His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Takdir yang Tersurat


__ADS_3

"Kenapa? Apa Aom menyakitimu?" tanya kakaknya


"Ceritakanlah pada kakak apa yang terjadi..." Ujar kakaknya sambil mengelus kepala Kim lembut...


Kim hanya akan benar-benar menunjukkan kelemahannya dihadapan kakaknya... Dia tak pernah sekalipun bisa menangis di depan orang lain...


"Ayo duduk dan ceritakan semuanya..." Ucap kakaknya dan menariknya duduk di bangku taman itu, Kim duduk dan menenangkan dirinya... Kim menceritakan semuanya kepada kakaknya, semuanya dengan sedetail-detailnya...


Mendengar cerita adiknya, kakak Kim terlihat menahan amarahnya...


"Beraninya dia mempermainkan perasaan adik kesayanganku... Dia belum tau siapa itu Yang Mao!" Ucap kakaknya penuh emosi


"Tidak kak... Jangan lakukan apapun..." Ujar Kim lirih


"Kenapa? Kamu belum bisa melupakan cintamu padanya bahkan setelah ia melakukan semua itu? Jangan bercanda Kim!" Bentak kakaknya


"Yang Mao! Kebiasaan burukmu itu jangan kau terapkan pada adikmu juga!" Teriak istrinya dari jendela kamarnya yang ada di lantai 2 setelah mendengar bentakan suaminya kepada adik kesayangannya itu...


"Ayah dan paman manaying memintaku untuk menjaganya kak, jadi tidak akan ada yang bisa menyakitinya selama aku masih hidup" ujar Kim tersenyum kecut kepada kakaknya, sementara Yang Mao sebagai seorang kakak masih belum bisa menerimanya...


Melihat adiknya diselimuti kesedihan seperti ini benar-benar menyakitkan baginya... Lalu Yang Mao memeluk adik kesayangannya ini dengan sangat erat...


"Yy akan selalu ada untukmu... Jangan terlalu dipikirkan..." Ujarnya mencoba menenangkan Kim


"Tentu saja kakakku selalu bisa diandalkan bukan? Hahaha" sahut Kim tertawa untuk mengubah suasana ini...


Seminggu Kim telah tinggal di rumah kakaknya ini, ia juga ikut merawat keponakan barunya...


Hal ini sedikit bisa melupakan rasa sakit hati dan kekecewaannya... Kim sangat menyayangi keponakannya, jagoan kecil itu juga sangat senang diasuh langsung oleh pamannya...


"Lama-lama seperti ini bisa-bisa anakku menganggap Kim adalah ayahnya bukan aku..." Gerutu Yang kepada istrinya


"Jika memang begitu juga tidak masalah... Anakku memilih lelaki yang sangat tampan menjadi ayahnya" goda istrinya semakin membuat suaminya itu cemberut


"Hey! Aku tidak kalah tampan dari Kim Zheng Sayangku..." Ujar Yang sambil mencubit hidung istri cantiknya itu...


"Kalau begitu biarkan aku yang menjadi ayahnya kak Zheng..." Ujar Kim ikut menggoda kakaknya


"Yaya.. silahkan kalian bersekongkol... Nanti juga aku terbiasa" sahut Yang Mao


"Hahaha..." Semuanya tertawa lepas...


Kebahagiaan menyelimuti mereka pagi ini...


"Jadi apa kamu jadi pulang hari ini Kim?" Tanya kakak iparnya Zheng kepada Kim


"Iya kak... Kim hari ini akan kembali ke Bangkok... Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan" sahutnya sambil tersenyum manis


"Uuhhh... Adik ipar ku ini manis sekali sih..." Ujar Zheng gemas melihat senyuman Kim yang begitu memikat hati itu...


"Tentu saja... Adiknya siapa dulu dong.." ujar Yang Mao dengan bangga sebagai kakak Kim, mereka pun mengantar Kim menuju bandara bersama anak buah Yang setelah itu...

__ADS_1


"Sampai jumpa lagi kim... Keponakanmu yang tampan ini pasti akan merindukanmu..." Ujar Zheng kepada Kim sambil melambaikan tangan anaknya kepada Kim


"Tentu saja kak.. semoga kita bisa bertemu lagi... secepatnya..." sahut Kim sambil mencium kening keponakannya


"Hati-hati Kim... Semoga penerbangannya menyenangkan.." ujar kakaknya dan ia memeluk Kim dengan erat, sampai panggilan cek in mengusik pelukan hangat kedua bersaudara ini...


Saat Kim akan pergi tiba-tiba keponakan menangis dengan keras...


"Hey sayang... Jangan menangis... nanti paman pasti akan berkunjung lagi... Paman pasti akan segera menemuimu lagi setelah urusan paman selesai ya sayang..." Ujar Kim sambil mengelus pipi tembem keponakannya ini...


Seketika itu keponakannya terdiam, menikmati sentuhan lembut pamannya...


Namun ketika Kim akan pergi lagi dia kembali menangis sangat kencang, membuat Kim tidak tega meninggalkannya...


"Sudah Kim tidak apa... Pergilah..." Ujar kakak iparnya


"Iya Kim... Nanti juga jagoanku ini akan berhenti menangis... Sudah tenang saja.." ujar kakak Kim dan mengusap rambut adik kesayangannya ini dengan lembut...


"Aku sebenarnya berharap kamu bisa tinggal lebih lama disini Kim... Tapi bagaimana lagi.. kewajiban memang yang utama" ujar Yang Mao dan ia kembali memeluk adiknya...


Setelah Kim cek in dan tak terlihat lagi, kakaknya sudah merasa merindukannya lagi...


"Ah.... Entah aku yang terlalu berlebihan atau apa... Tapi aku sudah merindukan Kim lagi sekarang..." Ujar Yang Mao


"Wajar saja suamiku... Kamu sangat menyayanginya, makanya rasa rindu itu sangat mudah menghampirimu.." sahut istrinya


***


Namun rasa rindunya sudah tak dapat ia bendung lagi... Ia benar-benar merindukan suaminya, dan seperti biasanya Jeab melakukan pengecekan rutin terhadap kesehatan pagi ini Aom...


***


Pagi ini paman Od memaksakan sup ikan tuna untuk semuanya, mereka akan makan bersama seperti biasanya...


Ini permintaan Aom agar ia tak merasa kesepian tanpa adanya Kim disisinya... Semua hidangan telah disajikan dan mereka mulai makan...


Saat Aom akan mengambil sup ikan itu tiba-tiba perutnya bergejolak dan ia merasakan mual yang amat sangat...


Aom segera berdiri dan berlari menuju toilet dan memuntahkan isi perutnya... Jeab dengan cepat menghampirinya dan mengusap tengkuk Aom pelan, setelah merasa sedikit lebih baik Aom membasuh wajahnya dan keluar dari kamar mandi itu...


Jeab yang keluar lebih dulu saat Aom mencuci muka tadi menunggunya di depan toilet sambil bersandar di temboknya...


Saat Aom keluar ia langsung melontarkan pertanyaannya kepada Aom...


"Kapan terakhir kali kalian bercinta?" Tanya Jeab to the point, Aom yang terkejut mendengar pertanyaan yang begitu privasi itu terpaku menatap Jeab, lalu ia memalingkan wajahnya


"Di hari yang sama saat kami bertengkar hebat" sahut Aom dengan wajah yang memerah


"Aku harus melakukan pemeriksaan mendetail... Aku rasa kali ini kamu benar-benar hamil" ujar Jeab lalu ia berlari keluar untuk mengambil peralatannya, sementara Aom masih mematung mendengar perkataan Jeab...


"Mungkin ini caranya agar Kim mau memaafkan kesalahan besar yang aku lakukan..." Batin Aom sumringah penuh harapan sembari tangannya mengusap perutnya pelan

__ADS_1


"Cepat tidurlah aku akan mulai melakukan pemeriksaan mendetail Aom..." ujar Jeab dengan wajah yang berseri-seri, mungkin Jeab juga sangat mengharapkan ini nyata dan bisa sedikit mengobati sakit hati dan kekecewaan Kim serta dapat menghapuskan kesedihan Kim mereka...


Pemeriksaan selesai ia lakukan, Jeab tersenyum bahagia...


"Aom... Benar, kamu sedang mengandung sekarang... Usia kehamilanmu sudah hampir mendekati 2 Minggu... Jaga kesehatanmu karena ini fase-fase yang sangat rentan saat sedang hamil muda" ujar Jeab


"Apa kamu yakin Jeab?... Lalu kapan Kim akan pulang?" Tanya Aom antusias


"Seharusnya sore ini ia sudah tiba di Bangkok" sahut Zee yang sedari tadi menunggu di luar kamar itu


"Aku harap kali ini kamu tidak akan membuat kesalahan lagi Aom.." ujar Mario


"Mungkin dengan ini Kim akan bisa memaafkanmu.." ujar Nan


"Semoga kamu tidak akan bertindak gila lagi Aom" ujar Jay


Mereka semua menunggu jam menunjukkan pukul 3 sore untuk menjemput Kim di bandara sambil menonton televisi yang sedang menampilkan liga sepakbola paling bergengsi di Thailand...


Saat sedang asik menonton pertandingan sepakbola tiba-tiba siaran langsung itu dijeda dengan breaking news yang menyiarkan tentang berita pesawat Boeing A77s tujuan China-Thailand mengalami kerusakan karena diterjang badai besar dan diperkirakan terjatuh di laut sekitar perbatasan Kamboja dan Vietnam...


Mario dan Nan panik melihat berita itu dan berteriak memanggil Zee dan Jeab..


"Zee! Jeab! Cepat kemari!" Teriak Nan


"Ada apa ribut-ribut Nan..." Ujar Zee santai karena sudah terbiasa dengan kehebohan Nan itu


"Ini bukan waktunya bercanda! Cepat cek pesawat yang di gunakan oleh Kim" seru Nan meminta Zee mengecek penerbangan yang digunakan oleh Kim


"Oke, sebentar....... Pesawat Kim itu berangkat pukul 12.49 dari Beijing, tipe pesawat Boeing A77s jenis tiket bisnis... Diperkirakan akan landing pukul 15.09 ini karena melakukan 2x transit dulu... Itu saja kenapa?" Tanya Zee, namun saat ia menoleh kearah sahabatnya ia melihat keduanya terduduk lemas....


"Tidak mungkin... Ini tidak mungkin..." Ujar Nan lirih


"Kim... Dia ada di pesawat itu... Tidak mungkin..." Ujar Mario lirih


"Ada apa ini? Kenapa kalian begini?" Tanya Jeab kebingungan dan masih belum mengerti dengan situasi saat ini...


Dari televisi itu kembali menayangkan breaking news yang memberikan hal serupa... kali ini dilampirkan data penumpang yang ada di dalam pesawat naas itu...


"Kim Hans Suppanad..." Ucap mereka lirih saat membaca data penumpang urutan keempat, Zee dan Jeab jatuh terduduk tak percaya dengan apa yang mereka lihat dan dengarkan dari televisi...


Prankkkkk!!!!


Suara gelas pecah menarik perhatian semuanya, mereka menoleh kearah Aom yang mematung dengan derai air mata yang sudah membasahi pipinya,.. sedari tadi ia menyimak percakapan mereka...


Lalu ia berlari kearah televisi itu dan melihat sendiri nama Kim memang benar-benar tertulis disana...


____________


jangan lupa tinggalkan like dan komennya guys...


karena like, kritik dan saran kalian sangat berarti untuk pembelajaran bagi author kedepannya...

__ADS_1


__ADS_2