His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Mari Berangkat


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"mungkin dia sudah bosan menikmati kebebasan yang aku berikan sayang... baiklah, mulai besok kamu akan menjalani home schooling saja seperti kakakmu Art dan juga Tan Pim... itu akan lebih mudah dan menyenangkan bagi ayah juga..." ujar Kim sambil mengajak istrinya turun ke lantai bawah...


"ayah! aku bercanda... jangan ada home schooling ya ayah... aku mohon... itu sangat-sangat tidak seru ayah..." pinta Pim kepada ayahnya... membujuk ayahnya jangan sampai apa yang ayahnya katakan itu benar-benar diwujudkannya...


"kalau begitu kamu harus bisa lebih menahan diri dan lebih disiplin lagi putriku sayang... hanya satu tahun lagi saja... maka setelah itu kamu sudah bisa bebas melakukan apapun..." sahut Kim sambil mengusap rambut panjang putrinya itu...


"aku juga mau kuliah di USA boleh ayah?" tanya Pim sambil memasang cengiran khasnya untuk meminta sesuatu ataupun meminta izin dari ayahnya ini...


"hmmmm... tergantung situasi nantinya, karena jika kamu pergi jauh dari ayah bagaimana cara ayah menjagamu sayang..." ujar Kim sambil mencubit hidung mancung Pim dengan gemasnya...


"aku sudah besar ayah... aku bisa menjaga diriku sendiri..." ujar Pim dengan wajah cemberutnya...


"sayang... kamu adalah putri ayah... kamu adalah kehormatan ayah, jadi selama ayah masih hidup ayah akan selalu melindungimu setiap detiknya... siapapun tidak boleh melukaimu seujung kuku pun, atau bahkan berani untuk mencoba berbiat yang macam-macam kepada putri kesayanganku ini... jika sampai ada maka dia tidak akan bisa hidup tenang ataupun bisa berharap untuk bernapas dengan normal setelah ayah tahu apa yang berani orang itu perbuat padamu sayang... ini janji ayah..." ujar Kim dengan sangat serius pada Pim...


"lalu kenapa kak Art dan Tan boleh? kenapa aku tidak?! ini tidak adil!" seru Pim pada ayahnya...

__ADS_1


Kim tersenyum lalu mengecup kening putrinya penuh dengan kasih sayang...


putrinya yang manja, keras kepala dan masih sedikit kekanak-kanakan ini selalu menjadi kehormatan dan juga sebagian besar kebahagiaan yang ia miliki di dunia ini melebihi harta dan tahtanya...


"kakak-kakakmu itu adalah laki-laki sayang... mereka lebih mudah menjaga diri mereka sendiri karena baik dari faktor fisik dan juga mental pria akan lebih kuat dari pada wanita... tapi ayah mengatakan ini bukan karena ayah tidak percaya pada kemampuan putri ayah sendiri ataupun bermaksud untuk mendiskriminasi gender... tapi coba kamu pikirkan baik-baik sayang... jika seorang pria fisiknya dilukai, ia kemungkinan besar akan memiliki lebih banyak kekaguman ataupun rasa ngeri dari orang lain karena terlihat dengan jelas bahwa ia adalah seorang petarung... tapi bagaimana jika itu terjadi pada seorang perempuan? kamu yakin kamu akan tetap percaya diri menghadapi orang-orang jika itu terjadi? atau bahkan kasus yang lebih ekstrim... jika seandainya ada seorang lelaki brengsek yang berniat buruk dan memperkosa seorang perempuan, siapa yang akan menderita kerugian? tentu saja perempuannya bukan? lalu si laki-laki brengsek ini tidak akan begitu terdampak... dia masih bisa hidup dengan normal... tapi kehidupan dari seorang perempuan yang sudah ia hancurkan 90% tidak akan bisa kembali normal... karena hak asasi manusia di dunia ini belum mampu ditegakkan dengan benar... kita lihat contoh kecilnya saja, jika ada kasus pemerkosaan siapa yang akan disalahkan? cenderung perempuannya bukan? dibilang terlalu seksilah, dibilang terlalu memakai baju minim dan ketat lah... padahal itu bukan kesalahannya, karena pelakunya adalah seorang pria yang tidak mampu menguasai akal sehatnya..." ujar Kim yang dengan sangat serius mencoba memberikan Pim pengertian...


"maka dari itu, selama ayah masih hidup... ayah akan menjauhkanmu dari para pria brengsek seperti itu... ayah janji..." ujar Kim lagi


Cara-cara Kim memberikan anak-anaknya pengertian dan membuka pemikiran mereka untuk menatap dunia secara lebih luas memang patut diacungi jempol...


Karena seandainya saja semua orang tua yang ada di dunia ini memiliki karakter seperti Kim, maka yakinlah... setiap anak-anak yang disebut menjadi agen perubahan bagi bangsanya pasti akan selalu memiliki karakter yang kuat melekat dalam diri anak mereka, karena penanaman karakter bagi seorang anak adalah dimulai dari orang tua dan keluarganya...


Ketika seorang anak masih kecil, hanya figur ayah dan ibunya lah yang menjadi contoh dan panutan bagi mereka... jika orang tua selalu memberikan kasih sayang dan dapat memahami setiap bakat yang dibawa oleh anaknya sedari kecil, maka anak itu akan berkembang menjadi anak yang sangat berbakat serta memiliki kepercayaan diri yang kuat karena limpahan kasih sayang yang orang tuanya selalu berikan...


Karena tanpa disadari, para orang tua selalu menuntut anaknya agar menjadi pribadi yang lebih baik dari mereka sebagai orang tuanya...


tapi tanpa tahu caranya untuk mendidik anaknya dengan tepat, membuat dirinya menjadi figur orang tua yang disayangi dan juga disegani oleh anaknya, karena disegani dan disayangi lebih baik daripada ditakuti oleh seorang anak...


Saat mereka hanya takut pada kita sebagai orang tua, maka kemungkinan untuk adanya niatan anak itu memberontak suatu hari nanti pasti akan ada... tapi sebaliknya, jika seorang anak sayang pada orang tuanya maka apapun yang akan ia lakukan, anak itu akan memikirkan dampak apa yang bisa terjadi pada orang yang ia sayangi jika seandainya ia melakukan hal yang buruk nantinya...

__ADS_1


Bukankah itu lebih baik?


Ya...


Ini yang terbaik...


Seorang Kim Hans Suppanad dapat memiliki pemikiran dan sudut pandang ini, tidak lain karena ia tidak mau anak-anak mengalami hal yang sama seperti dirinya dulu...


Dari lahir sampai sekarang ia tidak pernah tahu bagaimana rasanya disayangi oleh ibu kandungnya, ayahnya yang selalu marah juga membuat kondisi perkembangan mental dan pengaturan emosi dalam dirinya sendiri secara tidak langsung ikut terganggu juga... hingga semua pengalaman buruk itu terakumulasi menjadikannya memiliki gangguan emosional disorder...


Oleh karena itu, semenjak ia tahu Art sudah lahir dan di usia 4 tahun pertamanya, Kim tidak dapat menemani tumbuh kembangnya adalah salah satu penyesalan terbesar dalam hidupnya... meskipun semua itu sudah ditakdirkan untuknya yang saat itu mengalami kecelakaan pesawat...


Tapi setelah-setelahnya, Kim tidak pernah menyia-nyiakan sedikitpun waktu dan kesempatan yang ia miliki untuk benar-benar memastikan bahwa anaknya tumbuh dengan baik secara mental dan juga fisik mereka...


Pim yang mendengarkan apa yang ayahnya katakan hanya terdiam... diam yang artinya ia paham dan mau memahami semua yang ayahnya katakan itu... Sementara Aom tersenyum bahagia, ayah dari anak-anaknya ini adalah salah satu figur ayah terbaik menurut dirinya...


______________________


jangan lupa vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2