
"Siap laksanakan bos" sahut mereka semua dengan penuh semangat dan perasaan bahagia, setelah berbalik dan keluar sahabat-sahabat Kim menghapus genangan air mata harunya yang sedari mereka tahan...
"Kim kita kembali kawan... Dia kembali... Oh tuhan.. terima kasih telah mengembalikan sikapnya yang begitu kami rindukan itu..." Ujar nan sambil menangis, sementara sahabatnya yang lain tersenyum bahagia dan menghapus air matanya yang telah mengalir...
"Kita mafia yang ditakuti banyak orang... bisa-bisanya kita menangis seperti ini hanya karena Kim.." ujar Mario dan di setujui oleh Zee
"Aku rasa Aom memang membawa pengaruh positif bagi kehidupan Kim.. aku berharap dia tak akan pernah berubah lagi menjadi Kim Hans yang tak berperasaan.." ujar jeab
"Maaf bukannya aku ingin merusak suasana bahagia ini kawan.. tapi aku takut Aom dan paskus sedang menjalankan sebuah siasat licik untuk bos kita.." ujar Jay disela-sela perbincangan mereka
"Apa maksudmu Jay?" Tanya nan serius
"Aku sudah bertahun-tahun bekerja bersama Aom.. jadi aku tau dia bisa melakukan apapun agar misinya sukses.. aku tau seharusnya aku tidak berprasangka buruk pada seseorang tapi ini demi mengantisipasi hal-hal apapun yang kemungkinan bisa membuat bos terluka atau dalam bahaya" tutur Jay serius
"Kita awasi saja mereka semua, waspada itu wajib... jangan sampai lengah sedikit pun, jadi apapun yang dilakukan pasukan khusus itu tak akan ada yang bisa menggoyahkan Kim dan SDG, karena kita selalu ada di belakangnya saat ia sedang terpuruk..." Sahut Mario
"Ya walaupun itu sangat sulit terjadi hahaha.." tambah Zee
"Tapi sesempurna-sempurnanya Kim, ia juga pasti memiliki kelemahan... Dan disanalah kita diperlukan kawan.." ujar Jeab lalu mereka melakukan tos bersama..
Setelah itu mereka langsung mempersiapkan apa yang telah Kim minta...
Sore harinya lapangan luas itu sudah di penuhi oleh para anak buah Kim yang mempersiapkan segala sesuatunya yang diperlukan untuk acara barbeque itu... tak berselang lama setelah semua persiapan selesai Kim dan Aom juga tiba disana, semua orang yang ada disana menyambut mereka dengan hangat... penuh dengan senyuman bahagia sama seperti Kim yang tampak begitu bahagia saat ini...
__ADS_1
Namun Aom malah sebaliknya, ia terlihat tidak nyaman, matanya sering terlihat menatap kosong orang-orang yang sedang berkumpul untuk merayakan kehamilannya itu...
"Hei Aom, kenapa kamu malah terlihat tidak bahagia? Hmmm?" Tanya Nan yang menghampirinya karena melihat Aom hanya duduk merenung disana
"Ah,.. tidak begitu Nan.. aku bahagia hanya saja aku tidak terbiasa menjadi pusat perhatian seperti ini..hehe" sahut Aom sekenanya
"Kamu harus terbiasa Aom .. karena saat kamu sudah menjadi istri seorang Kim Hans, maka secara otomatis kamu akan menjadi pusat perhatian... Seperti media-media dan koran memberitakan kalian, selalu menjadi headline kan hahaha" ujar nan sambil duduk di samping Aom dengan segelas winenya
"Tapi apa menurutmu Kim banyak berubah akhir-akhir ini?" Tanya Nan lagi
"Huh? Maksudnya Nan?" Tanya Aom bingung karena Nan tiba-tiba bertanya seperti itu
"Maksudku apa sikap dan perilakunya banyak berubah setelah kamu menikah dengannya dibandingkan saatnya pertama kali bertemu dengan Kim?" Ujar Nan memperjelas pertanyaannya
"Kamu benar Aom.. Kim memang orang yang lembut dan penuh kasih sayang jika kita sudah mengenalnya, tapi itu dulu.. sebelum banyak hal merubahnya menjadi kejam dan sangat dingin dalam memperlakukan orang... Tapi kami semua bersyukur karena kamu masuk kedalam kehidupan Kim Aom... Kamu membawa kembali Kim yang kami kenal... Pemimpin yang sangat baik, tegas tapi tak kejam seperti sebelumnya... Aku mohon jangan pernah sakiti hatinya, karena jika itu terjadi aku tidak bisa membayangkan Kim akan berubah menjadi sekejam apa..." ujar Nan panjang lebar
"Apa kalian tidak pernah bisa menghentikannya saat berbuat sesuatu yang salah? Setidaknya memberikan dia saran begitu?" Tanya Aom mulai tertarik dengan percakapan mereka ini
"Hahaha... Tentu kami akan memberikan saran dan solusi-solusi kepadanya Aom.. tapi saat keras kepalanya muncul, jangankan untuk memberikan saran, kita berbicara dengannya saja sudah setengah mati... Mungkin karena kamu masih baru dalam dunia gelap ini, jadi kamu belum paham betul bagaimana pengaruh Kim terhadap semua hal yang berkaitan dengannya... jika dia bilang A maka terjadilah A, jika B maka tetap B" Nan tersenyum kepada Aom yang serius mendengarkannya
"Jadi aku mohon jangan lakukan apapun yang bisa membuatnya terluka baik secara fisik atau mentalnya Aom.." ujar Nan serius sambil meminum wine yang ia bawa
"Huuumm" Aom tampak gelisah dan berpikir keras
__ADS_1
"Nan! Kemarilah! Kim memanggilmu bersama Aom" seru Zee dari tengah lapangan itu
"Oke!" Sahut Nan
"kami semua akan selalu menjagamu karena kamu adalah kebahagiaan Kim.." ujar Nan sambil mengusap lembut kepala Aom
"ayo kita kesana... Kim sudah meminta kita untuk bergabung" ajak Nan
Merekapun ikut bergabung ditengah-tengah acara itu.. Aom bisa melihat banyak sekali kebahagiaan yang terpancar disekitarnya, seluruh anak buah Kim begitu bahagia dengan bosnya yang biasanya tak tersentuh bisa bersikap sangat hangat hari ini...
Berbincang layaknya sahabat dan saling membantu memecahkan masalah...
Seluruh anggota SDG sangat setia kepada Kim karena mereka tidak pernah kesusahan dalam bidang apapun selama bekerja dibawah pimpinan Kim, tidak perlu memikirkan untuk makan apa, tinggal dimana dan kesejahteraan keluarga mereka selalu terjamin...
mereka semua sudah seperti keluarga, semua kebutuhan ditanggung oleh Kim dan perusahaan... menghidupi ratusan orang? bukan... bukan ratusan orang... ribuan orang!
seberapa kaya sebenarnya Kim Hans ini? tidak ada yang tau pasti karena asetnya begitu beragam...
____________
jangan lupa tinggalkan like dan komennya guys...
karena like, kritik dan saran kalian sangat berarti untuk pembelajaran bagi author kedepannya...
__ADS_1