan jauh dari pemikiran orang pada umumnya,


“ Aku hanya ingin tahu bu... Aku kan... ” sahut Aom yang langsung dipotong oleh ibunya,


"Baiklah-baiklah, ibu yang akan memberitahumu... Dulu ayahmu menghajar Kim dan melarangnya untuk bertemu denganmu setelah kamu dirawat di rumah sakit karena kecelakaan itu, Kim memang tidak ada hubungannya dengan kecelakaan yang kamu alami, tapi ayahmu marah karena kebenaran bahwa ia adalah ayah dari bayi yang kamu kandung saat itu, bayi yang gugur karena kecelakaan hebat itu... Nak... Cobalah mengerti Kim mu ini, masa-masa yang ingin kamu gali dan ketahui bukanlah sesuatu yang enak untuk diingat kembali... ” ujar ibu Wana menjelaskan secara singkat saja,


“ Lalu kenapa ayah tiba-tiba setuju untuk menikahkan kami jika ia tidak menyukai Kim? ” tanya Aom lagi yang masih tidak puas akan jawaban yang ia dengar,


"Sudahlah ini sudah sangat sore, sebentar lagi akan gelap... Lebih baik kita kembali ke rumah dan makan malam ” ujar Kim sambil berjalan pulang lebih dulu,


" Dia pasti tidak nyaman karena masa lalu itu kembali teringat nak... Kamu jangan terlalu memaksanya juga, itu tidak baik untuk hubungan kalian loh... ” ujar ibu Wana mengingatkan putrinya yang begitu keras kepala ini,


“ Aku ingin tahu karena aku tidak mau nanti ada kesalahpahaman bu... Apa aku salah? ” tanya Aom sambil sedikit cemberut karena merasa bersalah saat melihat Kim pergi,


"Tidak salah... Tapi kamu tidak boleh keras kepala, ada waktu yang pas untuk berbicara dengan suami... Jangan terus memaksa jika waktunya tidak tepat..." Ujar ibu Wana sambil merapikan segala peralatan menyulamnya itu,


“ Ibu akan memberikan sebuah saran nak, jika kamu ingin membicarakan sesuatu yang sekiranya sedikit berat dengan suamimu, jangan terlalu memaksanya... Ada trik-trik yang harus kamu lakukan, misalnya jika moodnya terlihat tidak terlalu baik maka layani dia buat suasana hatinya membaik... Setelah itu baru kamu mulai membicarakan sesuatu yang kamu inginkan secara perlahan, jika ada penolakan ajak ia minum teh atau menonton televisi... Alihkan semuanya sebentar, jangan memaksa lakukanlah secara perlahan... Sebagai seorang istri sudah seharusnya kita sabar” ujar ibu Wana memberikan nasehatnya,


“ Ya bu... Aku sudah belajar untuk bersabar, tapi ternyata butuh bertahun-tahun untuk itu kamu tahukan seberapa keras kepalanya putrimu ini? Itu sifat yang sangat sulit untuk aku ubah bu... ” Sahut Aom,


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...

__ADS_1


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...


__ADS_2