
HAPPY READING GUYS
________________________
"Hahaha, benar sekali... Dengan segala popularitas yang kamu miliki saat ini saja sudah tinggi, jika suatu saat nanti putri kesayangan ayah ini mau menjadi selebritis pun ayah rasa jalannya akan sangat mudah ya kan sayang? Tapi ingat, jangan mengambil keputusan saat belum sepenuhnya yakin oke?" Sahut Kim sambil merangkul putrinya itu, gadis cantik yang benar-benar mewarisi kecantikan dari ibunya dengan sangat sempurna...
Jika saja Kim saat ini masih menjadi seorang anak muda lajang yang seumuran dengan putrinya ini, Kim yakin bahwa dirinya juga akan terjerat pesona kecantikan putrinya juga, sama halnya seperti teman-teman sekolahnya Pim saat ini yang benar-benar mengagumi keindahan dari salah satu bidadari cantik ciptaan Tuhan yang begitu sempurna ini...
"Baiklah, jangan permasalahkan barang bawaan lagi... Lebih baik kita segera bersiap untuk menjemput nenek kalian di Pattaya..." Ujar Aom pada mereka semua lalu semuanya mengangguk setuju...
Namun ketika mereka hendak pergi, Zee dan Nan datang dengan terburu-buru...
"Maaf kami harus mengganggu waktu liburan kalian sebentar saja ya..." Ujar Nan
"Kim, sebelum kalian berangkat tolong cek beberapa berkas ini dan tanda tangani... Kemarin hanya ini yang tidak bisa diselesaikan oleh Art karena kepala proyeknya adalah dirimu" Ujar Zee sambil memperlihatkan beberapa berkas yang ada di tangannya saat ini...
"Oke, bawalah ke ruang kerjaku sekarang..." Perintah Kim kepada mereka berdua...
"Dan kalian sarapan dulu sambil menunggu ayah menyelesaikan semua berkas itu, kita tidak jadi sarapan di rumah nenek kalian... Sarapan di rumah saja mumpung masih ada waktu..." Ujar Kim kepada mereka berempat sebelum meninggalkan mereka ke ruang kerjanya...
"Kak, apa aku akan sesibuk ayah saat aku benar-benar mengambil alih perusahaan?" Tanya Tan yang tampak mengerutkan keningnya melihat kesibukan yang seakan tidak ada habisnya itu...
"Hahaha, ya... Tentu saja, karena semakin besar perusahaan maka semakin besar dan banyak juga tanggung jawab serta pekerjaan yang harus dilakukan... Tapi kita tidak akan terlalu sibuk jika dapat menerapkan pola kerja yang efisien dan efektif di setiap pekerjaan seperti yang selalu ayah lakukan saat ini... Ayah memiliki kesibukan yang bahkan 4 kali lipat dari biasanya hanya karena ayah ingin memberikan yang terbaik untuk kita, perusahaan yang stabil dengan cakupan bisnis yang luas... Banyak relasi bisnis dan juga teman baik dimana-mana Tan..." Sahut Art sambil menepuk pundak adik laki-lakinya itu...
Merekapun akhirnya menikmati sarapan di meja makan bersama-sama....
Lalu ketika anak-anaknya sudah mulai makan, Aom membawa sepotong sandwich dan segelas jus segar ke ruangan Kim...
"Wah, ada sarapan untukmu tapi tidak ada untuk kami ya..." Canda Nan saat melihat Aom masuk ke dalam ruang kerja Kim ini...
"Kalian berdua bisa sarapan sepuasnya di meja makan bersama anak-anak... Aku membawakan sarapan kemari untuk si penggila kerja ini agar ia tidak lupa sarapan..." Ujar Aom sedikit menyisipkan sindiran untuk Kim yang memang sering lupa makan jika sudah tenggelam dalam kesibukannya bekerja...
__ADS_1
Kim yang mendengar semua itu hanya bisa tersenyum tipis,
Itu memang sebuah kebenaran dan tak mungkin ia akan menyangkalnya karena itu akan membuat Aom semakin kesal akan salah satu kebiasaan buruknya itu...
"Hehehe hanya bercanda Aom... Kami sudah sarapan di rumah tadi..." Sahut Nan
"Rumah ini terasa sedikit lebih sepi karena kalian sudah pindah ke rumah-rumah yang lain..." Ujar Aom sambil memotong sandwich itu menjadi kecil-kecil lalu menyuapi Kim yang masih fokus memeriksa berkas-berkas itu...
"Yah, tentu saja akan terasa sepi karena rumah sebesar ini kalian tinggali berlima saja... Apalagi kalau Art dan Tan sudah harus kembali ke USA untuk menyelesaikan kuliah mereka..." Ujar Zee membenarkan apa yang Aom katakan itu...
"Ya... Setidaknya istri kalian masih selalu kemari siangnya untuk menemaniku, jika tidak aku pasti akan sangat kebingungan untuk mencari kesibukan lain..." Ujar Aom
"Oh ya... Aku dengar kalian mulai mencoba belajar merancang beberapa gaun ya? Apa kalian berminat membuka butik atau semacamnya?" Tanya Nan
"Kami hanya tertarik mempelajarinya... Ya, mumpung Maxim beberapa kali seminggu kemari jadi dia bisa mengajari kami dasar-dasarnya dulu..." Sahut Aom
"Dan Kim setuju membiarkan dirimu berinteraksi dengan 'pria' lain ketika ia tidak ada di rumah? Hahaha..." Tanya Zee yang paham betul bagaimana sifat posesif sahabatnya itu walaupun Maxim juga sahabatnya, tapi jika berbicara tentang Kim Hans maka berbeda lagi urusannya...
"Ya... Walaupun terpaksa..." Sahut Kim datar
"Jangan mulai lagi Kim Hans..." Ujar Aom sambil memberikan gelas jusnya kepada Kim
"Hahaha... Sesuai dugaan" ujar Nan sambil tertawa,
Meskipun mereka semua semakin hari semakin bertambah usia, tapi sifat Kim mereka rasa tidak akan pernah berubah sedikitpun sampai kapanpun juga akan tetap sama...
Setelah menyelesaikan sarapannya yang disuapi oleh Aom, ia juga sudah selesai memeriksa semua berkas-berkas itu dan bersiap untuk menandatangani kontraknya...
Sementara Aom telah keluar dari ruang kerja Kim membawa piring dan gelas kotor itu kembali ke meja makan agar bisa dibersihkan nanti oleh para pelayan...
"Baiklah kalau begitu selamat menikmati liburan kalian kawan... Semoga menyenangkan..." Ujar Zee dan Nan setelah Kim selesai menandatangani semuanya, dan merekapun kembali ke kantor lagi untuk menyelesaikan pekerjaan lainnya...
__ADS_1
***
Sementara itu di ruang tamu,
Art, Tan dan Pim sedang asik bermain video game, dan Aom hanya duduk di sofa dan memperhatikan keseruan mereka dari belakang sambil menunggu Kim selesai dengan pekerjaannya itu...
Tiba-tiba seseorang menepuk pundak Aom dari belakang hingga membuatnya langsung menoleh...
"Jeab? Ada apa? Apa hari ini jadwal pemeriksaan kesehatan?" Tanya Aom yang melihat Jeab lah yang menepuk pundaknya dan tersenyum kearahnya...
"Tidak Aom... Aku hanya lupa memberikanmu obat rutin yang kamu minta... Karena terlalu sibuk mengurus masalah Kim kemarin aku sampai lupa memberikannya..." Ujar Jeab yang membuat Aom sedikit bingung...
Obat apa? yang mana?
"Huh? obat? obat yang mana Jeab? aku kan tidak memiliki riwayat sakit apapun?" tanya Aom dengan wajah bingungnya...
"hahaha... astaga, tenanglah... ini obat biasa yang kamu minum setiap 3 bulan sekali Aom, bukan obat karena dirimu sakit..." sahut Jeab sambil terkekeh pelan karena reaksi yang Aom berikan sedikit berlebihan karena mengira kalau dirinya sedang sakit...
"ini, pil KB... bukan obat keras... hahaha" ujar Jeab yang langsung menyerahkan beberapa buah pil yang sudah ada di dalam botol itu kepada Aom...
"astaga... kapan seharusnya aku minum ini Jeab?" tanya Aom setelah menarik Jeab menjauh dari anak-anaknya...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1