
HAPPY READING GUYS
Setelah Kim berangkat bekerja, Aom menyibukkan diri dan menghabiskan waktunya dengan bermain dengan Art putra kesayangannya itu…
Hari minggu ini menyebalkan karena perusahaannya libur tapi Kim tetap saja memiliki pekerjaan lain di pelabuhan… untungnya Art tidak sekolah hari ini sehingga Aom tidak akan merasa mati kebosanan…
_______
Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore lebih 15 menit…
Aom duduk menonton televisi dengan Art yang juga tengah asik memakan buah apel yang sedari tadi ia nikmati itu…
Pintu Rumah itu terbuka dan terlihat Kim sudah pulang sambil menenteng tas hitam yang biasa iya pakai untuk menyimpan berkas-berkas pekerjaannya itu,
“Aku pulang…” ujar Kim
“Selamat datang Putra tampanku sayang…” sahut ibu Wana di dapur sambil memberikan senyuman manisnya kepada putranya ini
“Yey papa sudah pulang…” ucap Art sambil berlari menuju papanya itu dengan begitu antusiasnya...
“Ehemmm!” Kim berdehem sambil memandang lurus kearah Aom yang mengacuhkan kepulangannya itu, padahal ia sendiri yang awalnya merengek agar Kim cepat pulang hari ini...
“Mamamu kenapa sayang?” bisik Kim kepada Art
“Mama sedang sibuk nonton pa, Art tidak tau kenapa nonton sambil cemberut gitu pa…” sahut Art dengan polosnya
“Apa jangan-jangan Art tadi nakal ya?” goda Kim kepada anaknya sambil menoel-noel pipi tembem anaknya itu...
“Tidak kok pa… Art kan anak yang baik” sahutnya dengan cengiran khasnya itu
“ Sayang… aku sudah pulang.. kamu tidak kangen aku lagi?” bisik Kim di samping Aom
“jangan dekat-dekat!” ujarnya ketus
“Wow… sekarang apa salahku coba?” batin Kim kebingungan dengan respon Aom yang berubah 180° yang berubah dari sangat manja pagi tadi menjadi galak dan ketus saat ini...
“Kenapa? Apa aku ada salah Sayang? Jika ia beritahu aku, karena aku tidak peka jika hanya dikode” ucap Kim terkekeh
“Aku bilang jangan dekat-dekat Kim, aku tidak suka kau ada di dekatku!” ucao Aom ketus namun sekarang dengan nada yang kurang bersahabat…
Kim hanya diam, dia tak paham sekarang harus apa...
__ADS_1
Bahkan dirinya tidak tau apa yang membuatnya bersalah pada Aom sehingga sekarang Aom bersikap seperti ini kepadanya…
apa Aom tidak serius mencintainya atau apa?
Kim merasa sangat kesal, apa yang salah dengan dirinya sehingga diperlakukan seperti ini?
Kim memilih untuk tetap diam, dan berjalan dengan derap langkah yang cukup keras… yang menandakan dirinya sedang dalam mode yang sangat tidak bersahabat sekarang ini…
Wana yang melihatnya langsung paham bahwa Kim sedang dalam suasana hati yang buruk… saat ia ingin melangkah dari dapur untuk menemui Kim, Art sudah lebih dulu berlari menuju ruang kerja papanya itu mengikuti langkah panjang papanya yang begitu cepat itu…
dia memang selalu menempel dengan Kim setiap Kim berada di rumah…
Melihat hal itu Wana mengurungkan niatnya, karena saat Art sudah berusaha mengganggu Kim maka bagaimana pun suasana hati Kim akan kembali membaik karena tingkah lucu dan manja dari putranya itu…
Art kecil bagaikan obat penenang yang sangat mujarab untuk seorang Kim Hans saat ini….
Wana mendekati putrinya, ada yang salah dengan putrinya sekarang… tidak mungkin tanpa sebab ia akan mengusir Kim dari sisinya, baru siang tadi dia merengek bertanya kapan Kimnya pulang, tapi sekarang malah sebaliknya… Aom tidak mau dekat-dekat dengan Kim…
“Sayang… kamu kenapa?tidak biasanya kamu seperti ini, bahkan mengusir suamimu dengan ketus begitu…” tanya mamanya
“Aku tidak mau dekat-dekat dengan dia ma… aku tidak tau kenapa aku tiba-tiba saja merasa sangat kesal berada di dekatnya ma…” sahut Aom dengan wajah cemberutnya itu
“memang Kim salah apa sayang? Dia suamimu kamu tidak boleb bersikap begitu…” tanya mamanya sambil memberikan nasihat kepada Aom
“Lalu kenapa kamu begitu sayang?” tanya mamanya lagi karena merasa kebingungan
“aku tidak tau kenapa ma… kadang aku tidak mau dia jauh sedetikpun dari sisiku, dan kadang aku merasa kesal saat dia ada di dekatku… aku tidak mengerti tolong jangan tanya lagi ma, aku pusing” sahut Aom lalu ia beranjak menuju kamarnya
“Huuuub… anakku ini…” ucap mamanya pasrah
Malam harinya Kim tidak kembali ke kamarnya, begitupun dengan Art… entah mereka dimana sekarang… karena setelah moodnya sedikit membaik Kim berpamitan pada ibu Wananya bersama Art untuk keluar, tapi ia tak mengatakan mau kemana, ia hanya bilang mau jalan-jalan dengan putranya itu…
Tapi hari sudah selarut ini mereka masih belum pulang… Aom dan mamanya cemas karena Kim tidak mengangkat telepon yang sedari tadi coba Aom hubungi….
“mama coba telepon Kim lagi, kamu telepon Jeab atau Zee ya sayang…” ucap mamanya
“oke ma…” sahutnya namun tak berselang lama Kim sudah mengangkat telepon dari ibu Wananya ini…
“Hallo Kim… kamu dimana nak?kenapa sudah malam begini belum pulang sayang?”
“Kenapa? Ooo begitu… dimana? Oo iyasudah tidak apa…. Huh? Kamu yakin nak?” tanya mamanya diakhir percakapan itu
__ADS_1
“Ma aku mau bicara…” pinta Aom dan mamanya memberikan handphonenya itu
“Hallo Kim? Kamu dimana?” tanya Aom tapi tidak ada jawaban
Tut…tut…tut…
Sambungan teleponnya sudah terputus sekarang tanpa ada jawaban dari Kimnya…
Tes, tes…
Bulir-bulir air mata Aom tiba-tiba jatuh tanpa permisi sekarang… dia terisak pelan…
“hey sayang kenapa?” tanya mamanya karena melihat putrinya ini menangis
“Dia mematikan teleponnya ma… dia tidak mau bicara denganku ya?” tanya Aom dengan sendu
“Tidak… pasti bukan begitu sayang… dia ada pekerjaan dan harus menginap di pelabuhan, Sedangkan Art tidak mau pulang tanpa dirinya… jadi mereka tidur disana…” jelas mamanya sementara Aom tetap menangis…
entah kenapa akhir-akhir ini dia memiliki swing mood yang terlalu ekstrim…
Sementara itu di markas pelabuhan Kim Hans terlihat fokus menyelesaikan pekerjaannya… Art dengan polosnya terus memperhatikan apa yang papanya ini kerjakan, sesekali ia memainkan kerah kemeja papanya karena bosan, dan kali ini apa yang dikerjakan oleh papanya membuat Art begitu tertarik, sebuah desain senapan laras panjang yang ia minati dari buku Kim tempo hari itu sekarang sedang dirancang oleh papanya dengan sangat serius…
dirinya begitu terpana melihat guratan-guratan sketsa yang papanya buat…
“Pa… aku boleh coba?” tanya Art sambil menunjuk sketsa yang Kim buat itu
“Coba untuk apa Art? Mau mencoba membuat seperti ini juga?” tanya Kim dengan senyum manisnya
“Iya pa… boleh ya?” rengek Art meminta kertas sketsa dan pensil Kim itu
“Hahaha oke-oke tunggu sebentar nak…” ujar Kim sambil menarik laci meja kerjanya lalu memberikan Art sebuah pensil dan sketchbook kecilnya yang lain,
Art begitu semangat memperoleh kedua benda itu lalu berlari kearah sofa, ia menggambar disana….
Kim tersenyum senang melihat anaknya begitu antusias dengan apapun yang Kim kerjakan… ia seperti bercermin dan melihat dirinya sendiri waktu masih kecil, sangat suka dengan apapun kegiatan yang ayahnya lakukan dan dengan secara tidak sadar ia telah mengasah dirinya sendiri untuk menjadi pengganti ayahnya kelak….
_________________
jangan lupa vote, like dan komentarnya...
I Love You...
__ADS_1
~Kim Hans