His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Yang Ada Di Dalam Pikiran


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


______________________


"tidak bukan itu... iya aku berjanji aku tidak akan mengulangi kesalahanku ini lagi, semaksimal yang aku bisa... tapi aku perlu bantuanmu..." ucap Kim sambil menatap Aom penuh harap...


"hmmmm... baiklah, apa yang bisa aku lakukan sayang?" tanya Aom sambil tersenyum dan mengernyitkan keningnya penasaran


"aku hanya minta kamu terus mau mengingatkanku dan memarahiku saat aku melakukan kesalahan... karena aku tidak bisa peka dengan apa yang bisa membuat seorang wanita cemburu, yang ku tahu hanya membuat mereka tersenyum dan bahagia, tapi aku tidak tahu apa yang membuat wanitaku sedih, kecewa, dan marah... mau kan?" tanya Kim sambil menggenggam tangan Aom yang berada di bahunya itu...


Mendengar ucapan Kim itu, Aom senang sekaligus kagum pada keluguan yang terkadang Kim tunjukkan kepadanya, entah si bos mafia ini sadar atau tidak pada kelakuannya dirinya yang begitu menggemaskan menurut Aom ini atau tidak...


Yang jelas Aom benar-benar tidak pernah melihat sifat ini muncul dihadapan orang lain, bahkan dihadapan mamanya yang sudah Kim anggap sebagai ibunya sendiri juga tidak pernah bersikap seimut dan semenggemaskan ini... Aom tertawa kecil tanpa suara melihat Kim nya...


"iya sayang... aku janji..." ucap Aom sambil tersenyum manis


"tapi terkadang aku ingin melihatmu benar-benar cemburu padaku... apa itu akan lebih menyenangkan daripada melihat sedikit rasa cemburumu pagi tadi? atau malah itu akan sangat berbahaya?" gumam Aom di dalam hatinya


"senyuman yang aku rindukan sejak kemarin..." ujar Kim saat melihat senyuman manis yang terlukis indah di wajah istrinya itu


"ayo naik, kamu terlihat seperti anak SD yang sedang dihukum tahu..." ujar Aom terkekeh geli melihat Kimnya ini... lalu ia menarik tangan Kim dengan kuat agar ia bangun dan naik ke tempat tidur...


"pelan-pelan sayang... kamu tidak sabar tidur denganku ya..." goda Kim, Aom hanya tersenyum dan menarik Kim semakin keras...


"awww... kaki ku kesemutan, jadi tidak bisa berdiri dengan seimbang..." ucap Kim saat ia menindih tubuh Aom diatas kasur itu...

__ADS_1


"tidak bisa berdiri dengan seimbang tapi bisa bergeser kan sayang?" sahut Aom yang melihat senyuman penuh arti dari Kim itu


"sudah terlanjur seperti ini, kenapa tidak kita lanjutkan saja sayang?" goda Kim lagi sambil mengedipkan matanya pada Aom


"tidak mau, ini hukumanmu kali ini... makanya jangan menggoda wanita lain lagi nanti" sahut Aom yang langsung membuat Kim memasang wajah cemberutnya...


"aku tidak menggoda... aku hanya tidak sadar itu sebuah tindakan manis..." gumam Kim pelan sambil berpindah ke samping Aom


Kemudian Kim merebahkan kepalanya diatas paha Aom yang sedang duduk selonjoran di atas tempat tidur mereka itu...


tempat ternyaman untuk Kim tidur...


ia memejamkan matanya lalu berkata...


"sayang, apa kamu tahu apa sebenarnya yang aku rasakan tadi saat melihat gadis bernama Pei itu?" tanya Kim pada Aom dengan matanya yang masih terpejam itu...


"bukan begitu... aku hanya mau mengatakan bahwa aku seperti melihat dejavu... dulu saat Art berumur 14 tahun, ia juga memperlihatkan ekspresi wajah yang sama dengan gadis itu tadi... ekspresi wajah yang dipenuhi rasa ingin tahu, bingung, pantang menyerah sebelum berhasil dan ekspresi kecewa melihat apa yang sedang ia lakukan gagal berulang kali... aku sangat ingat saat itupun ia tidak menyadari bahwa semua orang yang bekerja di ruang laboratorium itu sudah pulang, hanya ada aku yang memperhatikan setiap hal yang ia lakukan dari belakang... keringatnya bercucuran, itu bahkan sudah memasuki pukul 1 dini hari tapi ia tetap tidak menyerah untuk mencoba..." ujar Kim


"lalu aku menghampirinya, mengambil tissue dan mengelap keringatnya... aku sadar akan satu hal saat itu... anakku sama gigih dan keras kepalanya denganku... hahaha" ujar Kim sambil tertawa tanpa membuka matanya, seakan saat ini ia benar-benar berada di tempat ternyaman yang ingin ia nikmati selama mungkin...


"padahal mereka baru pergi pagi kemarin, tapi sekarang aku sudah merindukan mereka berdua lagi..." ucap Kim lagi...


"jadi kamu dengan ini ingin bilang melakukan hal 'manis' tadi kepada gadis itu karena teringat dengan Art? apa ini hanya dalihmu saja?" tanya Aom curiga


"tidak... untuk apa aku berdalih... kenyataannya memang tidak seorang wanita pun yang bisa merebut perhatianku selain dirimu... tapi aku jadi kepikiran sesuatu setelah melihat keahlian gadis itu... kamu tahu, untuk ukuran anak yang mengenyam pendidikan di sekolah normal ia termasuk sangat jenius... aku jadi berpikir bagaimana jika seorang gadis yang sepintar ini bisa mendampinginya? bukankah ini akan menghasilkan kemajuan besar dalam divisi sains yang kita miliki? tiba-tiba aku semangat saat memikirkan itu... aku tanpa sadar tersenyum saat memikirkan akan hal itu tadi..." tutur Kim panjang lebar

__ADS_1


"mendampinginya? mendampingi siapa maksudmu sayang? Art? Tan? atau keponakanmu?" tanya Aom yang menjadi penasaran dengan apa yang sedang Kim pikirkan sebenarnya


"bukan... aku memikirkan bagaimana jika Pei dan Vat bersama... mereka akan jadi pasangan laboran yang hebat... (Laboran \= para peneliti/orang yang bekerja di laboratorium)" sahut Kim


"tapi kalau dengan Tan ia akan sangat bertolak belakang sayang... bisa-bisa mereka tidak akan pernah akur jika harus bersama hahaha..." ujar Kim lagi


"apa Vat lebih pintar dalam bidang sains daripada Art sayang?" tanya Aom lagi


"tidak... mereka hampir setara, tapi karena memiliki fokus yang berbeda maka mereka berdua tidak bisa dibandingkan... karena Art harus memiliki banyak kemampuan lainnya agar bisa mewarisi apa yang akan aku serahkan padanya nanti dengan baik... sama seperti yang aku lakukan sekarang... jika Art hidup bersama dengan Pei itu bisa saja... tapi seorang wanita yang bisa berdiri sejajar bersama dengan Art haruslah seorang wanita yang tangguh, tidak cukup hanya cantik dan pintar..." sahut Kim


"lalu kenapa sepertinya kamu memberikan perhatian lebih kepada gadis yang bernama Pei itu? apa hanya karena kamu ingin ia bergabung dengan SDG?" tanya Aom yang mulai semakin penasaran dengan gadis bernama Pei itu...


"............................." Kim diam sejenak, tak menyahuti pertanyaan dari Aom itu...


"Kim? apa kamu sudah tidur sayang?" tanya Aom karena Kim tidak menyahutinya...


"tidak... aku belum tidur sayang... aku hanya... ingin menyayangi gadis itu..." sahut Kim yang membuat Aom terkejut akan jawaban darinya itu...


"apa?!" bentak Aom sambil menghentakkan kakinya hingga Kim harus bangun dari posisi tidurnya yang nyaman itu...


______________________


jangan lupa vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2